Anda di halaman 1dari 8

PEMBAHASAN JURNAL ILMU GIZI VITAMIN C

OLEH:

NAMA NIM

: SITI KHAIRIAH : 132500051

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

BAB II PEMBAHASAN

A. Defenisi Vitamin adalah suatu senyawa organik yang terdapat di dalam makanan dalam jumlah sedikit dan dibutuhkan jumlah yang besar untuk fungsi metabolisme yang normal. Vitamin dapat larut di dalam air dan lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K dan yang larut di dalam air adalah vitamin B dan C. Vitamin C adalah Kristal putih yang mudah larut dalam air. Vitamin C yang disebut juga sebagai asam askorbik merupakan vitamin yang larut dalam air. Dalam keadaan kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadaan larut, vitamin C mudah rusak karena bersentuhan dengan udara (oksidasi) terutama apabila terkena panas. Vitamin C tidak stabil dalam larutan alkali, tetapi cukup stabil dalam larutan asam Di dalam tubuh, vitamin C terdapat di dalam darah (khususnya leukosit), korteks anak ginjal, kulit, dan tulang. Vitamin C akan diserap di saluran cerna melalui transpor aktif Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam airdan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Meskipun jeruk dikenal sebagai buah penghasil vitamin C terbanyak, sebenarnya salah besar, karena lemon memiliki kandungan vitamin C lebih banyak 47&% daripada jeruk. Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan. Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkanradikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian diInstitut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%. Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik dimulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah

goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, sepertikolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek

B. Fungsi dan Manfaat

1. Melawan kanker Melawan kanker adalah salah satu fungsi vitamin C. Beberapa wanita yang mengkonsumsi banyak mengandung vitamin C dari makanan seperti buah-buahan atau sayur (bukan dalam bentuk suplemen), dapat memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara. Bahkan ada beberapa riset mengindikasikan bahwa fungsi vitamin C dapat dijadikan sebagai racun bagi sel-sel kanker tertentu. 2. Memperbaiki kulit Vitamin C mengandung antioksidan yang banyak yang juga dibutuhkan oleh kulit, di mana antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas yang menumpuk akibat terkena paparan sinar matahari. "Pemberian asupan vitamin C yang digabungkan dengan bahan lainnya dapat memperbaiki beberapa tanda-tanda penuaan termasuk berupa garis-garis halus, pigmentasi yang tidak merata, warna kulit dan juga tekstur," kata Dr Mariusz Sapijaszko, direktur medis dari Youthful Image Cosmetic Surgery Clinic dan jugs seorang profesor dermatologi di University of Alberta. Merupakan salah satu fungsi vitamin C dibidang kesehatan kulit. 3. Meningkatkan mood Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan perubahan psikologis. Peneliti dari McGill University menyatakan bahwa pemberian suplemen vitamin C (500 mg dua kali sehari) bagi pasien rawat inap yang mengalami kekurangan vitamin C, secara signifikan dapat membantu meningkatkan suasana keadaan hati mereka. Ini adalah salah satu fungsi vitamin C yang sangat dianjurkan bagi yang sering merasa gelisah, dan sebagainya. 4. Menurunkan resiko serangan jantung Vitamin C dapat menghilangkan aterosklerosis yang berada di dalam jantung. Aterosklerosis adalah suatu keadaan dimana arteri jantung menebal dan dapat meningkatkan terjadinya serangan jantung sebab darah menjadi tidak lancar.

5. Mengontrol tekanan darah Tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian mendadak pada orang yang menderitanya. Mengkonsumsi vitamin C dengan dosis yang dianjurkan secara rutin dapat mengontrol tekanan darah. 6. Mencegah stroke Diet tinggi antioksidan yang kaya akan buah dan sayuran dapat membantu menangkal penyakit kardiovaskular. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka dengan tingkat tertinggi vitamin C dalam tubuh berada pada risiko terendah untuk menderita stroke (terutama pada wanita). 7. Mencegah diabetes Vitamin C mampu untuk menurunkan kadar gula yang terdapat dalam tubuh dan dapat mencegah efek buruk dari diabetes pada penderitanya. Ganti camilan manis dengan buah jeruk atau sumber lainnya yang mengandung vitamin C. 8. Mencegah katarak Apabila kekurangan vitamin C lensa mata akan menjadi buram sehingga dapat menyebabkan pandangan anda menjadi kabur.

C. Bahan Makanan Sumber Vitamin C Vitamin C pada umumnya hanya terdapat pada bahan makanan nabati,yaitu sayur dan buah terutama yang mengandung asam. Tabel Bahan Makanan Sumber Vitamin C (mg Vit.C/100 g bahan) (Sumber: Daftar Analisa Bahan Makanan, Dep.Kes.RI, 1964) BUAH Asparagus Kacang-kacangan segar Brussels sprout Sawi Kol kembang Selada air Cabai hijau SAYUR Jambu batu Jeruk lemon Jeruk nipis Jeruk orange Mangga Nanas peaches

