Anda di halaman 1dari 9

Degredasi Sumberdaya Alam

Monday, 09 October 2006 14:49 administrator 01. Degradasi Sumberdaya Alam khususnya air dan lahan, yang ditandai dengan deplesi sumber air permukaan dan air ba!ah tanah, baik kuantitas maupun kualitasnya", semakin meluasnya tanah kritis dan #$% kritis, penurunan produkti&itas lahan, semakin meluasnya kerusakan hutan terutama karena perambahan" baik hutan pegunungan maupun hutan pantai mangro'e". Perubahan Penggunaan Lahan #ata dan &akta yang teramati menun(ukkan bah!a selama dekade terakhir degradasi lahan semakin meningkat. )ada tahun 199* (umlah luas lahan kritis di +a!a ,arat diperkirakan sebesar -*0.000 hektar 1-. dari luas !ilayah". )ada tahun 1996 lahan kritis tersebut mencapai 1.06 (uta hektar, meningkat dua kali lipat atau mendekati sepertiga dari luas )ro'insi +a!a ,arat. /ondisi terburuk dengan (umlah lahan kritis yang besar berada di !ilayah kabupaten 0ian(ur, ,andung, 1arut dan 2asikmalaya. )ada umumnya, sebagian besar lahan kritis adalah lahan pertanian, yang menggambarkan buruknya konser'asi tanah dan penggarapan yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan struktur tanah, hilangnya kandungan bahan organik, dan hilangnya kesuburan tanah Sumber Daya Air )ermintaan air sekarang untuk kebutuhan domestik, konsumsi industri, dan irigasi pertanian diperkirakan 13,- milyar m* pertahun, dan diperkirakan akan terus naik sekitar satu persen per tahun. )ermintaan air irigasi sekitar 40. dari total permintaan air, meskipun angka ini diperkirakan berkurang dalam (angka pan(ang, mengingat kebutuhan domestik, perkotaan dan industri tumbuh lebih cepat. /ebutuhan ini dipenuhi dari sumber5sumber seperti: air permukaan dari sungai di !ilayah )ro'insi +a!a ,arat dan air tanah. $nalisis terhadap 40 #$% di +a!a ,arat mengindikasikan telah merosotnya &ungsi hidrologis dari #$% tersebut, yaitu 14 #$% dari 22 #$% yang mengalir ke utara sudah dalam kategori sangat kritis dan sisanya masuk kategori kritis. ,erdasarkan ketersediaan air mantapnya, maka ada lima #$% sudah termasuk tidak tersedia, sementara 14 #$% termasuk memiliki ketersediaan air mantap. #itin(au dari tingkat erosi lahannya, maka 1- #$% dari 22 #$% tersebut termasuk dalam kategori kritis hingga sangat kritis. #ari tiga %6% yang mengalir ke pantai utara, yang paling penting sebagai pemasok air adalah 0itarum, namun kondisi kemantapan alirannya sudah makin merosot seperti halnya hampir semua #$% lainnya. Muka airtanah !ater table" di 0ekungan ,andung telah mengalami penurunan setiap tahunnya. ,andung adalah kota yang sangat ra!an menghadapi masalah penyediaan air di masa yang akan datang, demikian pula !ilayah 0irebon memerlukan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kekeringan dan intrusi air laut, (ika memang benar5benar !ilayah ini akan dikembangkan sesuai dengan rencana induknya. 7rekuensi ban(ir di +a!a ,arat nampak semakin meningkat. 6ilayah yang paling luas terkena ban(ir adalah kabupaten8kota di daerah dataran rendah dan pantai, khususnya 9ndramayu, dan /ara!ang yang berada di hilir sungai 0itarum dan anak5anak sungainya, dan !ilayah 0irebon, yang berada di bagian hilir sungai 0imanuk : 0isanggarung.

