Anda di halaman 1dari 27

OLEH DRA. WAHYU MULYANI, M.SI.

Batasan Bahasa Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat, yang berupa bunyi suara atau tanda/ isyarat / lambang yang dikeluarkan oleh manusia untuk menyampaikan isi hatinya kepada manusia yang lain ( Wirjosoedarmo,1985) Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berinteraksi, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri (Kridalaksana, 1982) Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyaakat berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Keraf,.1969). Bahasa adalah sistem simbol bunyi bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikirannya (Wibowo, 2003: 3).

Pemakaian Bahasa

Menurut pemakainnya, bahasa dibedakan atas dua macam, yakni bahasa lisan dan bahasa tulis ( Wirjosordarmo, 1985: 1). Bahasa lisan ialah bahasa yang penyampaiannya dilakukan dengan jalan berbicara, sedangkan yang menerimanya melakukan dengan jalan mendengarkan. Bahasa tulis ialah bahasa yang penyampaiannya dilakukan dengan jalan menulis/mengarang, sedangkan yang menerimanya melakukan dengan jalan membaca. Bahasa yang asli ialah bahasa yang diucapkan atau bahasa lisan, karena sebelum pandai menulis, orang sudah pandai berkomunikasi dengan suara yang mengandung arti. Baru kemudian timbul bahasa tulis. Hal itu tidak berarti bahwa bahasa lisan lebih penting dari pada bahasa tulis atau sebaliknya keduanya memegang peranan penting sebagai alat komunikasi.

Fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional 1. Sebagai alat untuk menjalankan administrasi negara. Misalnya dalam surat menyurat resmi peraturan-peraturan, undangundang dan pidato pada pertemuan resmi. 2. Sebagai pemersatu bangsa Indonesia 3. Sebagai wahana (tempat,wadah) untuk menampung kebudayaan baru dalam membina kebudayaan nasional (Keraf, 1980: 17). Sedangkan menurut Falah S Hud (1988: 29) Fungsi khusus bahasa Indonesia dibagi menjadi 6 (enam) yaitu Sebagai identitas bangsa sebagai bahasa persatuan Republik Indonesia Sebagai kebanggaan nasional sebagai alat untuk menjalankan administrasi negara RI Sebagai alat komunikasi bangsa Indonesia Sebagai alat pengembangan kebudayaan bangsa

Bahasa Indonesia baku adalah bahasa Indonesia yang hidup dengan berbagai variasi pembakuan dan berfungsi untuk mendukung tujuan-tujuan komunikasi tertentu. Variasi lain yang disebut bahasa nonbaku tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya dalam komunikasi. Pembakuan bahasa Indonesia tidak untuk mematikan variasi-variasi bahasa nonbaku. Hidupnya variasi pemakaian bahasa nonbaku tetap menjamin kelangsungan dan kelancaran komunikasi yang tidak mungkin dilaksanakn oleh ragam baku, seperti komunikasi akrab dan santai.

Ragam nonbaku banyak mengandung unsur-unsur dialek dari bahasa daerah setempat, maka bahasa nonbaku banyak sekali variasinya bergantung dari pemakai dan pemakaiannya. Dialek yang mendukung bahasa nonbaku tersebuit berupa dialek regional, dialek temporal, dan dialek sosial. Selain itu bentuk bahasa Slang dan Jargon juga termasuk nonbaku.

ragam dialek temporal yaitu dialek karena berbeda waktu. misalnya: kata hulubalang, pelebaya, dobi adalah kata kuno, sekarang diganti kata komando, algojo dan tukang sepatu.
ragam dialek regional yaitu dialek yang terjadi karena adanya perbedaan letak daerah geografi. Misalnya kata pohong lebih umum dipakai oleh orang suku jawa, lain dengan kata Menyok [mo?]

ragam dialek sosial yaitu dialek yang terjadi kaena adanya sifat dan hubungan kemasyarakatan (Wirjosoedarmo, 1085: 6) Sedangkan menurut Wibowo (2003: 9) dialek sosial adalah perbedaan bahasa yang dipakai antara suatu kelompok sosial dan kelompok sosial lainnya Perbedaan ini bisa terpicu/ diakibatkan adanya perbedaan strata sosial. Misalnya: bahasa jawa yang digunakan oleh kaum bangsawan dengan bahasa jawa yang digunakan oleh buruhnya. tasawuf lazim dipakai di lingkungan agama Islam kebatinan lazim dipakai oleh lingkungan masyarakat non Islam mistik lazim dipakai oleh lingkungan masyarakt agama manapun juga.

