Anda di halaman 1dari 9

14

BAB 4

KONSEP

4.1 Landasan Teori

4.1.1 Teori Psikologi Anak
Psikologis anak dan orang dewasa tentu berbeda, oleh karena itu
pada buku yang berjudul Perkembangan Anak karangan Elizabeth B.
Hurlock menjelaskan, pada perkembangan anak-anak memiliki tahapan:
6 sampai 12 tahun
1. Belajar kecakapan fisik yang diperlukan untuk permainan anak
2. Membangun sikap menyeluruh terhadap diri sendiri
3. Belajar bergaul denga teman sebaya
4. Mengembangkan kecakapan dasar dalam membaca, menulis,
Dan menghitung
5. Mengembangkan konsep yang diperlukan untuk sehari-hari
6. Mengembangkan nurani, moralitas, dan suatu skala nilai
7. Mencapai kemandirian pribadi
8. Membentuk sikap terhadap kelompok dan lembaga sosial
Dalam tahapan ini terlihat berbagai keadaan psikis anak yang mulai
berkembang dengan jelas, sehingga di tahap ini anak mulai
memperlihatkan dirinya kepada orang lain. Dalam buku ini juga


15
dijelaskan bahwa anak-anak mulai berkeinginan untuk diterima sebagai
anggota geng. Kebanyakan anak merasa bahwa untuk dapat diterima,
mereka harus dapat menyesuaikan diri dengan pola geng yang telah
ditentukan dan setiap penyimpangan membahayakan proses penerimaan.
Atas dasar teori inilah saya menggunakan pendekatan sosialisasi
anak-anak dengan menciptakan suatu tim yang beranggotakan 3-5 orang.
Sehingga anak merasa berada dalam suatu geng yang telah mereka
ciptakan sendiri dan menyelesaikan misi yang diterimanya.

4.1.2 Teori Illustrasi
Dalam Kampanye ini saya menggunakan pendekatan ilustrasi
dikarenakan target yang saya tuju adalah anak-anak, dimana mereka
masih mempunyai imajinasi tinggi dan menyukai gambar-gambar kartun.
Adapun pengertian ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan
dengan teknik gambar, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya
yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud
daripada bentuk. Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau
menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya.
Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Ilustrasi).
Sedangkan fungsi dari ilustrasi adalah:
1. Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita.
2. Mengkomunikasikan cerita.
3. Menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas


16
Manusia.
4. Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di
dalam tulisan ilmiah.
5. Memberikan bayangan langkah kerja.
6. Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa
bosan.
Dalam buku perkembangan Anak karangan Elizabeth B.
Hurlockpun menjelaskan: walaupun anak mungkin tertarik pada hal yang
baru dan asing, dalam gambar-gambar penelitian mengenai apa saja yang
dianggap indah oleh anak telah mengungkapkan bahwa anak menyukai
gambar orang yang dikenal dan gambar hewan yang sedang melakukan
hal-hal tidak asing lagi bagi mereka. Anak-anak menyukai objek sehari-
hari, misalnya rumah, kapal, pohon, dan pesawat terbang. Gambar
realistis lebih besar daya tariknya bagi anak daripada yang digambar
menurut gaya tertentu. Gambar yang berwarna juga lebih disukai hanya
bila warnanya realistis. Anak juga menyukai kesederhanaan dalam
gambar. Atas dasar teori inilah saya menggunakan gaya ilustrasi yang
sederhana dan penuh warna dengan objek-objek yang sudah dikenal oleh
anak-anak, sehingga anak dapat memahami isi dari pesan kampanye yang
disampaikan.






17
4.1.3 Teori Warna
Konsep warna pada buku: Perkembangan Anak karangan
Elizabeth B. Hurlock menjelaskan anak semua usia menyukai warna.
Tetapi warna apa saja yang dianggap indah bergantung pada selera
pribadi mereka dan sikap budaya terhadap berbagai warna. Anak kecil
meyukai warna-warna yang cerah dan menyolok. Sebagai contoh konsep
keindahan warna pada pakaian atau gambar lebih dipengaruhi warna
daripada bentuk. Anak-anak lebih menyukai pakaian berwarna
kesayangan mereka daripada pakaian yang mengikuti mode namun
warnanya tidak disukai. Dalam hal gambar, mereka juga menyukai yang
berwarna cerah. Dalam konsep mereka mengenai keindahan warna, anak
memasukkan arti warna yang berasal dari pengalaman mereka sendiri
atau yang ditentukan secara budaya. Preferensi untuk kombinasi warna
sangat tidak menentu pada anak kecil.
Atas dasar teori diatas saya menggunakan warna-warna yang
cerah pada kampanye ini, adapun warna-warna dominan yang saya
gunakan melambangkan sifat anak-anak yang energic, welcoming, dan
friendly. Pada buku Color Harmony Logos penerbit Page One, arti pada
sifat warna friendly adalah cocok untuk meyampaikan sebuah informasi,
mengundang, gembira, cerdas, dan menarik perhatian sehingga anak-anak
dapat tertarik. Warna yang masuk dalam kategori ini adalah warna
orange. Untuk welcoming memiliki sifat yang mengundang, ringan dan
terang sehingga memperlihatkan keterbukaan dan kejujuran.


18
Untuk energic sendiri dalam buku ini menjelaskan bahwa warna ini
melambangkan pergerakan yang aktif, bermain dan berimajinasi. Warna
energic paling cocok diaplikasikan pada produk atau mainan anak-anak.
Sehingga warna-warna ini saya masukkan dalam kampanye Green
Kids. Adapun warna yang masuk dalam kategori energic adalah merah,
hijau, dan kuning.

