Anda di halaman 1dari 28

HASIL OBSERVASI TATA LETAK TOKO RETAIL

Kelompok 7: Annisa Anggraini (1306484040) Haroen Pradipta (1306484526) Juventius Bagus Sindhu Wasita (1306484652) Mira Nadiarty (1306484841) Putri Anandayu (1306485062) Roasina Margaretha Aritonang (1306485200)

GAMBARAN UMUM

GAMBARAN UMUM

Alfamart adalah perusahaan yang bergerak di bidang bisnis waralaba swalayan yang menjual berbagai jenis barang keperluan sehari-hari.
Perusahaan induknya adalah PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Dimana sebagian sahamnya dimiliki PT. Sigmantara Alfindo. Didirikan pada tanggal 27 Agustus 1989. Gerai pertama di Ancol, Jakarta Utara. Per tahun 2012, ada 7.000+ gerai beroperasi di seluruh Indonesia.

Indomaret merupakan ritel yang menyediakan kebutuhan pokok seharihari. Didirikan pada tahun 1988 dengan badan hukum PT. Indomarco Prismatama. Sampai saat ini, ada lebih dari 9.096 gerai di Jawa, Bali, Madura, Kalimantan, Sulawesi dan Lombok yang terdiri dari 40% milik terwaralaba dan 60% milik perusahaan.

GAMBARAN UMUM

Lawson, Inc adalah retail waralaba convenience store dari Jepang. Asal mulanya berdiri di negara bagian Ohio, AS. Namun, pada 1974 dibeli oleh Daiei, Inc. jepang. Sekarang, pemegang saham terbesar Lawson adalah Mitsubishi Corp. Seperti 7Eleven, dan Circle K, Lawson ini memberi semacam image social status atau prestige bagi para pengunjungnya Tempat observasi: Lawson margonda, Jl. Margonda Raya, Kel. Kemirimuka, Kec. Beji 16423.

LAYOUT

LAY OUT ALFAMART

LAY OUT INDOMARET

LAY OUT LAWSON

LAY OUT LAWSON

ANALISIS LAYOUT

ANALISIS LAYOUT ALFAMART

Bagian makanan dan minuman selalu di letakkan paling jauh dari kasir. Sama halnya dengan Indomaret, koridor dalam Alfamart memiliki alur dari minuman ringan ke makanan ringan, kemudian ke jenis makanan yang lebih berat, lalu ke rak bumbu dapur, setelah itu peralatan mandi, peralatan kebersihan, dan obat-obatan. Di sekeliling kasir terdapat Impulse Product, sedangkan Staples Product di kelompokkan lebih jauh dari kasir. Barang-barang yang sedang dalam harga promo/diskon ditaruh di depan atau di dekat pintu

ANALISIS LAYOUT INDOMARET


Indomaret memiliki bangunan terluas diantara 2 tempat lainnnya. Hal ini dimaksudkan agar pembeli dapat lebih leluasa bergerak di dalam toko, sehingga membuat pembeli merasa lebih nyaman. Secara garis besar, layout Indomaret di bagi 2 yaitu: 1) Tempat kebutuhan makanan dan minuman 2) Tempat kebutuhan perlengakapan rumah tangga

ANALISIS LAYOUT LAWSON

Layout Lawson sedikit berbeda dengan dua retail lain yang kami observasi. Perbedaannya ada pada: Penjualan self-service pada beberapa jenis minuman dan makanan (cepat saji). Adanya tempat yang disediakan untuk berkumpul dan makan di tempat di lantai 2.

TARGET MARKET & PLACEMENT

TARGET MARKET ALFAMART

Seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Tidak seperti Lawson yang lebih membidik pasar remaja, Alfamart membidik pangsa pasar yang jauh lebih luas. Alfamart menawarkan cara berbelanja yang lebih efisien untuk dapat membeli kebutuhan sehari-hari.

PRODUCT PLACEMENT (ASSORTMENT)


Tempat aneka minuman Tempat aneka makanan ringan Tempat kebutuhan dapur (minyak goreng, makanan kalengan, bumbu masak, mie instan) Tempat alat-alat kebersihan (pewangi ruangan, pembersih lantai) Tempat peralatan mandi (shampoo, sabun, dll.) Tempat peralatan bayi

PRODUCT PLACEMENT (SORTING)

Bagian makanan dan minuman selalu di letakkan paling jauh dari kasir. Bentuk layout tersebut menyediakan lebih banyak ruang dan dimaksudkan agar consumer dapat dengan nyaman memilih banyaknya varian makanan dan minuman yang tersedia. Sama halnya dengan Indomaret, koridor dalam Alfamart memiliki alur dari minuman ringan ke makanan ringan, kemudian ke jenis makanan yang lebih berat, lalu ke rak bumbu dapur, setelah itu peralatan mandi, peralatan kebersihan, dan obat-obatan. Di sekeliling kasir terdapat Impulsive Product, tujuannya untuk mengalihkan perhatian consumer selama antri dan menimbulkan minat beli. Sedangkan Staples Product di kelompokkan lebih jauh dari kasir. Barang-barang yang sedang dalam harga promo/diskon ditaruh di depan atau di dekat pintu untuk menarik perhatian pelanggan.

TARGET MARKET INDOMARET

Seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Tidak seperti Lawson yang lebih membidik pasar remaja, Indomaret membidik pangsa pasar yang jauh lebih luas. Indomaret menawarkan cara berbelanja yang lebih efisien untuk dapat membeli kebutuhan sehari-hari.

