Anda di halaman 1dari 36

FILUM MOLLUSCA

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Zoologi Invertebrata yang diampu oleh: Dra. Ammi Syulasmi, M. S.

oleh : Kelompok 6 Pendidikan Biologi A Ai Nurlaelasari Rusmana Mega Laeni Nur Imam Ramdhani Rivani Dwi Nurrachmani Rizky Ayu Kania Yayu Maria Ulfah 1304116 1300997 1301964 1300388 1301315 1300676

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2014

A. Judul Filum Mollusca B. Tujuan Kegiatan praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat: 1. Mengetahui keanekaragaman hewan yang termasuk dalam phyllum Mollusca 2. Mengobservasi morfologi dan struktur tubuh hewan-hewan yang termasuk dalam phyllum Mollusca 3. Mengelompokan hewan-hewan ke dalam classis yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri 4. Mengetahui ciri-ciri khas dari setiap classis C. Landasan Teori Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak. Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata. Ukuran dan bentuk Mollusca sangat bervariasi. Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cumi-cumi raksasa. Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit (Suwignyo, 2005). Filum Mollusca merupakan salah satu anggota hewan invetebrata. Anggota filum ini antara lain remis, tiram, cumi-cumi, octopus, dan siput. Berdasarkan kelimpahan spesiesnya Mollusca memiliki kelimpahan spesies terbesar di samping

Arthropoda. Ciri umum yang dimiliki Mollusca adalah tubuhnya bersimetris bilateral, tidak bersegmen, kecuali Monoplacopora, memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor kepala yang bersifat khusus. Pada permukaan ventral dinding tubuh terdapat kaki berotot yang secara umum digunakan untuk begerak, dinding tubuh sebelah dorsal meluas menjadi satu pasang atau sepasang lipatan yaitu mantel atau pallium. Fungsi mantel adalah mensekresikan cangkang dan melingkupi rongga mantel yang di dalamnya berisi insang (Hala, 2007). Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka ke dalam rongga mantel. Saluran pencernaan berkembang baik. Sebuah rongga bukal yang umumnya mengandung

radula berbentuk seperti proboscis. Esophagus merupakan perkembangan dari stomodeum yang umumnya merupakan daerah khusus untuk menyimpan makanan dan fragmentasi. Pada daerah pertengahan saluran pencernaan terdapat ventrikulus (lambung) dan sepasang kelenjar pencernaan yaitu hati. Sedangkan daerah posterior saluran pencernaan terdiri atas usus panjang yang terakhir dengan anus. Memiliki sistem peredaran darah dan jantung. Jantung dibedakan atas aurikel dan ventrikel. Meskipun memiliki pembuluh darah namun darah biasanya mengalami srkulasi ruang terbuka. Darah mengandung homosianin, merupakan pigmen respirasi (Suwignyo, 2005). Tidak semua hewan Mollusca memiliki cangkok. Anggota jelas Aplacophora tidak memiliki cangkok, sedangkan kelas Chepalopoda juga tidak memiliki cangkok atau jika ada mereduksi. Pada Mollusca lainnya cangkok terlihat nyata dan berfungsi penting yaitu penyokong tubuh Mollusca yang lunak dan menjaga dari serangan predator (Jutje, 2006). Mollusca merupakan filum terbesar dari kingdom animalia. Mollusca dibedakan menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, yaitu Gastropoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda. Yang pertama yaitu, Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster =perut, podos=kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatina fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventral tubuhnya. Gastropoda bergerak lambat menggunakan kakinya. Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang. Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel (Adhi, 2011). D. Metode Praktikum 1. Alat dan bahan a. Alat 1) Mikroskop 2) Bak bedah

3) Pisau bedah 4) Jarum pentul 5) Cawan petri 6) Pinset 7) Alat tulis (pensil dan buku) b. Bahan 1) Loligo sp. jantan dan betina segar 2) Achantina fulica segar 3) Beberapa awetan basah Mollusca 4) Beberapa awetan cangkok Mollusca 5) Specimens stage of Mollusca 2. Cara kerja Pembedahan pada Loligo sp. untuk membedakan species jantan dan betina: a. Alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum disiapkan. b. Loligo sp. sebelum dibedah diamati terlebih dahulu morfologinya. c. Loligo sp. yang akan dibedah diletakkan di papan bedah. d. Loligo sp. dibedah pada bagian posterior tubuh melewati siphon sampai akhir dorsal tubuh dengan gunting atau pisau bedah. e. Loligo sp. yang sudah dibedah lalu diamati bagian anatominya dan dibedakan antara struktur anatomi Loligo sp. yang jantan dengan yang betina. Pembedahan pada Achantina fulica untuk mengamati struktur anatomi tubuhnya: a. Achantina fulica diletakkan di cawan petri untuk diamati morfologinya. b. Untuk pengamatan tubuh bagian dalam Achantina fulica dilakukan dengan dikeluarkan bagian dalam tubuh dari cangkangnya. c. Bagian dalam tubuh Achantina fulica yang telah dipisahkan dari cangkangnya lalu diamati bagian-bagian tubuhnya. d. Untuk observasi awetan-awetan basah dan kering dari phyllum Mollusca dilakukan dengan mengamati atau mengidentifikasi bagian-bagian tubuh awetan-awetan tersebut lalu digambar sesuai dengan hasil observasi.

E. Hasil pengamatan Tabel E. 1 Identifikasi Phyllum Mollusca berdasarkan struktur tubuh


No. Nama Species Simetri Tubuh Bilateral Bentuk Tubuh Pipih, dorsoventral Silindris Melingkar Silindris Bulat telur pipih Bulat pipih Bulat pipih Bulat meruncing Bulat spiral Bulat spiral Mantel Tipe/ letak kaki Pelekat Alat respirasi Mantel Karakteristik Cangkok Warna cangkok Hitam Arah putaran Tidak ada Tidak ada Ke kanan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ke kanan Ke kiri Ke kiri Jumlah cangkok 8 lempeng

1.

Chaetopleura sp. Loligo sp. Nautilus sp. Sepia sp. Gafrarium divaricatum Mytilus sp. Ostrea virginica Achatina fulica Babylonia spirata Cypraea sp.

