Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KELOMPOK

MATEMATIKA DASAR 1A
BINOMIAL NEWTON & BILANGAN KOMPLEKS









OLEH :

BERTO AMIARNO (21111474)
BRIAN HANDIAS (21111536)
DONNY SEPTIAN S (22111211)
EKA RACHMAT G (22111353)
FAJAR BASKORO (22111629)





FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
S1 SISTEM KOMPUTER





10/12/2011






UNIVERSITAS GUNADARMA Page 2

DAFTAR ISI

1. BINOMIUM NEWTON ........................................................................ 3
1.1. Definisi Binomium Newton ........................................................ 3
1.2. Latihan Soal ............................................................................... 3
2. BILANGAN KOMPLEKS ....................................................................... 4
2.1. Definisi Bilangan Kompleks ........................................................ 4
2.2. Bilangan Kompleks Sekawan...................................................... 5
2.2.1. Definisi Bilangan Kompleks Sekawan ............................. 5
2.3. Latihan Soal ............................................................................... 5
2.4. Operasi Bilangan Kompleks ....................................................... 6
2.4.1. Penjumlahan & Pengurangan Bilangan Kompleks .......... 6
2.4.2. Perkalian & Pembagian Bilangan Kompleks .................... 7
2.4.2.1. Perkalian Bilangan Kompleks .......................... 7
2.4.2.2. Pembagian Bilangan Kompleks ....................... 7
2.4.3. Perpangkatan & Akar Bilangan Kompleks ....................... 8
2.4.3.1. Perpangkatan Bilangan Kompleks ................... 8
2.4.3.2. Akar Bilangan Kompleks .................................. 8
2.5. Latihan Soal ............................................................................. 9
3. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 10

UNIVERSITAS GUNADARMA Page 3

1. BINOMIUM NEWTON

1.1. Definisi Binomium Newton
Dalam matematika, teorema binomial adalah rumus penting yang memberikan
ekspansi pangkat dari penjumlahan. Versi paling sederhana menyatakan bahwa:


Untuk setiap bilangan riil atau kompleks x dan y, serta semua bilangan bulat tak
negatif n. Koefisien binomial yang muncul dalam persamaan (1) dapat didefinisikan
dalam bentuk fungsi faktorial n!:



Sebagai contoh, untuk 2 n 3:




1.2. Latihan Soal
1) Tentukan koefisien

dari

.
Jawab :
Untuk menentukan koefisiennya, pertama-tama tentukan rumus suku umum dari
10
2
2
1
2
)
`

+
|
|
.
|

\
|
+
c
b
a a
, yaitu:
10
1
3 2
10 2
2
10
1
3
10 10 2 2
2
3 3 1
15
10 10 10 2
2 2 2
2
2
2 2
2 2 2
r
r
r
i
r i
r r r
r i
r i i
r r r r i r
r i
c
C a b
C C a b c
C C a b c

| |

|
\ .

| |

|

\ .


| |
| |
+ |
|
|
\ .
\ .
| |
| |
= |
|
|
\ .
\ .
=

Samakan pangkat a, b, c yang ada di persamaan di atas dengan soal, sehingga didapat :
2 4
2
r
r
=
=

Dan
1
3
2
6
i
i
=
=

Masukkan r dan i ke dalam persamaan di atas sebagai koefisien.
10 8 2 2
2 6
2 2 C C


= 1260.
UNIVERSITAS GUNADARMA Page 4

2. BILANGAN KOMPLEKS

Sistem bilangan yang sudah dikenal sebelumnya yaitu sistem bilangan real, tetapi
sistem bilangan real ternyata masih belum cukup untuk menyelesaikan semua bentuk
persamaan. Oleh karena itu, perlu suatu jenis bilangan baru yang disebut bilangan
kompleks.


2.1. Definisi Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks z :
Merupakan pasangan berurut dengan Ditulis : .
Merupakan bilangan yang berbentuk dengan dan
. Ditulis

Jika maka


satuan imajiner dan



Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bilangan kompleks yaitu ;
1. C = himpunan bilangan kompleks
= {

}
2. Jika Re (z) = 0 dan Im (z) maka z dinaakan bilangan imajiner murni.
3. Jika Re (z) dan Im (z) = 0 mka z merupakan bilangan riil.
4. Kesamaan bilangan kompleks.
Misalkan
1 1 1
iy x z + = dan
2 2 2
iy x z + = .
2 1
z z = jika dan hanya jika
2 1
x x = dan
2 1
y y = .
Contoh :
a. i z 2 10 =
( ) 10 Re = z dan ( ) 2 Im = z .
b. i z =
( ) 0 Re = z dan ( ) 1 Im = z .

