Anda di halaman 1dari 11

MULTIKULTURALISME BUAH DARI PLURALISME Ditulis oleh Misra, M.

Si Minggu, 10 Juni 2012 01:02

Liberalisme. Kehadiran globalisasi perlu diwaspadai. (4) Neo Modernisme. sebab dari bebarapa agendanya sangat membahayakan bagi kehidupan masyarakat. Sanusiyah[iii] di Afrika Utara. Pluralisme adalah paham religius artifisial. pluralism. pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other. Fazlur Rahman. Apakah perkembangan Islam (timbulnya Islam Liberal) yang dibaliknya tersembunyi pluralisme (paham relegius artifisial) adalah bagian dari peradaban Islam? Memahami Konsep pluralisme tidak lepas dari sejarah gerakan pembaharuan Islam. pluralisme adalah agenda globalisasi. di mana Mawdudi beserta kelompok Jama’ati Islami-nya di Pakistan merupakan salah satu contohnya). yang berkembang di Indonesia. di Mesir oleh Muhammad Abduh (wafat 1905). di seluruh timur tengah oleh Jamal al-Din al-Afghani (wafat 1897). Salah satu wacana yang hadir dalam kehidupan masyarakat pada saat sekarang adalah istilah multikulturalisme. (yang modern namun agak reaksioner. (3) Neo revivalisme. sekulerisme. maka definisi (eng) pluralism adalah : "In the social sciences. segera permasalahan itu menjadi perbincangan di tengah tengah masyarakat yang pada saat itu masih dirundung kemalangan. politik bahkan agama. antara lain (1) Gerakan Revivalis. Fazlur Rahman sendiri mengkatagorikan dirinya ke dalam wilayah ini dengan alasan karena Neo-Modernisme mempunyai sintesis progresif dari rasionalitas moderenis dengan ijtihad dan tradisi klasik. Pluralisme adalah sebuah paham yang menegaskan bahwa hanya ada satu fakta kemanusiaan. danFalaniyah di Afrika Barat). that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation. paham-paham tersebut terus menggerogoti pola pikir masyarakat. budaya. dan merupakan bentuk lain dari asimilasi tetapi menyerap nama pluralism. Sementara di Indonesia pemikiran ini berkembang pada era 1970-an yang pertama kali dicetuskan oleh Nurcholis Madjid dengan istilah “Pembaruan Pemikiran Islam”. yakni keragaman. Pengertian dan Pemahaman Pluralisme Kata Pluralisme berasal dari bahasa inggris. intelektual Islam berkebangsaan Pakistan berpandangan bahwa sejarah gerakan pembaharu Islam dua abad terakhir dibagi menjadi empat[i]. baik sosial. Menelisik ke belakang. semenjak pertengahan tahun 2001 Indonesia digemparkan dengan “Islam Liberal”. “Islam yang membebaskan” ini. yang diplopori di India oleh Sayyid Akhmad Khan (wafat 1898). di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 (yaitu gerakan wahhabiyah[ii] di Arab. (2) Gerakan Modernis. dengan bendera JIL-nya berhasil membuat perhatian banyak kalanganterhipnotis. berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran/pembiasan.Prolog Arus globalisasi terus mengalir dalam kehidupan masyarakat. Dengan semboyannya yang indah-menawan." Atau dalam bahasa Indonesia : "Suatu kerangka interaksi yang mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain. heterogenitas dan kemajemukan itu . Beberapa agendaagendanya diluncurkan dan ditawarkan dipenjuru wilayah. Apabila merujuk dari wikipedia bahasa inggris.