Ada

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral

Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada

Di kepala Di kepala Di kepala Seperti kapak Seperti kapak Seperti kapak Kaki otot/perut Kaki otot/perut Kaki otot/perut

Insang Insang Insang Ctenidia Ctenidia Ctenidia Paruparu Paruparu Paruparu

Putih Putih Putih Putih Putih Putih Coklat Coklat/ putih Putih

Tidak ada Satu Tidak ada Dua Dua Dua Satu Satu Satu

No 1

Tabel E. 2 Tabel Klasifikasi Awetan Classis Polyplacophora Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Internet Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Polyplacophora Ordo: Chitonida Familia: Chaetoplueridae Genus: Chaetopleura Species: Chaetopleura sp.
Gambar E.2.1 Chaetopleura sp. (Rusmana, 2014) Gambar E.2.2 Chaetopleura sp. (Say, 1838)

No 1

Tabel E. 3 Tabel Klasifikasi Awetan Classis Cephalopoda Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Internet Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Cephalopoda Ordo: Teuthida Familia: Loliginidae Genus: Loligo Species: Loligo sp.
Gambar E.3.1 Loligo sp. (Rusmana, 2014) Gambar E.3.2 Loligo sp. (Hillewaert, 2005)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Cephalopoda Ordo: Nautilida Familia: Nautilidae Genus: Nautilus Species: Nautilus sp.
Gambar E.3.3 Nautilus sp. (Rusmana, 2014) Gambar E.3.4 Nautilus sp. (Riken, 2007)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Cephalopoda Ordo: Octopoda Familia: Octopodidae Genus: Octopus Species: Octopus sp.
Gambar E.3.5 Octopus sp. (Rusmana, 2014) Gambar E.3.6 Octopus sp. (Junior, 2007)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Cephalopoda Ordo: Sepiida Familia: Sepiidae Genus: Sepia Species: Sepia sp.
Gambar E.3.7 Sephia sp. (Rusmana, 2014) Gambar E.3.8 Sephia sp. (Newbert, 2005)

No 1 Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda

Tabel E. 4 Tabel Klasifikasi Classis Gastropoda Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Internet

Ordo: Neogastropoda Familia: Babyloniidae Genus: Babylonia Species: Babylonia spirata


Gambar E.4.1 Babylonia spirata (Laeni, 2014) Gambar E.4.2 Babylonia spirata (Sahara, 2011)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Caenogastropoda Familia: Turritellidae Genus: Turritella Species: Turritella sp.

Gambar E.4.3 Turritella sp. (Laeni, 2014)

Gambar E.4.4 Turritella sp. (Ludwigia, 2012)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Mesogastropoda Familia: Potamididae Genus: Telescopium Species: Telescopium sp.

Gambar E.4.5 Telescopium sp. (Laeni, 2014)

Gambar E.4.6 Telescopium sp. (Rahman, 2011)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Mesogastropoda Familia: Conidae Genus: Conus Species: Conus ebracus

Gambar E.4.7 Conus ebracus (Laeni, 2014)

Gambar E.4.8 Conus ebracus (Rahman, 2011)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Neogastropoda Familia: Olividae Genus: Oliva Species: Oliva carneola

Gambar E.4.9 Oliva carneola (Laeni, 2014)

Gambar E.4.10 Oliva carneola (Bastien, 2010)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Caenogastropoda Familia: Cypraeidae Genus: Cypraea Species: Cypraea sp.

Gambar E.4.11 Cypraea sp. (Laeni, 2014)

Gambar E.4.12 Cypraea sp (Smithsonian, 2008)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Caenogastropoda Familia: Calyptraeidae Genus: Crucibulum Species: Crucibulum sp.

Gambar E.4.13 Crucibulum sp. (Laeni, 2014)

Gambar E.4.14 Crucibulum sp. (Bauchet, 2005)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Caenogastropoda Familia: Stromboidae Genus: Strombus Species: Strombus virceus
Gambar E.4.15 Strombus virceus (Laeni, 2014) Gambar E.4.16 Strombus virceus (Sari, 2009)

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Stylomatophora Familia: Achantinidae Genus: Achantina Species: Achantina sp.
Gambar E.4.17 Achantina sp. (Septi, 2014) Gambar E.4.18 Achantina sp. (Kevin, 2006)

10

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Dentaliida Familia: Dentaliidae Genus: Dentalium Species: Dentalium sp.
Gambar E.4.19 Dentalium sp. (Laeni, 2014) Gambar E.4.20 Dentalium sp. (Bruyne, 2007)

11

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Sorbeoconcha Familia: Tonnaidae Genus: Tonna Species: Tonna variegata
Gambar E.4.21 Tonna variegata (Laeni, 2014) Gambar E.4.22 Tonna variegata (Femorale, 2011)

12

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Pulmonata Familia: Stylomaophora Genus: Vaginula Species: Vaginula sp.
Gambar E.4.23 Vaginula sp. (Ayu, 2014) Gambar E.4.24 Vaginula sp. (Aslam, 2010)

13

Kingdom: Animalia Phyllum: Mollusca Classis: Gastropoda Ordo: Sorbeoconcha Familia: Naticidae Genus: Polinices Species: Polinices sp.
Gambar E.4.25 Polinices sp. (Laeni, 2014) Gambar E.4.26 Polinices sp. (Graham, 2011)

14

Kingdom : Animalia Phyllum: Mollusca Classis : Gastropoda Ordo : Littorinimorpha

Familia : Bursidae Genus : Bursa Species : Bursa rubeta


Gambar E.4.27 Bursa rubeta (Laeni, 2014) Gambar E.4.28 Bursa rubeta (Ruddy, 2008)

15

Kingdom : Animalia Phyllum Classis Ordo Familia Genus Species : Mollusca : Gastropoda : Lepidoptera : Papilionidae : Thais : Thais sp.
Gambar E.4.29 Thais sp. (Laeni, 2014 ) Gambar E.4.30 Thais sp. (Andrea, 2008)

Tabel E. 5 Tabel Klasifikasi Classis Bivalvia

No. 1

Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species : Mollusca : Bivalvia : Veneroida : Veneridae : Gafrarium : Gafrarium

Gambar Pengamatan

Gambar dari Internet

divaricatum

Gambar E.5.1 Gafrarium divaricatum (Ayu, 2014)

Gambar E.5.2 Gafrarium divaricatum (G. & Ph. Poope, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species dispar : Mollusca : Bivalvia : Veneroida : Veneridae :Gafrarium : Gafrarium
Gambar E.5.3 Gafrarium dispar (Ayu, 2014) Gambar E.2.4 Gafrarium dispar (G. & Ph. Poope, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species virginica : Mollusca : Bivalvia : Ostreoida : Ostreoidae : Ostrea : Ostrea
Gambar E.5.5 Ostrea virginica (Gmelin, 1791) Gambar E.5.6 Ostrea virginica (G. & Ph. Poope, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species divergens : Mollusca : Bivalvia : Veneroida : Lucinidae : Epicodakia : Epicodakia
Gambar E.5.7 Epicodakia divergens (Ayu, 2014) Gambar E.5.8 Epicodakia divergens (G. & PH. Poppe, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species decussata : Mollusca : Bivalvia : Arcoida : Arcidae : Barbatia : Barbatia
Gambar E.5.9 Barbatia decussate (Ayu, 2014) Gambar E.5.10 Barbatia decussata (G. & Ph. Poope, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species muricata : Mollusca : Bivalvia : Pterioida : Pinnidae : Pinna : Pinna
Gambar E.5.11 Pinna muricata (Ayu, 2014) Gambar E.5.12 Pinna muricata (G. & Ph. Poope, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species crenulata : Mollusca : Bivalvia : Veneroida : Semelidae : Semele : Semele
Gambar E.5.13 Semele crenulata (Anonim, 2014) Gambar E.5.14 Semele crenulata (G. & Ph. Poope, 2010)

Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus : Mollusca : Bivalvia : Veneroida : Cardiidae :

Trachycardium Species :
Gambar E.5.15 Trachycardium rugosum (Ayu, 2014) Gambar E.5.16 Trachycardium rugosum (G. & Ph. Poope, 2010)

Trachycardium rugosum 9 Kingdom: Animalia Phylum : Mollusca Classis Ordo : Bivalvia : Veneroida

Familia : Cardiidae Genus : Trachycardium


Gambar E.5.17 Trachycardium subrugosum (Ayu, 2014) Gambar E.5.18 Trachycardium subrugosum (G. & Ph. Poope, 2010)

Species : Trachycardium subrugosum 10 Kingdom : Animalia Phylum Classis Ordo Familia Genus Species : Mollusca : Bivalvia : Mytiloida : Mytilidae : Mytilus

Gambar E.5.19 Mytillus sp.

: Mytilus sp.

(Ayu, 2014)

Gambar E.5.20 Mytillus sp. (G. & Ph. Poope, 2010)

F. Pembahasan Berdasarkan hasil praktikum, species yang diamati terdiri dari banyak jenis yang terbagi ke dalam empat kelas, diantaranya: 1. Classis Polyplacophora a. Chaetopleura sp. Chaetopleura sp.merupakan salah satu species Mollusca yang masuk ke dalam classis polyplacophora. Hewan ini dikelompokkan ke dalam classis polyplacophora karena memiliki beberapa karakteristik, yaitu bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral dan pada dorsal tubuhnya dilindungi oleh delapan keping cangkang yang tersusun tumpang tindih seperti genting. Kakinya menempati daerah sepanjang bagian ventral tubuh. Chaetopleura sp. atau chiton ini beberapa struktur dan perkembangannya nampak primitif, namun chiton memiliki struktur yang sesuai dengan kebiasaan melekat pada batu karang dan cangkang mirip hewan lainnya. Hewan ini jika disentuh akan melekat erat pada batu karang (Kastawi, 2005). Kaki chiton terletak di permukaan ventral tubuh dan berfungsi untuk melekat juga untuk bergerak. Gerak merayap chiton sangat lamban dan disebabkan oleh gerakan gelombang otot kaki seperti gerakan yang dimiliki keong. Bagian yang digunakan untuk melekat pada substrat adalah kaki dan gelang. Pada dasarnya kaki bertanggung jawab untuk melekat, namun pada saat seekor chiton diganggu maka gelang berperanan juga sebagai pelekat. Hal inilah yang menyebabkan pelekatan chiton terhadap substratnya begitu erat (Kastawi, 2005). Species ini banyak dijumpai di laut. Jumlah species yang hidup sampai saat ini diperkirakan berjumlah 800 species dan banyak diantaranya dijumpai sepanjang pantai barat Amerika Utara. Adapun fosilnya tercatat 350 fosil chiton. Ukuran tubuh Chiton bervariasi dari 3 mm sampai 40 cm, tetapi sebagian besar species berukuran panjang 3 sampai 12 cm (Kastawi, 2005).

2. Classis Cephalopoda a. Loligo sp. Loligo sp. merupakan salah satu species Mollusca yang masuk ke dalam classis cephalopoda. Hewan ini dikelompokkan ke dalam classis cephalopoda karena memiliki beberapa karakteristik yaitu tidak bercangkok dan anggota gerak terdapat di daerah kepala (Syulasmi, Sriyati, Peristiwati, 2011). Cephalopoda memiliki arti bahwa kaki bergabung dengan kepala dalam bentuk tangan, tentakel dan atau sifon. Untuk melakukan lokomosi dilakukan dengan cara menyemprotkan air melalui sifon, sedangkan tentakel dan tangan digunakan untuk mencari makan. Dibandingkan dengan anggota phyllum Mollusca lainnya, cephalopoda teradaptasi dengan kebiasaan berenang (Kastawi, 2005). Loligo sp. memiliki bentuk tubuh silindris. Sirip-siripnya berbentuk trianguler atau radar yang menjadi satu pada ujungnya. Kepala dan mata berkembang dengan baik. Pada kepalanya di sekitar lubang mulut terdapat 10 tentakel yang dilengkapi dengan alat hisap (sucker). Hewan ini pada umumnya ditemukan pada daerah pantai dan paparan benua hingga kedalaman 400 m. Beberapa species Loligo sp. hidup sampai di perairan payau (Hamzah, 2013). b. Nautilus sp. Nautilus sp. merupakan salah satu species Mollusca yang masuk ke dalam classis cephalopoda. Hewan ini dikelompokkan ke dalam classis cephalopoda karena meiliki anggota gerak terdapat di daerah kepala. Nautilus sp. merupakan anggota classis cephalopoda yang memiliki cangkang (Syulasmi, dkk., 2011). Cangkang Nautilus sp. berupa eksoskeleten yang melingkar, terbuat dari zat kapur dan terbagi oleh sekat transversal menjadi kamar-kamar. Antara kamar yang satu dengan lainnya dihubungkan oleh sifunkulus, namun hewan ini menempati kamar terluar. Nautilus sp. memiliki sejumlah tentakel tanpa batil isap, mata sederhana, tidak mempunyai kromatofor, tidak ada kantung tinta, memiliki dua pasang insang dan dua pasang nefridia. Hewan ini hidup di dekat pantai dan terumbu karang di Samudra India dan Pasific (Kastawi, 2005).

