Anda di halaman 1dari 11

Sleepwalking (Gangguan Tidur Berjalan ) Episode sleepwalking ditandai dengan sebuah gangguan tingkah laku dari aksi motorik

yang biasanya terjadi selama dalam gelombang tidur yang rendah berlangsung sepertiga pertama malam [72]. Hal ini terjadi paling sering pada anak-anak puber dan bisa bertahan sampai dewasa. Patogenesis adalah tidak diketahui, tetapi isiologis dan stres psikologis dapat berperan dalam episode ini. !eskipun biasanya tidak berbahaya, tapi "edera serius bahkan sampai kematian bisa terjadi akibat dari tingkah laku menyimpang ini. Episode terjadinya biasanya mulai paling umum dalam #$ menit pertama setelah onset tidur. Pada %ndi&idu di awali dengan bangun dari tempat tidurnya dan dapat melakukan sejumlah gerakan berulang seperti memilih selimut buat tempat tidurnya. 'etapi tidak jarang juga , indi&idu melakukan perilaku kompleks yang memerlukan ungsi motorik dan kemampuan kogniti , seperti mengemudi, berbi"ara di telepon, atau memainkan alat musik. (iasanya &erbalisasi )berbi"ara saat tidur * jarang ke"uali teror malam atau mimpi buruk terjadi terjadi pada indi&idu yang bersangkutan. %ndi&idu dapat melukai diri sendiri selama episode ini, misalnya, dengan tersandung atau terbentur pada mebel atau dengan keluar jendela yang terbuka atau memanjat sesuatu yang tinggi. +alah satu pasien kami juaga bisa melakuakan tidur sambil berjalan dan menghidupkan mobil dan menjalankanya di perkemahan saat dia sedang tidur. ,adang-kadang, perilaku kekerasan dapat menjadi bagian dari sleepwalking, meskipun tidak biasa untuk perilaku agresi untuk diarahkan pada indi&idu tertentu. -paya menghentikan tidur sambil berjalan dapat bertemu dengan hambatan dan perlawana yang menjrus kearah keganasan, .amun [2/,20,72,71]. +tudi kasus itu hanya sering terjadi pada tipe sleepwalking yang beri at destrukti . KASUS DUA Seorang pria muda pernah mengalami sebuah peristiwa sleepwalking destruktif dan penuh kekerasan dengan menendang pintu dan dinding dan menyerang apa pun di sekitarnya. Ia melanjutkan perilaku ini sepanjang masa remajanya. Dalam episode yang mengakibatkan hal ini, dia di rujuk ke pusat perawatan untuk penanganan lebih lanjut mengenai masalahnya ini oleh ayahnya. Anak ini juga pernah menyerang ayahnya spada saat dia tidur sambil berjalan sehingga mengakibatkan ayahnya masuk rumah sakit.