(2) Pluralisme mensyaratkan adanya relativisme dalam pemahaman. kesatuan. melainkan bentuk sintetis asimilasi yang dikemas dalam kata lain.non asimilasi. dan dianggap sebagai suatu kemunduran kehidupan berbangsa. kelompok dan entitasnya sendiri. Setiap truth claim juga bukan pluralisme karena truth claim hanya mengku kebenaran ada pada diri. truth claim dan pembenaran terhadap diri sendiri dengan menafikan orang lain. entitas dan komunitas ketika berhadapan dengan yang lain. yang mutlak adalah perbedaan itu sendiri. didefinisikan bahwa pluralisme yang dilarang adalah yang "menganggap semua agama yg berbeda adalah sama". . kepentingan dan segala bentuk subjektifitas diri[v]. Pluralisme dengan pengertian awalnya diliputi semangat religius. Jika melihat kepada ide dan konteks konotasi yang berkembang. Belakangan. Nurcholis Madjid menolak dengan mengaitkan absolutisme dengan perkembangan dan pertumbuhan sebuah masyarakat ketika memahami sebuah ajaran tertentu. Dan tidaklah aneh jika kondisi ini memancing timbulnya reaksi dari berbagai pihak. aritikulasi dan segala bentuk derivasi sebuah nalar kelompok. jelas bahwa pluralisme di Indonesia tidaklah sama dengan pluralism. Dalam fatwa tersebut. Bagi mereka yang mendefinisikan pluralism . Sudah semestinya muncul pelurusan pendapat agar tidak timbul kerancuan. yang merupakan hal yang tidak dikehendaki ajaran manapun. Sementara menurut Nurcholis Madjid : Toleransi adalah ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu[viii]. tunggal. ketika disebut pluralisme maka penegasannya adalah diakuinya wacana kelompok. karena setiap pembenaran diri sendiri melibatkan emosi. Dalam pluralism. ini aneh bagaimana mungkin seorang pluralis tidak merelativiskan pemahaman menuju penemuan-penemuan baru yang juga pemahaman. individu. Sebagaimana seorang mengucapkan pluralism . pluralisme digunakan sebagai alasan pencampuran antar ajaran agama. Keseragaman memang bukan suatu pilihan yang baik bagi masyarakat yang terdiri atas berbagai suku. sekte dan segala macam bentuk perbedaan sebagai fakta yang harus diterima dan dipelihara. setiap pembenaran diri sendiri bukanlah pluralisme. keberbedaan diakui adanya. komuniatas. agama dan sebagainya. Pertentangan yang terjadi semakin membingungkan karena munculnya kerancuan bahasa.asimilasi. (3) Pluralisme mensyaratkan adanya bentuk toleransi dalam bersikap setiap orang. hal ini di-salah-paham-i sebagai pelarangan terhadap pemahaman mereka. Persoalan toleransi ini merupakan prinsip niscaya: harus dan paten dalam pluralisme[vii]. kelompok. dan ini tidak mutlak. Demikian pula. terutama dalam masalah agama. mono dan ika[iv]. pluralisme digunakan sebagai alasan untuk merubah ajaran suatu agama agar sesuai dengan ajaran agama lain. Oleh karena itu. Sementara salah satu konsekuensi dari penyamaan itu adalah berubahnya aspek-aspek baku dari suatu ajaran mengikuti ajaran yang lain. bermacam ras. dan karenanya bukan ingin dilebur dan disatukan dalam bentuk homugenitas.non asimilasi akan bingung jika bertemu dengan kata pluralisme . Sementara dalam pluralisme Indonesia seperti yang dikemukakan oleh Alwi shihab : Pluralisme bukanlah relativisme[vi]. bukan hanya sosial kultural. Pluralisme yang demikian memiliki beberapa syarat: (1) Pluralisme harus menghapus segala bentuk absolutisme. Setiap absolutisme bukanlah pluralisme karena tidak mengakui kebenaran orang lain.sendiri. munculfatwa dari MUI yang melarang pluralisme. tafsir. penafsiran.