%ementara sepan(ang musim penghu(an ter(adi ban(ir yang semakin serius dan meluas, tingkat in&iltrasi dan retensi menurun karena berkaitan dengan kerusakan hutan dan erosi, dan berakibat semakin luas !ilayah dan lamanya kekeringan. /ekeringan dan kekurangan air adalah salah satu permasalahan yang dirasakan di sebagian daerah dataran tinggi, tapi yang paling luas adalah di sepan(ang pantai utara. Sumberdaya Hutan /erusakan atau degradasi hutan saat ini merupakan satu masalah lingkungan yang paling serius yang dihadapi +a!a ,arat. ,ukan hanya karena dampaknya terhadap persediaan kayu ataupun sumberdaya non5kayunya, tetapi (uga dampaknya terhadap konser'asi keanekaan hayati dan &ungsi ekologisnya hutan bagi kepentingan hidup manusia. ,esarnya degradasi hutan ter(adi mengingat tegakan hutan di +a!a ,arat sekarang hanya tinggal 9., dibandingkan &akta bah!a 2*. luas !ilayah )ro'insi diklasi&ikasikan sebagai ka!asan hutan negara. $ntara tahun 1994 hingga 2001 luas tutupan8tegakan hutan lindung berkurang sekitar 24., sementara di hutan produksi ter(adi penurunan luas sekitar *1.. #iperkirakan (ika tidak ada upaya5upaya pengendalian kon'ersi &ungsi hutan dan pengendalian penggunaan lebih o'er utili;ation", hutan primer di +a!a ,arat akan hilang. %ementara kerusakan hutan semakin serius akibat dari tindakan perambahan oleh beberapa keluarga petani miskin, perambahan hutan (uga dilakukan secara tidak langsung oleh pengusaha komersial karena lemahnya penga!asan dan penegakan hukum oleh instansi yang bertanggung (a!ab. %tatistik menun(ukkan bah!a industri5industri perkayuan di +a!a ,arat memerlukan sekitar 2,- (uta m* per tahun kayu untuk bahan bakunya. $kan tetapi, produksi kayu legal dari )erum )erhutani hanya antara *00.000 : -00.000 m* per tahun. /etidak5seimbangan antara permintaan dan pemenuhan kayu membuat penebangan5penebangan liar men(adi lebih marak. Pertambangan <ksploitasi sumber daya mineral di +a!a ,arat terutama yang tergolong bahan 1alian 0, yaitu penambangan pasir dan batu di sepan(ang alur sungai, basalt dan andesit dari daerah pegunungan, tanah lempung5liat dari endapan allu'ial yang digunakan sebagai bahan dan8atau konstruksi bangunan dan (uga batugamping. )enambangan emas dan perak dan sumber daya mineral lainnya di +a!a ,arat masih terbatas. <ksploitasi minyak dan gas telah dilakukan di ka!asan pantai utara antara kabupaten /ara!ang dan 0irebon. <ksploitasi bahan 1alian 0, pasir besi dan kegiatan penambangan lainnya sering menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan seperti hilangnya tegakan tumbuhan, tanah longsor, abrasi, erosi, sedimentasi8pendangkalan saluran dan sungai serta meningkatnya kekeruhan air.