KASUS TI A Seorang anak berumur !" tahun yang di#eritakan dengan riwayat tidur berjalan dan mimpi buruk pada malam hari itu dimulai dengan terjadinya per#eraian pada kedua orang tuanya di usianya yang masih lima tahun. $erilakunya selama episode tidur berjalan yang mengakibatkan kerusakan ini sudah banyak merusak, termasuk menghan#urkan jendela, dinding, pintu, dan apa pun yang berada di dekat saat dia tertidur. $ada dua kesempatan ia pernah melemparkan ibunya keluar dari kamarnya saat ibunya hendak menghentikan dia saat tidur sambil berjalan. $ada peristiwa ini terapi di lakukan dengan menggunakan dosis rendah dia%epam &'alium(, tetapi kepatuhan pasien terhadap pemberian rejimen ini sangat rendah. Setelah usia )" tahun, setelah menghabiskan !* jam kerja, ia menghadiri festi+al anggur, di mana dia menikmati sampai pagi dan kemudian tertidur di kursi luar. kemudian $olisi menemukan dia sedang berlari memasuki hutan dan berteriak bahwa seseorang sedang berusaha untuk membunuhnya. Ketika ditemukan, ia mengalami kesulitandan bingung menjawab pertanyaan yang di ajukan poisi dan memohon untuk dii%inkan untuk pulang untuk beristirahat. ,ari berikutnya ia diberitahu bahwa dia pernah melakukan penyerangan terhadap pasangan suami istri dalam suatu a#ara yang telah dia ikuti dengan sangat kejam. Dia mengaku sama sekali tidak mengingat telah melakukan hal itu dalam a#ara tersebut. -ang mana para korban yang di serangnya tepat tinggal di seberang tempat dia tinggal. 2ima belas sampai 1$3 dari anak yang sehat memiliki setidaknya satu episode tidur sambil berjalan. 4ua sampai 13 lebih sering berlanjut. Pre&alensi pun"ak terjadi pada usia /2 tahun, dan kebanyakan anak-anak tumbuh dengan kelainan perilaku ini sampai dia berumur /0 tahun. ,urang dari /3 orang dewasa menunjukkan perilaku tidur sambil berjalan. Pada (eberapa peneliti telah menyatakan bahawa adanya hubungan gangguan genetik pada kelaianan ini, yang yang bersi at resesi dan di wariskan pada penetrasi yang tidak lengkap. 'idak ada bukti perbedaan ras atau budaya berhubungan dengan gangguan ini, namun. ,urang 'idur, kelelahan yang berlebihan, sedati , hipnotik, dan bahkan episode hambatan na as saat tidur dapat memi"u tidur sambil berjalan. +leepwalking pada anak-anak dianggap tidak berbahaya dan biasanya tidak berhubungan dengan psikopatologi [72]. +leepwalking mungkin dapat dibedakan dari psikogenik ugue dalam hal ke"enderung terjadi pada orang dengan psikopatologi parah dan biasanya berlangsung selama berjam-jam atau hari. 5angguan perilaku 6E!, meskipun mirip dengan sleepwalking, "enderung terjadi lebih pada orang tua, jarang terjadi pada anak-anak, dan lebih rumit.

Pengobatan sleepwalking dengan "ara mengamankan tidur pasien dan untuk men"egah "edera pasien dengan menempatkan alarm atau memasang lo"eng ke"il di pintu pasien. psikoterapi, terapi relaksasi, dan hipnosis semua dilaporkan sama-sama e ekti . ben7odia7epin dapat membantu, dan kami telah memperoleh hasil positi dengan terapi antidepresi seperti penggunaan desipramin [ 72,71 ] . Teror Malam ( Mimpi Buruk ) 'eror malam, yang disebut pa&or no"turnus pada anak-anak dan mimpi buruk pada orang dewasa, ditandai terjadi dalam sepertiga pertama malam biasanya bisa masuk lebih dalam lagi ) stadium 1 atau 8 * pada saat tidur[ 78 ]. Episode mungkin dimulai dengan teriakan keras, perasa ditusuk serta perasaan sangat menakutkan, biasanya disertai oleh respon otonom dan diikuti oleh rasa ke"emasan dan panik. !impi buruk dapat memi"u atau dikaitkan dengan perilaku sleepwalking. 9rang biasanya setelah mengalami mimpi buruk akan duduk di tempat tidur, tampaknya sangat takut, dan mungkin berkeringat dan mengalami napas "epat dan takikardia. Perubahan denyut jantung dapat terjadi drastis ke tingkat setinggi /#$ denyut per menit. Pasien mungkin harus dihibur sampai dia merasa baikan tidak didapatkan agitasi intens ) biasanya dalam waktu /0 menit *. !eskipun ada sedikit orang yang selalu terbayang akan mimpi buruk itu, dan sulit melupaknya, walaupun mungkin mereka akan bisa terbayang bertemu kematianya dan di siksa saat merek mati. Pada orang dewasa, ada laporan bahwa mereka merasa dikutut dengan teror malam atau mimpi buruk tersebut. Polysomnographs menunjukkan peristiwa mirip dengan yang terjadi dengan sleepwalking. ,eparahan episode ini sebanding dengan durasi dari tahap sebelumnya terjadi pada ase stadium 1 atau 8 tidur, dan indi&idu dengan 'eror tidur berulang "enderung menunjukkan banyak terbangun dari tahapan tidurnya[ 70 ]. +atu sampai # 3 anak puber mengalami mimpi buruk berulang se"ara episode tiap malamnya. Pun"ak pre&alensi terjadi antara lima dan tujuh tahun, dan Pre&alensi pada orang dewasa kurang dari / 3 . 'idak ada bukti perbedaan ras atau budaya dalam pre&alensi teror tidur, tapi ada kejadian amilial meningkat, sampai dengan :# 3 dari indi&idu memiliki setidaknya salah satu anggota keluarga dengan kondisi yang sama[ 2/,20,70 ]. 'eror malam bisa dipi"u oleh stres, kelelahan, dan saat demam[ 7# ]. 5angguan pada orang dewasa lebih biasanya menunjukkan beberapa patologi dan telah dilaporkan terjadi sebagai gejala gangguan stres pas"a ;trauma [#8]. (en7odia7epin dapat membantu dalam mengobati kondisi ini, dan dosis yang sangat rendah dia7epam ) 2-0 mg * dapat mengurangi atau memperbaiki kondisi< dosis ini akhirnya

