Anda di halaman 1dari 14

[ T1 y

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

p e

Beberapa dekade terakhir ini, teknologi informasi telah berkembang a dengan pesat. Akibat dari perkembangan teknologi informasi tersebut maka permasalahan-permasalahan dalam dalam pengolahan data dapat diatasi sehingga q dalam memproses data menjadi informasi akan didapatkan seara cepat dan akurat. u Berbagai layanan pun dapat dengan mudah di akses. Namun dengan segala o kemudahan yang di dapatkan tentunya ada permasalahan yang sering timbul pada t jaringan komputer yaitu: Keterbatasan kecepatan akses dan keamanan data.
e

Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, merupakan sebuah Instansi


f BUMN yang mempunyai banyak data, diamana data tersebut bersifat rahasia. r Namun tidak adanya sistem keamanan yang membatasi suatu sistem jaringan yang o ada pada Dinas Koperasi dan UKM, menyebabkan berbagai macam ancaman dan m gangguan yang muncul melalui jaringan internet, misalnya virus, dan kehilangan

data. Sehingga mengganggu kinerja dari para staf atau karyawan pada instansi.
t Dengan membangun sebuah sistem keamanan yang membatasi suatu h sistem jaringan yang ada pada Dinas Koperasi dan UKM dari berbagai macam e ancaman dan gangguan yang biasa muncul melalui jaringan internet yang rentan

terhadap berbagai macam serangan. Hal ini sangat penting bagi Dinas Koperasi dan UKM mengingat tidak semua orang diperbolehkan untuk bisa mengakses kedalam jaringan komputer yang dimiliki. Salah satu program yang menurut penulis tepat untuk menangani masalah keterbatasan kecepatan akses dan
u m e n c o d

keamanan data yang dipergunakan untuk menangani keperluan internet adalah squid. Bagi seseorang administrator jaringan merupakan tugas utama untuk mengatur lalu-lintas data dalam suatu jaringan baik dari dalam maupun keluar jaringan. Squid merupakan pilihan terbaik untuk mengkonfigurasikan proxy server karena dan mendukung fitur internet. Melalui proxy server, klien merasa berinteraksi secara langsung dengan server internet yang dituju. Kenyataannya, sebelum data atau permintaannya disampaikan ketujuan, data tersebut diarahkan terlebih dahulu ke server proxy, kemudian server proxy akan meneruskan ke server yang dituju, yaitu internet. Dengan menggunakan proxy squid seorang pengguna/admin jaringan bisa mengatur lalu lintas paket data yang keluar masuk dan menjadi gateway (pintu gerbang) antara jaringan perusahaan/lokal dengan jaringan publik internet. Maka dari itu penulis ingin menangani masalah tersebut dengan memilih judul penelitian yaitu : Implementasi Proxy Squid Pada Jaringan Komputer menggunakan Linux Debian Woody di Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam peneltian ini adalah bagaimana mengimplementasikan proxy squid untuk membantu mengatasi masalah kecepatan akses dan keamanan data. C. Batasan Masalah Agar pembahasan tidak melebar dari topik, maka penulis membatasi permasalahan penelitian yaitu : 1. Tempat penelitian Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang

2. Membangun sistem keamanan menggunakan proxy squid server 3. Aplikasi yang digunakan adalah squid untuk menjaga keamanan data serta memblok situs-situs yang dianggap berbahaya.

D. Keaslian Penelitian Penelitian yang dibuat yaitu mengimplementasi proxy squid dan

menjaga keamanan data ini akan diterapkan pada Dinas Koperasi dan UKM belum pernah dilakukan oleh peneliti yang lain. E. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah sistem

keamanan menggunakan proxy squid server untuk membantu menjaga dan mengontrol keamanan data dan kecepatan dalam jaringan komputer. Beberapa manfaat yang akan diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Dapat dijadikan sebagai bahan referensi di bidang jaringan kompter Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang untuk suatu saat bisa dilakukan pengembangan. 2. Membantu pegawai dalam mengunakan akses internet sebagai media yang digunakan dalam mengerjakan tugas perkantoran. 3. Mempercepat akses layanan web yang dilakukan oleh staf/pegawai Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang serta menjaga dan mengontrol keamanan data dalam jaringan komputer.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Pranoto (2009) mengimplementasikan VPN dan proxy server menggunakan freebsd. Penelitian dilakukan di Bandung. Pengujian web filtering dihasilkan bahwa ketika client mengakses situs terlarang, sistem dapat memblokir akses ke situs tersebut. Dalam hal web caching, sistem mampu melakukan penyimpanan caching terhadap konten situs yang pernah dibuka. Tools yang digunakan adalah Vpn dan proxy squid. Terdapat kekurangan dalam admin memperbaharui database situs