Permasalahan Pencemaran
Monday, 09 October 2006 06:*2 administrator 02. Permasalahan Pencemaran, baik pencemaran air, udara maupun tanah yang skala penyebarannya sudah cukup meluas, utamanya bersumber dari industri, rumah tangga, usaha5 usaha kecil dan pasar dengan segala (enis limbahnya, terutama sampah dari rumah tangga. Air Permukaan %emua sungai di +a!a ,arat dan !ilayah5!ilayah perkotaan ,ogor, #epok, ,ekasi, ,andung dan 0irebon tidak cocok untuk pemakaian langsung. %ungai5sungainya sangat kotor terutama di bagian hilir sehingga tidak bisa digunakan untuk berbagai akti'itas kehidupan. %ekitar 19. penduduk membuang langsung limbah8tin(a ke badan5badan air, menggambarkan adanya muatan organik sekitar 4400 ton &os&or per tahun" yang dibuang langsung. 2idak ada data berapa (umlah sesungguhnya ) dan = yang mele!ati saluran5saluran di perkotaan yang masuk ke sungai akibat pembuangan limbah8tin(a tersebut dan rembesan dari septic tanks. )abrik tekstil dan industri garmen adalah tidak hanya sebagai sumber polusi organik, melainkan yang lebih penting adalah polusi logam berat, pestisida, detergen dan ;at pe!arna. #ampaknya berupa berubahnya keasaman air yang menurunkan kemampuan badan air untuk menopang kehidupan. >ogam berat, minyak, dan hidrokarbon lainnya, asam dan alkalis adalah tipe polutan yang berasal dari industri logam dan kendaraan bermotor. >ogam5logam berat yang paling banyak berasal dari industri tekstil, cat, dan kendaraan bermotor adalah cadmium, chromium, copper, timbal, mercury, nikel dan seng. Air Tanah #i daerah pedesaan +a!a ,arat diperkirakan baru 11. penduduk yang telah mendapat sambungan pipa air bersih, sementara di daerah perkotaannya telah mencapai **.. #iperkirakan sekitar 64. penduduk pedesaan dan 44. penduduk kota di +a!a ,arat memenuhi kebutuhan airnya dari sumber air di lapangan. +adi, kemungkinan 2- : *0 (uta penduduk, kesehatan dan kese(ahteraannya bergantung pada kualitas airtanah yang ada. %umber pencemaran dan (enisnya tergantung pada tipe air tanah yang disadap. #i !ilayah pesisir, sumur5sumur dangkal terkontaminasi oleh intrusi air asin. #isamping itu sumur5sumur dangkal sangat ra!an terhadap kontaminasi bakteri dan ;at beracun dari air limpasan dan lindian dari tempat pembuangan sampah. Udara )encemaran udara berdampak buruk terhadap kesehatan manusia, he!an maupun tanaman. #ampaknya ter(adi karena perubahan lingkungan pada ekosistem yang merusak benda5benda seperti karet, cat dan logam. /esehatan manusia terkena dampak oleh partikulat )M10 dan )M2.-" dan oleh gas %O2, =O?, @0 dan O*. )olutan5polutan ini berasal dari kendaraan bermotor, rumah tangga dan pembakaran sampah, serta proses industri. %ebuah penelitian #(uangsih, 1944A @aryanto, 199*" menun(ukkan bah!a *0546. sopir angkutan kota dan polisi lalulintas dan -0. dari pedagang asongan dan kaki lima di kota ,andung mempunyai kadar timbal di dalam darah )b,B 40 mg8d>, yaitu batas aman