UNIVERSITAS GUNADARMA Page 5

2.2. Bilangan Kompleks Sekawan
2.2.1. Definisi Bilangan Kompleks Sekawan
Dua bilangan kompleks disebut sekawan apabila kedua bilangan kompleks
tersebut yang berbeda adalah tanda pada bagian imajinernya saja.
Contoh :
6 + 4i sekawan dengan 6 4i
-2 + 3i sekawan dengan -2 -3i
Jika z = x + yi, bilangan sekawannya adalah z = x yi
Untuk bilangan sekawan dapat digunakan symbol huruf z
Dua buah bilangan sekawan apabila dijumlahkan akan menghasilkan
sebuah bilangan riil.
Contoh:
(6 + 4i) + (6 4i) = 12



2.3. Latihan Soal
1) Tentukan sekawan dari persamaan berikut ini:
a.
b.
c.

Jawaban :
a. sekawan dengan
b. sekawan dengan
c. sekawan dengan

UNIVERSITAS GUNADARMA Page 6

2.4. Operasi Bilangan Kompleks
2.4.1. Penjumlahan & Pengurangan Bilangan Kompleks
Dua bilangan kompleks adalah sama jika bagian realnya dan bagian
imajinernya sama.
Contoh :

Maka

Penjumlahan dua bilangan kompleks seperti penjumlahan pada suku
banyak.



Sedangkan pengurangan bilangan kompleks sama dengan invers
negatifnya.




Contoh :
a.



b.





UNIVERSITAS GUNADARMA Page 7

2.4.2. Perkalian dan Pembagian Bilangan Kompleks
2.4.2.1. Perkalian Bilangan Kompleks
Perkalian dua bilangan kompleks dapat dikerjakan sebagai perkalian
polinom dengan mengingat bahwa




Contoh :




Perkalian dua bilangan kompleks mempunyai sifat-sifat berikut :
Tertutup
Komutatif z1 x z2 = z2 x z1
Elemend identitas
Asosatif (z1 x z2) z3 = z1 x (z2 x z3)
Distributif terhadap penjumlahan z1 x (z2 + z3) = z1.z2 + z1.z3


2.4.2.2. Pembagian Bilangan Kompleks
Di dalam pengerjaan pembagian bilangan kompleks, harus dengan
meriilkan penyebutnya terlebih dahulu.
Contoh :












UNIVERSITAS GUNADARMA Page 8

2.4.3. Perpangkatan & Akar Bilangan Kompleks
2.4.3.1. Perpangkatan Bilangan Kompleks
Misalkan
u i
e r z = , maka menggunakan aturan pangkat seperti pada
bilangan riil diperoleh ;
u u n i
e
n
r
n
i
e r
n
z = = ) ( , , 2 , 1 , 0 = n

Jika 1 = r , maka bentuk pangkat di atas menjadi
u u n i
e
n
i
e
n
z = = ) ( ,
atau
u u n i
e
n
i
e = ) ( , , 2 , 1 , 0 = n . Selanjutnya dapat ditulis dalam
bentuk u u u u n i n
n
i sin cos ) sin (cos + = + yang disebut Rumus Moivre .


2.4.3.2. Akar Bilangan Kompleks
Misalkan
u cis r z =
, akar pangkat n dari bilangan kompleks
z
ditulis
n
z
1
atau
n
z
. Jika diberikan bilangan kompleks
0 = z
dan n bilangan
bulat positif, maka diperoleh n buah akar untuk
n
z
1
yaitu ;
(

+
+
+
=
n
k
i
n
k
n
r
k
z
t u t u 2
sin
2
cos
,
) 1 ( , , 2 , 1 , 0 = n k
.

Secara geometri, n buah akar tersebut merupakan titik-titik sudut segi n
beraturan pada suatu lingkaran dengan pusat titik O dan jari-jari
n
r
.



UNIVERSITAS GUNADARMA Page 9

2.5. Latihan Soal
1) Tentukan penjumlahan bilangan kompleks berikut ini.


2) Tentukan pengurangan bilangan kompleks berikut ini.


3) Tentukan perkalian bilangan kompleks berikut ini.


4) Tentukan pembagian kompleks berikut ini.




Jawaban :
1)



2)



3)




4)



UNIVERSITAS GUNADARMA Page 10

3. DAFTAR PUSTAKA


Diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teorema_binomial
Diunduh dari http://viechantique.files.wordpress.com/2010/12/bilangan-kompleks1.doc
Diunduh dari http://derlaz.files.wordpress.com/2008/01/bilangan-kompleks.pdf
Diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_kompleks
Diunduh dari http://mariefh.lecture.ub.ac.id/files/2010/10/bilangan-kompleks.ppt
Diunduh dari http://www.elektronikabersama.web.id/2011/10/contoh-soal-penjumlahan-
pengurangan.html

Anda mungkin juga menyukai