c. Octopus sp. Octopus sp. merupakan salahsatu species Mollusca yang masuk ke dalam classis cephalopoda. Hewan ini dikelompokkan ke dalam classis cephalopoda karena memiliki beberapa karakteristik yakni tidak bercangkok dan anggota gerak terdapat di daerah kepala (Syulasmi, dkk., 2011). Octopus sp. memiliki delapan lengan. Pada lengan tersebut terdapat alat penghisap berbentuk bulatan-bulatan cekung yang digunakan untuk bergerak di dasar laut. Selain itu, bulatan-bulatan tersebut berfungsi untuk menangkap mangsa. Octopus sp. memiliki mulut yang berbentuk paruh. Bagian paruh ini merupakan bagian terkeras dari tubuhnya. Paruh pada Octopus sp. digunakan sebagai rahang untuk mebunuh dan menggigit mangsa menjadi bagian-bagian kecil. Selain itu, Octopus sp. memiliki dua buah sirip dan cangkang dalam (Ahira, 2013). Habitat utama Octopus sp. adalah terumbu karang yang ada di lautan luas. Lengan-lengan yang dimilikinya membantunya untuk dapat bergerak didasar laut. Pergerakan Octopus sp. dilakukan dengan cara merangkak atau berenang. Jika ingin bergerak perlahan, Octopus sp. hanya perlu merangkak diselingi sedikit berenang. Sementara jika ingin bergerak cepat, Octopus sp. harus berenang. Pergerakan Octopus sp. akan sangat cepat jika sedang lapar atau sedang berada dalam bahaya (Ahira, 2013). d. Sepia sp. Sepia sp. merupakan salahsatu species Mollusca yang masuk ke dalam classis cephalopoda. Hewan ini dikelompokkan ke dalam classis cephalopoda karena memiliki beberapa karakteristik yakni tidak bercangkok dan anggota gerak terdapat di daerah kepala (Syulasmi, dkk., 2011). Pada bagian dorsal Sepia sp. terdapat lengan dan tentakel. Pada bagian anterior ujung terdapat mulut yang dikelilingi oleh lengan dan tentakel. Lokasi mata terdapat pada kedua sisi kepala di daerah funnel, dua macam usus terdapat di anterior sekitar mulut, satu lebih pendek dari lengan dan satu lebih panjang dari sucker pada tentakel. Di dekat mata terdapat integumen yang tebal disebut olfactory crest, dibawahnya ditemukan olfactory groove. Sepia sp. atau sotong

mempunyai sifon yang digunakan sebagai alat untuk menyemprotkan tinta (Nurkatika, 2014). Mantel pada sotong ini berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu dan diselubungi selaput tipis yang berlendir. Pada kedua sisi dorsal mantel terdapat sirip lateral berbentuk segitiga. Di sekeliling mulutnya terdapat delapan lengan dan dua tentakel yang panjang. Pada permukaan lengan bagian dalam dilengkapi dengan batil isap. Alat pergerakan sotong berupa cerobong dan sirip yang letaknya di ujung dorsal. Sepia sp. ini sering disebut-sebut mirip dengan Loligo sp. Namun pada sotong ini tubuhnya lebih gemuk dengan bentuk sirip memanjang pada bagian posterior. Sepia sp. dapat dijumpai di daerah pantai, perairan laut dangkal, perairan payau dan laut terbuka sampai kedalaman 400 meter (Nurkatika,2014). 3. Classis Bivalvia a. Gafrarium divaricatum Cangkang berbentuk bulat telur, memiliki lunule yang dangkal, cangkang luar biasanya berwarna coklat atau putih dengan pola variabel gelap atau terang dan pigmentasi coklat, di bagian permukaan cangkang dalam berwarna putih dengan pantulan warna ungu. Di bagian posterior memiliki tiga gigi kardinal pada setiap katup, tidak memiliki sinus. b. Gafrarium dispar Mirip dengan Gafrarium divaricatum, Gafrarium dispar ini dibedakan oleh bentuk bulat telur nya, dan tulang rusuk radial lebih lunak di anterior daripada di bagian posterior sisi luarnya. Warna eksterior putih dan ada yang bercorak bintik coklat. Ada juga pigmentasi coklat di lunule dan atau garis-garis coklat miring di sekitarnya, sedangkan bagian interiornya berwarna putih. c. Acmea testudinalis Species ini memiliki bentuk cangkang yang pipih dan menyerupai cangkang penyu. Struktur cangkangnya membentuk kerucut dengan sebuah apeks anterior yang runcing. Cangkangnya terlihat licin. Warna dasar dari Acmea testudinalis ini adalah keabu-abuan, putih atau coklat kemerahan dengan coreng-coreng

putih atau berkas coklat. Species ini hidup di zona bebatuan intertidal dari daerah pesisir sampai zona subtidal dengan kedalamn 50 meter. d. Mytilus sp. Species ini memiliki kaki berbentuk pipih seperti kapak. Mytylus sp. memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga karena itulah disebut Bivalvia. Kedua cangkang pada bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat (ligamen) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup. Cangkang tersusun dari lapisan periostrakum, prismatik, dan nakreas. Kebanyakan dari species ini dijadikan sebagai bahan makanan. e. Ostrea virginica Species ini merupakan hewan Mollusca yang dikelompokkan ke dalam classis bivalvia karena memiliki dua katup atau dua cangkang. Ostrea virginica memiliki cangkang keras yang tersusun dari kalsium karbonat. Cangkangnya tersebut membantu dalam perlindungan terhadap ancaman atau predator. Species ini memiliki peran penting di dalam lingkungan, karena bertindak sebagai penyaring atau filter feeder, hewan ini mengisap air dan menyaring plankton dan detritus untuk ditelan, kemudian mengeluarkan airnya kembali, hal tersebut membersihkan air yang berada di sekitarnya. f. Epicodakia divergens Epicodakia divergens ini berbentuk bulat dengan umbo di bagian dorsalnya. Cangkang tersusun dari kalsium karbonat, cangkang tersebut relatif kuat dan dapat melindungi bagian dalam dari hewan ini yang strukturnya lunak. Umumnya berwarma putih atau putih dengan sedikit warna coklat muda atau krem. Pada permukaan cangkang luar terdapat struktur garis yang menyebar dari dorsal atau dari umbo ke arah ventral sampai tepi cangkang. g. Barbatia decussata Cangkang pada Barbatia decussata biasanya berwarna coklat atau putih dengan berkas-berkas garis coklat. Struktur permukaan cangkang kasar, terdapat pola garis dari arah dosal sampai ke bagian ventral dan berakhir di tepi cangkang. Umbo sangat jelas terlihat. Species ini hidup di laut.

h. Pinna muricata Hewan Mollusca ini digolongkan ke dalam classis bivalvia (bi= dua, valvia = katup). Species ini memiliki bentuk cangkang yang menyerupai segitiga sama kaki dengan umbo yang agak runcing, cangkangnya keras dan digunakan dalam sistem pertahanan diri. Umumnya cangkang berwarna coklat atau putih dengan berkas-berkas coklat atau keabuan. i. Semele crenulata Sama seperti anggota classis Bivalvia yang lainnya, Semele crenulata ini memiliki dua katup atau cangkang dengan umbo pada bagian dorsalnya. Bentuk cangkang bulat, dan umumnya species ini memiliki cangkang yang berwarna putih kecoklatan atau keabuan dengan garis pertumbuhan melengkung mengikuti bentuk cangkang dari arah anterior sampai posterior. j. Trachycardium rugosum Species ini secara morfolgi memiliki cangkang luar yang keras karena tersusun dari kalsium karbonat dan umumnya berwarna putih dengan berkas coklat. Struktur permukaana cangkangya kasar karena garis pertumbuhan pada cangkannya membentuk garis-garis yang timbul. Memiliki umbo pada bagian dorsal. Mempunyai kaki yang pipih dan menyerupai kapak. Ditemukan di zona littoral dan sublittoral laut beriklim tropis. 4. Classis Gastropoda a. Achatina sp. 1) Pengamatan Morfologi Tubuh Achatina sp. terdiri atas kepala, leher, kaki dan masa jerohan. Pada kepalanya memiliki dua tentakel dan berpasangan dengan ukuran yang pendek dan berada di anterior yang memiliki saraf pembau serta sepasang kedua yang berukuran lebih panjang memiliki mata. Letak mulut pada Achatina sp. berada di bagian anterior kepala, di ventral tentakel. Tepat dibawah mulut terdapat lubang yang berhubungan dengan kelenjar mukosa kaki (pedal). Kaki lebar dan pipih dan terdiri atas otot. Kaki merupakan organ yang berfungsi untuk bergerak (lokomosi) dan mengandung selaput

