Anda di halaman 1dari 24

BAHAGIAN A i) Jelaskan, apa yang kita faham tentang teori evolusi.

Teori evolusi adalah ilmu yang berkaitan dengan sejarah asal usul makhluk hidup dan berkaitan genetik antara makhluk hidup dengan yang lain. Evolusi pada dasarnya bererti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks biologi moden, evolusi bererti perubahan sifat sifat yang diwariskan dalam suatu populasi organisma dari satu generasi ke generasi yang berikutnya. Sifat sifat yang menjadi dasar bagi sesuatu organisma hidup berevolusi dari satu keturunan ke satu keturunan yang lain. Sifat baru akan dapat diperoleh dari perubahan sesuatu gen disebabkan oleh mutasi atau pertukaran gen antara populasi seperti dalam migrasi atau antara spesis seperti yang terjadi pada bakteria serta gen melalui reproduksi seksual.

ii)

Nyatakan pendapat kita tentang teori evolusi. Teori evolusi bermula pada tahun 1859, apabila idea atau pkitangan yang

ditulis dalam buku On the Origin of Species yang di tulis oleh Charles Darwin mendapat perhatian umum, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau.Kenyataan bahawa makhluk hidup beraneka ragam dan mengalami perubahan sudah pun berlaku sejak lama dahulu, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin.Parmenides menyatakan bahawa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeza dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya, makhluk hidup mengalami proses yang tetap. Teori ini dikenal dengan teori Fixise.Berasal dari kata Fixed, artinya unchanging atau tetap, tidak berubah.Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antara satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologi dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering membuat spekulasi bahawa terdapat transfomasi spesies yang berlaku. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat

perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahawa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahawa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahawa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bahagian-bahagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu, sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. Ertinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan ada pula yang tidak lengkap. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahawa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh. Selain itu dikenal pula fahaman finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir, bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden, namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis, Nomogenesis, dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio; Warna, bentuk, letak dan bentuk putik, serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. Ketiga teori ini mempunyai perbezaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar, semakin bervariasi, namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu.Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat.Aristogenesis

menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipkitang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik, telah berhasil memberi nama 4.235 spesies hewan dan 5.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan), serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme, bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus, tak tersisipi. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan,

invertebrata, ikan, burung, dsb. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi, di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana, selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna.Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga, sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini.Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat tersebut dengan melihat pkitangan yang semakin maju dan semakin kompleks.Linnaeus, meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada.Pada abad 17, tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya Hukum Kesinambungan dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan.Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera.Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pkitangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan, mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan, spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah

yang berbeza maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam.Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme.Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar.Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil.Fosil yang berbeza yang terletak pada strata yang berbeza adalah hasil dari suatu ciptaan baru.Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeza dengan makhluk yang ada sekarang ini. Berbeza dengan yang dikemukakan Cuvier, Charles Lyell dalam bukunya Principle of Geology mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam, tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini., dengan menggunakan teori Uniformitarianisme, yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin, air, dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. Erasmus Darwin pada tahun 1731 1802 menyatakan dalam bukunya Zoonomia bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859.Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 1829) dalam bukunya Philosophie Zoologique, dan dikenal dengan teori adaptasi-transformasi. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlkitaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama, spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. Konsep ini yang sangat berbeza dengan teori Darwin.Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan.Kedua, perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan.menunjukkan perbezaan teori Lamarck dan teori Darwin. Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan. Lamarck mengajukan postulat sebagai

berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan organ yang tersebut terjadi akan karena digunakan kepada atau tidak

digunakannya

diwariskan

generasi

keturunannya. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah.Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya striving untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan, artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. Teori Lamarck, oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Pada tahun 1859, Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam, dan lingkungan hidup telah

diperhitungkan. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya, Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge, dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H.M.S. Beagle (1832 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 1838) ke kepulauan Galapagos, Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. Kenyataan yang dilihat Darwin,

bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. Awalnya, Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies, tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeza.Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah. Tahap berikutnya, ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah, tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence), menghasilkan adaptasi ciriciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis

meningkatkan frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap, tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya, antara lain (1) Erasmus, kakek Charles Darwin, (2) Thomas Robert Malthus, ahli ekonomi, (3) Charles Lyell, yang ahli geologi, (4) Jean Baptista Lamarck. Erasmus Darwin dalam bukunya Zoonomia, menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama, dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata, perjuangan untuk hidup. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind, bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. Dari Charles Lyell, Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. Dalam bukunya Priciple of Geology ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi, masih terus berlangsung hingga kini. Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya, ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat, yang lebih berbeza dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah.