33 19 94 50 69 70 120

302 50 27 49 41 24 26

D. Angka Kecukupan Gizi Vitamin C Asupan vitamin C yang ditetapkan Recommended Daily Allowance (RDA) untuk remaja usia 11-14 tahun adalah 50 mg/hari dan usia 15-18 tahun 60 mg/hari. Peningkatan kebutuhan vitamin C dalam keadaan stress psikologik atau fisik, seperti pada luka, panas tinggi, atau suhu lingkungan tinggi. Tabel Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk vitamin C (sumber: Widya Karya Pangan dan Gizi, 1998) Golongan umur 0-6 bl 7-12 bl 1-3 th 4-6 th 7-9 th AKG (mg) 30 35 40 45 45 Golongan Umur Wanita: 10-12 th 13-15 th 16-19 th 20-45 th 46-59 th 60 th hamil Menyusui: 0-6 bl 7-12 bl AKG (mg) 50 60 60 60 60 60 60 +10 +25 +10

Pria: 10-12 th 13-15 th 16-19 th 20-45 th 46-59 th 60 th

50 60 60 60 60 60

E. Gejala Kekurangan Vitamin C dan Penyakit yang ditimbulkan Gejala kekurangan vitamin C: 1. Kekurangan energy yang kronis, kelemahan dan depresi Kekurangan vitamin C bahkan juga dapat mempengaruhi kekuatan tulang. Tingkat vitamin C yang rendah juga dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastic. 2. Pendarahan gusi, gigi tanggal, atau gingivitis Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan kolagen yang diperlukan untuk membangun dan memelihara jaringan gigi dan gusi. Vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh untuk mensintesis kolagen.

3. Perubahan suasana hati Orang yang kekurangan vitamin C, moodnya mudah sekali berubah-ubah, gampang emosi, dan mudah marah. 4. Kulit memar Kulit yang mudah memar dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih, bisa menjadi indikasi kekurangan vitamin C. Lambatnya penyembuhan luka ringan secara alami oleh tubuh juga menunjukkan bahwa kadar vitamin C dalam tubuh kurang memadai. 5. Nyeri sendi Nyeri sendi atau tungkai yang kronis merupakan tanda-tanda lain yang mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan vitamin C. Kadang-kadang penyakit kudis yang parah juga dapat menyebabkan pendarahan di dalam sendi dan menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. 6. Anemia Anemia adalah tanda lain dari kemungkinan kekurangan vitamin C. Orang yang kekurangan vitamin C juga gampang jatuh sakit karena system kekebalan tubuhnya melemah. Penyakit yang ditimbulkan: 1. Sariawan Sariawan kerap sekali terjadi pada orang yang kekurangan vitamin C dan sariawan tersebut juga sangat sukar untuk sembuh. 2. Gusi Berdarah Pada orang yang kekurangan vitamin C akan cepat dengan mudah mengalami pendarahan pada gusi dan hal ini mengakibatkan bau nafas menjadi kurang sedap. 3. Anemia Pada sebagian orang yang mengalami kekurangan vitamin C juga kerap menjadi anemia. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan di dalam tubuh seseorang yang telah mengalami kekurangan vitamin C menjadi menurun dan menjadikan tubuh orang tersebut menjadi lemah serta sering jatuh sakit. F. Gejala Kelebihan Vitamin C dan Masalah yang ditimbulkannya Gejala Kelebihan vitamin C: Diare Meningkatnya asam lambung

Masalah yang timbul akibat kelebihan vitamin C: Apabila mengkonsumsi vitamin C dengan dosis yang tinggi mengakibatkan terganggunya penyerapan vitamin B12 di dalam tubuh. Sedangkan vitamin B12 berperan dalam fungsi saraf otak dan juga sel sel darah merah. Menyebabkan produksi asam lambung meningkat dikarenakan konsumsi vitamin C dengan dosis yang berlebih. Sehingga menimbulkan masalah pencernaan seperti iritasi lambung, diare, dan juga penyakit gangstritis. Mengkonsumsi vitamin C yang berlebih mengakibatkan terjadinya gangguan pada urikosuria yaitu terjadinya peningkatan ka dar asam urat di dalam kandungan kemih. Sehingga memicu resiko gangguan pada ginjal. Sedangkan untuk anda yang mengkonsumsi vitamin C melebihi batas maksimal setiap hari yaitu 2000 mg, akan mengakibatkan beberapa gangguan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan otak. Mengkonsumsi terlalu tinggi vitamin C dengan batas dosis setiap hari berlebih akan menggakibatkan pusing dan juga mual. Pemberian secara langsung pada kulit anda akan menimbulkan ruam, alergi bahkan hingga menyebabkan iritasi kulit. Bagi yang sedang melakukan pengobatan, khususnya pengobatan kanker akan mengakibatkan gangguan penyerapan obat -obatan kanker dikarenakan terlalu banyak dosis vitamin C yang masuk ke dalam tubuh.

DAFTAR PUSTAKA Almatsir,S., 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta, PT. Gramedia PustakaUtama. Astute,H.N., 2011. Ilmu Gizi dalam Keperawatan. Jakarta, CV. Trans Info Media. Baliwati,Y.F., Ali, K., Dwiriani C,M., 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Bogor.Penebar Swadaya. Beck,M.E., 1993. Ilmu Gizi & Diet. Yogyakarta, CV. Andi Offset. Nurachmah, E., 2001. Nutrisi & Keperawatan. Jakarta, Sagung Seto. Pjojosoebagio,S. dan Wiranda,G.P., 1996. Fisiologi Nutrisi. Jakarta, UI Press.