mukosa yang menghasilkan lendir untuk membantu selama bergerak. Kaki dan kepala dapat ditarik kedalam cangkang (Kastawi, 2005). 2) Pengamatan Anatomi Alat pencernaan makanan terdiri dari mulut, masa bukal, esofagus, kelenjar ludah, tembolok, lambung, kelenjar pencernaan, usus, rektum, dan anus. Pada bagian mulut terdapat radula untuk memarut tumbuhan. Selanjutnya terdapat esofagus, kemudian lambung (ventrikulus), usus (intestinum), yang berbelok ke depan lagi dan berakhir sebagai anus yang terletak di mantel berdekatan dengan kepalanya. Selain itu di dekat lambung terdapat hati yang berwarna kecoklatan. Hati melingkar-lingkar mengikuti belitan cangkok (Syamsuri, 2004). Sel telur dan spermatozoa dihasilkan oleh satu organ yang disebut ovotestes karna hewan ini bersifat hemafrodit. Spermatozoa dihasilkan oleh ovotestis keluar menuju ke saluran hermafroditikus kemudian ke saluran sperma untuk selanjutnya menuju vas deferens. Untuk pemindahan spermatozoa ke dalam vagina individu lain dibantu oleh penis. Telur juga berasal dari ovotestis, keluar menuju saluran hermafroditikus selanjutnya akan dibungkus oleh albumin dari kelenjar albumin. Kemudian telur akan bergerak meluncur ke saluran oviduk lalu masuk ke vagina (Kastawi, 2005). Jantung terletak di dalam ruang perikardium dan terdiri atas atrium dan ventrikel berotot yang akan memompa darah ke seluruh tubuh dengan pulsasi yang berirama. Alat eksresi terdiri atas ginjal, terletak dekat jantung. Ureter yang merupakan saluran dari ginjal yang terletak di sisi sepanjang rektum dan bermuara dekat anus (Kastawi, 2005). 3) Jawaban pertanyaan (kang Zamzam) Pada saat kapan ketika bekicot lebih menunjukkan karakter betina/jantan dan akan seperti apa? Menurut Syamsuri (2004) pembuahan (fertilisasi) terjadi di dalam tubuh betina. Walaupun termasuk hewan hermafrodit namun ada juga yang berfungsi sebagai betina jika menghasilkan ovum, dan berfungsi sebagai jantan jika menghasilkan sperma. Setelah terjadi fertilisasi, hewan betina megeluarkan telur yang sudah dibuahi.

b. Babylonia spirata 1) Pengamatan Morfologi Tubuh keong macan terdiri atas empat bagian utama, yaitu kepala, kaki, isi perut dan mantel. Pada kepala terdapat dua mata, dua tentakel, sebuah mulut dan sebuah sifon. Mantel merupakan arsitek pembentuk struktur cangkang dan pola warnanya Kepala keong macan memiliki radula. Kaki keong macan berukuran besar dan berbentuk pipih, berfungsi untuk menyerap dan melekat. Keong macan mengalami torsi, yaitu peristiwa dimana cangkang serta tubuh di belakang kepala memutar 180o berlawan dengan arah jarum jam. Tubuh di belakang kepala terdiri atas visceral, mantel dan rongga mantel. Peristiwa ini dimulai pada waktu stadia veligar sampai kepala dan kaki kembali lagi pada posisi semula. Bagian cangkang keong macan yang tertua adalah apex. Letak apex berada dipuncak, berbentuk kerucut dan berjumlah satu buah. Sumbu kerucut disebut dengan columella. Gelung terbesar disebut body whorl dan gelunggelung di atasnya disebut spire. Diantara bibir dalam dan gelung besar terdapat umbilicus berupa celah sempit dan dalam (Kartajaya, 2011). c. Conus sp. 1) Pengamatan Morfologi Conus umumnya memiliki cangkang yang ditutupi oleh lapisan berupa jaringan tipis disebut periostracum. Conus memiliki berbagai macam pola cangkang dan warna yang menarik. Determinasi Conus umumnya didasarkan pada morfologi dan warna pada cangkangnya. Namun penggunaan karakteristik cangkang ini kadang memiliki beberapa kesulitan apabila berhubungan dengan wilayah dimana Conus itu ada, selain itu sering terdapat variasi intra-spesies diantara Conus yang ada. Proses identifikasi spesies dan kebiasaan pakannya juga dilakukan dengan studi molekuler untuk mengetahui sistematik dan evolusi dari jenis Conus yang ada. Identifikasi Conus dan kebanyakan gastropoda dapat pula dilakukan dengan mengamati organ yang disebut radula. Bentuk dan struktur dari radula seringkali unik pada tiap-tiap spesies dan struktur ini umum digunakan sebagai sumber data dalam

pengamatan mengenai sistematik Mollusca. Kaki terletak di sepanjang ventral tubuhnya dan berlendir seperti pada gastropoda umumnya (Masrur, 2011). d. Cypraea sp. 1) Pengamatan Morfologi Morfologi Cypraea sama seperti anggota tubuh Gastropoda lainnya, yaitu empat bagian utama yaitu kepala, kaki, isi perut dan mantel. Kepala terdapat dua mata, dua tentakel, sebuah mulut dan sebuah siphon. Mantel merupakan pembentuk struktur cangkang termasuk corak dan warnanya. Cangkang sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat dan sisanya terdiri dari fosfat, bahan organik, conchiolin dan air. Cangkang gastropoda secara umu berbentuk spiral dan bulat. Struktur cangkang yang berbentuk agak kasar dibagian luar dinamakan lapisan prismatik. Sel-sel mantel lainnya mengolah matrik organik dari protein conchiolin yang bila direkatkan dengan kristal kalsium di sebelah dalam cangkang akan membentuk suatu lapisan nakre atau lapisan mutiara. Pada Genus Cypreaea, cangkang bagian luarnya yang mengkilap dikarenakan mantelnya yang keluar ke atas permukaan cangkang dan menyelimutinya dari dua arah, yaitu dari sisi kiri dan kanan. Mantel Cypraea memiliki tonjolan-tonjolan di seluruh permukaannya yang membuatnya mirip seperti spons. Jika lapisan mantel ini disentuh, Cypraea akan menarik diri dan menyembunyikan tubuh lunaknya di dalam cangkang. Hal ini merupakan salah satu fungsi berupa proses kamuflase dan merupakan salah satu pertahanan diri dari predator (Aidi, 2011). e. Dentalium sp. 1) Pengamatan Morfologi Mereka berukuran kecil, hidup dalam pasir atau lumpur, terpendam di bawah permukaan dan umumnya disebut keong gigi. Mereka sering terdampar di pantai. Bentuk cangkangnya seperti gigi ular yang tipis dan panjang. Cangkangnya sering meruncing dari ujung depan ke ujung belakang, karenanya disebut cangkang gading (tusk shell). Cangkangnya agak melengkung dan bagian dalamnya berongga. Kedua ujungnya terbuka, yang satu lebih besar