Pada dasarnya teori Darwin dapat dibezakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam.Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah.Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeza dengan yang

sekarang.Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosil-fosil yang ditemukan pada permulaan abad 19.Apa yang ditemukan tersebut berbeza dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan, fosil pada lapisan berbeza, berbeza pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya, terlihat adanya perubahan berkesinambungan, meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. Dan juga penting untuk kejelasan

kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut, bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup, dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam, dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam.

iii)

Bagaimanakah kita yakinkan anak-anak murid dan bahawa sebahagian teori evolusi tidak bercanggah dengan mana-mana kepercayaan agama manusia.

Ramai orang berpendapat teori evolusi adalah amat bercanggah dengan kepercayaan agama atau anutan manusia. Mereka beranggapan, dengan menerima

teori tersebut ianya seakan akan menolak kewujudan Tuhan serta beranggapan jika teori evolusi ini diterima maka sepertinya tidak wujud sifat kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Keagungan dan kekuasaan Tuhan lebih besar dari apa yang kita mampu fikirkan dan bayangkan. Justeru itu, kadangkala kita membuat tafsiran dalam konsep yang sempit agar boleh di fahami oleh pemikiran dengkal kita. Ini adalah sebab kenapa berlakunya konflik. Apabila membuka perbincangan tentang Evolusi, rata-rata respon yang diterima adalah bersifat negative dan amat tidak bersetuju dengan pkitangan dan hasil kajian yang telah dibuat oleh Charles Darwin. Lebih mendukacitakan apabila perbincangan tersebut menjadi terlebih emosi dari rasional. Memang tidak dinafikan mungkin sebahagian daripada pkitangan atau pendapat tersebut tidak harus diterima secara terus, namun menolak keseluruhannya tanpa membuat kajian yang lebih mendalam adalah tidak bertetapan. Charles Darwin bukanlah orang yang mula mula memperkenalkan teori evolusi. Konsep evolusi telah lama wujud sebelumnya lagi. Al Quran sebagi rujukan umat Islam sendiri banyak menyebut tentang evolusi atau perubahan beransur ansur seperti mana yang telah di catatkan dalam buku penulisan Ibnu Khaldun.Idea tentang konsep peralihan secara beransur ansur juga ada di sebut oleh ahli teologi Kristian iaitu pengasas gerakan Methodist seabad lebih awal dari Charles Darwin. Apa yang difahami, teori evolusi adalah berskitarkan kepada proses perubahan sesuatu organisma sama ada dari segi sifat luaran atau perubahan dari sudut genetik dalam tempoh jangkamasa tertentu yang melibatkan ribuan atau jutaan tahun. Evolusi organisma hidup ini adalah bertujuan untuk mengadaptasikan diri dengan keadaan semasa sama ada ianya dipengaruhi oleh faktor persekitaran atau perkembangan aktiviti seksual antara organisma hidup.Organisma hidup perlu berubah kerana faktor keadaan sekeliling yang mengalami perubahan, jika organisma tersebut tidak berevolusi mungkin ia tidak akan dapat mengekalkan spesisnya untuk meneruskan kelangsungan hidup seperti yang berlaku kepada beberapa spesis haiwan dan tumbuhan sebagaimana yang telah kita ketahui hampir pupus atau telah lenyap dari muka bumi. Kita meyakini dan mengetahui bahawa Tuhan Maha Pencipta, Dia yang menjadikan sesuatu daripada tiada kepada ada, Dia jugalahg yang menjadikan alam dan segala yang berada di dalamnya. Maka jika kita beriman dengan sifat Maha

