Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II DIFUSI GAS 19 April 2014

Disusun Oleh : Annisa Etika Arum 1112016200009 Kelompok 4 : 1. Amaliyyah Mahmudah 2. Mudzilatun Nupus 3. Rizky Dayu Utami 4. Nurrachmawati

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

I. Abstrak Bumi tidak memiliki kandungan hydrogen atau helium yang cukup besar di dalam atmosfernya. Mengapa hal ini terjadi? Sebagai planet yang lebih kecil dari Jupiter, Bumi memiliki gaya tarik gravitasi yang lebih lemah untuk molekul molekul yang lebih ringan ini. Perhitungan yang benar menunjukkan bahwa untuk meloloskan diri dari gravitasi Bumi, suatu molekul harus memiliki kecepatan untuk meloloskan diri yang setara atau lebih besar dari 1x104 m/s. karena kecepatan rata rata helium lebih besar daripada kecepatan rata rata molekul nitrogen atau molekul oksigen, maka lebih banyak atom atom helium yang meloloskan diri dari atmosfer bumi ke angkasa luar. II. Pendahuluan Gambaran langsung tentang gerakan acak diperlihatkan oleh difusi (diffusion), yakni campuran antara molekul satu gas dengan molekul gas lainnya yang terjadi secara sedikit demi sedikit berdasarkan sifat kinetiknya. Difusi selalu berlangsung dari suatu daerah dengan konsentrasi lebih tinggi ke daerah dengan konsentrasi yang lebih rendah. Meskipun pada kenyataannya bahwa kecepatan molekul sangat besar, proses difusi memerlukan waktu relative lama hingga selesai. Difusi gas selalu terjadi secara berangsur angsur dan tidak secara seketika seperti kecepatan molekul yang diperkirakan. Lebih jauh lagi, karena kecepatan akar kuadrat rata rata dari gas ringan adalah lebih besar daripada gas yang lebih berat. Maka gas yang lebih ringan akan berdifusi melalui ruang tertentu, lebih cepat daripada gas yang lebih berat. (Raymond Chang, 2004 : 146) Difusi adalah suatu penyamaan keadaan keadaan fifika secara serta merta (spontan). Bila difusi menyangkut zat zat yang berbeda, difusi merujuk ke pencampuran partikel ketika mereka bergerak untuk terdistribusi secaraa seragam satu diantara yang lain. Pengujian eksperimen graham menunjukkan bahwa sebenarnya lebih mengukur laju efusi daripada laju difusi. Suatu gas dengan rapatan tinggi akan berdifusi lebih lambat daripada gas yang berapatan rendah. Menurut Thomas Graham, laju difusi dua gas berbanding terbalik dengan akar (kuadrat) rapatan mereka. Laju difusi merupakan perbandingan antara jarak dengan waktu difusi. Untuk waktu difusi yang sama gas satu dengan yang

lain, maka perbandingan laju difusi sebanding dengan perbandingan jarak yang ditempuh oleh gas dalam berdifusi. (Isana SYL,dkk, 2002 : 1) Faktor faktor yang meningkatkan difusi adalah : 1. Peningkatan suhu 2. Peningkatan konsentrasi partikel 3. Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel 4. Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi 5. Penurunan jarak lintas dimana massa partikel harus berdifusi. (Mima M. Horne & Pamela L. Swaringen, 1995 : 8) III. Alat bahan dan Langkah Kerja Alat dan Bahan : pipa gelas, stopwatch, piprt tetes, statif dan klem, penggaris, kapas, HCl pekat, larutan zat X. Langkah Kerja : siapkan pipa gelas dalam keadaan bersih dan kering. Letakkan dalam posisi horizontal menggunakan statif. Teteskan sebanyak 3 tetes HCl pekat pada salah satu ujung pipa dan larutan zt X pada ujung pipa lainnya. Tutup segera menggunakan kapas dan amati pergerakasn gas pada kedua larutan tersebut. Ukur panjang gas berhenti dan catat waktunya. Lakukan pengulangan selama 3 kali. IV. Hasil dan Pembahasan Sampel HCl pekat 12 M Percobaan ke1 2 3 Larutan zat X 1 2 3 Waktu 180 (s) 135 (s) 118 (s) 119 (s) 121 (s) 149 (s) Panjang gas 20 cm 17,5 cm 17 cm 12 cm 14 cm 17 cm

L1 =

20 17,5 17 18,17cm 3 Mr (2) Mr (1) Mr (2) 36,5

L2 =

12 14 17 14,33cm 3

L1 L2 18,17 14,33

Mr (2) 58,68 g / mol


Percobaan difusi gas dengan HCl pekat dan larutan zat X yang termasuk senyawa volatil. Pada difusi gas ini mempertemukan dua karakteristik larutan yang berbeda. Larutah HCl pekat yang mempunyai pergerakan gas ringan sehingga mudah mengeluarkan gas, sedangkan senyawa volatil termasuk larutan yang memiliki pergerakan gas berat dan jenis larutan yang sangat mudah menguap apabila terkena udara. Gas mempunyai sifat bahwa molekul molekulnya sangat berjauhan satu sama lain sehingga hampir tidak ada gaya tarik menarik atau tolak menolak diantara molekul molekulnya sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya, bagaimana pun besar dan bentuknya. Pada hasil pengamatan larutan zat X termasuk senyawa volatil aseton, berdasarkan perhitungan berat molekul didapatkan sebesar 58,68 g/mol. V. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut : Hasil pengamatan larutan zat X termasuk senyawa volatil aseton, berdasarkan perhitungan berat molekul didapatkan sebesar 58,68 g/mol. VI. Daftar Pustaka Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1. http://books.google.co.id/books?id=KzN5SOR1A4C&pg=PA146&dq=difusi+gas &hl=en&sa=X&ei=JmdaU_qxIMGnrgeCyoGgBw&redir_esc=y#v=onepage&q=difusi% 20gas&f=false

M. Horne, Mima & Pamela L. swearingen. 1995. Keseimbangan Cairan, Elektrolit & Asam Basa Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Syl, Isana, dkk. 2002. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika II. Universitas Negeri Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id/system/files/pendidikan/Isana%20Supiah%20YL.,%20Dra.,%20M.S i./PKF2.pdf