dapat diberikan hanya pada malam hari sebagai alternati . %mipramine juga telah dilaporkan dapat dipakai sebai terapi dan dapat membantu perbaikan kondisi. 5angguan harus dibedakan dari ke"emasan, yang "enderung terjadi selama ase 6E! tidur ketimbang tidur nyenyak dan kurang mungkin terkait dengan akti&itas otonom intens. %ndi&idu mengalami bermimpi dengan serangan ke"emasan biasanya terjaga dan tidak amnesia untuk peristiwa yang dialami dalam mimpinya[ 72,71 ] . Jactatio Capitis Nocturna !impi buruk, membenturkan kepala, goyang tubuh yang kaku, dan kepala terus bergoyang adalah gangguan gerakan berirama disebut ja"tatio "apitis no"turna. !eskipun mereka dapat bertahan sampai dewasa, gangguan ini paling umum terjadi pada masa bayi dan anak-anak . !ereka umumnya terjadi selama transisi untuk tidur, tetapi juga dapat mun"ul di kemudian di tidur siklus. kelainan ini belum tentu bisa dikatakan tidak berbahya= karena bisa jadi terjadi luka pada kepala atau anggota badan, terutama dengan membenturkan kepala. ,epala bisa di benturkan dengan melibat gerakkan ritmis yang berirma, gerakan yang kuat pada kepala ke bantal atau, lebih jarang tapi bisa juga memalukukan denagn membenturkan kepala kepermukaan seperti dinding atau headboard. %ni biasanya terjadi ketika seseorang berada dalam possi terlentang [ 77->$ ]. 5oyangan tubuh biasanya ditandai oleh indi&idu diposisikan di tangan dan lutut goyang atau seluruh tubuhnya dalam suatu keadaan. Pada posisi anterior ; posterior seorang anak di tempat tidur, goyang tubuh dapat menyebabkan terjadi pemindahan sehingga bisa bisa sampai ke diding tempat tidurnya. Episode ini "enderung terjadi pada dasar malam dan dapat berlangsung hingga satu jam. !embenturkan kepala umumnya terjadi dalam hubungan dengan situasi stres, sedangkan tubuh goyang biasanya terjadi dalam hubungannya dengan lebih kegiatan yang menyenangkan seperti mendengarkan musik atau bersiap-siap untuk tidur. ?nak-anak jarang menangis ketika menunjukkan perilaku ini, bahkan ketika gerakan dilakukanya dengan kekerasan. +tudi menunjukkan bahwa polysomnographi" ja"atio "apitis peristiwa no"turna terjadi terutama selama terjaga dan dalam tahap tidur / dan 2 . ,epala membenturkan terjadi di sekitar 83 dari anak-anak , biasanya dengan onset selama bayi tahun pertama sekitar #-> bulan usia, jarang berkembang setelah usia /> bulan. ,egiatan kepala bergulir telah dilaporkan terjadi pada #3 anak yang sehat. Pre&alensi gangguan ini menurun dengan "epat seiring dengan usia= meskipun lebih dari 0$3 bayi menunjukkan beberapa bentuk kegiatan ini , kurang dari 203 pada umur 2 tahun kurang dari /$ 3 dari umur 8 tahun menunjukkan gangguan ini. !embenturkan kepala "enderung terjadi lebih sering pada anak laki-laki dari pada anak