. Jargon adalah ragam bahasa yang khas, yang digunakan oleh masyarakat tertentu, biasanya masyarakat luar sulit memahami. Contoh jargon : bahasa politik, bahasa ekonomi yang tidak akan dimengerti oleh orang awan, kalau tidak para ahli dalam bidang itu. Misalnya pegawai bank akan menggunakan ragam kata saldo, kredit,

debet dan piutang

3. Slang adalah ragam bahasa khas anak muda, atau bahasa gaul, yang diciptakan secara segar, asli, tajam dan cepat berubah ujud karena slang diantaranya kata atau istilah baku yang di plesetkan maknanya. Contoh. DKI : Dibawah Ketiak Istri Sus(z)uki : Sungguh Sungguh Lelaki Bisnis : Bisik-Bisik Manis Gersang : Segar Merangsang Seniman : Senang Istri Teman

Fungsi Bahasa Indonesia Baku Menurut Harimurti Kridalaksana, bahasa Indonesia baku adalah ragam bahasa yang dipergunakan dalam: (a) komunikasi resmi, yakni dalam surat-menyurat resmi, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, penamaan dan peristilahan resmi, perunang-undangan, dan sebagainya (lihat fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi); (b) wacana teknis, yakni dalam laporan resmi dan karangan ilmiah; (c)pembicaraan di depan umum yakni dalam ceramah, kuliah, khotbah; dan (d) pembicaraan dengan orang yang dihormati yakni orang yang lebih tua, lebih tinggi status sosialnya dan orang yang baru dikenal.

Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku

Ciri-ciri yang menandai ragam bahasa Indonesia baku adalah : a. Pemakaian prefik me- dan ber- bila ada- secara eksplisit dan konsisten, contoh:

Bahasa Indonesia Baku Bahasa Indonesia Nonbaku - Banjir menyerang -Banjir serang kampung kampung yang yang banyak penduduknya banyak penduduknya - kuliah sudah berjalan -kuliah sudah jalan dengan dengan lancar lancar

b. Pemakaian pola frase verbal aspek+agen+verba- bila ada - secara eksplisit dan konsisten. Contoh: Bahasa Indonesia Baku Bahasa Indonesia Nonbaku - Surat Anda sudah saya baca - Surat Anda saya sudah baca - Kiriman itu telah kami terima - Kiriman itu kami telah terima

c. Pemakaian konjungsi bahwa dan karena bila ada-secara eksplisit dan konsisten. Contoh: Bahasa Indonesia Baku Bahasa Indonesia Nonbaku - Ia tahu bahwa anaknya lulus - Ia tahu anaknya lulus - Ia tidak percaya kepada semua - Ia tidak percaya kepada semua orang, orang,karena tidak setiap orang tidak setiap orang jujur jujur

d. Pemakaian konstruksi sistetis berikut menandai bahasa Indonesia nonbaku, contoh: Bahasa Indonesia Baku Bahasa Indonesia Nonbaku - Ia memberitahukan bahwa - Ia kasih tahu adiknya sakit adiknya - sakit - Ia telah membersihkan - Ia telah bikin bersih ruangan ruangan itu itu

Berkomunikasi dapat dikatakan sebagai kegiatan transaksional. artinya pengiriman dan penerimaan pesan, keduanya terikat pada kaidah pesan dan transaksi dalam mengekspresikan serta merespon pesan/informasi. Beranologi pada peran dan aturan dalam mekanisme kegiatannya, hubungan peran dalam komunikasi ini dapat disebut dengan hubungan transaksional. Bentuk komunikasi ada dua: Verbal nonverbal

Komunikasi verbal mengacu pada pengiriman atau penerimaan pesan/informasi antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. !

Hakekat komunikasi nonverbal menurut Lubis (2007) adalah bentuk komunikasi tanpa kata-kata . Dalam komunikasi ini terdapat proses yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, pada saat menyampaikan isyarat tertentu yang memiliki potensi untuk merangsang makna dalam pikiran individu lain. Perwujudan komunikasi nonverbal ini antara lain berupa ekspresi, wajah,sentuhan, waktu, gerak, syarat, bau, gerak mata, dan perilaku spesifik bermakna yang lain.