dari pada yang lainnya. Hewan ini primitif dan tidak mempunyai jantung, insang, mata atau tentakel. Tetapi punya cangkang, radula dan mantel untuk pembentukan cangkang.. Tubuh ramping, memanjang dorsoventral, diselubungi oleh mantel. Panjang tubuhnya biasanya 2,5-5 cm. Ada yang hanya 4 mm, tapi ada pula yang panjangnya 25 cm. Memiliki cangkang. Cangkangnya terbuka pada kedua ujungnya, berbentuk silinder, dan biasanya berwarna putih atau kekuningan. Dekat mulut terdapat tentakel kontraktif bersilia disebut captula dengan ujung yang menjulur, yaitu alat peraba. Fungsinya untuk menangkap mikroflora dan mikrofauna, Kaki muncul dari ujung cangkang yang besar, berfungsi untuk menggali di pasir (Kasjian, 2009). f. Crucibulum sp. 1) Pengamatan Morfologi Hewan ini terkenal dengan sebutan Cup and Saucer snails karena cangkok siput ini memiliki bentuk seperti piala. Putaran cangkok nya bisa ada yang ke kanan atau ke kiri dengan warna cangkok ada yang kekuningkuningan ataupun sedikit kecoklat-coklatan. Alat respirasi dengan

menggunakan rongga mantel nya yang terdapat pada bagian tubuhnya. Memiliki alat untuk bergerak dengan perut nya (Gastro) yang memiliki kelenjar berlendir untuk berjalan. g. Oliva carneola 1) Pengamatan Morfologi Memiliki cangkok berbentuk silinder dengan garis melengkung, berwarna kekuningan, dan ditutupi dengan tanda keunguan atau coklat, yang sering menyatu. Ini kadang-kadang (tidak selalu), hanya berwarna kekuningan polos atau ruang seluruhnya dan hampir tanpa tanda-tanda. Margin sutural tubuh whorl ditandai dengan bintik-bintik atau garis-garis pendek warna cokelat dan lebih gelap, yang juga terlihat pada whorls yang selalu meliputi puncak menara pada tubuh Oliva. Memiliki columella dengan kalus putih dan diketahui memiliki bantalan sekitar 15-18 lirae melintang. Ini terlihat lebih jelas dalam beberapa bagian tubuh yang lain, dan empat dari mereka yang memilikinya pada ujung ulir tersebut, paling atas membentuk margin kalus,

yang hampir putih atau agak berwarna pucat dengan anterior berwarna kemerahan serta memiliki panjang 21 dm atau bahkan 10 mm (Brigman, 1909). h. Telescopium sp. 1) Pengamatan Morfologi Cangkang hewan ini berbentuk kerucut, panjang, ramping dan agak mendatar pada bagian dasarnya. Warna cangkang coklat keruh, coklat keunguan dan coklat kehitaman, lapisan luar cangkang dilengkapi dengan garis-garis spiral yang sangat rapat dan mempunyai jalur-jalur yang melengkung ke dalam. Panjang cangkang berkisar antara 7.5-11 cm .Ukuran panjang cangkang yang ditemukan di daerah hutan manggrove mencapai 9,3 cm dan pada tambak ikan hanya berukuran 8,8 cm. Perbedaan ukuran yang di temukan pada tiap-tiap habitat di sebabkan karena ketersediaan pakan di daerah hutan mangrove lebih baik dari pada di tambak-tambak ikan, juga karena faktor lingkungan (Rahman, 2011). i. Turritela sp. 1) Pengamatan Morfologi Turritella sp. memperlihatkan bentuk tubuh turreted (meninggi) dan menyudut pada kamarnya. Turritella adalah siput laut berukuran sedang dan memiliki operculum, yang termasuk ke dalam Gastropoda laut dan termasuk kedalam familia turritellidae. Spesies ini memiliki cangkang dengan alur melingkar, dimana secara keseluruhan pada dasarnya memiliki bentuk dari suatu kerucut yang memanjang. Turritella berasal dari bahasa latin yang berarti turritus yang mempunyai menara atau menjulang dengan akhiran dimunitive-ella. Sama seperti gastropoda pada umumnya menggunakan kaki dengan perutnya dan terdapat kelenjar berlendir untuk memudahkan ia berjalan (Fegaira, 2012). j. Strombus urceus 1) Pengamatan Morfologi Berdasarkan pengamatan kelompok, siput ini memiliki bentuk cangkang yang unik dengan arah lingkar ke kanan. Memiliki tonjolan pada apeks

cangkangnya dengan warna lebih terang dibanding bagian cangkok yang lain. Siput ini hidup dilaut dengan ukuran bermacam-macam dan biasanya digunakan sebagai hiasan apabila ditemukan tanpa tubuh lendir nya. Rongga mantel digunakan untuk melakukan respirasi. k. Tonna variegate 1) Pengamatan Morfologi Berdasarkan pengamatan kelompok yang kami lakukan siput ini dikenal dengan siput laut besar karena memiliki ukuran yang cukup besar dengan bentuk cangkok yang berbeda dari gastropoda pada umumnya karena memiliki bentuk seperti sirip pada ikan pada salah satu bagian cangkok nya. Dengan karangan yang tidak sama besar dan memiliki kelenjar lendir untuk bergerak pada kaki nya. l. Vaginula sp. 1) Pengamatan Morfologi Hewan ini merupakan salah satu gastropoda yang tidak memiliki cangkang/cangkok pada bagian dorsal tubuhnya. Karena itu hewan ini disebut sebagai siput telanjang. Struktur tubuhnya sama seperti pada gastropoda umumnya yaitu memiliki tubuh yang berlendir dengan mulut terletak di anterior dan kaki merupakan bagian yang menonjol pada tubuhnya pergerakan. m. Thais sp. 1) Pengamatan Morfologi Hewan ini memiliki tonjolan kecil yang melingkar sampai apeks pada cangkang nya dengan warna merah kecoklatan. Terdapat pula bintikbintik putih pada cangkang dengan kaki dibagian ventral tubuhnya. Memiliki aperture dengan warna yang lebih terang dibandingkan dengan warna cangkangnya. Memiliki arah lingkar ke kanan. dengan memiliki kelenjar berlendir untuk memudahkan

n.