perempuan , tetapi tidak ada jender perbedaan telah di"atat untuk gerakan ritmis gangguan. Perilaku ini lebih umum di indi&idu dengan keterbelakangan mental. +atu penjelasan untuk penyebab tidur berirama ,egiatan terapi dengan "ara upaya anak untuk mereproduksi nya dengan "ara orang tuanya menggendong dengan goyang yang penuh perasaan. hipotesis lain goyangan bisa mengikuti dari irama detak jantung ibu atau ritme pernapasan sebagai model untuk dalam peniruanya. (aru-baru ini, model stimulasi diri telah disarankan, di mana akti&itas berirama menimbulkan untuk sensasi menyenangkan dan penguatan. 5erakkan berirama tubuh harus dibedakan dari gangguan kejang atau spasme, yang terdiri dari gerakan osilasi kepala halus yang lebih sering terlihat selama terjaga )saat bangun*. 4alam kebanyakan kasus, gangguan gerakan ritmis tidak memerlukan pengobatan selain memberikan jaminan kepada keluarga bahwa "edera tidak mungkin. ketika khususnya akti&itas kekerasan terjadi, bagaimanapun, seperti pada anak dengan keterbelakangan mental, lebih hati-hati harus dilakukan< penggunaan pelindung tambahan dan dalam beberapa kasus pelindung helm mungkin diperlukan untuk men"egah "edera. (eberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menggantikan akti&itas berirama dengan metronom yang ditempatkan di samping tempat tidur di malam hari dapat membantu. ?dapun saran yang lain dengan menggunakan goyang kuat dan berirama di kursi goyang atau kuda goyang sebelum tidur dapat mengurangi perilaku.

Ketidaksanggupan Mengatur Kencing (Enuresis) ?nak tidak bisa menahan ken"ing sering kita temukan di mana-mana. sejarah men"atat dalam masyarakat primiti dan beradab, mengompol telah menjadi sesuatu yang sangat memalukan. Perasaan !alu dan ejekan sering dideapatkan pada seseorang yang mengompol. (ahkan di masyarakat kita, bukan hal yang biasa dengan mempermalukan anaknya dengan menjemur kasur yang bekas ken"ingnya di luar atau dengan mengan"am akan menggosokan pakai bekas ken"ing dan kain seperai ke muka anakanya. -ntungnya, sikap ini sudah banyak di tinggalkan oleh masyarakat. [>/]. enuresis se"ara teknis dide inisikan sebagai ketidaksengaja dalam pengeluaran urin, tetapi biasanya digunakan untuk menunjukkan ketidak sanggupan menahan ken"ing pada anak-anak yang sudah dewasa untuk memperoleh kontrol kandung kemih. -sia di mana untuk kontrol kandung kemih )biasanya 8-0 tahun* tergantung pada perkembangan, sosial, dan aktor budaya , kepribadian anak, suatu iklim emosional di rumah tangga, dan sikap

