Anda di halaman 1dari 10

REKAYASA GENETIKA

Muhammad Afrillo Ary Dafitri Baskoro A Nurmahdi Delia Karina Rossita Kirana Wulandari Rizka Puji L D Habibie

Sebelum membahas masalah rekayasa genetika, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan rekayasa genetika?

Kasus Rekayasa Genetika di Monsanto/Pharmacia


Monsanto dan Pharmacia membentuk usaha baru bernama Pharmacia 23 Juni 2000, beberapa pemegang saham perusahaan ini meminta para pemegang saham Pharmacia lain untuk menyetujui resolusi para pemegang saham perusahaan baru tersebut..

Monsanto merupakan perusahaan pelopor dalam bioteknologi baru ini. Dua dari produk hasil rekasaya genetika pertama adalah kedelai dan tanaman kapas Roundup Ready, yang dibuat tahun 1994 yang kebal terhadap pembasmi rumput liar.

Organisme yang diproduksi Monsanto disetujui penggunaannya oleh Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) Departemen Pertanian Amerika.

Karena merupakan pelopor penggunaan teknologi baru, Monsanto terlibat dalam sejumlah kontroversi.

Monsanto membeli delta dan Pine Land Company

Dapat disimpulkan bahwa monsanto akan menggunakan


teknologi baru tersebut untuk memastikan agar para petani terus membeli produk mereka setiap tahunnya

Namun kontroversi-kontroversi yang lebih buruk muncul berkaitan dengan ancaman lingkungan dari produk tanaman yang direkayasa secara genetika.

Dalam menyatakan pembelaannya, monsanto menegaskan bahwa produk tanaman mereka sepenuhnya aman dan terbukti sangat menguntungkan bagi lingkungan dan masyarakat.

Masalah-Masalah
1. Apa saja kewajiban Monsanto/ Pharmacia untuk menunda pemasaran organisme-organisme hasil rekayasa genetika sampai jangka panjang menunjukan bahwa produk mereka tidak berbahaya lagi bagi manusia, binatang, dan lingkungan? kepada siapa kewajiban ini ditujukan?

2.Analisis tindakan Monsanto/ Pharmacia dalam kaitannya dengan pendekatan utilitarianisme, hak, dan keadilan. Apakah perusahaan secara moral dibenarkan untuk terus memasarkan organism-organisme hasil rekayasa genetika?

3.Bagaimana seharusnya perusahaan bersikap terhadap produk-produk seperti organisme rekayasa genetika apabila informasi tentang kemungkan resiko terhadap lingkungan masih terbatas atau tidak ada, namun produk tersebut menjanjikan keuntungan besar bagi manusia.

TERIMA KASIH