Bursa rubeta 1) Pengamatan Morfologi Bentuk cangkang pada hewan ini seperti terompet namun lebih kecil. Dengan tonjolan-tonjolan yang berwarna kemerahan yang mengelilingi sepanjang lingkar cangkang nya. Tonjolan ini terlihat memiliki ukuran yang berbeda-beda sampai pada apeks nya. Memiliki kaki seperti pada gastropoda umumnya yaitu pada bagian ventral tubuhnya terdapat tonjolan yang memiliki kelenjar lendir untuk memudahkan dalam pergerakan. Arah lingkar cangkang nya ke arah kiri. Dengan warna aperture cangkang nya berwarna kehitaman dan terlihat lebih gelap dibanding warna karangannya.

F. JawabanPertanyaan 1. Dapatkah anda menemukan persamaan yang dimiliki oleh setiap species yang anda temukan? Tuliskan persamaan-persamaan tersebut! Jawaban: Persamaan yang dimiliki oleh setiap species yaitu memiliki tubuh yang lunak, tubuhnya bercangkang dan memiliki mantel, memiliki tubuh simetri bilateral. 2. Dapatkah anda menemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap species tersebut sehingga dimasukkan pada classis yang berbeda? Tuliskan perbedaan-

perbedaannya! Jawaban: Perbedaan antara Anadara indica (classis: Bivalvia), Achantina fulica (classis: Gastropoda), dan Loligo sp. (classis: Cephalopoda) adalah: Spesies Anadara indica dan Achantina fulica keduanya memilki cangkok, namun pada Anadara indica memiliki dua cangkok yang setangkup atau terdiri dari dua bagian yang disatukan oleh suatu sendi yang elastis yang disebut hinge, sedangkan pada gastropoda memiliki cangkok yang berkatup satu (rumah) dan berbentuk kerucut terpilin, berjalan menggunakan kaki yang terletak berdekatan dengan perut. Pada Loligo sp. struktur kaki terletak berdekatan dengan kepala sehingga dimasukkan pada kelas Cephalopoda.

3. Tuliskan ciri khas dari tiap-tiap classis pada kolom berikut: Classis Ciri Khas - Menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya, kaki lebar dan pipih pada Gastropoda bagian ventral tubuhnya. Cangkang

berbentuk kerucut dan berputar ke arah kanan. Memiliki tentakel, mata dan kepala. Kaki berbentuk pipih seperti kapak,

Bivalvia

memiliki 2 cangkang, tidak memiliki tentakel, mata dan kepala. Struktur kaki berada di dekat kepala,

Cephalopoda

memiliki kantung tinta, siphon, tentakel dan kepala.

4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari anggota Annelida yang anda temukan: Jawaban: Manfaat dari phyllum Mollusca diantaranya: Loligo sp., Achantina sp., Oestrea sp., Mytylus sp. dan Sephia sp. merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi selain enak rasanya, cangkang dari berbagai Mollusca dijadikan bahan industri dan hiasan karena memiliki warna yang indah, mutiara yaitu permata yang dihasilkan sejenis kerang dan merupakan komoditas ekspor non migas yang cukup penting terutama bagi Indonesia. Selain itu, phyllum Mollusca juga dapat memberikan kerugian diantaranya: Teredo navalis, merusak kerang-kerang piaran dan bangunan kapal, Lymnea javanica berperan sebagai inang perantara cacing Fasciola hepatica. 5. Dari Teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai phyllum Mollusca, lengkapilah tabel berikut ini:

Phyllum Mollusca

Pencernaan Alat pencernaan komplit, mulut memiliki radula (lidah bergigi), sering memiliki bentuk U, anus terbuka ke rongga excurrent siphon pada rongga mantel, memiliki kelenjar pencernaan yang besar, kadangkadang memiliki kelenjar ludah.

Ekskresi Ekskresi pada Phyllum Mollusca berupa nephridia,

Pernapasan Respirasi dengan mantel, satu atau banyak insang (ctenidia), paru-paru yang

Sistem Syaraf Sistem saraf dengan tiga pasang ganglia (cerebral di atas mulut, pedal di bagian kaki, dan visceral di bagian tubuh) dihubungkan oleh tali saraf penghubung longitudinal dan transversal serta sel-sel saraf.

Reproduksi Umumnya berumah dua, pada beberapa species berumah satu tetapi tidak dapat melakukan pembuahan sendiri (protandri), memiliki bentuk larva atau tidak ada.

satu, enam terletak dalam atau satu pasang. rongga mantel, atau melalui epidermis.

G. Kesimpulan 1. Keanekaragaman hewan-hewan Mollusca yang telah diamati diantaranya: Chaetopluera sp. (Chiton), Loligo sp., Nautilus sp., Achantia fulica, Limax maximus, Mytilus sp. 2. Hewan-hewan Mollusca termasuk hewan multiseluler, memiliki bentuk tubuh simetri bilateral, lunak, triploblastik. Sebagian besar mempunyai cangkok dari zat kapur, mantel dan rongga mantel. Hidup di laut, air tawar atau darat. 3. Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa hewan-hewan Mollusca terbagi ke dalam empat classis yang didasari oleh tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang. Keempat classis tersebut yaitu Polyplacophora, Gastropoda, Bivalvia, dan Cephalopoda. 4. Classis yang pertama yaitu Polyplacophora memiliki keeping/lempeng dari zat kapur yang terdapat pada bagian dorsal tubuhnya yang berjumlah delapan. Classis

yang kedua yaitu Gastropoda memiliki cangkok yang beraneka ragam bentuk dan warnanya, bagian yang dianggap sebagai kaki merupakan bagian yang paling menonjol pada hewan ini. Classis yang ketiga yaitu Bivalvia memiliki sepasang cangkok yang disatukan oleh otot sehingga membentuk tonjolan yang disebut umbo, letaknya kea rah anterior tubuh, memiliki insang berbentuk lembaran dan kaki pipih seperti kapak. Classis keempat yaitu Cephalopoda umumnya tidak bercangkok kecuali Nautilus. Anggota geraknya terdapat di daerah kepala.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku: Bridgman, F. G. (1909). Description of a new species of Oliva from the Andaman Islands. London: Proceedings of the Malacological Society of London.

Campbell, Reece, Michael. (2008). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Hala,Y. (2007). Daras Biologi Umum II. Makassar: Alauddin Press.

