Anda di halaman 1dari 16

WORKSHOP UB-PGB TGL.

6 8 FEBRUARI 2014 DI HOTEL BANDARA, SURABAYA


OLEH : PERBERASAN - UBPGB DIVISI INDUSTRI TAHUN 2014

Pengolahan pasca panen padi dan gabah menjadi beras harus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan : pelanggan

Citra penggilingan padi ditempuh dengan menghasilkan beras berkualitas baik / prima

Peningkatan pemahaman terhadap peralatan dan proses pengolahan pasca panen padi dan gabah menjadi beras mutu prima mulai dari panen, pengeringan sampai penggilingan.

Panen dan Perontokan Padi


Tujuan: Mendapatkan gabah Kering Panen (GKG) bersih dan mutu bagus , susut minimal, biaya kompetitif, sehingga mempermudah pekerjaan pengeringan dan penggilingan.

Beberapa teknik/cara panen:


Dengan ketam/ani-ani. Dengan sabit. Dengan grass cutter. Dengan mesin harvester :

Beberapa teknik perontokan


Secara manual ( digebot). Dengan diiles pakai hewan. Dengan mesin thresher

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>combine harvester

Penampang Gabah/Beras

Proses Pengeringan dan Giling Gabah


Paddy Cleaner/ Blower
Gabah kering

Gabah GKG

Husker

sekam

Paddy separator
Beras PK

Pengeringan /Dryer

Polisher

Gabah basah

Utuh
Beras Putih

patah menir
Screen/Grader

Pengeringan Gabah
Tujuan: Mendapatkan Gabah Kering Giling (GKG) mutu bagus , biaya kompetitif, melalui penurunan kadar air dan pembersihan, sehingga mempermudah penyimpanan dan penggilingan.

Beberapa teknik pengeringan:


Dijemur: tergantung cuaca, kotor, gangguan hewan. Mekanis dengan dryer : bad vs continuous drying ; tak tergantung cuaca, mutu gabah relatif lebih baik (bersih, berasnya utuh), tidak diganggu hewan.

Hal-hal yang Perlu Perhatian:


Proses Pembersihan gabah Kering panen (GKP)dan GKG. Pengaturan suhu dan aliran udara ( kecepatan pengeringan), Pendinginan supaya tak retak berasnya. Biaya Pengeringan, terutama BBM dan buruh.

Teknis Pemasukan GKP ke Dryer untuk menjadi GKG

Sebelum gabah basah dimasukkan ke corong dryer perlu sortir/evaluasi Kadar Air /Karung terhadap karung-karung gabah yang di beli. Gabungkan karung gabah yang KA selisih antara satu karung dengan karung lain antara 1% s/d 3%. Kelompokkan karung gabah sesuai kedekatan tingkat KA Masukkan ke Dryer/Elevator Kelompok Karung Gabah yang paling tinggi KA dan lakukan pengecekan setiap 30 Menit sampai mendekati Kelompok Karung yang sedang tingkat KA dan kemudian segera masukkan kembali kelompok gabah yang tinggkat KA sedang dan seterusnya sampai seluruh gabah masuk dan kering menuju KA ideal 14% . Pemasukkan gabah bertahap sesuai KA gunanya untuk kerataan KA menuju KA yang ideal, bila tidak dilakukan secara bertahap di khawatirkan sebagaian gabah ada yang terlalu kering akibatnya yang kering akan sangat kering sekali atau masih ada yang basah, hal ini mempengaruhi rendemen GKG. Hasil GKG setelah kering tetap dikering anginkan dengan mematikan kompor dryer namun blower dan yang lain tetap jalan 1 Jam. Kemudian GKG siap untuk dipindah ke product tank .

Penggilingan Gabah
Tujuan:
Memperoleh beras sosoh mutu bagus, rendemen optimal dan biaya kompetitif.

Urutan Proses :
1.Proses Pembersihan dengan cleaner dan destoner, untuk membuang: batu, pasir, logam, jerami, gabah hampa, dll. 2.Pengupasan/husking dengan rubber roll husker dan aspirator.Perhatikan: efisiensi, % broken beras PK. Rendemen PK. 3.Penyosohan dengan Whitener grinda/abrasive dan roll besi/friction polisher. Perhatikan: Derajad sosoh, % broken, kilap, rendemen.

4. Pemisahan menir dan broken dengan ayakan dan length grader, serta pemisahan butir kuning dengan color sorter. Perhatikan: effisiensi.

