Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang Dalam proses pendidikan di perguruan tinggi ada dua hal yang mendapatkan penekanan, yaitu pelajaran di bangku kuliah dan pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan di lapangan dilakukan karena mahasiswa berjumlah cukup menerima ilmu yang bersifat teoritis. Pengamatan di lapangan diperlukan sebagai proses aplikasi ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah. Kerja praktek merupakan salah satu mata kuliah wajib dari kurikulum Jurusan Teknik Elektro akultas !ains dan Teknik yang dapat dijadikan penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah. Kerja praktek dilakukan di lapangan pada perangkat yang telah ada atau proyek fisik yang sedang berlangsung. "byek pengamatan dalam kerja praktek ini diharapkan sesuai dengan disiplin ilmu Jurusan Teknik Elektro #$!"ED tentang pembangkitan energi listrik pada P%T&. Proses pembangkitan energi listrik yang banyak dilakukan adalah dengan cara memutar generator sinkron sehingga menghasilkan energi listrik dengan arus bolak'balik tiga fasa. #ntuk menghasilkan energi listrik dengan arus bolak'balik yang stabil, diperlukan sebuah teknologi berupa sistem eksitasi. !istem eksitasi ini adalah sebuah teknik penguatan arus medan magnet yang dibangkitkan pada generator dengan prinsip elektromagnetis untuk menghasilkan medan magnet penguat. (ila rotor berputar akan menimbulkan perpototongan antara kumparan medan dengan stator winding sehingga menghasilkan )aya )erak %istrik *))%+. )enerator utama P%T& ,irata (andung menggunakan sistem eksitasi brush excitation. !istem eksitasi brush e-citation ini yang akan menjadi uraian dari laporan kerja praktik di PT. PJ( #P ,irata. I.2 Tujuan Kerja Praktik Dengan tujuan yang jelas, maka mahasiswa dituntut dapat melaksanakannya sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu. /

/. !oedirman 2. 3.

0emenuhi kurikulum yang ada di #ni1ersitas Jendral 0engetahui sistem dan proses pembangkitan energi listrik di PT. PJ( #P ,irata (andung 0engetahui gambaran dan proses sistem penguatan dengan sikat *brush excitation+ pada generator P%T& PT. PJ( #P ,irata (andung.

I.3 Lingkup Pemba a!an 4al'hal yang dibahas dalam laporan ini meliputi. /. !ecara umum akan membahas mengenai sejarah umum dan sistem pembangkitan listrik di PT. PJ( #P ,irata, (andung. 2. !ecara khusus yakni . a+ 0embahas mengenai prinsip kerja generator sinkron. b+ 0embahas mengenai pembangkitan listrik &, melalui proses medan elektromagnetis. c+ 0embahas mengenai sistem penguatan (brush eksitation) pada generator &, tiga fasa menggunakan sumber D, atau sumber &, yang disearahkan. d+ 0embahas cara pemeliharaan sistem penguatan (brush eksitation) pada generator sinkron tiga fasa pada PT. PJ( #P ,irata. I." #et$%e Pengambilan Data Dalam melaksanakan praktik industri di PT. PJ( #P ,irata Plered Purwakarta, agar data'data, informasi yang didapat bisa dipertanggungjawabkan dan obyektif, maka metode yang digunakan harus sesuai. &dapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut. /. 0etode "bser1asi dan !tudi %apangan 5aitu dengan pengamatan secara langsung dan mengadakan praktek dibantu para pembimbing secara langsung pada perangkat yang digunakan dalam operasional serta pemeliharaannya. 2. 0etode 6awancara

5aitu dengan mengumpulkan data'data yang diperlukan dengan cara konsultasi maupun tanya jawab dengan pihak'pihak yang terkait. 3. 0etode !tudi Pustaka 5aitu mengumpulkan data'data yang diperlukan melalui referensi dari berbagai macam buku yang berkaitan dengan permasalahan yang ada. I.& #an'aat 0anfaat yang dapat diambil dari kegiatan kerja praktik yang dilakukan di PT. PJ( #P ,irata antara lain adalah . /. 0emiliki pengalaman di dunia kerja dan dari hal tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagaimana dunia kerja pada kondisi sebenarnya. 2. 0emasyarakatkan diri pada suasana lingkungan kerja yang sebenarnya dengan menjalin komunikasi timbal balik antara dunia pendidikan dengan dunia industri.

