Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN R-LAB

Disipasi Kalor Hot Wire

Nama/NPM Fakultas/Prodi No dan Nama Percobaan Minggu Percobaan Tanggal Percobaan

: Septi Niawati/1206212294 : Teknik/Teknologi Bioproses : KR01/ Disipasi Kalor Hot Wire : Pekan 8 : 30 April 2013

Laboratorium Fisika Dasar UPP IPD Universitas Indonesia


1

Disipasi Kalor Hot Wire


I. Tujuan Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara. II. Alat 1. kawat pijar (hotwire) 2. Fan 3. Voltmeter dan Ampmeter 4. Adjustable power supply 5. Camcorder 6. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis III. Teori

Disipasi kalor merupakan energi yang hilang dari suatu sistem yang masuk ke dalam lingkungan karena adanya gesekan, viskositas, hambatan listrik, histerisis dalam zat magnetik, dll. Pada bidang pengukuran fluida, kini digunakan hot wire anemometer pada pengukuan aliran turbulen yang digunakan untuk memenuhi penyensoran aliran fluida secara cepat dan tepat. Sebelum digunakan untuk pengukuran aliran turbulen, hot wire anemometer mula mula harus dikalibrasi untuk menentukan suatu persamaan respon kalibrasi yang menyatakan suatu hubungan antara tegangan kawat dengan kecepatan referensi. Langkah berikutnya adalah mengevaluasi informasi kecepatan dalam setiap percobaan utama dengan menggunakan respon kalibrasi ini. Kalibrasi dilakukan pada single normal hotwire probe untuk pengukuran kecepatan satu komponen (axial velocity).
2

Untuk megamati disipasi kalor dapat menggunakan hotwire anemometer yang merupakan salah satu jenis sensor yang banyak digunakan untuk berbagai pengukuran aliran fluida dan/atau aliran turbulen dimana pengukuran dengan menggunakan sensor ini akan memberikan hasil yang cukup akurat.Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik mengalir.

P=VIt

P=

Dimana persamaan energi dapat ditulis sebagai barikut:

W= V I t

W= F s W= F v t

Bila kedua persamaan tersebut digabungkan, maka akan didapatkan persamaan berikut

VIt=Fvt V= v

Keterangan: P V I t v F S = Daya (Watt) = Tegangan (Volt) = Kuat arus (A) = Waktu (s) = Kecepatan (m/s) = Gaya (N) = Jarak (m)

Bila probe dihembuskan udara maka akan mengubah nilai resistansi kawat sehingga mengubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah. Sistem hot-wire anemometer yang digunakan meliputi sebuah single normal hot-wire probe, DISA 55M01 main unit, 55M11 CTA booster adapter, dan 55M05 power pack. Probe yang digunakan dioperasikan dalam suatu mode temperatur konstan untuk menyediakan respon frekuensi yang lebih tinggi. Dalam mode temperatur konstan, resistansi kawat, Rw dipertahankan konstan untuk

memfasilitasi respon sesaat dari sensor inersia termal terhadap berbagai perubahan dalam kondisi aliran.

Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yang dirumuskan sebagai :
Overheat ratio =

Rw = resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara). Ra = resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan). Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan hubungan antara tegangan kawat ( wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut. Persamaan yang didapat berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial.

Pada percobaan ini yang dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yang hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s.

Gambar 1. Rangkaian percobaan disipasi hot wire IV. 1. 2. Cara Kerja Mengaktifkan Web cam. (mengklik icon video pada halaman web r-Lab) Memberikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik pilihan drop down pada icon yang berfungsi untuk mengatur kecepatan aliran. 3. Menghidupkan motor pengerak kipas dengan mengklik radio button pada icon menghidupkan power supply kipas. 4. Mengukurlah Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon ukur. 5. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s. V. 1. Tugas & Evaluasi Berdasarkan data yang didapat , buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk tiap kecepatan aliran udara. 2. Berdasarkan pengolahan data di atas, buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin. 3. 4. Buatlah persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire. Berdasarkan percobaan dan data yang didapat, apakah kita dapat menggunakan kawat Hotwire sebagai pengukur kecepatan angin? 5. Berilah analisis dari hasil percobaan ini.

VI.