orangtua terhadap pelajaran toilet training. ?da dua sub kelompok yang berbeda dari enuresis= primer dan sekunder. Pada enuresis primer, anak tidak pernah tidak mengompol selama / dan 2 minggu. Enuresis primer umumnya melibatkan perkembangan, aktor maturitas dan gangguan komponen genetik. aktor Psikologis dan medis biasanya tidak berpengaruh banyak dalam penanganan enuresis primer. Pada enuresis sekunder, anak mulai ngompol lagi setelah lama tidak pernah lagi ngompol. aktor psikologis dan medis biasanya penyebab utama dari gangguan sekunder enuresis. +tudi telah menunjukkan bahwa enuresis primer men"apai #73 -:$3 dari semua kasus dan enuresis sekunder hanya /$3 -113. Hal ini umumnya bahwa antara lima dan tujuh juta orang di ?merika +erikat memiliki kelainan enuresis. ,elainan mempengaruhi semua budaya, dan anak laki-laki lebih sering dibandingkan anak perempuan yang menderitanya. (eberapa studi telah menunjukkan bahwa sekitar /$3 dari semua anak umur enam tahun akan tidak mengompol lagi atau dengan kata lain sembuh se"ara spontan selanjutnya adalah sekitar /03 umur per tahun. Pandangan saat ini adalah bahwa enuresis tidak biasanya men"erminkan kelainan tidur. ?wal penelitian menyarankan bahwa enuresis adalah salah satu gangguan yang terjadi selama ase tidur pada ase 1 dan 8. ,ita dapat menyimpulkan, bagaimanapun, bahwa tidak ada hubungan dan korelasi antara tidur lambat dan episode enureti"= rekuensi episode enureti" dalam setiap tahap tidur sebanding dengan jumlah waktu yang dihabiskan disetiap tahap. ,eunggulan episode selama gangguan tidur yang lama , tampaknya terkait dengan waktu malam di mana jenis gangguan tidur ini terjadi. Peneliti telah menyelidiki kemungkinan bahwa enuresis langsung berkorelasi dengan bermimpi, karena sering mengompol menggambarkan mimpi membasahi atau menjadi basah. studi menunjukkan bahwa anakanak yang terbangun dan diberi pakaian kering segera setelah berkemih tidak di temukan bermimpi buruk lagi atau mengompol lagi. ?nak-anak yang tidak terbangun setelah ngompol, kemudian, mungkin telah dimasukkan perasaan mengompol menjadi dimimpi berikutnya dan pada bangun, mungkin per"aya bahwa sebenarnya membasahi terjadi selama mimpi [>/->1]. 4alam penelitian pada ase tidur, orang-orang dengan enuresis men"atat kontraksi lebih sering dan intens dari otot detrusor utama - baik spontan dan membangkitkan - serta tekanan kandung kemih yang lebih besar daripada subyek kontrol [>0,>#]. +elain itu, tidur yang tidak tergantung 6E! ditemukan terjadinya pro&okasi kontraksi kandung kemih primer pada orang dengan enuresis. @aktor genetik mungkin berperan dalam enuresis primer= riwayat keluarga memiliki peranan yang penting yaitu diapatkan 7$3 anak dengan riwayat keluarga

mengalami enuresis, yang menunjukkan bahwa komponen pematangan mungkin mendasari gangguan ini.[>/,>7,>>]. Pematangan ungsi kandung kemih dan kontrol mungkin terjadi se"ara prematur atau tertunda pada orang dengan enuresis. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang mengalami iritasi kandung kemih lebih berpotensi daripada subyek kontrol. %ni sebagai "atatan untuk kapasitas kandung kemih pada anak-anak dengan enuresis= jika kandung kemih mereka berukuran normal tapi kapasitas kandung kemih ungsional mereka lebih ke"il, mereka akan memiliki penurunan kemampuan untuk mentolerir kandung kemih penuh[>7]. Pada pasien dengan enuresis primer, masalah emosional lebih dominan dari pada masalah gangguan aktor biologis. !eskipun enuresis se"ara umum telah dijelaskan dalam literatur psikiatri sebagai ekspresi kemunduran berlebihan akibat aktor stres karena beberapa sebab masalah misal masalah kehidupan, hubungan dengan saudra atau tentang penyakitnyaa ; seperti skenario berhubungan lebih signi ikan dari pada sekunder enuresis [>/,>2]. 'abel 27.# Poin penting dalam riwayat enuresis Primer &s sekunder enuresis )pada pasien yang sudah sembuh* usia obat saat ini penyakit dikenal 'anda-tanda gejala apnea tidur obstrukti sindrom )mendengkur, mendengus, terengah-engah* Pola asupan "airan )kuantitas dan waktu*