terlarang yang baru muncul atau belum diketahui. Untuk itu diperlukan alat bantu yang dapat mempermudah dalam proses pencarian situs terlarang yang belum diketahui. Munawaroh (2012) membangun aplikasi penyaringan akses internet menggunakan squid pada linux di daerah Semarang. Aplikasi ini berguna untuk pemberian filter agar websitewebsite yang seharusnya tidak boleh diakses dapat diblok serta melakukan pengaturan waktu kapan internet bisa diakses dan tidak bisa diakses. Tools yang digunakan adalah sistem operasi linux fedora core 3 karena distro linux tersebut mempunyai tampilan yang hampir mirip dengan windows dan squid. Dengan adanya program squid, segala akses internet dapat diatur sesuai keinginan administrator. Teknika (2012) modifikasi monitoring access log pada proxy server squid Berbasis PHP. penelitian ini mencoba membangun software aplikasi monitoring access log pada Proxy Server dengan menggunakan Proxy server Squid yang dapat
4

memantau perilaku user dalam pemakaian internet yang disajikan dalam bentuk website. Dengan Melakukan modifikasi monitoring access log dan

diimplementasikan dalam coding PHP MySQL, serta berbasis GUI (Graphic User Interface) maka dapat mempermudah pengelola jaringan dalam pemantauan aktifitas user, sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi guna mencegah penyalahgunaan akses internet dalam organisasi. Kusuma (2012) merancang dan membangun sistem keamanan jaringan dengan metode blocking port penelitian dilakukan di Jakarta. Terdapat celah keamanan yang memungkinkan malware dan serangan dari luar yang bertujuan memperlambat jaringan melalui port-port terbuka. Tools yang digunakan adalah port knocking. Solusinya adalah sistem keamanan jaringan menjadi stabil. Pada tahun yang sama, Rahardjo membangun keamanan sistem jaringan berbasis internet. Penelitian dilakukan di Malang, kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan),

perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi komputer dan telekomunikasi. tools yang digunakan adalah sistem operasi windows, internet dan firewall. untuk itu keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.

Tabel 2. Perbandingan Penelitian No. Identitas Penelitian 1. Pranoto, M. L., 2009, Implementasi Vpn Dan Proxy Server Menggunakan Freebsd, Tesis, Universitas Pembangunan Nasional 2. Munawaroh, S., 2012, Membangun Aplikasi Penyaringan Akses Internet Menggunakan Squid pada Linux, Tesis,Universitas Stikubank Semarang Tujuan Mampu melakukan penyimpanan caching terhadap konten situs yang pernah dibuka Aplikasi ini berguna untuk Pemberian filter agar website -website yang seharusnya tidak boleh diakses dapat diblok serta melakukan Pengaturan waktu kapan internet bisa diakses dan tidak bisa diakses Membangun software aplikasi monitoring access log yang merupakan modifikasi Proxy Server Squid yang disajikan dalam bentuk website yang berbasis PHP dan MYSQL. Metode S.O Linux freebsd Hasil Pengujian web filtering dihasilkan bahwa ketika clients mengakses situs terlarang, sistem dapat memblokir akses ke situs tersebut Dengan adanya program squid, segala akses internet dapat diatur sesuai keinginan administrator

S.O Linux Fedora Core 3

3.

Fitri, M. W., 2012, Modifikasi Monitoring Access Log Pada Proxy Server Squid Berbasis PHP ISSN 1411

System Development Life Cycle (SDLC).

Pemantauan aktivitas user, sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi guna mencegah penyalahgunaan akses internet dalam organisasi.

Tabel 2. Perbandingan Penelitian No 4. Identitas Penelitian Yadi, Y. K., 2011, Rancang Bangun Sistem Keamanan Jaringan Dengan Metode Blocking Port,.Tesis, Universitas Indonesia Jakarta Budi, R., 2012, Membangun Keamanan Sistem Jaringan Berbasis Internet, Tesis,.Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabay Tujuan Keamanan yang memungkinkan malware dan serangan dari luar yang bertujuan memperlambat jaringan melalui port-port terbuka Mencegah agar tidak terjadi masalah dalam komunikasi data Metode Port knocking Hasil Sistem keamanan jaringan menjadi stabil.

