Anda di halaman 1dari 15

Kematian Janin Dalam Kandungan

KEMATIAN JANIN DALAM KANDUNGAN

Definisi(1,2)
Kematian janin dalam kandungan (KJDK) adalah kematian janin dalam kandungan sebelum terjadi proses persalinan, mulai kehamilan 20 minggu atau berat badan lahir 500 gram ke atas. WH menganjurkan agar dalam perhitungan statistik !ang dinamakan kematian janin ialah kematian janin dengan berat badan diatas "000 gram. #o$htar mengatakan kematian janin sebelum proses persalinan pada kehamilan 2% minggu ke atas atau berat badan janin diatas "00 gram.

Insiden(2,3,4)
&dapun pen!ebab utama atau pen!ebab langsung pada KJDK adalah hipoksia !ang terjadi akibat insu'isiensi plasenta, baik !ang kronis maupun !ang akut. Hipoksia sebagai pen!ebab langsung kematian janin dijumpai pada ( 50) kasus dan mekanismen!a tidak diketahui se$ara pasti. *nsiden biasan!a lebih tinggi pada +anita dengan usia lebih dari ,5 tahun dan meningkat sesuai dengan pertambahan usia. -eningkatan risiko oleh karena insiden masalah medis lebih tinggi terjadi pada ibu dan risiko tinggi kelainan geneti$ pad janin.

Etiologi(1,5)
.emakin muda usia kehamilan saat terjadin!a kematian janin, $enderung disebabkan oleh abnormalitas kromosom, sedangkan hipoksia janin dan kelainan kongenital $enderung men!ebabkan kematian janin pada kehamilan lanjut. -ada ken!ataann!a KJDK (kematian janin dalam kandungan) !ang tidak diketahui pen!ebabn!a berkisar 50) dari total KJDK. Hal ini

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

din!atakan oleh ACOG (American College Of Obstetric and Gyneclogic) tahun "//,. 0aktor pen!ebab dari kematian janin se$ara umum dapat dikategorikan sebagai berikut 1 &. 0aktor Janin &nomali kromosom De'ek non kromosom 2on imun h!drops *n'eksi 3 4irus, bakteri, proto5oa. .olutio plasenta -erdarhan 'etal7maternal 8rauma tali pusat *nsu'isiensi plasenta &s'iksia inrapartum -lasenta pre4ia 8+in7to7t+in trans'usion 9horioamnionitis &ntiphospholipid antibod! Diabetes Hipertensi 8rauma .epsis &sidosis Hipoksia ;uptura uteri Kehamilan le+at +aktu bat7obatan

6. 0aktor -lasenta

9. #aternal (sekitar 5 : "0))

D. 0aktor !ang tidak diketahui (sekitar 25 : ,5 )).

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

Patologi(4,5,6)
-ada KJDK, janin mati biasan!a mengalami retensi didalam uterus beberapa hari sebelum janin dikeluarkan. Janin !ang mati dalam $airan amnion !ang steril, selanjutn!a janin mengalami proses maserasi. -ada keadaan ini kalau janin mati pada kehamilan !ang terus lanjut terjadi perubahan sebagai berikut 1 ". ;igor #ortis 6erlangsung 2 jam ,0 menit setelah kematian, kemudian lemas kembali. 2. #aserasi .tadium " 8imbul lepuh pad kulit. <epuh ini mula7mula berisi $airan jernih tetapi kemudian menjadi merah. 6erlangsung sampai =% jam setelah anak mati. .tadium 2 <epuh pe$ah dan me+arnai air ketuban menjadi merah $oklat. Hal ini terjadi setelah =% jam anak mati. .tadium , 8erjadi kira7kira , minggu stelah anak mati. 6adan janin sangat lemas, hubungan antara tulang sangat longgar dan edema diba+ah kulit.

Diagnosis(1,4)
-enilaian klinis pad KJDK diketahui dari hilangn!a gerak janin !ang dikeluhkan ibu, berat badan ibu menurun, pertumbuhan janin tidak ada, bahkan janin menge$il sehingga tinggi 'undus uteri menurun, tulang kepala kolaps, bun!i jantung janin tidak terdengar dengan 'etoskop dan dipastikan dengan Doppler. 6ila dilakukan pemeriksaan radiolog! akan tampak gambaran tulang kepala janin tumpang tindih satu sama lain (Spaldings sign), tulang belakang hiper'leksi (Noujokess sign), gambaran gas pada jantung dan pembuluh darah (Roberts sign), edema sekitar tulang kepala seperti >Halo?