+ebuah aktor penyebab yang sering diabaikan pada eneuresis primer dan enuresis sekunder adalah mendengkur. +ebuah penelitian di 4artmouth Aollege melaporkan bahwa dalam beberapa kasus pengangkatan amandel guna mengurangi obstruksi berna as pada malam hari menghasilkan peningkatan yang signi ikan atau resolusi enuresis [>0]. ,omponen yang paling penting menge&aluasi anak dengan enuresis adalah mendapatkan riwayat yang jelas )'abel 27,#*. E&aluasi harus men"akup menyeluruh sejarah umum dengan perhatian khusus untuk kasus mengompol tersebut, pemeriksaan isik, dan urinalisis. Pemeriksaan urologi yang lengkap diindikasikan hanya untuk pemeriksaan isik

menunjukkan sebuah riwayat gangguan urologi. Aystos"opy dan pyelogram intra&ena harus dihindari ke"uali ada ke"urigaan yang kuat terdapat in eksi saluran kemih atau terdapatnya penyumbatan [>/->1]. ,ebanyakan dokter anak "enderung untuk pengobatan dengan menyarankan pada gangguan ini dengan = tidak melakukan apa-apa dan membiarkan se"ara alami keadaan atau masalah ini sembuh sendiri. pendekatan ini dapat menyebabkan rustrasi yang "ukup besar bagi orang tua dan anak. .amun, Penggunaan modi ikasi perilaku untuk mengobati enuresis bisa dikatakan sangat memuaskan. Penggunaan mengompol yang di jadikan sebagai patokan untuk mengukur tingkat keberhasilan yang ditunjukkan dari keberhasilan men"apai #$3 -703. +ayangnya, hal ini bisa kambuh dan ini mempunyai rekuensi "ukup tinggi terjadi, mulai dari 103 ->$3. .amun, gangguan ini dapat ditangani dengan "epat dan permanen dengan rekondisi dan memperbaiki kembali dari sistem patokan yang digunakan. 4alam beberapa tahun terakhir, kami telah melakukan banyak uji komprehensi melalui penelitian untuk Program pengobatan pada enuresis anak, dalam uji ini menggabungkan beberapa paradigma pengobatan dijelaskan di sini. Program menggunakan lima metode= )/* latihan peregangan kandung kemih latihan, )2* menahan ken"ing, )1* konseling mengenai moti&asi dan tanggung jawab, )8* latihan mem okuskan pikiran, dan )0* terapi ungsi tubuh. !asing-masing teknik ini telah digunakan oleh praktisi lain untuk mengobati enuresis. 4ari beberapa program itu, pada penelitian ini, metode telah dimodi ikasi sedikit dan diatur dalam sebuah paradigma yang juga menggabungkan pemahaman saat tidur isiologi. !etode kami sangat bergantung pada pribadi kontak antara klinik dan pasien, moti&asi oleh dokter, dan keterlibatan akti dari anak dan orang tuanya. Pada program ini pengobatan dilakuakan e&aluasi dalam /$$ anak-anak dengan enuresis primer. 4i temukan hasil pada anak-anak dengan rata-rata //,0 mengompol pada malam hari selama 2 minggu pertama periode dan menurun menjadi 8,1 yang mengompol pada malam hari sampai akhir selama periode /# minggu. +embilan puluh satu persen dari anak-anak yang ikut program ini menunjukkan perbaikan yang signi ikan pada akhir periode 1$ minggu. +ebagian besar pendekatan indi&idu digunakan dalam program pengobatan ini telah dilaporkan di literatur untuk menjadi e ekti pada mereka sendiri. gangguan aliran dan atihan peregangan kandung kemih telah dilaporkan untuk memperbaiki enuresis pada 1$3 dari pasien, dan 2:3 orang dengan enuresis telah dilaporkan untuk merespon moti&asi dan tanggung jawab konseling. +ebanyak #03 -703 anak merespon baik terhadap