BAB II TIN(AUAN PU)TAKA II.1 *enerat$r )inkr$n )enerator sinkron merupakan mesin listrik arus bolak balik yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik arus bolak'balik. Energi mekanik diperoleh dari penggerak mula *prime mo1er+ yang terkopel dengan rotor generator, sedangkan energi listrik diperoleh dari proses induksi elektromagnetik yang melibatkan kumparan rotor dan kumparan stator. 0esin listrik arus bolak'balik ini disebut sinkron karena rotor berputar secara sinkron atau berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan magnet putar. )enerator sinkron secara umum dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk rotornya, yaitu generator turboatau cylindrical'rotor generator dan salient pole generator. )enerator yang digunakan pada pembangkit lisrik yang besar biasanya merupakan jenis generator turbo yang beroperasi pada kecepatan tinggi dan dikopel dengan turbin gas atau uap. !edangkan generator salient'pole biasanya digunakan untuk pembangkit listrik kecil dan menengah.

*ambar 1 *a+ !alient'pole 7otor. *b+ ,ylindrical'rotor. Pada generator sinkron, arus searah dialirkan pada kumparan rotor yang kemudian menghasilkan medan magnet rotor. 7otor dari generator akan diputar oleh prime mo1er, menghasilkan medan magnet putar di dalam mesin. Pada stator generator juga terdapat kumparan. 0edan magnet putar menyebabkan medan magnet yang melingkupi kumparan stator berubah 8

secara kontinu. Perubahan medan magnet secara kontinu ini menginduksikan tegangan pada kumparan stator. Tegangan induksi ini akan berbentuk sinusoidal dan besarnya bergantung pada kekuatan medan magnet serta kecepatan putaran dari rotor. #ntuk membuat generator tiga fasa, pada stator ditempatkan tiga buah kumparan yang terpisah sejauh /29o satu sama lain, sehingga tegangan yang diinduksikan akan terpisah sejauh /29o satu sama lain pula. II.2 K$mp$nen *enerat$r !inkr$n !ecara umum ada dua komponen utama penyusun generator sinkron yaitu stator dan rotor. !tator merupakan bagian dari generator sinkron yang diam, tempat dimana tegangan induksi dibangkitkan. !edangkan rotor merupakan bagian dari generator sinkron yang bergerak dan dialiri arus searah pada kumparannya. Pada stator, terdapat beberapa komponen utama, yaitu. Rangka stator 7angka luar yang biasanya terbuat dari baja berfungsi untuk menyokong struktur stator dan mempunyai kaki'kaki yang dipasang pada bagian fondasi. 7angka stator ini dibuat kokoh untuk mengatasi perubahan beban secara tiba'tiba atau hubung singkat tiga fasa. Inti stator :nti stator menyediakan jalur permeabilitas yang tinggi untuk proses magnetisasi. :nti stator dibuat berlaminasi untuk mengurangi rugi eddy current dan juga rugi histeresis. (ahan'bahannon'magnetic atau penggunaan perisai Slot !lot merupakan tempat untuk meletakkan kumparan stator yang dibentuk dengan sistem berbuku'buku. Kumparan stator Kumparan stator merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi pada generator dan didesain untuk menghasilkan kutub'kutub elektromagnetik stator yang sinkron dengan kutub magnet rotor. ; fluks yang terbuat dari tembaga juga digunakan untuk mengurangi stray loss.