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

( uels sign). -emeriksaan h9@ urin menjadi negati' setelah beberapa hari kematian janin (( "0 hari). Altrasonogra'i real time merupakan sarana penunjang diagnostik !ang baik untuk memastikan kematian janin dengan gambaran janin tanpa adan!a tanda7tanda kehidupan.

Penanganan(4,5,6)
-enanganan kematian janin dalam kandungan dapat dikemukakan sebagai berikut 1 ". -enanganan psikologik terhadap ibu 6ila kematian janin benar7benar telah dipastikan maka harus dilakukan pendekatan atau memberikan penjelasan sebaik7baikn!a terhadap ibu dan suami. 2. -engeluaran hasil konsepsi &da dua sikap dalam pengeluaran hasil konsepsi !aitu 1 &. Bkspekati' -ada sikap ini han!a dilakukan obser4asi saja dan menunggu sampai terjadin!a persalinan spontan. .ikap ini masih dianjurkan karena men!adari bah+a %0) (C07/0)) janin akan lahir spontan dalam +aktu 2 : , minggu setelah kematian janin. 8etapi sikap ini mempun!ai kekurangan dimana ban!ak pasien se$ara psikologis tidak dapat meneriman!a dan disamping ada risiko lain berupa kelainan pembekuan darah !ang dapat terjadi setelah ,7= minggu. ;etensi janin KJDK 1 6ila kadar 'ibrinogen di atas "00 mgDd< tidak mengganggu proses pembekuan. Kadar 'ibrinogen mulai menurun sekitar 25) (20750 mgDd<) perminggu setelah KJDK. .elama pasien diobser4asi, perlu dilakukan pemeriksaan serial 9 8 dan kadar 'ibrinogen setiap minggu untuk

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

mengantisipasi proses koagulopati !ang juga bisa mun$ul sebelum = minggu KJDK. Jika dijumpai hipo'ibrinogenemia tetapi si ibu tidak mengalami perdarahan akti', perlu dinberi heparin untuk men$egah intra4asular koagulasi, tetapi bila kelainan pembekuan dijumpai segera dilakukan usaha e4akuasi hasil konsepsi dari uterus. 6. B4akuasi produk konsepsi dari rahim Dapat dilakukan dengan beberapa $ara 1 -emberian oksitosin se$ara intra4ena pada kehamilan mendekati aterm, $ukup e'ekti' dalam menimbulkan kontraksi uterus +alaupun pemberiann!a kadang7kadang harus diulang. -ada kehamilan !ang belum aterm, pemberian in'us oksitosin kurng e'ekti' dan memerlukan pemberian in'us oksitosin kurang e'ekti' dan emerlukan pemberian dosis tinggi serta memerlukan lebih dari sekali pemberian. sesaria, letak lintang (menjelang aterm) dan 9-D. <aminaria dan oksitosin -emakaian laminaria !ang dimasukkan ke dalam kanalis ser4ikalis beberapa jam sebelum pemakaian in'us oksitosin, dapat menambah keberhasilan pengeluaran hasil konsepsi Bstrogen dan oksitosin *nduksi partus dengan oksitosin dapat dimulai dengan pemberian estrogen (ethinilestradiol) "72 mg tiap E jam selama =% jam. .etelah =% jam pemberian estrogen dilakukan stripping of t!e membrane , kemudian ditunggu 2= jam, bila persalinan belum dimulai maka dilakukan induksi dengan oksitosin drips. -rostaglandin #enurut "ood and rug administration (" A) , prostaglandin !ang digunakan untuk induksi persalinan pada KJDK adalah ksitosin sebaikn!a tidak diberikan pada keadaan bekas seksio

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

prostaglandin B2 (-@B2) !ang diberikan dalam bentuk 4aginal suppositoria. Dosis !ang digunakan 20 mg suppositoria !ang diberikan tiap , jam, ditempatkan di 'orniF 4agina. Dapat juga diberikan dalam bentuk gel melalui 4agina. .untik larutan garam hipertonis (larutan 2a93 20)) <arutan ini disuntikkan ke dalam kantong amnion !ang terkenal dengan #Salting Out$. Bmbriotomi .uatu persalinan tanpa buatan dengan ibu. $ara -ada merusak saat atau memotong bagian7bagian tubuh janin agar dapat lahir per4aginam Bkstraksi -ada janin mati letak lintang, janin ke$il, dan menjadi lembek, kadang7kadang persalinan bisa berlangsung spontan. Janin dalam keadaan terlipat dua mele+ati jalan lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan e4olusio spontanea menurut $ara Denman atau Douglas. -ada $ara Denman bahu tertahan pada sim'isi dan dengan 'leksi kuat di bagian ba+ah tulang belakang, badan bagian ba+ah, bokong, dan kaki turun di rongga panggul dan dilahirkan untuk kemudian dile+ati oleh bokong dan kaki, !ang lahir lebih dahulu, selanjutn!a diikuti oleh bagian7bagian badan lainn!a dan kepala. Dua $ara ini han!a merupakan 4ariasi74ariasi dari satu mekanisme, !aitu 'leksi lateral !ang maksimal dari tubuh janin. perasi berupa histerektomi atau .9 Histerektomi, han!a dilakukan jika terpaksa. ". 8indakan operasi Histerektomi pada KJDK dilakukan pada keadaan 1 6ila dengan induksi mengalami kegagalan. melukai sekarang embriotomi merupakan tindakan !ang jarang dilakukan.