penggunaan terapi kondisi tubuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa enuresis harus dianggap sebagai kondisi yang dapat diobati yang resolusi bisa sangat memuaskan bagi pasien, keluarga, dan dokter[>/].

!structi"e Sleep #pnea +indrom gangguan sumbatan na as saat tidur adalah yang paling umum bentuk apnea di masa ke"il. Pada anak yang lebih tua dan dewasa, itur utama dari sindrom mendengkur yang keras terkait dengan terengah-engah, mendengus, dan pernapasan jeda. 'idur sering gelisah, dan mungkin ada mimpi buruk bersamaan dan teror malam [/,>:]. Pada keseharianya, orang dewasa mengeluh kelelahan siang hari yang berlebihan dan mengantuk. Pada anak-anak, gejala yang lebih berbahaya, sering dikaitkan dengan peningkatan iritabilitas, rentang perhatian yang singkat, dan B"rabbiness.B !ungkin ada gangguan perilaku, sakit kepala di pagi hari, obesitas, gangguan tumbuh kembangan, atau gejala "or pulmonale [:$-:2]. Pada anak-anak, penyebab utama apnea tidur obstrukti adalah hipertro i tonsil dan kelenjar gondok, kelainan kranio asial seperti mi"rognathia atau retrognathia, kelainan langitlangit lunak yang panjang, perbaikan sumbing, dan ma"roglossia. +indrom ini adalah umum pada pasien dengan sindrom 4own +elain itu, obesitas dapat berkontribusi obstrukti sleep apnea, seperti dapat gangguan neuromuskuler seperti sebagai mal ormasi ?rnold-Ahiari, syringobulbia, "erebral palsy, distro i myotoni", dan bulbar poliomyelitis. Pada orang dewasa keluhan mendengkur sering terjadi tapi bisa juga menghilang, sedangkan pada anak-anak dengan apnea tidur mendengkur biasanya terus menerus. Penghalang hidung seperti polip, diperbesar turbinates, dan de&iasi septum dapat menyebabkan sleep apnea dan harus diterapi dengan antihistamin atau preparat topikal lainya. Pembesaran amandel dan kelenjar gondok harus segara di terapi baik itu dengan medikamentosa atau pun operati . Perawatan ini umumnya mengakibatkan dalam resolusi semua gejala. nasal kontinyu positi&e airway pressure adalah pilihan perawatan untuk sindrom apnea tidur obstrukti pada orang dewasa dan dapat e ekti untuk anak-anak juga. ,epatuhan jangka panjang adalah dipertanyakan, namun [28,20]. Pengobatan lain yang e ekti untuk mendengkur dan apnea pada orang dewasa adalah baru-baru ini dikembangkan gigi palsu yang dipakai seperti petinju yang mouthguard dan menstabilkan rahang dan lidah. +erupa peralatan dapat "o"ok untuk anak-anak dan hanya memerlukan paten nasal airway. ,ami sering merekomendasikan penggunaan dari dilator hidung eksternal )(ernapas se"ara

benarn* pada anak-anak yang mendengkur atau sumbatan hidung. %ni dapat "ukup e ekti , dan eksposur nasional diberikan kepada penggunaan perangkat ini oleh atlet telah membantu penerimaan mereka oleh anak-anak.

