Anda di halaman 1dari 2

Sumber : http://www.yayasanhak.minihub.org/direito/txt/2003/25/12_direito.

html

Legalitas Kepemilikan Tanah Berdasarkan Sertifikat Alvara da Consseco. Persoalan tanah dan harta benda tak bergerak adalah persoalan yang sulit untuk diselesaikan sekarang. Pemerintah sendiri belum memiliki aturan yang jelas untuk hal ini yang kadang membingunkan masyarakat sendiri yang saat ini memiliki tanah dan harta benda lain yang tidak bergerak dengan versi sertifikat yang berbeda. Setelah merdeka, salah satu persoalan besar yang muncul di Timor Leste adalah sengketa tanah dan benda tidak bergerak peninggalan kolonial Portugis dan Indonesia. Persoalan ini sangat sulit untuk diselesaikan karena merupakan persoalan yang tertumpuk sejak jaman Portugis dan Indonesia. Dan diperumit lagi oleh pembumihangusan Timor Leste pada tahun 1999 yang menyebabkan buktibukti kepemilikan tanah dan rumah hilang terbakar. Sekarang seseorang memiliki sebidang tanah atau rumah dengan dua sertifikat berbeda yaitu dari jaman Portugis dan Indonesia. Ada juga, sebidang tanah dimiliki oleh dua orang yang berbeda dengan sertifikat yang berbeda. Dan yang lebih tragis lagi bahwa sertifikat kepemilikan atas tanah pada jaman Indonesia di anggap illegal. Jadi hal-hal semacam ini merupakan persoalan yang sulit, khususnya menyangkut tanah dan rumah. Pada jaman kekuasaan portugis, tanah petani dikuasai oleh para deportados. Sebagai salah contoh sertifikat hak atas tanah pada jaman itu dikenal dengan sertifikat Alvara da Concesso. Yang sekarang, pemegang sertifikat ini salah menafsirkan sebagai hak milik. Pada hal yang sebenarnya pemengang sertifikat Alvara da Concesso hanya sebatas hak pakai atas sebidang tanah. Prosedur perolehan hak atas obyek berupa tanah pada jaman Portugis, seseorang mengajukan permohonan pengunaan tanah kepada pemerintah. Isi dari permohonan itu harus jelas tentang identifikasi tanah dan pengunaannya (tecnico planta dan identificacao da terra), kalau tidak pemerintah akan menolak permohonan tersebut. Dan setelah pemerintah menyetujui permohonan dengan memberikan sertifikat Alvara da Concesso tetapi dalam pemakaianya tidak sesuai tecnico planta dan identificacao da terra yang diajukan maka pemerintah akan mengambil kembali tanahnya. Sertifikat tersebut diterbitkan secara ofisial atas sebidang tanah kepada pemohon kalau tidak ada klaim atas tanah tersebut yang diumumkan sebelumnya selama tiga bulan lebih. Sertifikat Alvara da concesso ini dapat diberikan untuk tempat tingal, sawah dan kebun. Sertifikat ini diberikan kepada seseorang untuk memakai sebidang tanah, bukan sebagai hak milik atau propriedade da prefeita,sebab untuk hak ini waktunya kurang lebih 30 tahun. Walaupun sertifikat Alvara da Concesso hanya sebagai hak pakai tetapi bisa

diwariskan kepada ahli waris ketika pemegang sertifikat meningal dunia. Tujuan pemerintah portugis menerbitkan Alvara da Concesso adalah lebih pada pertimbangan agar rakyat dapat membayar pajak kepada pemerintah. Hal ini menyebabkan hanya sedikit orang yang memiliki Propriedade da Perfeita. Propriedade da Perfeita diberikan kepada seseorang bukan untuk memiliki tanah akan tetapi hanya bebas dari kewajiban membayar pajak. Jadi Propriedade da Perfeita diberikan kepada seseoang pada jaman itu bukan untuk meligitimasi orang tersebut mempunyai hak miliki atas tanah tetapi bebas dari kewajiban pajak. Alvara da Concesso maupun Propriedade da Perfeita hanya dapat dimiliki oleh orang yang beritikad baik, tetapi apabila ia tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak maka pemerintah dapat mengambil kembali tanah tersebut dan diberikan kepada orang lain yang mampu memenuhi persyaratannya. Sekarang untuk menyelesaikan semua persoalan tanah dan harta benda tidak bergerak perlu suatu aturan jelas dari pemerintah untuk mengatur tentang legalitas sertifikat hak milik atas tanah dan hak pakai. Sampai saat ini pemerintah sendiri belum mempunyai format yang jelas tentang sertifikat kepemilikan. Pemerintah hanya mengatakan sertifikat yang diperoleh pada jaman Indonesia itu illegal. Kemudian timbul pertanyaan, legal dan adakah dasar hukum bagi mereka yang mengklaim kembali tanah dan rumah yang telah mereka tinggalkan selama puluhan (20-30) tahun dengan membawa sertifikat Alvara da Concessao bahwa tanah dan rumah tersebut adalah milik mereka? ***