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

-ada kasus bekas seksio se$ar korporal, dimana bila dilkaukan induksi dengan prostaglandin atau oksitosi ada an$aman ruptura uteri.

.eksio sesaria dilakukan pada kasus KJDK dengan plasenta pre4ia parsialis atau totalis dan letak lintang.

2. .9 Histerektomi *ndikasi utama untuk melakukan .9 Histerektomi adalah menghentikan perdarahan !ang hebat akibat insisi uterus ataupun adan!a ineksi berat pada uterus. *ndikasi lainn!a adalah ruptura uteri !ang tidak mungkin di repair kembali, plasenta akreta, perdarahan akibat atonia uteri !ang tidak terkontrol.

Komplikasi(4,5,6)
". 8rauma emosional !ang berat terjadi bila +aktu antara kematian janin dan persalinan $ukup lama. 2. Dapat terjadi in'eksi bila ketuban pe$ah. ,. Dapat terjadi koagulopati bila kematian janin berlangsung lebih dari 2 minggu.

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

Daftar Pustaka
". #o$htar ;, .inopsis bstetri, bstetri 0isiologi -atologi, B@9,

Jakarta, "//%122=7225, 2E/72C/ 2. 6uku &$uan 2asional -ela!anan Kesehatan #aternal dan 2eonatal, Ga!asan 6ina -ustaka .ar+ono -r+airohardjo, Jakarta, 200"1 "E27 "EE, ,,27,,E ,. Wiknjosasatro H, .ai'uddin &6, ;a$himhadi 8. *lmu Kebidanan. Ga!asan 6ina -ustaka .ar+ono -ra+irohardjo, Jakarta, "//1 2%7 2/=. C%57C%/ =. 9unningham 0@, #a$ Donald -9 et al. William -re$it$e7Hall *n$., A.&, 200"1 5E%7E0/, "0C,7"0C% 5. -edoman Diagnsosi 8erapi -irngadi #edan, bstetri dan @inekologi, ;.AD Dr. *lmu Kebidanan dan -en!akit 6agianDA-0 bstetri$s 2" st ed.

Kandungan 0K7A.A, #edan, "//,1 E7/, C%7C/ E. .tandar -ela!anan #edis, Depkes ;*7*D*, Hol.2, Jakarta, "//%1 "//7 20"

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

!"!# $%"&' "KI!

"namnesis
2o. #; 2ama Amur -endidikan &gama .uku D 6angsa &lamat #asuk ;.A-# Kelu(an #tama 8elaah 1 1 1 1 1 1 1 1 2" : ,, : E, 2! # ," tahun .<8& *slam #inang D *ndonesia Jl. #edan &rea .elatan 0, Juli 200=

1 -erdarahan dari kemaluan. 1 Hal ini dialami s sejak tanggal 0, Juli 200= pukul "0.,0 W*6, didahului pe$ah ketuban tanggal 0, Juli 200= jam "0.25 W*6, perdarahan (I) 2 F ganti doek, Keluar lendir darah (7), mules7mules mau melahirkan (I). ;i+a!at trauma (7), dikusuk (7).

;-8 ;H-H8 88-

1 Hipertensi (7), D# (7), &sma (7) 1 (7) 1 02 : 02 : 0= 1 0/ : "" : 0=

Periksa )amil
Dokter, " kali

%i*a+at persalinan

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

Kematian Janin Dalam Kandungan

". Hamil ini.

!"!# P%E E&!