Pencipta Allah ini, adakah kita berhak untuk kita menolak tentang evolusi yang berlaku dalam alam ini. Jika dilihat kepada perubahan rupa bentuk juga adalah salah satu daripada proses evolusi. Sebagai contoh berlakunya perubahan dari sperma menjadi tubuh manusia juga adalah evolusi yang terancang. Di sini Allah menyebut bahawa Dialah yang mengevolusikan manusia dan tiada yang dapat mengalahkanNya dalam evolusi kerana Allah-lah yang mengevolusikan manusia sebelum manusia berjaya mengevolusikan haiwan dan tumbuhan. Evolusi menjadi bukti terhadap kesempurnaan dan kebijaksanaan Allah yang Maha Agung. Dalam AlQuran sendiri jelas Allah SWT menerangkan tentang sifatnya yang Maha Pengevolusi apabila Dia berfirman: Dan Allah telah menciptakan semua jenis haiwan dari air, maka sebagian dari haiwan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q 24:45) Kini, manusia telah berjaya melakukan evolusi terhadap pelbagai spesis haiwan dan tumbuhan dengan teknologi cross-breed (kahwin campur).Sebagai contoh, lembu dikahwinkan dengan seladang, melahirkan satu baka yang lain iaitu selembu. Begitu juga dalam teknologi pertanian, beberapa spesis tumbuhan telah mengalami evolusi kepada baka jenis baru apabila baka asal tumbuhan tersebut telah dikacukkan dengan baka dari tumbuhan jenis yang sama atau dari tumbuhan jenis lain untuk menghasilkan tumbuhan baru yang lebih produktif, tahan lasak serta dapat hidup pada suhu suhu yang tertentu yang mana pada keadaan asalnya adalah mustahil.

BAHAGIAN B I) SISTEMATIK MOLEKUL

Sistematik molekul dalam pengelasan organismah hidup adalah merujuk kepada ciri-ciri biokimianya. Perkembangan ilmu pengetahuan telah mendorong perkembangan pengelasan makhluk hidup. Ertinya, tidak hanya ciri-ciri yang mudah diamati saja digunakan untuk pengelasan tetapi dapat juga berdasarkan sifat biokimia dalam tubuh makhluk hidup tersebut. Sifat biokimia ini dimulai dari molekul, DNA dan membran sel yang dapat digunakan sebagai dasar pengelompokan dan pengelasan. Pengecaman organisma menggunakan teknik molekul selalunya mengunakan urutan 1 SsrDNA. Peringkat-peringkatnya bermula dengan mengestrak genom DNA diikuti dengan amplikasi PCR (Polymerase chain reaction), menulenkan dan membuat urutan ampliccon 16S rRNA dan akhirnya memperolehi urutan penuh organisma menggunakan program dot plot.

BIO-INFORMATIK Bio-informatik merupakan bidang yang mengaplikasikan teknologi komputer dalam pengurusan maklumat-maklumat biologi. Komputer digunakan untuk memperolehi, menyimpan, menganalisis dan mengintegrasikan maklumat biologi dan genetik yang dapat digunakan dalam pengumpulan maklumat berkenaan

penghasilan ubat-ubatan berasaskan gen dan pembangunan perisian. Bio informatik telah digunakan oleh Paulien Hogeweg pada tahun 1978 untuk merujuk kepada kajian pemprosesan maklumat sistem biotik. Definisi ini mengiktiraf bio informatik selaras dengan bidang bio-fizik dan bio-kimia. Keperluan dalam keupayaan-keupayaan bio infomatik telah menurun semenjak maklumat genom boleh diperolehi secara mudah hasil dari Projek Genom Manusia. Matlamat dalam projek ini ialah untuk memastikan turutan dalam keseluruhan gen-gen manusia yang dicapai pada tahun 2002. Bio informatik sangat diperlukan untuk memahami penyakit-penyakit manusia dan pengenal pastian sasaran-sasaran molekul baru untuk pencarian penyembuhannya. Pemataan genom merupakan pencapaian bio informatik yang terbesar.