4.1.4 Teori Tipografi
Pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan
gerak mata. Energi ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila dalam
penggunaannya senantiasa diperhatikan kaidah-kaidah estetika,
kenyamanan, keterbacaan, serta interaksi huruf terhadap ruang dan
elemen-elemen visual di sekitarnya. Eksekusi terhadap desain tipografi
dalam sebuah rancangan grafis, khususnya yang menyangkut kepada
perihal legibility, akan mencapai hasil yang baik apabila melampaui
proses investigasi terhadap makna untuk dibaca, kapan dan dimana akan
dibaca, serta siapa yang akan membacanya.
Tampilan fisik dari jenis-jenis huruf harus dapat merangkum
karakteristik, kesan, suasana hati, ataupun atmosfer yang terdapat di
dalamnya. Seperti perasaan gembira, sedih, optimis, tentram, ataupun
romantis. ( Danton Sihombing, MFA, Tipografi dalam desain grafis).
Sebagai contoh huruf yang mewakili karakter anak-anak seperti Cooper
Black yang memperlihatkan perasaan anak-anak yang gembira, bermain
dan penuh kesenangan.


19
4.2 Strategi Kreatif
Judul Kampanye: Green Kids

4.2.1 Fakta Kunci
1. Kurang pahamnya anak-anak terhadap informasi seputar lingkungan.
2. Orang tua tidak pernah mengajarkan anak untuk menanam pohon.
3. Anak-anak yang masih butuh perhatian lebih dalam beraktifitas.
4. Banyaknya isu-isu pemanasan global, sehingga tidak asing lagi di telinga
masyarakat.
5. Dampak rusaknya lingkungan hidup yang mulai terasa, khususnya daerah
Ibukota Jakarta.
6. Pemerintah mulai melakukan penanaman pohon secara masal.

4.2.2 Masalah Yang Akan Dikomunikasikan
Masalah yang akan dikomunikasikan adalah makin rusaknya
lingkungan di sekitar kita, sehingga bukan tidak mungkin di masa yang
akan mendatang bisa terjadi dampak yang lebih besar bagi kehidupan
manusia. Oleh karena itu ada baiknya mengajarkan kepada anak-anak
untuk menjaga lingkungan dengan salah satu cara yaitu menanam dan
merawat pohon untuk masa depan.






20
4.2.3 Tujuan Komunikasi
1. Memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang Global Warming.
2. Membuat anak-anak lebih peka terhadap lingkungan.
3. Memberikan gambaran akibat dari Global Warming.
4. Mengajak anak-anak untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan Global
Warming.
5. Mengajarkan anak-anak untuk menanam dan merawat pohon.

4.2.4 Positioning
Kampanye Green Kids ini mempunyai tema menanam dan
merawat pohon. Dalam kampanye ini ada pengetahuan tentang
pemanasan global dan salah satu cara pencegahannya yaitu dengan
menanam dan merawat pohon. Kampanye ini dikemas dengan cara yang
menarik untuk anak, sehingga anak mau ikut berpartisipasi. Anak
kecilpun akan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya dan tahu cara
menanam dan merawat pohon.

4.2.5 Tag Line
Aksiku Untuk Bumi

4.2.6 Tone and Manner
Target komunikasi yang utama yaitu anak-anak, maka konsep
desain akan bersifat ceria, bersahabat, penuh warna dan informatif.



21
4.2.7 Approach
Rasional
Memberikan informasi-informasi seputar pemanasan global,
memancing rasa ingin tahu pada target yang dituju.
Emosional
Dengan pendekatan ilustrasi dan warna-warna yang menarik maka
bersifat ceria dan aktif untuk emosi anak-anak.

4.2.8 Layout
Gaya layout yang dipakai adalah ceria dan penuh warna sehingga
cocok untuk anak yang memang pada masa aktif.

4.2.9 Tipografi
Jenis tipografi yang dipakai dalam kampanye ini adalah huruf
yang dekoratif. Huruf ini dipilih karena mencerminkan sifat anak yang
tidak terikat dan berkesan bermain. Sedangkan untuk teks menggunakan
jenis huruf yang tidak memiliki serif. Huruf ini dipilih karena jenis ini
tidak terlihat kaku bagi anak-anak dan dengan keterbacaan yang baik.

4.2.10 Warna
Warna yang dipakai dalam kampanye ini adalah warna-warna
cerah yang memang diminati pada tahapan usia anak-anak, sehingga
terlihat lebih bermain dan aktif.



22
4.2.11 Pemilihan Media
1. Logo kampanye: Dipakai di setiap item
2. Standing Banner: Sebagai pembuka acara kampanye, yang berisikan
informasi.
3. Leaflet: Dibagikan untuk menambah informasi seputar pemanasan global
4. Poster: Ditempel ditempat-tempat strategis di sekolah, berisikan ajakan
dan mengingatkan untuk mengikuti kampanye ini.
5. Daun Sahabat: Kertas berbentuk daun yang gunanya untuk
mengumpulkan tim.
6. Buku Kerja: Sebagai panduan proses kerja anak dalam menanam dan
merawat pohon.
7. Sertifkat Penghargaan: Penghargaan karena sukses menanam dan
merawat pohon.
8. Pin
9. Stiker
10. Label Pot
11. Label Benih
12. Label Tanah
13. Hanging Mobile
14. T-Shirt
15. Hand Bag
16. Papan Permainan Ular Tangga
17. Gantungan Kunci
18. Kalendar Tanggalan