Hasil Pengamatan

Berdasarkan percobaan r-lab didapatkan data sebagai berikut: Pada kecepatan angin 0 m/s Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecepatan Angin 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 V-HW 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 I-HW 53.9 53.9 53.9 53.9 53.9 53.9 53.9 53.9 53.9 53.9

Pada kecepatan angin 70 m/s Waktu 1 2 3 4 5 6 7 Kecepatan Angin 70 70 70 70 70 70 70


7

V-HW 2.066 2.064 2.066 2.067 2.066 2.066 2.066

I-HW 54.7 54.9 55.0 55.2 55.4 55.6 55.6

8 9 10

70 70 70

2.066 2.066 2.065

55.5 55.4 55.3

Pada kecepatan angin 110 m/s Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecepatan Angin 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 V-HW 2.047 2.047 2.047 2.046 2.047 2.047 2.048 2.048 2.047 2.046 I-HW 55.6 55.9 56.1 56.0 55.8 55.4 55.0 54.8 54.5 54.4

Pada kecepatan angin 150 m/s Waktu 1 2 3 4 Kecepatan Angin 150 150 150 150 V-HW 2.038 2.039 2.039 2.039 I-HW 56.4 56.2 55.9 55.5

5 6 7 8 9 10

150 150 150 150 150 150

2.040 2.040 2.040 2.041 2.040 2.040

55.1 54.8 54.6 54.5 54.6 54.9

Pada kecepatan angin 190 m/s Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecepatan Angin 190 190 190 190 190 190 190 190 190 190 V-HW 2.035 2.035 2.036 2.036 2.036 2.035 2.035 2.036 2.035 2.035 I-HW 54.7 54.6 54.6 54.7 54.7 54.8 54.9 55.0 55.1 55.2

Pada kecepatan angin 230 m/s Waktu Kecepatan Angin


9

V-HW

I-HW

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 VII. Pengolahan Data

230 230 230 230 230 230 230 230 230 230

2.035 2.033 2.033 2.033 2.033 2.033 2.033 2.033 2.033 2.033

56.1 56.4 56.5 56.3 56.1 55.6 55.2 55.0 54.7 54.6

1. Grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire (V) dengan Waktu (t) untuk tiap kecepatan aliran udara

Hubungan Tegangan (V) dengan Waktu (t)


2.12 2.11 2.1 2.09 2.08 2.07 2.06 2.05 2.04 2.03 2.02 0 2 4 6 8 10 12

Tegangan (volt)

V 0 m/s V 70 m/s V 110 m/s V 150 m/s V 190 m/s V 230 m/s

Waktu (t)

Grafik 1. Hubungan tegangan dengan waktu pada setiap kecepatan aliran angin
10

2. Grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin.

Untuk mengetahui hubungan tegangan dengan kecepatan aliran angin diperlukannya nilai tegangan rata-rata pada setiap besar kecepatan aliran angin .

Tegangan rata-rata pada setiap kecepatan aliran Kecepatan Aliran Angin (m/s) 0 70 110 150 190 230 Tegangan Rata-Rata Hotwire (Volt) 2.112 2.0658 2.047 2.0396 2.0354 2.0332

11

Hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin


2.12 2.1 2.112

2.08
Tegangan Rata-Rata (Volt) 2.06 2.04 2.02 2 1.98 1.96 0 70 110 150 190 230 2.0658 2.047 2.0396 2.0354 Y= -0.00033X + 2.09 R = 0.766

2.0332

Kecepatan aliran angin (m/s)

Grafik 2. Hubungan tegangan hotwire dengan kecepatan

3. persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire. Untuk mendapatkan persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire, dapat digunakan persamaan yang telah disebutkan pada teori sebelumnya. Persamaan tersebut yaitu:

VIt=Fvt V= v

Y= m x

12

No 1 2 3 4 5 6

X 0 70 110 150 190 230 750

Y 2.112 2.0658 2.047 2.0396 2.0354 2.0332 12.333

0 490 12100 22500 36100 52900 128500

4.46 4.26 4.19 4.16 4.14 4.13 25.35

XY 0 144.606 225.17 305.94 386.726 467.636 1530.078

m= = =

. ( )( ) ( )

a= = =

. ( )( ) ( )

. (.) ()() .

