Anda di halaman 1dari 3

1. Apa peran atau fungsi penambahan CaCl2 pada sampel pemeriksaan TEG ?

Jawab : Fungsi dari penambahan CaCl2 adalah rekalsifikasi. Dimana pada sampel yang menggunakan antikoagulan sitrat, akan mengikat ion calsium yang sangat berfungsi dalam proses pembekuan darah. Dengan diikatnya kalsium maka tidak akan terjadi

aktifasi dari faktor XIa yang mana fungsinya adalah mengaktifasi faktor IX menjadi faktor IXa, dan faktor IXa mengaktifasi faktor X menjadi faktor Xa. Kemudian kalsium ini juga berfungsi dalam ikatan antara tissue faktor dan faktor V11 pada jaur ekstrinsik. Selanjutnya kalsium ini juga berperan dalam kompleks prothrombinase, yang secara cepat merubah protrombin menjadi trombin. Sehingga dengan penambahan CaCl2 makan proses aktifasi pembekuan darah
akan terjadi kembali.

2. Bagaimana patofisiologi terjadinya hiperkoagulasi pada wanita hamil Jawab :

3. Mengapa pada PPH terjadi proses hiperfibrinolisis sedangkan pada wanita normal terjadi fibrinolisis yang berkurang ? Jawab : Pada wanita hamil normal terjadi aktivitas fibrinolisis yang berkurang karena pada kehamilan terjadi penurunan dari tissue activator plasminogen (tPA) didalam sirkulasi. Penurunan dari tPA ini masih belum jelas penyebabnya pada kehamilan. tPA merupakan salah satu komponen dalam aktivitas fibrinolisis. berasal dari sel-sel endotelium pembuluh darah yang rusak. Dengan adanya tPA maka plasminogen akan diubah menjadi plasmin. Plasmin merupakan enzim fibrinolitik utama yang berfungsi memecah fibrinogen dan fibrin yang menghasilkan bermacam-macam produk degenerasi fibrinogen (Fibrin Degradation Product / FDP). Jika plasmin melisiskan unsoluble fibrin, maka akan meningkatkan jumlah produk degradasi fibrin yang terlarut. Fibrin degradation product (FDP) yang dihasilkan berupa fragmen X, Y, D dan E. Dua fragmen D dan satu fragmen E akan berikatan dengan kuat membentuk D-dimer. Sedangkan pada PPH terjadi hiperfibrinolisis dikarenakan kontraksi otot uterus tidak mengalami retraksi sehingga setelah pelepasan plasenta pembuluh darah menjadi tidak tertutup dan ini mengakibatkan jumlah perdarahan semakin banyak. Karena hal tersebut akan terjadi peningkatan aktivitas pembekuan darah dan uterus pada saat tersebut akan menghasilkan tPA untuk melakukan aktivitas fibrinolisis dan begitulah seterusnya sehingga mengakibatkan konsumsi berbagai faktor koagulasi terutama fibrinogen.

4.Apakah interfering faktor pada pemeriksaan TEG ? Jawab : Suhu, hemodilusi karena cairan infus, BP yang beku, stabilitas sampel, obat-obatan Anastesi.

5.Apakah perbedaan antara TEG dengan ROTEM ? Jawab: 1. Perbedaan dalam pripsip kerja alat. Dimana pada TEG terdapat pergerakan cup untuk merubah viskoelastisitas pembekuan darah, sedangkan pada ROTEM cup yang dimiliki terfiksasi sehingga tidak ada pergerakan cup yang bergerak sedangkan pada ROTEM 2. Jenis aktivator yang berbeda. pada TEG aktifatornya dapat berupa kaolin dan celite sedangkan pada ROTEM dapat berupa Untuk jalur intrinsik koagulasi dapat digunakan INTEM dan HEPTEM sedangkan pada jalur ekstrinsik digunakan EXTEM, FIBTEM dan APTEM 3. Efek getaran pada TEG lebih kuat daripada ROTEM 4. Parameter yang dinilai sedikit berbeda
Parameter Inisiasi koagulasi Pembentukan bekuan Kualitas Bekuan MA (maximum amplitudo) Lisis Bekuan LY30 TEG R (reaction time) K (coagulation time) (alpha angle) ROTEM CT (clotting time) CFT (clot formation time) (alpha angle) CA5, CA10, CA15 MCF (maximum clot firmness) MCE (maximun clot elasticity) LI30 (lysis index) ML (maximum lysis)

5 Pada TEG terdapat 2 chanel sedangkan ROTEM 4 chanel

1. Apa peran atau fungsi penambahan CaCl2 pada sampel pemeriksaan TEG ? 2. Bagaimana patofisiologi terjadinya hiperkoagulasi pada wanita hamil 3. Mengapa pada PPH terjadi proses hiperfibrinolisis sedangkan pada wanita normal terjadi fibrinolisis yang berkurang ? 4. Apakah interfering faktor pada pemeriksaan TEG ? 5. Apakah perbedaan antara TEG dengan ROTEM ?