Sistem komunikasi nonverbal dapat dipilah menjadi tiga subsistem. Levine & Adelman (1982) dalam Nababan (1993) yitu (1) sistem Kenesik atau gerakan badan, (2) sistem Proksemik atau penanganan ruang, (3) sitem Kronemik atau penggunaan waktu.Hall (1976) menambahkan satu sistem lagi, yaitu cara penangan urutan komunikasi antara pihak yang melakukan tindakan komunikasi yang disebut adumbration atau sistem pengurutan.

Pengertian karangan : bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam kesatuan tema yang utuh. Karangan juga diartikan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur (Kosasih, 2003:26).

I. berdasarkan bentuk A. Prosa: karangan bebas yang disusun dalam bentuk bebas dan terperinci.

Prosa ada dua: fiksi dan nonfiksi Fiksi adalah karangan yang disusun dalam bentuk alur yang menekankan aturan sistematika penceritaan, Contoh: novel, cerpen. Nonfiksi adalah karangan yang menekankan aturan sistematika ilmiah dan aturan-aturan kelogisan. Contoh esey, laporan penelitian dan biografi.

B. Puisi adalah karangan yang mengutamakan keindahan bentuk dan bunyi serta kepadatan makna. Contoh : Puisi Aku By Chairil Anwar C. Drama adalah karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.

Ada lima : Karangan Narasi: karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan. Karangan deskripsi: karangan yang menggambarkan suatu objek dengan tujuan agar pembaca merasakan seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkannya. Karangan eksposisi: karangan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya agar pembaca mendapat informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Dikemukakan dengan data dan fakta untuk memperjelas pemaparan. Karangan Argumentasi: : karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta. Karangan persuasi: karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca .

1. 2. 3. 4. 5. 6.

menentukan topik, tema, tujuan merumuskan judul karangan menyusun kerangka karangan mengumpulkan bahan mengembangkan kerangka karangan cara pengakhiran dan pemyimpulan

Topik: pokok pembicaraan (lisan), pokok permasalahan (tulisan) Syarat topik yang baik Harus menarik Harus dikuasai penulis Harus aktual Ruang lingkupnya terbatas Tema: rumusan dari topik yang dipakai sebagai landasan pemyusunan karangan Syarat tema yang baik Memiliki kejelasan Memiliki kesatuan Memiliki keaslian

Contoh: Topik: Faedah memiliki sifat pemaaf Tema: Sifat pemaaf dapat memberi kebahagiaan dalam pergaulan hidup

Tujuan: 1. memberitahu pembaca bahwa sifat dendam dapat menimbulkan kegelisahan dan permusuhan 2. Sifat pemaaf dapat memberi kebahagiaan bathin dan kesuksesan dalam pergaulan

Syarat-syarat judul yang baik Relevan: ada hubungan dengan isi karangan Provokatif: dapat menimbulkan hasrat ingin tahu pembaca Singkat: mudah dipahami, enteng diingat

3. menyusun kerangka karangan Mengungkapkan maksud yang jelas Tiap bagian dalam kerangka hanya mengandung satu gagasan Bagian-bagian dalam kerangka karangan harus tersusun secara logis Penggunaan simbol yang konsisten

semua bahan yang diperoleh dicatat, agar tidak lupa. Catatan harus rapi, agar mudah dimanfaatkan. 5. Mengembangkan kerangka karangan; Mendeskripsikan masalah yang akan dibahas Analisis terhadap sebab akibat masalah Alternatif-alternatif sebagai pemecahan masalah

Hubungan antara bagian kesimpulan dengan bagian sebelumnya bersifat khusus ke umum.

Pentingnya penanman karakter pendidikan anak atau orang dewasa sejak usia dini * Pentingnya pendidikan berkarakter pada anak sejak usia dini

Pada dasarnya semua peserta didik memiliki karakter yang berbeda-beda * pada dasarnya peserta didik memiliki karakter yang berbedabeda Bagaimana peran pendidikan di negara kita untuk saat ini? *Peran pendidikan di negara kita saat ini .... Pentingnya pendidikan berkarakter bagi siswa yang kurang mampu berpikir positif/ kurang mampu berkreatifitas adalah suatu hal yang perlu di memerlukan perhatian oleh dari semua pendidik maupun penyelenggara pendidikan lainnya.