. (.)

= -0.00033

= 2.09 Y= -0.00033X + 2.09 V= -0.00033v + 2.09

2 = =

1 2 1 8

2(

)2 2

+ ( )2

2( )2

25.35

2(12.333)2 2 750 12.333 1530 .078 +6 1530.078

= .

13

2(

)2

= 0.013

6 0.00007 0.00033

= 0.00007

Kesalahan Relatif=

100% =

100% = 21.21%

VIII. Analisis

A.

Analisis Percobaan Pada percobaan ini praktikan melakukan percobaan yang dilakukan secara

R-Lab mengenai Disipasi Kalor Hotwire Percobaan tersebut dilakukan dengan menggunakan PC/Komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Percobaan ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara. Dalam melakukan percobaan ini, praktikan akan mengetahui factor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam proses disipasi kalor ini,mengetahui apakah cara ini dapat digunakan sebagai sensor kecepatan aliran udara dan mengetahui aspek-aspek apa saja yang dapat berpengaruh dalam percobaan ini. Untuk melakukan percobaan ini, praktikan membutuhkan jaringan yang terhubung pada internet. Percobaan ini dilakukan dengan login kedalam situs sitrampil dan mengklik website r-lab. Hal yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh praktikan sebelum memulai percbaan r-lab yaitu mengetahui prosedur percobaan dan cara menggunakan percobaan r-lab. Setelah itu praktikan mengunjungi web r-lab yang telah disediakan. Dalam melakukan percobaan r-lab praktikan harus memperhatikan waktu yang diberikan dalam melakukan percobaan, sehingga praktikan akan mendapatkan semua data yang dibutuhkan
14

hanya dengan melakukan satu kali percobaan r-lab dan hal tersebut akan mempengaruhi data yang diperoleh oleh praktikan. Dalam melakukan percobaan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas alat yang menghubungkan pada jaringan internet, sehingga berpengaruh pula pada lama atau tidaknya loading yang disebabkan oleh padatnya saluran pada jaringan. Dalam percobaan ini memerlukan peralatan pendukung yang terdapat pada PC yang digunakan yaitu berupa web cam yang akan mempermudah praktikan untuk melakukan percobaan r-lab ini. Apabila web cam telah terpasang dengan baik dan didukung pula dengan saluran internet yang baik, maka pada percobaan r-lab akan muncul sebuah video yang berisikan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam percobaan ini. Hal yang harus dilakukan praktikan pada percobaan ini yaitu menguji terhadap hotwire dengan memberikan kecepatan aliran angin yang berbeda beda yaitu 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s, 230 m/s. hal tersebut dilakukan dengan menyalakan motor penggerak kipas yaitu yang terdapat pada tombol radio button dan praktikan selanjutnya mengklik ukur. Dari percobaan tersebut praktikan akan mendapatkan data tegangan dan kuat arus pada setiap besar kecepatan aliran angin. Percobaan ini dilakukan selama 10 detik setiap kecepatan aliran angin. Dengan melakukan pengujian terhadap kecepatan aliran angin yang berbeda, maka praktikan akan mengetahui hubungan kecepatan aliran angin dengan besar tegangan dan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk tiap kecepatan aliran udara. Dan praktikan akan mengetahui bahwa percobaan ini dapat digunakan sebagai sensor kecepatan aliran udara. Hal tersebut dapat dilihat setelah melakukan pengolahan data percobaan.

B.

Analisis Kesalahan

15

Dalam melakukan suatu percobaan tidak terlepas dari factor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan-kesalahan saat percobaan berlangsung. Factor-faktor tersebut dapat berasal dari tindakan yang dilakukan oleh praktikan. Dengan adanya factor-fakor tersebut maka akan mempengaruhi keakuratan hasilhasil yang didapatkan oleh praktikan.faktor-faktor tersebut antara lain, kualitas alat yang dapat mendukung pada saluran internet akan mempengaruhi cepat lambatnya koneksi saat melakukan percobaan. Dapat teraksesnya video pada percobaan ini memiliki andil yang cukup penting karena mungkin saja hotwire belum terkalibrasi sempurna saat kecepatan aliran udara diganti Dan dalam factor penghitungan tidak luput memiliki andil munculnya kesalahan yaitu berupa pembulan angka penting. Sehingga data yang didapatkan bukanlah data yang sebenarnya. Dalam percobaan ini didapatkan persentase kesalahan yang cukup kecil yaitu sebesar 21,21 %. Perhitungan tersebut didapatkan dengan menggunakan least square. Jika dilihat dari persentase kesalahan, hal tersebut dapat membuktikan bahwa factor-faktor yang dapat memungkinkan terjadinya kesalahan memiliki andil dalam mempengaruhi data yang dihasilkan dalam percobaan ini.