konsentrasi timbal untuk manusia de!asa yang sering terpa(ang. 1angguan kesehatan akibat tingginya kadar timbal di dalam darah adalah hipertensi, masalah cardio'ascular, hati, sistem sara&, kanker, dan penurunan daya tahan 8 kekebalan. ,)>@# telah menelusuri kualitas udara di /ota ,andung dengan mengukur nilai 9ndeks %tandar )encemar Cdara 9%)C" harian dan bulanan antara tahun 2000 dan 200*. @asilnya menun(ukkan bah!a parameter kritis selama itu adalah )M10 dan O;one. #ari pendataan 9%)C menun(ukkan bah!a ,andung hanya mempunyai -- hari sehat sepan(ang tahun 200* tersebut. Pengelolaan Sampah @ingga kini, baru 2)$ /ota ,ekasi yang sepenuhnya memenuhi kriteria persyaratan tersebut. #ari -9 2)$ yang ada di +a!a ,arat, hanya - sa(a yang mempunyai luas 10 ha, dan ada 10 2)$ dengan luas tapaknya masing5masing satu hektar atau kurang dari satu hektar. #ari -9 2)$ resmi di +a!a ,arat tersebut seluruhnya dioperasikan sebagai tapak Dopen dumpingE, sehingga memberikan kontribusi terhadap pencemaran air yaitu dengan meresapnya air lindian kedalam air tanah, (uga terangkutnya lindian bersama5sama dengan air larian runo&&", dan terhadap pencemaran udara yaitu melalui hembusan asap pembakaran sampah di 2)$. >okasi 2)$ (uga berbahaya terhadap kesehatan dan keselamatan peker(a, khususnya terhadap para pemulung liar yang mengais na&kahnya di lokasi 2)$. %ementara itu, 12 2)$ yang semula dirancang sebagai Dsanitary land &illE, ternyata tidak dioperasikan sesuai rencana karena terbatasnya tenaga operator yang terlatih, atau terbatasnya sarana penun(ang untuk mengoperasikan 2)$ tersebut. #i 9ndonesia belum ada undang5undang tentang pengelolaan sampah secara nasional. #engan perkecualian untuk /ota ,andung, pembuangan sampah dikoordinasi oleh sektor publik di ba!ah instansi8dinas khusus. 2ergantung daerahnya, instansi ini mungkin bernama #inas /ebersihan atau #inas /ebersihan dan )ertamanan. )ada umumnya instansi5instansi ini hanya sedikit memiliki sta& yang pro&esional, kurang memahami bagaimana mengelola persampahan dan dampaknya terhadap lingkungan. Limbah Bahan Berbahaya #i 9ndonesia telah mempunyai satu tempat atau stasiun resmi yang dirancang dan dikelola untuk pengolahan limbah berbahaya tersebut, yaitu di 0ileungsi, /abupaten ,ogor. 7asilitas yang ada di stasiun tersebut dioperasikan oleh perusahaan s!asta )2 ))>95,*, dimana pemerintah secara terus menerus menga!asi kiner(a perusahaan patungan dengan mitra nasional dan internasional tersebut. @ingga tahun 1999, stasiun tersebut telah menerima kiriman limbah ,* dari -40 industri pelanggan, dan akan terus ditingkatkan dalam memproses limbah ,* tersebut se(alan dengan makin luasnya permintaan dari industri itu sendiri.

Permasalahan Kebencanaan Alam


6ednesday, 11 October 2006 1*:00 administrator 0*. Permasalahan Kebencanaan Alam, yaitu +a!a ,arat terutama bagian tengah dan selatan termasuk !ilayah ra!an gempa dan 'olkanisme. 6ilayah ini termasuk daerah yang paling sering tertimpa musibah tanah longsor yang terkait dengan Dirrational land useE dan (uga perambahan hutan. )ro'insi +a!a ,arat berada di !ilayah yang potensial ra!an bencana alam terutama akibat ketidak stabilan kondisi geologinya. ,encana alam tersebut terutama tanah longsor, letusan gunung api, gempa bumi dan ban(ir. %elain itu musibah 26 #esember 2004, menun(ukkan bah!a di pantai selatan +a!a ,arat pun terdapat kemungkinan ter(adi tsunami yang diakibatkan oleh gempa di dasar laut dalam. #aerah +a!a ,arat menempati urutan pertama daerah paling ra!an ter(adinya tanah longsor %elama periode tahun 1990 : 2002 tercatat sebanyak 960 ke(adian tanah longsor di 9ndonesia, -6* atau -9 . ter(adi di +abar. %elain menimbulkan kerusakan &isik, tanah longsor menimbulkan korban 4*2 (i!a meninggal, banyak pemukiman dan rumah hancur musnah, lahan pertanian amblas, serta (alan yang terputus.

Permasalahan Kawasan Pesisir dan Pantai


Monday, 09 October 2006 2*:46 administrator 04. Permasalahan Kawasan Pesisir dan Pantai, yaitu kerusakan hutan mangro'e, abrasi dan akresi pantai, perubahan tataguna lahan di !ilayah pesisir, intrusi air laut, dan pencemaran air laut. #egradasi lingkungan di ka!asan pesisir disebabkan oleh &enomena alam seperti abrasi dan akresi pantai, eksploitasi sumberdaya marine yang berlebih5lebihan, kon'ersi lahan mangro'e men(adi tambak, deplesi air tanah ta!ar, dan tidak berkelan(utannya praktek pengelolaan lahan di daerah hulu #$%. 2ahun 2002 dilaporkan ter(adinya abrasi sepan(ang 400 5 -00 m pada pantai 9ndramayu, - km di %ubang dan * km di pantai /ara!ang. %ebaliknya, pada bagian lain di ka!asan pantai tersebut (uga ter(adi akresi : sepan(ang - : 3 km di 9ndramayu, - km di %ubang dan *00 m in /ara!ang. )endangkalan muara sungai karena sedimentasi di ka!asan pantai %ubang menghasilkan tanah timbul lebih dari 6000 ha.