Inilah proyek yang sangat mudah untuk mengeruk uang dari lembaga-lembaga International Barat. lima American Corners dibuka di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. sudah bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan penduduk indonesia kurang kritis dalam menangani suatu informasi. Kedutaan mengirimkan sejumlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu program tiga-minggu tentang pluralisme agama. pelarangan ini berarti pukulan bagi ide yang mereka kembangkan. suatu hibah multi-tahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem Universitas Muhammadiyah. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pelatihan dan pertukaran penanganan konflik. Di tingkat universitas. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada tanggal 4 Mei 2007. Dalam situsnya. Ada baiknya kita simak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan pluralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. Amerika Serikat mensponsori para pembicara dari lusinan pesantren. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Hak Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursus-kursus yang meningkatkan toleransi. toleransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. dan melalui Program Pertukaran dan Studi Pemuda (YES). Dalam membantu jangkauan jangka panjang. memuat halaman muka berjudul “Dukungan Terhadap Hak Asasi Manusia dan Demokrasi[ix]. kedutaan juga mengirim 38 siswa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Program Kepemimpinan Pemuda Muslim. Sebuah kata yang masih rancu pun menjadi polemik karena belum adanya kemauan untuk mengkaji lebih dalam. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di antara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wacana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Dengan tingkat pendidikan yang kurang baik. Ide mereka untuk mencampurkan ajaran yang berbeda menjadi tertahan perkembangannya. dan untuk mendirikan lima pusat mediasi di lembaga-lembaga Muslim. lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satu-tahun di sekolah-sekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. seperti The Asian Foundation dan dari pemerintah Amerika Serikat sendiri.Sementara di sisi lain bagi penganut definisipluralisme .asimilasi. penganut pluralism non asimilasi. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme. penganut anti-pluralisme (yang sebenarnya setuju denganpluralism non-asimilasi) Peran Amerika terhadap Misi Pluralisme Penyebaran paham Pluralisme Agama di Indonesia memang melibatkan campur tangan Amerika dengan pendanaan yang sangat besar. madrasah serta lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam. Di samping itu. Amerika Serikat juga . Emosi dan perasaan tersinggung seringkali melapisi aroma debat antar tiga pihak yaitu : penganut pluralisme – asimilasi. Wartawan dari kira-kira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perjalanan pelaporan.

Paus juga menyatakan. Ia menulis buku Toward a Christian theology of Religious Pluralism. Di samping masalah pemahaman. Mengapa uang mereka tidak digunakan saja untuk memperbaiki jalan-jalan di Indonesia yang rusak? Mengapa uang itu bukan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan? Tetapi. kita maklum. kampanye paham ini berlangsung mulus. dosen di Gregorian University. Pluralisme Agama adalah paham racun aqidah Islam yang sangat berbahaya. mengapa pemerintah AS mendukung penyebaran paham syirik modern ini di kalangan Muslim. Gara-gara itu. Dan pada 28 Januari 2000. Karena itulah. Padahal. akan dicap sebagai ’kolot’. Roma. Semula bisa jadi karena terpaksa. atau sekedar ikut-ikutan. bahkan kecanduan. kita merasa aneh. Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan: “The Revelation of Jesus Christ is definitive and complete. Di tengah kesulitan ekonomi yang melilit bangsa. melalui . tentu tidak akan mendapatkan apa-apa. dari kampus ke kampus.” Demikian petikan laporan Kedubes AS di Jakarta dalam mendukung paham-paham pluralisme agama di Indonesia. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hak-hak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. Bahkan. Di mana ada proyek. pernah mengajarkan paham bahwa agama-agama – termasuk Kristen – masih dalam proses menuju kebenaran final. Dan hanya Gereja Katolik yang merupakan jalan keselamatan yang sempurna menuju Tuhan. mengapa uang itu justru dikucurkan untuk merusak Islam dan keimanan kaum Muslim. di sana ada uang. persoalan iman. paham ini sudah ditentang habis-habisan. Tahun 2000 itu juga.memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantren untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilai-nilai tersebut di antara para pemimpin perempuan masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesantren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren laki-laki dan perempuan. Kampus yang menolak. bahwa agama-agama selain Katolik. bagi semua agama. akhirnya ia diskors oleh Paus sebagai dosen di Gregorian University. Tetapi. dan sebagainya. ’tidak progresif’. ini juga berkaitan dengan soal keuangan. Kita bisa mengambil contoh. Prof. mengapa penyebaran paham Pluralisme Agama menjadi agenda penting banyak dosen IAIN. Masalah yang lebih mendasar adalah persoalan paham. Vatikan bersikap tegas terhadap paham Pluralisme Agama. Jika Katolik saja bersikap tegas terhadap paham Pluralisme Agama. kita bisa memahami. Kita sangat menyayangkan sikap pemerintah AS seperti itu. sementara mereka sudah lulus doktor. Paus Yohannes Paulus II mengeluarkan dekrit ‘Dominus Jesus’ yang secara tegas menolak paham Pluralisme Agama[x]. Bahkan. Lama-lama bisa tergantung. bagaimana Vatikan menyikapi paham ini. ’ekstrim’. memiliki kekurangan. Kampus yang mau menerima program ini akan mendapatkan kucuran dana. Kemana lagi cari proyek? Salah satu yang mudah adalah masuk arus program penyebaran paham Pluralisme Agama.” (Ajaran Jesus Kristus adalah sudah tetap dan komplit). mengapa banyak kalangan akademisi IAIN (tidak semua) yang tergiur dengan proyek-proyek pluralisme agama semacam ini. bisa jadi. Gaji dosen sangatlah kecil. Jacques Dupuis SJ. Dengan laporan itu. masalahnya bukan sekedar soal ekonomi. Kadangkala rumah pun belum punya.

Tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi atau dianggap tinggi (superior) dari kebudayaan lain. Sehingga semua golongan akan bercampur baur dalam satu kehidupan. budaya. Padahal dalam ajaran Islam suatu kebaikan adalah lebih tinggi derajatnya dari sesuatu yang lebih buruk. Sebetulnya istilah multikulturalisme dimunculkan dan ditawarkan untuk meminimalisir konflik antar budaya yang ada tetapi yang terjadi hanya kedamaian yang semu. M. Tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih dominan. ras dan bahkan agama. Namun. baik-buruk. mudah-mudahan kita tidak termasuk dari bagian mereka. Bahkan Samuel P. Huntington meramalkan dalam bukunya The Clas of Civilization akan terjadi benturan peradaban dan disinyalir akibat dari beberapa factor: politik. Dengan menawarkan solusi multikulturalisme. Di era globalisasi adalah era keterbukaan. sangat disayangkan. Hanya saja. Jika hal ini yang dimaksud berarti istilah baik dan buruk adalah memiliki makna yang sama. Dengan ada globalisasi berarti sekatsekat yang ada harus di leburkan. Jika seperti itu maka ajaran agama akan kabur dan semakin tidak jelas. Ungkapan di atas bisa diartikan bahwa semua kebudayaan adalah sama tak ada yang lebih tinggi. Kita hanya berdoa. Kemudian juga Prof. mengapa ada saja kalangan akademisi IAIN dan sejenisnya[xi] yang mau-maunya dijadikan alat untuk merusak agama mereka sendiri. solusi yang ditawarkan bukan meminimalkan permasalahan tetapi sebaliknya menambah permasalahan. Adapaun nilai-nilai tersebut seperti norma agama. Tidak ada yang lebih unggul. muslim dan musyrik. yang kita sesalkan adalah. Sebab semua dipukul rata. Syafiq A. Munculnya Multikulturalisme Multikulturalisme adalah kesejajaran budaya.[xii] Melihat istilah ini. Tidak ada sekat pembatas antar golongan. Mughni.A dalam pengantar buku Pendidikan Multikultural mengatakan " setiap peradaban dan kebudayaan yang ada berada pada posisi yang sejajar dan sama. Padahal dalam islam dari nilai-nilai agamalah konstruksi perdaban terbentuk dan bukan budaya yang membentuk konstruksi agama. bahkan seorang ahli komunikasi Kanada. berarti akan mengaburkan nilai-nilai yang ada. Sesuatu yang benar lebih mendapatkan tempat dari pada kesalahan. benar-salah dan lain sebagainya dianggap sederajat dan sama tidak ada sekat yang membedakan yang kontradiktif berbeda. . Istilah ini pernah muncul di Amerika pada tahun 1960. haq-bathil. Istilah multikulturalisme adalah lahir dari sejarah Barat. Islam juga sangat jelas membendakan haq dan bathil. Ungkapan seperti inilah yang harus disikapi dengan arif dan bijak.penyebaran paham Pluralisme Agama? Tentu saja itu hak pemerintah AS. kala itu terdapat diskriminasi terhadap penduduk asli Amerika. sosial. Dr. inilah yang membedakan antara islam dan Barat. ekonomi. Masing-masing budaya manusia atau kelompok etnis harus diposisikan sejajar dan setara. McLuhan mengatakan "dunia merupakan kampung besar (global Village). multikulturalisme berarti ingin menumbuhkan sikap ragu-ragu atau skeptis sehingga yang ada hanya relatif.