PRODUCT PLACEMENT (ASSORTMENT)

Penempatan barang disusun berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari diletakkan didepan dan dekat kasir. Hal ini agar memudahkan pembeli untuk menemukan barang yang diinginkannya. Secara garis besar, Indomaret menggolongkan produk-produk yang mereka jual menjadi 2, yaitu:

Tempat kebutuhan makanan dan minuman Tempat kebutuhan perlengakapan rumah tangga

PRODUCT PLACEMENT (SORTING)

Untuk produk yang paling sering dibeli, seperti makanan dan minuman diletakkan di ujung toko dan menjauhi kasir. Hal ini dimaksudkan agar pembeli dapat dengan santai memilih barang-barang yang ingin dibelinya. Produk makanan dan minuman pun memiliki porsi tempat paling besar dibanding yang lainnya, karena merupakan produk yang kuat atau barang-barang yang menjadi alesan pengunjung datang.

Penempatan produk untuk barang-barang yang memiliki keuntungan besar ditempatkan ditempat yang sangat strategis, yaitu di depan dekat kasir. Contoh barang-barang ini yaitu make up, cokelat impor, atau peralatan rumah tangga.
Di setiap rak terdapat produk-produk best seller yang disimpan di rak paling depan.

TARGET MARKET LAWSON

Keluarga kecil, lingkup pergaulan dan pertemanan remaja yang suka berkumpul di satu tempat bersama (maksudnya semacam suka nongkrong). Sedikit berbeda dengan retail lain yang kami amati. Terlihat dari penjualan barang barang selain consumer goods yang hanya ada di satu shelf. Dibandingkan dengan Indomaret dan Alfamart yang bisa mencapai 3 shelf.

PRODUCT PLACEMENT (ASSORTMENT)

Dari pengamatan, Lawson melakukan penempatan barang-barang yang dijual menjadi 9 kelompok. 1. Kelompok aneka minuman dingin 2. Kelompok Es krim 3. Kelompok cemilan 4. Kelompok bahan & makanan pokok 5. Air Mineral 6. Kelompok Peralatan 7. Kelompok soft drink self-service 8. Kelompok fast food self-service 9. Kelompok fast food non self-service

PRODUCT PLACEMENT (SORTING)

Dari yang kami amati, Lawson menyortir menjadi 4 bagian besar:


Bagian soft-drink self-service 2. Bagian fast-food self-service & non self-service 3. Bagian minuman dingin 4. Bagian minuman tidak dingin, makanan, cemilan, dan peralatan
1.

PEMBAHASAN & PERBANDINGAN

ANALISIS PERBANDINGAN LAYOUT


Dalam pendalaman ke lapangan yang telah dilakukan oleh kelompok kami, kami membuat analisis atas perbandingan layout dari ketiga retail tersebut. Alfamart dan Indomaret memfokuskan target pasar kepada konsumen yang benar benar ingin berbelanja kebutuhan sehari hari mereka. Sehingga layout yang disusun oleh mereka dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan konsumen berbelanja. Seperti sisi makanan dibuat lebih di pojok dan luas agar pembeli dapat memilih produk dengan tenang, hingga ke produk yang telah menjadi konsumsi rutin di dekatkan agar mudah mengambil dan membayar.

ANALISIS PERBANDINGAN LAYOUT


Lawson yang memiliki desain berbeda dibandingkan 2 retail yang dibahas sebelumnya. Lawson menyusun tata letak produk yang disajikan dengan menitik beratkan pada produk makanan dan minuman. Tata letak ini didukung oleh tersedianya bangku dan kursi untuk para konsumen jika ingin mengkonsumsi produk yang mereka beli di tempat.

ANALISIS TARGET MARKET


Indomaret dan Alfamart memiliki target pangsa pasar konsumen yang membutuhkan kebutuhan pokok dan sehari hari tetapi tidak mau ke supermarket besar, dapat dilihat dari ketersediaan produk yang disajikan adalah barang barang pokok kebutuhan sehari hari. Lawson memiliki pangsa pasar remaja, di era modern ini para remaja mempunyai hasrat untuk berkumpul bercengkrama menghabiskan waktu dengan teman tetapi dengan biaya minimal. Maka minimarket seperti lawson yang menyediakan makanan dan minuman yang sudah siap konsumsi juga tempat duduk dan meja menjadi incaran remaja remaja tersebut.

ANALISIS POSITIONING

Penempatan barang pada Indomaret dan Alfamart disusun berdasarkan jenis kebutuhan konsumen. Pada produk makanan ringan, diletakkan lebih jauh dari kasir dan diberikan ruang sedikit lebih besar agar pembeli dapat memilih produk dengan leluasa. Hingga pada produk produk keseharian yang tidak diperlukan memilih, diletakkan dekat dengan kasir agar pembeli dapat mudah mengambil dan membayar dengan cepat. Penempatan barang pada lawson dibuat sedemikian rupa sehingga pembeli hanya memutari ruangan tanpa masuk koridor lainnya. Posisi barang sama dengan Indomart dan Alfamart, dimana barang barang yang membutuhkan waktu untuk memilih diletakkan lebih jauh dari kasir dibandingkan dengan barang barang keseharian yang tidak perlu memilih lama untuk mengambilnya.