!edangkan pada bagian rotor terdapat tiga bagian utama, yaitu. Collector ring atau slip ring ,ollector ring merupakan cincin logam yang melingkari poros rotor, tetapi dipisahkan oleh isolasi tertentu. (agian ini merupakan bagian yang terhubung dengan sumber arus searah yang untuk selanjutnya dialirkan menuju kumparan rotor. Kumparan rotor Kumparan rotor merupakan bagian yang dialiri arus searah sebagai sumber medan magnet melalui sistem eksitasi tertentu. Poros Poros merupakan tempat untuk meletakkan kumparan rotor dan merupakan bagian yang terkopel dengan dan diputar oleh prime mo1er. II.3 Prin!ip Kerja *enerat$r )inkr$n Prinsip kerja generator sinkron dapat dijelaskan dengan menggunakan dua kaidah sederhana. Kaidah pertama untuk rangkaian magnetik dan kaidah yang kedua untuk tegangan yang diinduksi pada sebuah konduktor yang disebabkan karena 1ariasi medan magnet. luks dalam suatu rangkaian magnet yang mempunyai reluktansi 7m dihasilkan lilitan berjumlah $. < m = 7m */+ dan m<:$ *2+ (agian magnetik dan elektrik yang utama dari generator salient' pole dapat dilihat pada gambar berikut. karena adanyamagnetomoti1e force *mmf+ m, dimana mmf itu sendiri berasal dari adanya arus : yang mengalir melalui

>

*ambar 2. Prinsip Kerja )enerator !inkron Pada gambar 2 *a+, arus searah dialirkan menuju kumparan rotor melalui brush dan collector ring. Produk antara arus medan : dan jumlah lilitan $ menghasilkan m, sedangkan adanya reluktansi rangkaian magnet akan menghasilkan fluks magnet. Jalur fluks magnet ini ditunjukkan oleh garis putus'putus pada gambar 2 *b+. Ketika rotor diputar, jalur fluks yang dibentuk karena adanya mmf m juga ikut berputar bersama putaran rotor. 4al ini diilustrasikan pada gambar kedua dari gambar 2 *b+. Ketika fluks magnet memotong rangkaian magnetik dengan luas penampang &, maka kepadatan fluks ( dapat dinyatakan sebagai berikut. (<=& *3+ )ambar 2 *a+ juga menunjukkan stator dengan lilitan tunggal sepanjang l. Ketika rotor berputar, fluks magnet rotor akan memotong lilitan stator dengan kecepatan 1, sehingga electromoti1e force *emf+eind akan muncul, sesuai dengan persamaan. eind <*1 - (+ . l *8+ Dengan arah yang sesuai dengan aturan tangan kanan leming sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar 2 *a+ di atas. 0elalui penurunan matematis secara lanjut akan dihasilkan persamaan tegangan rms pada stator sebagai berikut. eind <k? *;+ )ambar 2 *b+ menunjukkan bahwa ketika medan magnet berotasi, kepadatan fluks pada lilitan stator berubah. Ketika pole berhadapan dengan @

lilitan, kepadatan fluks celah udara ( pada kondisi ini bernilai paling tinggi, dan akan bernilai nol ketika pole berada sejauh A9o dari lilitan. "leh karena itu, besar emf induksi atau tegangan B akan ber1ariasi terhadap waktu sesuai dengan 1ariasi kepadatan fluks di sekitar rotor. 4asil 1ariasi ini dapat digambarkan sebagai berikut.

*ambar 3.)elombang Tegangan :nduksi (entuk seperti gambar 3 akan terus berulang setiap kali rotor bere1olusi. rekuensi dari bentuk gelombang sinusoidal ini dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan. Dengan . f < frekuensi *4C+ ns < kecepatan sinkron *rpm+ p < jumlah kutub "leh karena itu, untuk menghasilkan frekuensi sebesar ;9 4C, generator berkutub dua harus berputar dengan kecepatan sebesar 3999 rpm, generator berkutub empat dengan kecepatan /;99 rpm, dan seterusnya. Jika jumlah lilitan pada stator ditambah, seperti yang tergambar pada gambar 8 *a+, dan jika lilitan ini terpisah dengan jarak yang sama satu sama lain, maka keluaran tiga fasa sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 8.8 *b+ dapat dibangkitkan.

