Anda di halaman 1dari 7

KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KATA PENGHUBUNG DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA ..........

1. Latar Belakang Bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Chaer, 2000:1). Bahasa yang digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan manusia bermasyarakat. Untuk berkomunikasi sebenarnya dapat juga digunakan cara lain, misalnya isyarat, lambang-lambang gambar atau kode-kode tertentu lainnya. Tetapi dengan bahasa komunikasi dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna. Bahasa secara umum dapat diartikan sebagai suatu alat komunikasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain agar bisa mengetahui apa yang menjadi maksud dan tujuannya. Bahasa ditempatkan sebagai alat komunikasi manusia untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan menggunakan simbol-simbol komunikasi baik yang berupa suara, gestur (sikap badan), atau tanda-tanda berupa tulisan. Kegiatan menulis, menuangkan konsep-konsep atau ide-ide kedalam suatu tulisan yang menggunakan suatu kaidah-kaidah penulisan yang tepat sesuai dengan bentuk tulisan yang akan dibuat. Kegiatan menulis menuntut siswa untuk dapat melahirkan segala yang dirasakan, dikehendaki, dan dipikirkan penulis untuk dikemukakan kepada orang lain. Dengan menguasai keseluruhan tatanan

bahasa itu maka diharapkan akan diperoleh hubungan yang logis antara penguasaan kebahasaan dengan kemampuan mengarang. Dalam hubungannya dengan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, mengarang merupakan salah satu materi yang diberikan dalam pelajaran menulis, khususnya tentang menulis karangan. Banyak orang menganggap bahwa menulis itu mudah dan tidak perlu dipelajari. Namun pada kenyataannya menulis itu tidak mudah dan banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis. terutama dalam menulis sebuah karangan. Penggunaan bahasa baik itu orang cerdik, pandai atau pun orang yang sedang belajar dapat menuliskan kalimat-kalimat mereka dengan mudah dan jelas. Memisahkan kata-kata dalam tulisan mereka itu tanpa melihat dan mengetahui dengan benar apakah hal tersebut tepat atau kurang tepat. Pada akhirnya sering ditemukan kesalahan dalam hal penulisan kata, yang menyebabkan timbulnya kalimat yang tidak efektif. Kridalaksana (2001: 24), mengartikan bahasa sebagai sebuah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dalam bahasa terdapat empat keterampilan dasar. Keterampilan tersebut adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Diantara keempat keterampilan tersebut sangatlah berkaitan, saling menunjang, dan saling mendukung. Menyangkut dengan kata, kata-kata yang dipergunakan dalam bentuk kalimat harus dipilih dan disesuaikan dengan tepat. Dengan demikian kalimat

menjadi jelas maknanya. Begitu juga dalam menulis karangan sebaiknya katakata yang digunakan harus tepat, karena kata merupakan bagian dari bahasa. Salah satu unsur mengarang ialah bahasa tulis. Dalam bahasa tulis di dalamnya mencakup sejumlah unsur-unsur kebahasaan, yaitu macam-macam huruf, berbagai kata (kata dasar, kata tugas, kata kerja, kata gabung, dan sebagainya), dan tanda baca. Sesuai dengan asas ketepatan unsur kebahasaan itu harus ditulis secara tepat menurut ketentuan yang berlaku. Berbicara tentang kata tugas, berdasarkan peranannya dalam frase atau kalimat dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya konjungsi atau kata penghubung. Dalam pemakaian konjungsi dapat digolongkan menjadi beberapa macam. Seperti konjungsi penunjuk gabungan dan, serta, lagi, lagi pula, dan sebagainya. Dalam karangan khususnya karangan yang ditulis oleh siswa yang sedang mengalami proses belajar, kesalahan-kesalahan penempatan kata khususnya konjungsi masih banyak dilakukan yang akhirnya menghasilkan kalimat yang tidak efektif. Maka penguasaan konjungsi merupakan kemampuan penting bagi siswa agar mampu menulis karangan dengan menempatkan konjungsi yang pada akhirnya menghasilkan kalimat efektif. Berdasarkan uraian di atas, penelitian mengenai Kemampuan

Menggunakan Kata Penghubung Dalam Karangan Deskripsi Siswa ..........

2. Rumusan Masalah Adapun masalah pokok dalam penelitian ini yang didasarkan pada latar belakangnya di atas adalah Bagaimanakah Kemampuan Menggunakan Kata Penghubung Dalam Karangan Deskripsi Siswa .......... 3. Tujuan Penelitian a. Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan

Kemampuan Menggunakan Kata Penghubung Dalam Karangan Deskripsi Siswa .......... b. Tujuan Khusus Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Kemampuan Menggunakan Kata Penghubung Dalam Karangan Deskripsi 2) Untuk mengetahui Penempatan dan Contoh Kata Penghubung Antarkalimat Dalam Karangan Deskripsi

4. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat: 1. Secara teoritis Penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan teori teori yang berkaitan dengan kemampuan siswa menggunakan kata penghubung. Selain itu diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi mengenai kata penghunung

dalam karangan deskripsi guna meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dan dapat menambah khazanah pengetahuan peneliti sehingga dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya. 2. Secara praktis a. Bagi guru Sebagai bahan masukan bagi para guru pada umumnya dan guru Bahasa Indonesia khususnya. b. Bagi sekolah Kemampuan menggunakan kata penghubung ini diharapkan agar dapat memberikan sumbangan yang berarti sebagai bahan acuan pengembangan kajian kaidah bahasa Indonesia, sehingga memperoleh sukses dalam karir sebagai penulis.. d. Bagi siswa Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya dari nilai tugas yang diberikan oleh guru. 5. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Kemampuan Menggunakan Kata Penghubung Dalam Karangan Deskripsi Siswa.......... masih kurang