GKG Menjadi Beras


Pembelian GKG lebih berisiko menimbulkan kerugian al. : 1. Banyaknya beras butir kuning, butir kapur, dan patah2/broken setelah digiling. 2. Rendeman kurang / tidak tercapai Dibanding dengan pembelian GKP secara langsung kepada Petani, Poktan dan Gapoktan. Namun jika membeli GKG secara langsung dengan mengetahui Gabah di sawah atau gabah basahnya (GKP )

BAGAIMANA ANTISIPASI ???? TERHADAP BUTIR PATAH / RENDEMEN dengan cara sederhana memprediksi Hampa GKG yi. : 1. Dengan menggunakan mini RMP atau dikenal GATTS, namun belum 100% mewakili untuk tingkat rendemen 2. Langsung kita coba di rmp kecil mitra binaan UPGB untuk digiling saat kita beli 3. Atau dengan cara lain yi. :

GKG yang mau di beli dengan berat ratas @ 50 kg diambil 1 karung coba di blower sehingga didapat GKG yang isi dan hampa tertiup /kebuang. jika yang tertiup 1,5 kg maka butir hampa 3% dari berat 50 kg dan gabah yang isi sebanyak 48,5 Kg (97%) Kemudian dimasukkan dalam karung sedangkan bila ditimbang maka berat brutto dengan berat karung sendiri 110 Gram Jadi total Berat Netto 50 Kg sehingga berat Brutto 50,110 Kg (sebagai pembanding) Selanjutnya karung GKG yang tidak di blower di berdirikan dan dibandingkan dengan karung pembanding. Lihat ketinggian antara karung pembanding dengan karung yang tidak di blower, bilamana lebih tinggi dapat dipastikan butir hampa cukup tinggi diatas ketentuan walaupun berat per karung sesuai ketentuan. Sehingga harga GKG dapat kita prediksi rata-rata butir hampa setiap karung. Setelah melakukan uji kualitas GKG yang telah kita lakukan adalah timbang 100% terhadap GKG yang dibeli.

Kegiatan UPGB meliputi : a. Kegiatan Komersial - Perdagangan Beras UPGB antar wilayah : antar Divre/Subdivre/UPGB lain/BulogMart - Perdangan Beras ke pasaran Umum - Stocking Gabah untuk Beras Komersial b. Kegiatan Pelayan Publik - Penjualan beras/pemupukan Stock PSO - Penjualan Gabah PSO

Mesin Pengeringan & Mesin Penggilingan di UPGB


UPGB memiliki Mesin Pengeringan dan Mesin Penggilingan Kapasitas Mesin Pengeringan GKP = 9.000-10.000/Kg dan di keringkan selama 8 10 Jam Kapasitas Mesin Penggilingan GKG = 2.500 -3.000 /Kg selama 1 Jam Untuk efisiensi biaya karena Mesin Pengeringan dan Pengilingan menggunakan 1 Genset yang kapasitasnya besar 300 s/d 350 KVA maka pelaksanaan dilakukan bersamaan yaitu dengan mengoptimalisasikan Kapasitas mesin pengeringan yang kapasitas 9.000-10.000/Kg selama 8 10 Jam dan bersamaan menyiapkan GKG sebanyak 2.500-3000 Kg x 8 - 10 Jam = 20.000 sd 25.000 Kg, bila tidak dioptimalisasikan kapasitas secara bersamaan dipastikan biaya HPP tinggi dan sulit untuk penjualan produk. HPP tinggi dikarenakan biaya produksi yang tidak efisien, sehingga penjualan beras UPGB tidak dapat bersaing dengan harga beras lain dipasaran umum, karena terlalu mahal.

Perawatan/Penggantian Mesin Diesel


Ganti Oli setiap 300 sd 500 jam kerja Ganti Filter/saringan oli setiap 3 kali ganti oli Ganti Saringan Solar setiap 500 jam kerja Ganti Saringan udara setiap 900 jam kerja Bersihkan saringan udara setiap 1 minggu sekali - Ganti air radiator 3 bulan sekali. - Perlu adanya kontrol saat mesin berjalan.

Perawatan Dryer/Pengering
Pembersihan setiap pemakaian 3x dryer Saringan minyak dan nozzle kompor Pemberian stempet setiap 2 mgg sekali Rantai motor elevator 1 dan 2 Bearing poros utama PC-200 Bearing flip flap, blower2, ayakan getar, vibrating conveyor Oli gear box elevator dan motor flip flap

Perawatan RMP/Penggilingan
Pelapis rumah kipas APC-3 dan sekam dan daun kipas Bearing2 ada apc, blower, hu, ars, rmb, ra, kb, screw conveyor dll Poros pengaturan kmiringan pd talam Dll.