padahal dalam Islam kebenaran absolute itu dapat diterima yaitu melalui kabar terpercaya atau riwayatriwayat yang terpercaya (tsiqoh). Belajar Hidup bersama dalam Perbedaan. Pendukung multikulturalisme menyatakan bahwa menikah beda agama adalah sah. Jika para pendukung ide/teori multikulturalisme tetap mengklaim bahwa ide atau teori tersebut adalah benar dan harus diikuti oleh semua golongan. akal serta wahyu. "…. Jika multikulturalisme ditelan mentah-mentah umat Islam berarti akan merusak bangunan Islam yang telah final. Indeks 2009). Perbedaan tersebut diramu dan diracik sehingga menghasilkan sebuah teori tidak ada klaim kebenaran (truth claim) dan superior diantara golongan.Islam sangat sesuai dengan perkembangan zaman. Maka. Dari tiga komponen inilah kebenaran absolut bisa sampai pada manusia.Bahaya multikulturalisme Multikulturalisme bukanlah sekedar wacana tetapi merupakan sebuah ideologi. Dan Islam sholihul makan wa zaman. sebab ajaran Islam telah lengkap dan sempurna. konserfatif atau fundamental. Para pendukung ide atau teori ini sangat menarik untuk dicermati. Nugroho. tidak ada yang superior atau yang berpendapat lebih baik atau lebih benar dari yang lain. Bisa kita lihat ungkapan Ulil Agshar Abdalla. Ideologi yang dikembangkan adalah melalui bangunan perbedaan yang ada. Bahkan para pendukung ide/teori ini memberikan cap diluar golongan mereka dengan primitive. Selain itu juga dalam buku Memoar Cintaku yang ditulis Ahmad Nurcholish menceritakan pengalaman perjalanan cinta sang penulis dengan seorang perempuan Khonghucu dan pada pernikahan tersebut . teori tersebut telah runtuh sebab bertentangan dengan teori yang sedang dibangun oleh teori itu sendiri. Manusia oleh Allah dibekali panca indera. dan Islam akan didekontruksi ulang. Padahal ungkapan St. Nugroho ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. tetapi golongan diluar mereka tidak boleh mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar. Ini dibuktikan dengan dibolehkannya kawin campur. Bahkan juga Allah mengutus para nabi dan rasul. Menurut Islam kebenaran absolute bisa sampai kepada manusia. Bahaya ini juga akan menimpa pada pernikahan. Mereka para pendukung ide multikulturalisme ini mengklaim bahwa apa yang mereka tawarkan adalah sesuatu yang harus diikuti oleh semua kalangan. sehingga pernikahan beda agama tak lagi menjadi soal". kebenaran absolute tidak dapat diterima oleh manusia sebab manusia meruang dan mewaktu. multikulturalisme harus disikapi dengan rendah hati "menerima kenyataan" bahwa seseorang tidak mampu memiliki kebenaran absolute (Multikulturalisme. Multikulturalisme juga akan menganggap bahwa semua agama adalah sama dan sederajat dengan golongan yang lainnya. Sehingga sifat keragu-raguan terhadap kebenaran dapat dihilangkan. Jika umat Islam ragu-ragu dengan ajaran Islam berarti terjadi kesalahan dalam keimanannya. sebab manusia tidak dapat meraih kebenaran yang absolut. Islam adalah agama revolusioner. Multikulturalisme beranggapan bahwa semua agama adalah sama. Padahal ajaran Islam telah sempurna. Revolusi ini mesti diteruskan. Hal ini senada dengan St. antara laki-laki Muslim dengan perempuan ahl kitab. Sebab manusia sifatnya relative.