5.

Sistem Operasi Windows dan Firewall

Keaman pada jaringan internet menjadi lebih baik tanpa ada masalah

Berdasarkan penelitian diatas maka penulis menyimpulkan bahwa penggunaan proxy squid sangat bermanfaat dalam menjaga keamanan komunikasi data serta mampu mengatasi keterlambatan kecepatan akses layanan internet, dapat meningkatkan kecepatan browsing halaman website,mampu diandalkan sebagai media filtering content, yang akan di sesuaikan dengan cara penggunaan atau kebutuhan pengguna internet, serta lebih efisien dari segi biaya karenadapat dibuat dengan spesifikasi minimum pada server rakitan proxy squid juga dapat menghemat bandwith agar pengguna tidak menunggu terlalu lama dalam mengakses layanan internet yang ada pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang.

B. Landasan Teori 1. Proxy Squid Squid merupakan salah satu contoh aplikasi dari Proxy, sedangkan Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet. Squid juga merupakan software publik domain berbasis UNIX. fungsi dari squid adalah meng-cache atau menyimpan data yang diminta oleh pengguna (komputer client) biasanya berupa web pages dan FTP. Platform UNIX yang di support oleh squid adalah FreeBSD, BSDI, Digital Unix, Irix, Linux, Solaris dan SunOs. Tidak semua data bisa di cache oleh squid, data-data yang bersifat dinamik seperti CGI-BIN tidak di cache oleh squid, jadi tiap kali ada permintaan CGI-BIN, maka Squid akan menghubungi langsung server tujuan. Saat ini protokol yang bisa dilayani oleh Squid adalah HTTP, FTP, Gopher, dan Wais. Squid dalam sejarah pembuatannya merupakan produk turunan dari Harvest Chace (dibuat oleh Harvest Project) dan nama squid dipilih oleh pembuatnya karena nama bagus lainnya sudah diambil orang lain(dari FAQ 1 Squid). Masih dari sumber yang sama, squid dikatakan sebagai server proxy cache yang mempunyai performansi tinggi dan mendukung operasional FTP, Gopher dan HTTP. Dalam memenuhi permintaan client, squid menangani dalam satu proses I/O dan tidak bersifat blocking Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap komputer klien. Proxy server tidak terlihat oleh komputer klien. seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web

server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan requestrequest tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server. Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah agen keamanan untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall. Proxy server sudah menjadi hal yang popular di kalangan para pengguna internet saat ini, berkaitan dengan kemampuannya untuk menghemat bandwith, meningkatkan keamanan, dan menambah kecepatan web-surfing. Dalam jaringan yang menerapkan sistem proxy, hubungan komunikasi ke internet dilakukan melalui sistem pendelegasian. Komputer-komputer yang dapat dikenali oleh internet bertindak sebagai wakil. Proxy server yang cukup popular saat ini adalah squid, karena selain gratis juga mendukung ICP. ICP digunakan untuk pertukaran data tentang suatu URL dengan cache-cache lainnya. Secara sederhana, squid dapat dikatakan sebagai software yang diaplikasikan untuk membuat http atau ftp cache. Cara kerja squid dapat dianalogikan seperti browser (IE/Opera/Netscape) yang menyimpan data suatu site di hardisk sehingga dapat menampilkan site yang sama tinggal mengambil data di cachenya. 2. Squid dapat dikonfigurasikan sebagai : a. Mode httpd-accelerator untuk meningkatkan performansi web server kita.

10

b. Proxy caching-server agar seluruh user dalam jaringan kita dapat menggunakan squid untuk mengakses internet. Pada konfigurasi pertama, squid server berlaku seperti reverse proxy-cache, squid akan menerima permintaan client, memberikan data di cachenya, jika tidak ada akan mengambil langsung dari server aslinya (reverse proxy). Sebagai proxy cache server, kita dapat mengontrol secara keseluruhan kinerja jaringan kita dan memberlakukan beberapa aturan dalam memberkian data yang dapat dilihat, diakses atau didownload. Kita juga dapat mengontrol penggunaan bandwith, waktu koneksi dan sebagainya. Sebuah proxy cache dapat dikonfigurasikan sebagai Squid dapat menghemat bandwith dapat diterangkan sebagai berikut : Misalnya suatu host meminta www.detik.com, maka squid akan mengambil dan meletakkannya di hardisk server untuk selanjutnya diambil oleh host yang bersangkutan. Bila ada host lain yang meminta data yang sama, server tidak perlu lagi mendownloadnya dari www.detik.com, tapi cukup memberikan data yang ada di cachenya sehingga akan lebih cepat dan menghemat bandwith. Selain itu, squid dapat melakukan filtering, yaitu squid dapat memblok permintaan client terhadap URL-URL tertentu, sehingga pengelola jaringan dapat lebih santai tanpa khawatir adanya penyalahgunaan yang tidak dikehendaki. Dalam squid dikenal istilah parent dan sibling. Parent akan mengambil langsung ke web site yang diminta, sedangkan sibling akan mencarinya dulu ke parent. Bila tidak ada, maka sibling mencarinya langsung ke web site yang bersangkutan. Sebuah proxy cache dapat dikonfigurasikan untuk berjalan standalone server atau sebagai hierarki cache dengan dengan proxy-proxy lainnya.