C.

Analisis Hasil Untuk mengetahui bahwa hotwire dapat digunakan sebagai sensor kecepatan

aliran udara, dalam percobaan ini praktikan menggunakan least square, dimana dipengaruhi oleh hubungan antara keduanya dengan menggunkan persamaan yang telah disebutkan sebelumnya. Tegangan dimasukkan sebagai fungsi y dan kecepatan aliran angin dimasukkan kedalam fungsi x seperti yang tertera pada pengolahan data, sehingga didapatkan persamaan Y= -0.00033X + 2.09 atau dapat ditulis dengan persamaan V= -0.00033v + 2.09. Hal tersebut dapat menunjukkan

16

bahwa metode ini dapat digunakan untuk mengetahui fungsi dari hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara. Setelah melakukan perhitungan,praktikan mendapatkan hubungan tegangan (Volt) dengan waktu (s), dimana pada kecepatan 0 m/s, nilai tegangan tidak berubah pada setiap waktu saat percobaan berlangsung. Hal tersebut tidak sama dengan kecepatan aliran lainnya yaitu saat 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s dan 230 m/s tegangan mengalami pergerakan yang fruktuatif pada setiap waktunya. Hal ini menunjukkan bahwa waktu tidak berpengaruh pada besarnya nilai tegangan. Untuk hubungan tegangan terhadap nilai kecepatan aliran angin yang berbeda didapatkan bahwa Semakin kencangnya tiupan angin ke hot wire (kecepatan semakin tinggi) membuat disipasi kalor yang terjadi semakin kecil karena tegangan dan arus berbanding terbalik dengan kecepatanangin yang dihembuskan, dengan begitu disipasi juga ikut mengecil karena disipasi kalor sebanding dengan tegangan dan arus. D. Analisis Grafik Pada percobaan ini terdapat dua grafik. Grafik pertama menyatakan hubungan antara tegangan (volt) dengan waktu (s) pada masing-masing nilai kecepatan aliran angin. Grafik tersebut menunjukkan bahwa pada setiap kecepatan, nilai tegangan mengalami kenaikan dan penurunan, kecuali pada kecepatan aliran angin pada 0 m/s yang menunujukkan keadaan tetap pada setiap waktunya. Hal tersebut membuat praktikan tidak dapat mengambil hubungan antara tegangan dengan waktu. Dan dapat terlihat bahwa factor-faktor yang memungkinkan terjadinya kesalahan memiliki andil dalam percobaan ini. Pada grafik kedua mengenai hubungan tegangan (volt) dengan kecepatan aliran angin, terlihat hubungan yang jelas pada keduanya, dimana grafik mengalami penurunan. Hal tersebut terjadi karena persamaan grafik yang
17

didapatkan yaitu Y= -0.00033X + 2.09 dimana angka minus yang terdapat didepan variable x menunujukkan bahwa grafik akan bergerak kebawah. Sehingga keduanya memiliki perbandingan yang terbalik. Dan pada grafik ini terlihat bahwa grafik percobaan dengan persamaan garisnya memiliki perbedaan yang cukup jauh.terlihat saat kecepatan aliran angin 70 m/s sampai 150 m/s . hal tersebut menunjukkan pengaruh dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam percobaan ini.

IX.

Kesimpulan Percobaan ini dapat digunakan untuk membuktikan penggunaan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran angin. Tegangan dengan kecepatan aliran angin memiliki perbandingan yang terbalik Waktu tidak memiliki pengaruh terhadap nilai tegangan.

X.

Referensi 1. Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engineers, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. 2. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.

XI.

Link RLab

http://sitrampil4.ui.ac.id/kr01

18