KASUS ./$AT Dua anak laki0laki setengah tahun dengan sulit tidur dan dengan ketidakmampuan untuk mempertahankan tidur selama lebih dari 12 menit pada waktu tanpa membangkitkan dan mengganggu nya orang tua. Dia tidak mau tidur ditempat tidurnya sendiri dan saat bangun di pagi hari sangat rewel dan dipamerkan apa nya orang tua disebut sebagai perilaku 3energi mengisap3. $ara orangtua kelelahan dan sangat frustrasi. Sebuah pemeriksaan neurologis tidak menunjukkan kelainan yang signifikan tetapi beberapa temuan yang men#urigakan dalam .. Tegretol. Tegretol adalah agak membantu dan penurunan jumlah terbangun malam hari !10)2 setengahnya. Setelah sore tidur siang anak tampak benar0benar normal dan tenang. $emeriksaan hidung dan tenggorokan menunjukkan amandel hipertrofik. Dia adalah mulut nafas dan mampu mempertahankan nasal airway patensi. Dia mengalami infeksi saluran napas bagian atas sering dan satu bisa mendengar amandel nya bergetar saat terjaga. Selama tidur napasnya diselingi dengan mengisap suara dan mendengkur. $ara orangtua diberitahu bahwa 12 menit siklus tidur tidak biasa bagi seorang anak agebut ini bahwa ia mungkin akan mengalami obstruktif sleep apnea. $olysomnogram dikonfirmasi dalam hal ini. Sebuah 4ernapaslah Kanan hidung strip adalah dimanfaatkan untuk menjaga hidung patensi jalan napas dan ia diberi melatonin pada waktu tidur. ,al ini meningkatkan kemampuannya untuk jatuh dan tinggal tertidur dan nyata mengurangi 3energi perilaku mengisap 3. 5amun, polysomnogram nya juga mengungkapkan adanya !1 apnea dan a#ara hypopnea per jam dengan oksigen tingkat desaturasi men#apai 678 dari maksimum 0 9elas apnea tidur obstruktif. :tolaryngologi# .+aluasi mengakibatkan penghapusan nya amandel dan kelenjar gondok dan perbaikan dramatis dalam tidurnya dan perilaku bangun. Pada pasien dengan hambatan jalan na as waktu tidur, pada upaya pernapasan terganggu oleh sumbatan jalan napas. Pasien dengan sleep apnea sentral, bagaimanapun juga penderita harus di utamakan keselamtan jalan na asnya[28]. +elama tidur, respirasi dikendalikan oleh kontrol pernapasan oleh sistem metabolik. +ebuah gangguan dalam sistem frontal mengakibatkan anak yang ditempatkan pada

ini dapat memberikan kontribusi untuk sleep apnea sentral. Penyebabnya antara lain ense alitis, ser&iks "ordotomy, mati batang otak, tumor, dan polio bulbar. beberapa neuromuskuler gangguan seperti neuromyopathy, myotoni" distro i, distro i otot, myasthenia gra&is, kelumpuhan dia ragma, dan sindrom post polio dapat juga berkontribusi terhadap sleep apnea sentral. ?khirnya, gangguan toraks restrikti seperti kyphos"oliosis juga telah dikaitkan dengan kondisi tersebut. pasien dengan sleep apnea memperlihatkan respirasi yang tidak normal selama terjaga serta gangguan &entilasi. 'idak ada respon terhadap hypo"arbia selama terjaga atau tidur, menunjukkan bahwa kelainan "hemore"eoptor mungkin aktor penting dalam gangguan ini. Pasien juga menunjukkan respon yang menurun terhadap hipoksia dan hipo&entilasi selama tidur. Pengobatan untuk sleep apnea sentral dapat melibatkan pergerakanr dia ragma, dukungan &entilasi mekanik, dan &entilasi tekanan negati [28,20].