Agama adalah sesuatu yang sangat penting sebab agama adalah way of life bagi setiap pemeluknya. Padahal jika ditelaah dengan seksama Undang-Undang tersebut memberikan porsi yang adil. khususnya Pasal 13 sempat ditentang oleh sebagian golongan. etnis. tradisi. Allah berfirman yang artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sudah selayaknya peserta didik menerima materi agama dari guru agamanya yang seagama pula. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". maka yang dihasilkan adalah generasi yang bingung. terus diangkat pada derajat kebenaran. Jika ide/teori ini dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. dan lingkungan geografi serta demografis sangat luar biasa. ras. QS. Pluralitas dan multikultur Pluralitas dan multikultur adalah sebuah fenomena dan realitas sosial dan itu bukan menjadi kendala dalam Islam. kemudian manusia bukan hanya terdiri dari . ragu-ragu dan skeptis terhadap ajaran agamanya. suku serta agama adalah sebuah realita yang ada pada saat sekarang dan itu merupakan wujud kekuasaan Allah Swt.Ulil Abshar Abdalla menjadi saksinya. artinya: "Hai manusia. Keberanekaragaman corak budaya. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . Bahkan mantan Menteri Pendidikan Nasional. dan ide ini sebenarnya adalah kepanjangan dari ide pluralisme yang pada saat sekarang banyak ditentang oleh masyarakat. Sebab Allah menciptakan manusia yang beraneka ragam adalah supaya manusia saling mengenal dan saling menghargai. Inilah bahayanya ide/teori multikulturalisme. Multikulturalisme pada saat sekarang menjadi salah satu isu dalam dunia pendidikan. karena potensi yang dimiliki Indonesia secara kultural. Realitas yang plural dan multikultur adalah sudah menjadi sunnatullah. tetapi kenyataan realitas tersebut bukan harus membenarkan yang salah. pendidikan multikulturalisme perlu ditumbuhkembangkan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sebagaimana firman-Nya juga. Malik Fajar (2004) pernah mengatakan pentingnya pendidikan multikulturalisme di Indonesia. QS. bahasa.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Adil dalam makna menempatkan sesuatu pada tempatnya. Menurut mereka Undang-Undang tersebut tidak sesuai dengan nafas multikulturalisme bahkan semakin memperuncing diskriminasi. Menurutnya. AlHujuraat: 13. Kemudian juga Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui". ArRuum: 22 Berdasarkan ayat tersebut keberagaman adalah sunnatullah dan untuk menjadikannya satu adalah sebuah kemustahilan. Kedua ayat di atas dapat dipahami bahwa di dunia ini terdiri dari berbagai macam bahasa yang dimiliki oleh makhluk.

Islam mengakui pluralitas dan multikultur adalah frealitas sosial. baik-buruk. Banyak dari generasi yang memiliki kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan tetapi tidak didasari dengan pengabdian serta keikhlasan akhirnya mendatangkan bencana. Menurut Hamid Fahmy Zarkasyi "Globalisasi merupakan keadaan. dimana bangsa-bangsa terkondisikan untuk menerima kultur. sosial. maka yang akan dihasilkan adalah "generasi abu-abu". Manusia juga bukan hanya terdiri dari satu jenis tetapi terdiri dari laki-laki dan perempuan. generasi yang "banci" karena tidak berani menyatakan dengan jelas suatu kebenaran. Jadi tingkat majunya sebuah peradaban suatu bangsa atau masyarakat dapat dilihat dari cara berfikir masyarakatnya. Baik kemajuan politik. serta dari berbagai macam corak tersebut bukan untuk menjadi kendala manusia untuk membangun sebuah kebersamaan untuk mencari kemuliaan Allah dimuka bumi ini dan membangun peradaban yang mulia serta berakhlaqul karimah. dan budaya maupun agama. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam memfilter nilai-nilai globalisasi yang tidak sesuai corak serta gaya hidup masyarakat adalah melalui pendidikan. Kenyataan ini tidak dapat ditolak. Dan untuk mendamaikan keberbedaan ini adalah melalui toleransi. bahwa Allah Mahakuasa.satu macam kulit tetapi terdiri dari berbagai corak warna kulit. tarbiyah dan ta`dib. Tanpa pendidikan sebuah bangsa atau masyarakat tidak akan merasakan kemajuan. pengabdian dan keikhlasan serta pengamalan ilmu. Manusia juga bukan terdiri dari satu bangsa dan suku tetapi manusia terdiri dari berbagai suku dan bangsa. Menghargai keberadaannya. benarsalah. oleh karenanya globalisasi perlu dipahami dan direspon secara tepat akurat. tetapi juga bukan berarti harus diterima. serta yang diajarkan adalah bentuk kerelativitasan. tradisi dan nilai-nilai yang dianggap mendunia dan menyeluruh. ekonomi. sebab peradaban manusia akan terlahir dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan. Itu semua oleh Allah tunjukkan kepada manusia. menghormati aktifitasnya akan tetapi umat Islam harus tetap yakin bahwa Islam adalah jalan yang paling benar. Peranan pendidikan dalam masyarakat memiliki peranan yang sangat vital. Tetapi jika wadah ini tidak berani untuk membedakan antara haq-bathil. Muhammad Abduh mengatakan bahwa pendidikan merupakan alat yang ampuh untuk melakukan perubahan. baik buruk kepada peserta didiknya. Epilog Pluralisme yang terjadi di Indonesia adalah membawa misi zionis penghancuran . haq-bathil dan lain sebagainya. Solusi Globalisasi merupakan sebuah kenyataan yang harus dihadapi dan disikapi dengan bijaksana. benar-salah. Pendidikan adalah sarana manusia untuk menuju suatu perubahan. Melalui pendidikan masyarakat mengetahui hitam-putih. dari ketiga unsur ini hanyalah untuk mengabdikan diri kepada Allah dan untuk kemaslahatan umat. Menurut konferensi internasional pendidikan Islam di Universitas King Abdul Aziz tahun 1977 merumuskan bahwa pendidikan tidak bisa lepas dari pengertian ta`lim. Pendidikan merupakan agent of change.