Kelebihan menggunakan DNA dalam pengecaman indentiti organisma : 1. DNA adalah kaedah yang ideal untuk mengesahkan identiti dengan pasti. Ia mudah dan tidak menyakitkan untuk mendapatkan spesimen untuk satu ujian yang teliti, ujian saintifik boleh dijalankan dalam masa 48 jam. 2. Ujian DNA adalah berpatutan dan boleh dipercayai. 3. Banyak mikroorganisma (contohnya bakteria) tidak boleh dikultur kerana ahli sains tidak tahu di mana medium berkembang untuk mereka, atau kerana mereka hanya berkembang dalam keadaan melampau . Tetapi jika kita mempunyai sampel dengan bakteria yang tidak diketahui, atau campuran bakteria, kita boleh mengekstrak DNA dan menguatkan rDNA membandingkan jujukan dengan pangkalan data RDP. 4. RDNA urutan phylogeny (bagaimana perkaitan dengan urutan antara satu sama lain ) sepadan dengan mikrobiologi taksonomi. 5. Pangkalan data RDP adalah sangat besar. Terdapat peluang yang baik bahawa organisma yang tidak diketahui akan mempunyai perlawanan rapat dengan organisma dikenali dalam pangkalan data, jadi kita boleh meramal organisma yang baru dijumpai. dan

Kelemahan menggunakan DNA dalam pengecaman indentiti organisma :

1. ujian DNA perlu dijalankan pada beberapa sampel , sekurang-kurangnya dua kali. DNA Orang Diagnostik mengumpul empat sampel dan makmal berjalan setiap ujian dua kali untuk mengelakkan bacaan palsu. 2. Penyalahgunaan keputusan boleh membawa kepada kebimbangan privasi . DNA Orang Diagnostik menjamin kerahsiaan lengkap. Maklumat peribadi tidak akan dikeluarkan kepada sesiapa selain daripada pihak-pihak diuji dan wakil-wakil mereka yang dinamakan tanpa perintah bertulis.

3. Tidak semua spesies bakteria boleh dibezakan dengan menggunakan jujukan DNA ribosom . Satu contoh yang baik adalah Shigella dan Escherichia ( coli) yang mempunyai urutan yang serupa rDNA . 4. Pengenalan tidak memberitahu kita yang mana antibiotik bakteria sensitif atau tahan. Untuk itu kita perlu berkembang ia . 5. Kaedah ini tidak dapat membezakan antara organisma hidup dan organisma dibunuh. Selagi DNA itu di sana, kita boleh menguatkan urutan ini .

Amali 4

TUMBUHAN BEREVOLUSI Paku-pakis berkongsi banyak persamaan morphlogy dengan tumbuhan lain vaskular dan dalam banyak kes istilah deskriptif yang sama digunakan. Walau bagaimanapun, terdapat beberapa perbezaan asas dan penting struktur unik untuk pteridophytes dan istilah khusus telah berkembang.Perbezaan yang paling jelas antara pteridophytes dan baki tumbuhan vaskular adalah bahawa paku-pakis dan sekutu mereka tidak menghasilkan struktur besar bunga atau pembiakan yang menimbulkan benih yang akhirnya berkembang menjadi generasi seterusnya tumbuhan. Pteridophytes membiak dan bersurai melalui spora mikroskopik, struktur dan pembangunan yang setiap bit sebagai rumit dan mengagumkan seperti bungabunga tumbuh-tumbuhan yang lebih maju. Tumbuhan paku-pakis adalah tumbuhan contoh tumbuhan primitif. Paku-pakis adalah sebuah keluarga yang sangat purba, tumbuhan: awal fosil paku-pakis mendahului permulaan era Mesozoic, 360 juta tahun dahulu. Mereka adalah lebih tua daripada haiwan darat dan jauh lebih tua daripada dinosaur. Mereka telah berkembang maju di Bumi 200,000,000 tahun sebelum tumbuhan berbunga berkembang. Seperti yang kita tahu, kebanyakan paku-pakis adalah tumbuhan berdaun yang tumbuh di kawasan lembap di bawah kanopi hutan. Mereka adalah "tumbuhan vaskular" dengan maju struktur urat dalaman yang menggalakkan aliran air dan nutrien. Tidak seperti tumbuhan lain vaskular, tumbuhan berbunga dan konifer, di