Permasalahan Sosial Kependudukan


7riday, 11 $pril 2004 14:43 administrator 06. Permasalahan Sosial Kependudukan, ditandai dengan tingginya urbanisasi, permukiman kumuh pada hampir seluruh kota, pedagang kaki lima dan kesemra!utan lalu lintas, serta masalah kesehatan khususnya tingginya pre'alensi in&eksi saluran perna&asan akut. $danya benturan kepentingan antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan sumber daya alam telah di&ahami sebagai asal mula ter(adinya problema lingkungan hidup. 2idak mengherankan, kalau persoalan5persoalan lingkungan hidup yang muncul, bahkan men(adi sangat mencolok di !ilayah5!ilayah )ro'insi +a!a barat, ternyata tidak lepas : kalau tidak dikatakan sangat terkait erat, dengan keadaan dan dinamika kependudukannya.

Tumpang-Tindih Peraturan Perundang-Undangan Terhadap Lingkungan


2hursday, 12 October 2006 16:26 administrator 03. Tumpang-Tindih Peraturan Perundang-Undangan Terhadap Lingkungan , baik dari interpretasi materi maupun implementasinya di lapangan. )ena&siran peraturan perundang5undangan seringkali hanya ditin(au dari satu sektor sa(a, tidak melihat hubungan antara sektor yang satu dengan sektor yang lainnya, sehingga tidak tampak hubungan antara peraturan perundang5undangan pada sektor yang satu dengan sektor yang lain, maupun peraturan perundang5undangan nasional dan daerah, bahkan tidak memperhatikan kesatuan masa lalu, masa kini dan masa mendatang.

Terbatasnya Sarana dan Prasarana Pemantauan Lingkungan


2hursday, 12 October 2006 03:2- administrator 04. Terbatasnya Sarana dan Prasarana Pemantauan Lingkungan termasuk laboratorium lingkungan" serta sistem in&ormasi lingkungan. Cntuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup diperlukan keterlibatan semua pihak yang terkait, oleh karena itu diperlukan data5data hasil pemantauan untuk membantu dalam menentukan arah pengelolaan lingkungan di masa datang serta media untuk menyampaikan in&ormasi agar dapat diman&aatkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil langkah5 langkah kebi(akan yang selama ini belum dilakukan secara optimal. 9n&ormasi (uga diperlukan untuk merangsang tanggung (a!ab dan peran serta semua lapisan masyarakat. #ata

permasalahan lingkungan yang digunakan sebagai data perencanaan suatu kebi(akan pengelolaan lingkungan haruslah data yang akurat dan dapat dipercaya. /arena masalah lingkungan merupakan masalah keruangan maka perlu didukung oleh data tabular deskriptis" dan data spasial peta". #ukungan laboratorium yang kompeten, yang mampu menghasilkan data analisis yang baik, benar dan dapat dipercaya dalam pengelolaan lingkungan adalah mutlak penting. )ermalahan yang ter(adi adalah masih terdapatnya kegiatan analisis kualitas lingkungan yang berkaitan dengan pemantauan8pengelolaan lingkungan, misalnya )rokasih, pengumpulan data untuk laporan =/>#,analisis rona lingkungan kualitas air dan udara berbagai studi $mdal, dilakukan oleh berbagai laboratorium yang tidak (elas kompetensinya.