LA (Unv. KH. Paramadina Mulya Jakarta). [xi] Diantaranya: NM. Cet. [iii] Salah satu tarekat yang didirikan pada tahun 1837. 9 [ii] Gerakan yang memiliki tujuan memurnikan prilaku keagamaan umat Islam yang telah menyimpang dari tuntunan agama yang sebenarnya. SRP (UGM). 1997. Rowe. TAA (IAIN Alauddin ujung Pandang). [vii]Nur Khalik Ridwan. 535. 4. Pelopornya Sidi Muhammad bin Ali as-Sanusi. 1999.Cet. karena pluralisme Indonesia mengaburkan aqidah Islam (Tauhid) bukan pluralis dalam sunnatullah sebagaimana yang dibahas Dr. Gagasan Islam Liberal di Indonesia. Jakarata : Paramadina dan tabloid Tekad. Edisi 2. hlm. Islam : Past Influence and Present Challenge. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. . Jayabaya. Sebab multikulturalisme tujuannya adalah persamaan dan kesederajatan. HB (Yayasan Aksara Jakarta) dll. dalam Gery E. Pendidikan Multikultural. Dalam Cendikiawan Masyarakat. “Pluralisme dan Toleransi”. Jakarta : Kerjasam Paramadina dengan pustaka antara. Keadaan seperti ini seperti masyarakat Barat. UAA (Lakpesdam NU Jakarta). D. Bandung: Mizan 1998. Semuga kita mampu menyadarkan dan Allah memberi hidayah pada mereka yang terjerat dalam ambisi sesaat. Kasler. 63. Muhammad Imarah[xiii] dalam bukunya Islam dan Pluralis. 2008. dan Relegiusitas [xii] Choirul Mahfud. 178 [v] John Hick. [ix] www. SM. Pendidikan multikulturalisme bukanlah solusi dalam memecahkan permasalahan yang ada. hlm. [vi] Alwi Shihab. [iv] William L. 42.260512 [i] Fazlur Rahman. Jakarta). Jakarta). Cairo : Darur Rasyid. hlm. MMR. Conflicting truth claim. California: Wodsworth Publishing Company. [xiii] Baca juga buku : Muhammad Imarah. maka yang terjadi adalah kebingungan dan skeptisisme peserta didik.Pluralisme Borjuis : Kritik Atas Nalar Pluralisme Cak Nur. hlm. Jika antara salah dan benar dianggap sama atau budaya baik dan budaya buruk dianggap sama. SAS (PBNU).JA (Unv. Islam Inklusif : Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama. 1992. Philosophy of Religion. MR. hlm. Islam dan Pluralitas : Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. tetapi timbulnya paham ini memberikan efek yang sangat bahaya terhadap peserta didik. AA (UI). dengan tujuan untuk memperbarui penghayatan dan penyebar luasan Islam. AMM dan S (Muhammadiyah).newyorktimes.Kepada Allah tempat berlindung dari cengkraman musuh agama-Nya. Yayasan Adikarya IKAPI. Pelopornya Muhammad bin Abdul Wahhab. 77 [viii] Nurcholis Madjid.Islam oleh Amerika. hlm. 2001. philosophy of relegion : Toward a Global Perspektive. AA dan NU (IAIN Syarifhi Hayatullah. Yogyakarta : Galang Press.2002.17 [x] Ibid. 1. dalam Greg Barton. California: Wodsworth Publishing Company. bingung dengan tujuan mereka untuk hidup.com.