mana loji dewasa tumbuh segera dari benih, paku-pakis membiak daripada spora dan tumbuhan peringkat pertengahan dipanggil gametophyte. Paku-pakis tumbuhan yang agak halus yang hanya tumbuh di kawasan-

kawasan di mana terdapat syarat-syarat yang sesuai lembap. Ia memihak kepada kawasan terlindung di bawah kanopi hutan, bersama-sama anak-anak sungai dan sungai dan sumber-sumber lain yang kekal kelembapannya. Ia tidak boleh tumbuh dengan mudah di kawasan panas kering seperti tumbuhan berbunga dan konifer. Paku-pakis membiak berbeza daripada conifer dan tumbuhan berbunga. Ia semua mempunyai kaitan dengan kelembapan. Bukan hanya kelembapan yang

membolehkan tumbuhan untuk hidup di mana ia tidak, tetapi kelembapanlah yang membolehkan ia untuk membiak.

Habitat Paku-Pakis. Sesetengah paku-pakis yang disesuaikan kepada habitat yang kering tetapi kebanyakan lebih suka keadaan lembap hutan rendang. Mereka amat banyak di hutan hujan tropika dan dalam dunia moden masih terdapat beribu-ribu spesies yang berbeza kumpulan ini kuno dan sangat berjaya.

Pantai dan tebing Paku-pakis yang hidup di pantai yang terdedah atau kering. Paku-pakis Pantai seperti Blechnumblechnoides, B. durum, pantai spleenwort

(Aspleniumobtusatum) dan Aspleniumap pendiculatum mempunyai berisi atau pelepah keras yang menahan semburan garam dan melindungi dari pada kekeringan. Paku-pakis berkembang pada muka batu kering biasanya dilindungi dalam rambut atau skala yang melindungi daripada angin pengeringan dan cahaya matahari yang kuat. Hutan Kebanyakan paku paku-pakis didapati di dalam hutan. Banyak spesis juga terhad kepada lembab, rendang, hutan tanah pamah.Ini adalah persekitaran semulajadi paku-pakis ayam filmy, danayam paku-pakis (Aspleniumbulbiferum), parit paku-pakis (Pneumatopterispennigera) dan kiwa kiwa (Blechnumfluviatile).

Kelembapan tanah mempunyai kaitan yang spesies tumbuh. Pokok paku-pakis Perak (Cyatheadealbata) dan mahkota paku-pakis (Blechnum menghitamkan) boleh bertolak ansur dengan keadaan kering dan adalah lebih mungkin ditemui di lereng dan atas rabung daripada dalam salur lembap. Pada altitud yang lebih tinggi, di hutan gunung basah, rumpun besar pakupakis krep (Leptopterishy menophylloides dan L. Superba) adalahciri-ciri yang menarik. Nipis mereka, pelepah lut adalah sama untuk filmy paku-pakis, tetapi berdiri meter tinggi, paku-pakis krep mungkin disalah anggap sebagai spesis filmy paku-pakis yang lebih kecil.

Hutan epifit Epifit dan paku-pakis memanjat adalah biasa dalam hutan basah. Empat spesies garpu paku-pakis (Tmesipteris) tumbuh di batang paku-pakis pokok berserabut. Pelik-cari, mereka kekurangan akar, dan terdiri daripada batang menonjol dengan daun diratakan. Hanging clubmoss (Huperzia AMPAT), tergantung spleenwort (Aspleniumflaccidum) dan sabit spleenwort (A. polyodon) dikaitkan dengan teratai perching besar (Astelia dan Collospermum), dan sering dijumpai tergantung keluar dari rumpun epifit sarang.

Kawasan Alpine

Kira-kira

20

spesis

paku-pakis

dan

lycophyte

tumbuh

di

kawasan

pergunungan. Alpine paku-pakis perisai (Polystichumcystostegia) tumbuh di tempat perlindungan batu-batu besar atau rumput Tussock pada musim panas. Pelepah mati kembali keberjambul pusat semasa musim sejuk. Duaclubmosses alpine, Huperzia australiana dan Lycopodium fastigiatum, didapati dalam pelbagai persekitaran sub alpine dan alpine daripada tanah berlumpur kepada bidang batu. Pedalaman yang sangat terdedah, L.fastigiatum adalah biasanya berwarna oren terang. Persekitaran yang hangat Beberapa spesies tropika, termasuk paku-pakis lembut (Christelladentata) dan paya paku-pakis (Cyclosorusinterruptus) hidup di utara jauh, di mana mereka adalah selamat daripada frosts dan tumbuh di atas tanah yang panas.