Jutje, S. (2006). Zoologi Invetebrata. Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Kastawi, Y. (2005). Zoologi Invertebrata. Malang: UM Press.

Romimohtarto, J. (2009). Biologi Laut : Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Jakarta: Djambatan .

Suwignyo, S. (2005). Avetebrata Air Jilid I1. Jakarta: Penebar Swadaya.

Syamsuri, I. (2004). Biologi untuk SMA. Malang: Erlangga.

Syulasmi, A., Sriyati, S., Peristiwati. (2011). Petunjuk Praktikum Zoologi Invertebrata. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Sumber Internet:
Adhi, D. (2011). [Online]. Tersedia di: http://gurungeblog.wordpress.com. Diakses pada tanggal 20 April 2014.

Ahira,

A. (2013). Serba-serbi Gurita. [Online]. Tersedia www.anneahira.com/gurita.htm. Diakses pada tanggal 15 April 2014.

di:

Aidi.

(2011). Morfologi Cypraea sp. [Online]. Tersedia di: http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/02/morfologi-cypraea-sp.html. Diakses pada tanggal 16 April 2014.

Fegaira. (2012). Turritella, Placonthuria, Periglypta. [Online]. Tersedia di : http://www.scribd.com/doc/72153953/turitella-placothuria-periglypta. Diakses pada tanggal 16 April 2014.

Hamzah. (2013). Cumi-cumi. [Online]. Tersedia di: http://hamzahankgis.wordpress.com. Diakses pada tanggal 15 April 2014.

Kartajaya. (2011). Keong Macan. [Online]. Tersedia di: http://ikanmania25.blogspot.com/2011/01/keong-macan.html. Diakses pada tanggal 16 April 2014.

Masrur, Muhammad. (2011). Conus sp.. [Online]. Tersedia di: http://blog.sivitas.lipi.go.id/blog.cgi?isiblog&1148469329&&&1036008555&&131 1215300&muha067&1240205738 . Diakses pada tanggal 16 April 2014.

Nurkartika, D. (2014). Zoologi Invertebrata Filum Molusca Spesies Sepia sp. [Online]. Tersedia di: http://mynewbluebubble.wordpress.com. Diakses pada tanggal 15 April 2014. Prasetijo, B. (2011). Taksonomi Telescopium. [Online]. Tersedia di: http://smartpustaka.blogspot.com/2011/03/taksonomi.html. Diakses pada tanggal 16 April 2014.

Rahman. (2011). Tugas Biologi Laut tentang Filum Mollusca. [Online]. Tersedia di: http://rahman-pelu.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 16 April 2014.

Sumber Gambar: Gambar E.2.2 Chaetopleura sp.: http://www.jaxshells.org/chist.jpg. [1838].

Gambar E.3.2 [2009].

Loligo vulgaris: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Loligo_vulgaris.jpg.

Gambar E.3.6 Nautilus sp.: http://lcn.brain.riken.jp/photos032.html. [2007].

Gambar E.3.8 Octopus sp.: http://www.scielo.br/scielo.php. [2007].

Gambar E.3.10 Sephia sp.: http://www.natgeocreative.com/photography/1145408. [2005].

Gambar E.4.2 Babylonia spirata: http://anggafabanyo.blogspot.com/2011/12/karakterisasikeong-macan-babylonia.html?m=1. [11 Maret 2011].

Gambar E.4.4 Turritella sp.: http://www.thefossilforum.com/index.php?/gallery/image/24230-turritella-splamarck-1799/. [25 Desember 2012].

Gambar E.4.6 Telescopium sp.: http://cester20.wordpress.com/2012/01/01/kerang-bakautelescopium-telescopium/. [2011].

Gambar E.4.8 Conus ebracus: http://pw1.netcom.com/~ejpower/sacone/conepgsa22.htm. [2011].

Gambar E.4.10 Oliva carneol: http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=208376. [20 Januari 2010].

Gambar E.4.12 Cypraea sp.: http://en.m.wikipedia.org/wiki/Cypraea_tigris. [2008].

Gambar E.4.14 Crucibulum sp: http://commons.m.wikimedia.org/wiki/Category:Crucibulum_(gastropod). [2005].

Gambar E.4.16 Strombus urceus: http://www.google.com/search?q=strombus+urceus. [2009]. Gambar E.4.18 Achantina sp.: http://petsnails.proboards.com/thread/2478/achatinasp?page=1#post-27832. [7 Desember 2006]. Gambar E.4.20 Dentalium sp.: http://species-identification.org/species.php?species_group=mollusca&id=648. [2007].

Gambar E.4.22 Tonna variegata: http://www.femorale.com.br/shellphotos/detail.asp?species=Tonna+variegata+(Lam arck%2C+1822. [2011].

Gambar E.4.24 Vaginula sp.: http://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdomanimalia/mollusca/. [2010].

Gambar E.4.26 Polinices sp.: http://www.conchsoc.org/node/3607. [13 Juli 2011].

Gambar E.4.28 Bursa 1288673. [2008].

rubeta: http://www.superstock.com/stock-photos-images/1566-

Gambar E.4.30 Thais sp.: http://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:Thais_sp..jpg. [26 Desember 2008].

Gambar E.5.2 Gafrarium difaricatum http://www.conchology.be/images/Label/580000web/587186.jpg . [2010].

Gambar E.5.4 Gafrarium dispar: http://www.nmrpics.nl/Veneridae_new/album/slides/Gafrarium%20dispar.jpg. [2010].

Gambar E.5.6 Ostrea virginica: http://www.elrincondelmalacologo.com/Web%20fotos%20marinos%20no%20gaste ropodos/Fotos%20coleccion/Ostreidae/Crassostrea%20virginica.jpg. [2010].

Gambar E.5.8 Epicodakia divergens: http://www.conchology.be/images/Label/620000web/625603.jpg. [2010].

Gambar E.5.10 Barbatia decussata: http://hocvienquany.vn/Web_SVBien/Data/AnhBanTin/2013.8.16.55.890.image020 .jpg. [2010].

Gambar E.5.12 Pinna muricata: http://www.elrincondelmalacologo.com/Web%20fotos%20marinos%20no%20gaste ropodos/Fotos%20coleccion/Pinnidae/Pinna%20muricata.jpg. [2010].

Gambar E.5.14 Semele crenulata: http://images.marinespecies.org/resized/69806_semelecrenulata.jpg. [2010].

Gambar E.5.16 Trachycardium rugosum: http://www.biolib.cz/IMG/GAL/156443.jpg. [2010].

Gambar E.5.18 Trachycardium subrugosum: http://www.sealifebase.fisheries.ubc.ca/images/species/Trrug_u0.gif. [2010].

Gambar E.5.20 Mytillus sp.: http://www.yhshells.com/images/201010/goods_img/1528_P_1285895784764.JPG. [2010].