Lemahnya Fungsi Pengendalian


2hursday, 12 October 2006 03:13 administrator 09. Lemahnya Fungsi Pengendalian, sebagai akibat kurang e&ekti&nya kegiatan pemantauan, dan (uga akibat rendahnya penegakan hukum law enforcement", dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan.

su Strategis Kewilayahan
6ednesday, 11 October 2006 12:19 administrator %ementara itu berdasarkan 6 enam" ka!asan andalan di )ro'insi +a!a ,arat, isu ke!ilayahan terkait dengan pengelolaan lingkungan, adalah sebagai berikut: 1. /a!asan $ndalan !odebekpun"ur /ab8/ota ,ogor, ,ekasi, /ota #epok, dan ka!asan )uncak di /ab. 0ian(ur" : 1. Fendahnya kualitas dan kuantitas persampahan serta air bersihA 2. )enetapan /a!asan lindungA *. )erlunya peningkatan sanitasi dasar dan kesehatan lingkungan. 4. /erusakan dan pencemaran lingkungan yang tinggi baik udara dengan semakin tingginya polusi udara di daerah perkotaan, pencemaran lingkungan akibat industri dan domestik serta peman&aatan air ba!ah tanah yang sudah melebihi kemampuan alamA -. )engelolaan sumber daya air yang belum terpadu dan berkelan(utanA 2. /a!asan $ndalan Sukabumi /abupaten8/ota %ukabumi dan /abupaten 0ian(ur" : 1. Fendahnya kualitas dan kuantitas persampahan serta air bersihA

2. /a!asan lindungA *. /a!asan $ndalan #iayuma"akuning /abupaten8/ota 0irebon, /abupaten 9ndramayu, Ma(alengka dan /uningan" : 1. )enetapan ka!asan lindungA 2. )encemaran dan kerusakan ka!asan pesisir dan lautA *. )erlunya peningkatan sanitasi dasar dan kesehatan lingkunganA 4. /a!asan $ndalan #ekungan !andung /abupaten8/ota ,andung, /abupaten ,andung ,arat, /ota 0imahi dan sebagian /abupaten %umedang" : 1. )enetapan ka!asan lindung belum diikuti oleh kebi(akan yang bersi&at khusus bagi kabupaten yang bersangkutanA 2. ,elum adanya kebi(akan yang (elas tentang mitigasi dan penanggulangan bencanaA *. /erusakan dan pencemaran lingkungan yang tinggi baik udara dengan semakin tingginya polusi udara di daerah perkotaan, pencemaran lingkungan akibat industri dan domestik serta peman&aatan air ba!ah tanah yang sudah melebihi kemampuan alamA 4. )erlunya peningkatan penanggulangan penyakit berbasis lingkungan. -. /a!asan $ndalan Priangan Timur - Pangandaran /abupaten8/ota 2asikmalaya, /ota ,an(ar, /abupaten 0iamis dan 1arut" : 1. )enetapan ka!asan lindung belum diikuti oleh kebi(akan yang bersi&at khusus bagi kabupaten yang bersangkutanA 2. ,elum adanya kebi(akan yang (elas tentang mitigasi dan penanggulangan bencanaA *. /erusakan dan pencemaran ka!asan pesisir dan laut 4. )enetapan ka!asan lindung belum diikuti oleh kebi(akan yang bersi&at khusus bagi kabupaten yang bersangkutanA -. ,elum adanya kebi(akan yang (elas tentang mitigasi dan penanggulangan bencanaA 6. /a!asan $ndalan Purwasuka /abupaten )ur!akarta, %ubang dan /ara!ang" : 1. )encemaran dan kerusakan pesisir dan lautA 2. )engelolaan sumber daya air yang belum terpadu dan berkelan(utanA *. )erlunya peningkatan sanitasi dasar dan kesehatan lingkungan.

4. )ro'insi +a!a ,arat merupakan pro'insi yang sangat ra!an bencana, baik gempa bumi, letusan gunung api, bencana longsor yang berkaitan dengan gempa dan longsor yang berkaitan langsung dengan perusakan lingkungan penggundulan hutan" dan ban(ir.

1ambar )eta /era!anan >ingkungan yang terdapat di 6 enam" ka!asan andalan )ro'insi +a!a ,arat