KITAR HIDUP PAKU PAKU-PAKIS.

1. Spora yang dihasilkan di bawah pelepah dalam kelompok sporangia dipanggil sori. 2. Spora menjalani meiosis, tersebar oleh angin dan bercambah di tanah lembap untuk membentuk prothallus. 3. Prothallus bermula peringkat Gametophyte.

4. Gametophytes Pasangan adalah kecil, berbentuk jantung struktur yang tinggal hanya masa yang singkat. 5. Jantan antheridia dan betina archegonia berkembang pada prothalli.

6. Sperma mesti berenang ketelur untuk menyuburkan dan membangun embrio menjadi generasi Sporophyte. 7. Baru membentuk pelepah dipanggil fiddleheads.

TUMBUHAN LEBIH MAJU Contoh pokok yang lebih maju dipilih ialah jagung. Kingdom: Plantae Divisi:Magnoliophyta Kelas:Liliopsida Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Zea Spesies: Zea mays L.

Mofologi Pokok Jagung

Batang runggal, berbentuk silinder, panjang dan ditutupi dengan upih daun dan mempunyai buku yang lebih rapat dekat pada pangkal. Daun tirus dan panjang dengan urat yang selari.

Rambut jagung (jambak bunga jantan) yang terdapat di hujung batang pokok menghasilkan biji-biji debunga sebelum bunga betina matang. Tongkol yang terdapat di ketiak daun pokok matang mengandungi biji benih jagung. Jambak bunga betina (stil) yang panjang dan berupa sutera terdapat di tongkol muda dan menerima cepu debunga jantan. Pendebungaan adalah dibantu oleh angin. Biji atau kernal mengandungi tiga bahagian iaitu perikarpa, endosperma dan embrio.

Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu a. Akar seminal Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus hidup jagung

b. Akar adventif Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil. Akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku , semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara.

c. Akar kait atau penyangga.

Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air.

Kitar Hidup Jagung

Bunga jantan akan menghasilkan debungan melalui proses meiosis.


Debunga yang dihasilkan oleh bunga jantan akan terbang dan melekat pada bunga betina seperti gambar dibawah.

Seterusnya, akan berlaku persenyawaan pada bunga betina dan akan membentuk zigot (buah jagung). Zigot ini akan membesar dan membentuk banyak biji benih pada buahnya tadi. Bijih benih ini seterusnya ditanam dan menghasilkan pokok jagung baru.

Habitat Pokok Jagung Pokok Jagung boleh ditanam di berpasir dan tanah gambut. Walaupun, ia boleh berkembang maju dalam pelbagai jenis tanah ia memerlukan tanah adalah saliran yang baik. Jagung lebih suka bahawa tanah sedikit berasid atau neutral. Ia tidak boleh berkembang di bawah naungan pokok besar(teduhan). Selain itu, ia memerlukan batas ditanam tanah untuk berkembang. Jagung memerlukan nitrogen, fosforus dan kalium untuk berkembang maju. Nutrien ini biasanya dicapai melalui baja kimia atau baja. Ia adalah nutrisi tambahan biasanya sebelum membajak, pada masa penanaman atau sebagai tumbuhan yang berkembang. Jagung umumnya bermula bercambah dua atau tiga hari selepas ia ditanam.

Evolusi Pokok Jagung

Pokok Teosinte Matang

Pokok Jagung Matang

Saintis percaya bahawa teosinte adalah moyang jagung. Ini berdasarkan kepada 2 faktor. Pertama, teosinte boleh mendebungakan jagung ditanam dan menghasilkan biji benih. Kedua, analisis DNA mengesahkan hubungan yang sangat rapat antara jagung dan teosinte. Malah, teosinte diklasifikasikan sebagai subspesies (Zea Mays ssp. Parviglumis) dalam spesies yang sama jagung (Zea Mays ssp. Mays).