.ensorium 8ekanan darah 2adi -ernapasan .uhu 1 1 1 1 1 9ompos mentis "20 D %0 mmHg %% F D menit 20 F D menit ,C,= 9
0

&nemis .ianosis Dispnoe *kterik Bdema

1 1 1 1 1

(7) (7) (7) (7) (7)

-".$%"!$%I#/
H6 1 "",E gr )

PE/E%IK ""& 0I IK
9or 1 dbn

-ulmo 1 dbn Hepar 1 dbn <ien 1 dbn

!"!# $. !E!%IK#
&bdomen 80A 8eregang 8erba+ah @erak DJJ H*. B6W 1 #embesar asimetris 1 " jari diatas pusat 17 1 Kepala 1 (7) 1 8idak terdengar dengan Daptone 1 2 F 20? D "5 menit, lemah 1 (7)

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

10

Kematian Janin Dalam Kandungan

Pemeriksaan 1! (1aginal !ou2(er)


-embukaan B''a$ement 8eraba tali pusat 1 2 $m 1 ,0 ) 1 #enumbung, tidak berden!ut

Diagnosis ementara
KJDK I 0luFus bleeding e$. .olusio plasenta I -@ I KD; (20 : 22 minggu) I -K I *npartu

Penatalaksanaan
;a+at &+asi H., H*. dan tanda7tanda inpartu &+asi tekanan darah *nj. &mpi$illin " gr <!tota$ J tab

%aporan &S& a'i () (* la!ir bayi +* ,, -.. gram* AS .. *bu dibaringkan di meja ginekologi dengan in'us dan kateter terpasang baik dengan in'us terpasang baik dengan induksi kateter terpasang menetap. -ada His !ang adekuat tampak kepala di introitus 4agina. -ada His !ang adekuat berikutn!a ibu dipimpin mengedan, lahir ba!i 66 =00 gram, &. 0, terlihat lasersai tingkat **, tali pusat la!u ber+arna $oklat kehitaman. 8ali pusat diklem pada dua tempat lalu dipotong diantaran!a. .etelah menunggu "5 menit plasenta lahir spontan, kesan lengkap B4aluasi jalan lahir t a a KA ibu post partum 1 6aik

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

11

Kematian Janin Dalam Kandungan

!erapi
;a+at *H0D ;< ,0 gttDmenit 9ross mat$h I -en!ediaan darah W6 500 $$ &mpi$illin 2 gr 0olamil " F " <!nural 2 F "

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

12

Kematian Janin Dalam Kandungan

0$--$3 #P K"-" &I0"


)ari ke 8anggal 8D 0. nadi 0. napas 8emperatur 9or -ulmo #ammae &.* 0latus Arine De'ekasi -eristaltik 0A Diet 8erapi &) 1 05 : 0C : 200= "20 D %0 mmHg /E F D menit 20 F D menit ,E,2 0 9 2ormal 2ormal 2ormal 8idak ada &da 9ukup 6elum ada <emah 2 jari ba+ah pusat #6 &) 2 0E : 0C : 200= "20 D %0 mmHg %0 F D menit 20 F D menit ,C 0 9 2ormal 2ormal 2ormal 8idak ada &da 9ukup &da Kuat 2 jari ba+ah pusat #6

&moF$i$illin , F 500 &moF$i$illin , F mg 500 mg 0olamil " F " <!nural 2 F " 0olamil " F " <!nural 2 F " P.4

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

13

Kematian Janin Dalam Kandungan

"&"-I I K" #
Dilaporkan suatu kasus 2!. #, umur ," tahun, @"-0&b0, *slam, #edan. Keluhan 1 perdarahan dari kemaluan sejak tanggal 0, Juli 200= pukul "0.,0 W*6, didahului pe$ah ketuban tanggal 0, Juli 200= jam "0.25 W*6, perdarahan (I) 2 F ganti doek, keluar lendir darah (7), mules7mues mau melahirkan (I) Dari hasil pemeriksaan pada tanggal 0, Juli 200=, didapatkan 1 o .tatus present 1 o .tatus o H8 1 -embukaan B''a$ement 8eraba tali pusat 1 2 $m 1 ,0) 1 #enumbung, tidak berden!ut. .ensorium 1 9ompos mentis 8ekanan darah 0rekuensi napas bstetrik &bdomen 80A 8eregang 8erba+ah @erak DJJ H*. B6W 1 #embesar asimetris 1 " jari diatas pusat 17 1 Kepala 1 (7) 1 8idak terdengar dengan Daptone 1 2 F 20? D "5 menit, lemah 1 (7) 1 "20D%0 mmHg 1 20 FDmenit

Dan berdasarkan dari status present dan pemeriksaan obstetrik maka ditegakkan diagnosis 1 K KJDK I 0luFus bleeding e$. .olusio plasenta I -@ I KD; (20 : 22 minggu) I -K I *npartu

-ada kasus ini ibu melahirkan se$ara spontan, dan lahir ba!i + dengan 66 =00 gram, &. 0.

PE%/" "-")"&

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

14

Kematian Janin Dalam Kandungan

". &pakah penanganan pada pasien ini sudah benar L 2. &pakah pen!ebab KJDK pada pasien ini L

KKS SMF Ilmu Kebidanan & Penyakit Kandungan RSPM

15