*ambar ". Pembangkitan Tiga asa

BAB III #ET+DE KE,(A P,AKTIK III.1 Tempat %an -aktu Pelak!anaan /. Tempat Kerja praktik ini dilaksanakan di PT. PJ( #P ,irata Desa ,adas !ari Kecamatan Tegalwaru P".(o-@ Plered Purwakarta 8//>2':ndonesia. 2. 6aktu Kerja praktik ini dilakukan selama 39 hari. III.2 A!pek .ang Dikaji &spek yang dipelajari selama kegiatan kerja praktik ini adalah sebagai berikut. /. &spek #mum !ecara umum akan membahas mengenai sejarah umum dan sistem pembangkitan listrik di PT. PJ( #P ,irata, (andung. 2. &spek Khusus !ecara khusus yakni . a+ 0embahas mengenai prinsip kerja generator sinkron. b+ 0embahas mengenai pembangkitan listrik &, melalui proses medan elektromagnetis. c+ 0embahas mengenai sistem penguatan (brush eksitation) pada generator &, tiga fasa menggunakan sumber D, atau sumber &, yang disearahkan. d+ 0embahas cara pemeliharaan sistem penguatan (brush eksitation) pada generator sinkron tiga fasa pada PT. PJ( #P ,irata. III.3 #et$%$l$gi Pelak!anaan Kerja Praktik 0etode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam pelaksanan kerja praktik adalah sebagai berikut. /. 0etode "bser1asi dan !tudi %apangan

/9

5aitu dengan pengamatan secara langsung dan mengadakan praktek dibantu para pembimbing secara langsung pada perangkat yang digunakan dalam operasional serta pemeliharaannya. 2. 0etode 6awancara 5aitu dengan mengumpulkan data'data yang diperlukan dengan cara konsultasi maupun tanya jawab dengan pihak'pihak yang terkait. 3. 0etode !tudi Pustaka 5aitu mengumpulkan data'data yang diperlukan melalui referensi dari berbagai macam buku yang berkaitan dengan permasalahan yang ada.

//

BAB I/ (AD-AL PELAK)ANAAN KE,(A P,AKTIK PEKAN I II III I/

KE*IATAN
I.

Pengenalan 0 0 0 0 0 0 0 0

PT. PJ( #P ,irata (andung Jawa (arat. 0engetahui gambaran umum perusahaan 0engetahui sejarah dan perkembangan 0engetahui struktur organisasi II. Pengamatan 0empelajari peralatan= subyek sesuai dengan tema yang diambil III. Perma!ala an !tudi kasus Diskusi, konsultasi, dan e1aluasi :nterpretasi hasil dan analisis data I/. Lap$ran Penyusunan laporan serta konsultasi

BAB / PE,)+NALIA

/2

0ahasiswa Program !tudi Teknik Elektro #ni1ersitas Jendral !oedirman yang akan melaksanakan kerja Praktik di PT. PJ( #P ,irata (andung Jawa (arat adalah. $ama $:0 &ngkatan Konsentrasi . 5oegi Dwi1anjaya . 4/,99@99> . 299@ . Ketenagaan

DA1TA, PU)TAKA

/3

' ile pusat pendidikan dan latihan PT. PJ( *persero+ '0uslim, !upari dkk. 299D, Teknik Pembangkit Tenaga Listrik ilid ! untuk S"K. Direktorat Pembinaan !ekolah 0enengah Kejuruan, Direktorat Jendral 0anajemen Pendidikan Dasar dan 0enengah, Departemen Pendidikan $asional . Jakarta. '&rismunandar, &rtono dan Kuwahara, !usumu. /AA@. Teknik Tenaga Listrik ilid III. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.

/8