11

3. Standalone server, tanpa parent dan sibling Merupakan konfigurasi yang paling sederhana yang biasa dipakai oleh ISP (Internet Service Provider) dan warung internet dimana squid server local akan langsung mencari ke web server www.detik.com untuk memenuhi permintaan client bila data tidak terdapat di cache. 4. Sibling tanpa parent Biasanya konfigurasi ini dipakai untuk jaringan yang tidak terlalu besar. Permintaan oleh klien pada suatu URL akan diterima lokal yang akan mencarinya ke sibling, bila tidak ada, lokal akan langsung mencarinya langsung ke webserver yang bersangkutan. 5. Parent dan sibling Biasanya konfigurasi ini diterapkan untuk jaringan yang besar. Efisiensi jaringan ini cukup baik, karena yang bekerja untuk mendapatkan halaman web keluar jaringan hanyalah parent sisanya sibling dan para client tidak dapat memperolehnya secara langsung (dengan firewall). Klien yang meminta halaman web www.detik.com akan diterima squid server lokal yang kemudian akan memeriksa cachenya, bila tidak ada dia akan mencari ke sibling, bila ada sibling akan memberikannya ke lokal, namun bila tidak ada lokal akan meminta ke parent. Sebagai parent ia harus melayani permintaan ini. Walaupun ia tidak memiliki halaman yang diminta, ia harus memenuhinya dengan mengambil langsung ke www.detik.com. Setelah itu permintaan dikembalikan ke lokal dan akhirnya ke klien.

12

2. Perbedaan Proxy Server Squid Dibanding yang Lain Menurut Wahyudi (2012), Ada beberapa hal yang membedakan proxy server squid dengan proxy server lainnya, misal perbedaan dengan wingate adalah : a. Squid bersifat free license sedangkan wingate bersifat license b. Squid dapat dijalankan pada sistem operasi linux sedangkan wingate hanya dapat berjalan pada sistem operasi windows c. Squid bersifat open source sedangkan wingate bersifat close souce. Secara teknis dan fungsinya sebetulnya antara kedua proxy server tersebut sama saja, tetapi perbedaan mendasar antara keduanya adalah tiga hal tersebut, sehingga peneliti lebih mengunakan squid daripada wingate atau proxy server yang lain.

13

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Studi Kepustakaan Dilakukan dengan mencari literatur pendukung penelitian yang mampu memberikan informasi yang memadai dalam menyelesaikan penelitian ini serta membantu mempertegas teori-teori yang ada dengan pengetahuan teoritis dan juga melalui kuliah serta membaca buku-buku yang ada hubungannya

dengan penyusunan tugas akhir ini. B. Metode Observasi Observasi dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu objek yang akan diteliti terkait kasus keterbatasan akses dan keamanan data di Stikom Uyelindo Kupang. C. Metode Kuisioner Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka). D. Pengujian Perangkat Lunak Pengujian perangkat lunak dilakukan dalam dua tahap yaitu: 1. Pengujian fungsionalitas perangkat lunak yang dilakukan oleh pengembang

14

Jaringan komputer. Hasil dari pengujian perangkat lunak ini berupa sebuah dokumen Perencanaan, Deskripsi dan Hasil Uji Perangkat Lunak (PDHUPL). 2. Pengujian perangkat lunak dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada responden. Responden yang terlibat dalam pengujian perangkat lunak ini adalah tiga orang administrator jaringan komputer sebagai administrator dan semua mahasiswa Stikom Uyelindo yang mengunakan jaringan komputer yang ada pada Stikom Uyelindo Kupang.