Buah teosinte

Buah Jagung

Walaupun teosinte matang, ia kelihatan seperti jagung. Tetapi buah-buahan dan biji teosinte liar, kelihatan begitu berbeza daripada jagung moden, ia mengambil masa yang lama untuk saintis bersetuju bahawa teosinte adalah moyang jagung. Beberapa pakar biologi evolusi memiliki pendapat yang berbeda mengenai nenek moyang tanaman jagung. Beberapa di antara pakar itu adalah sebagai berikut. 1. Mangelsdorf (1974) dan Weatherwax (1954, 1955) Menyatakan bahwa nenek moyang jagung modern adalah sejenis tumbuhan liar yang berasal dari sebuah dataran tingg di Meksiko atau Guatemala. Selain ini, Mangelsdorf juga pernah menyatakan bahwa jagung berasal dari tanaman pod corn, yaitu kerabat liar jagung teosinte dan tripsacum, tetapi semua teori ini terbantahkan karena tidak dapat dibuktikan hubungannya secara genetik dan taksonomi. 2. Randolph (1959). Menyatakan bahwa jagung berasal dari kerabat liar tanaman jagung yang merupakan tanaman yang telah dibudidayakan. 3. Longley (1941). Menyebukan bahawa jagung berasal dari mutasi seleksi tanaman teosinte yang terjadi secara alami. 4. Doebly (1990) dan Dorweiler (1993) Beliau telah melakukan berbagai percubaan untuk membuktikan bahawa jagung dan teosinte memiliki hubungan kekerabatan.

Wilkes dan Goodman (1995) membuat ringkasan tentang berbagai teori tadi menjadi empat bagian, yaitu sebagai berikut. a. Teosinte (jagung liar) yang berevolusi menjadi jagung modern secara langsung melalui fiksasi genetik dan persilangan. b. Persamaan nenek moyang antara jagung modern dan teosinte, yang keduanya mengalami proses evolusi yang terpisah. c. Unsur genetik teosinte mengalami kemajuan dan menjadi jagung modern. d. Jagung berasal dari persilangan teosinte dan rumput liar.

Dari keempat teori itu, yang paling mendekati kebenaran adalah bahawa teosinte bertranformasi menjadi jagung dengan campur tangan manusia dan kemudian terjadi persilangan antara jagung dengan tripsacum, sehingga menjadi jagung modern. Hal ini dikuatkan oleh penelitian Gallinat (1988) De Wet dan Harlan (1974, 1978), serta Leblanc (1995). Berdasarkan penelitian filogenetik, teosinte merupakan nenek moyang jagung karena teosinte memiliki 10 pasang kromosom yang sama dengan jagung dan dapat menghasilkan turunan yang fertil (dapat menghasilkan keturunan) jika disilangkan.

Kepentingan evolusi kepada tumbuhan. Evolusi merupakan perubahan dari makhluk hidup secara bertahap untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Makhluk hidup baik haiwan maupun tumbuhan mengalami evolusi. Tumbuhan perlu berevolusi bagi menyesuaikan diri dengan perubahan persekitaran seperti dibawah :a.kelembapan dalam tanah b.kelembapan di udara c .nutrien yang sesuai di dalam tanah d.cahaya yang mencukupi untuk fotosintesis e.suhu yang sesuai f.perlindungan daripada angin g.perlindungan dari cahaya matahari yang terlalu banyak h.perlindungan daripada pembekuan. Semua tumbuh-tumbuhan akan berkembang untuk disesuaikan dengan persekitaran mereka. Sesetengah boleh bertolak ansur dengan kemarau yang melampau dan haba yang tinggi, yang lain hanya tinggal di dalam hutan hujan yang mendalam. Paku-pakis adalah tumbuhan khusus sangat berjaya. Mereka juga

disesuaikan dengan persekitaran tertentu alam sekitar kelembapan tanah,

kelembapan, cahaya, dan lain-lain Mereka jarang tumbuh di luar lingkungan persekitaran ini, beberapa yang sangat khusus.