Anda di halaman 1dari 23

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................................................. 34 DAFTAR GAMBAR.................................................................................................................................. 35 DAFTAR TABEL ...................................................................................................................................... 36 BAB III ................................................................................................................................................... 36

3.1Potensi Kota Denpasar ......................................................................................36 3.1.1 Kondisi Fisik............................................................................................................36 3.1.2 Kondisi Non Fisik ....................................................................................................44 3.1.3 Tata Bangunan Kota Denpasar ................................................................................50 3.2 SWOT ................................................................................................................53 3.2.1Pengertian SWOT .....................................................................................................53 3.2.2 Analisis SWOT ........................................................................................................54 3.2.2 Simpulan analisa SWOT .........................................................................................56 3.3 Spesifikasi Khusus Kondominium Di Denpasar ...............................................56 3.3.1 Pengertian ...............................................................................................................56 3.3.2 Fungsi .......................................................................................................................56 3.3.3 Tujuan ......................................................................................................................56 3.3.4 Jenis kegiatan ...........................................................................................................56 3.3.5 Sistem kepemilikan Kondominium..........................................................................56 3.3.6 Sistem Pengelolaan ..................................................................................................56 3.3.7 Hak dan kewajiban Penghuni ...................................................................................56

34

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1...........................................................................Error! Bookmark not defined. Gambar 3. 2 Peta Kota Denpasar ...................................................................................... 38 Gambar 3. 3 Peta Rencana Tata Ruang Kota Denpasar .................................................... 40

35

Letak Geografis dan Administratif Kota Denpasar terletak di tengah-tengah dari Pulau Bali. identifikasi dan spesifikasi khusus proyek dalam Kondominium di Kota Denpasar.. Ditinjau dari Topografi keadaan medan Kota Denpasar secara umum miring kearah selatan dengan ketinggian berkisar antara 0-75m diatas permukaan laut. berisikan kondisi fisik dan kondisi non fisik dari Kota Denpasar . opportunities. perekonomian. 3.1 Kondisi Fisik Berikut ini kondisi fisik wilayah Kota Denpasar : 1. 3. di sebelah Selatan Selat Badung dan di sebelah Barat Kabupaten Badung. analisis SWOT (strengths.1. yang berbatasan dengan: di sebelah Utara Kabupaten Badung.DAFTAR TABEL BAB III STUDI PERANCANGAN KONDOMINIUM DI KOTA DENPASAR Pada BAB III Studi Perancangan Kondominium di Kota Denpasar ini. Menguraikan tinjauan lokasi proyek. 36 . selain merupakan Ibukota Daerah Tingkat II.1 Potensi Kota Denpasar Potensi Kota Denpasar . weaknesses. Letak yang sangat strategis ini sangatlah menguntungkan. Morfologi landai dengan kemiringan lahan sebagian besar berkisar antara 0-5% namun dibagian tepi kemiringannya bisa mencapai 15%. penulis menguraikan tentang wilayah perencanaan Kondominium di Kota Denpasar. di sebelah Timur Kabupaten Gianyar. Kota Denpasar terletak diantara 08° 35" 31'-08° 44" 49' lintang selatan dan 115° 10" 23'-115° 16" 27' Bujur timur. pendidikan. baik dari segi ekonomis maupun dari kepariwisataan karena merupakan titik sentral berbagai kegiatan sekaligus sebagai penghubung dengan kabupaten lainnya. dan threats) pengadaan proyek. juga merupakan Ibukota Propinsi Bali sekaligus sebagai pusat pemerintahan.

Kabupaten Badung. Sebelah timur berbatasan dengan Selat Badung dan wilayah Kecamatan Sukawati. b. Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Mengwi dan Kecamataan Abiansemal Kabupaten Badung. Sebelah selatan berbatasan dengan Selat Badung.Batas-batas wilayah Kota Denpasar terdiri atas: a. Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kecamatan Kuta dan Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung 37 . dan d. Kabupaten Gianyar. Teluk Benoa dan wilayah Kecamatan Kuta. c.

2014 38 . 1 Peta Kota Denpasar Sumber: Bappeda Kota Denpasar.Berikut ini peta dari Kota Denpasar dilihat pada gambar berikut ini Gambar 3.

Denpasar Barat Denpasar Timur Denpasar Selatan Denpasar Utara Tanah Sawah 299 586 754 955 Tanah Kering 10 23 2018 4038 Jumlah 309 609 2772 4993 Tabel 3.Luas wilayah Kota Denpasar 127.162 Ha. 1 Table Luas Lahan di Kota Denpasar Dirinci per Kecamatan (hektar) Sumber: Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar Kota Denpasar termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi angin musim sehingga memiliki musim kemarau dengan angin timur (Juni-Desember) dan musim Hujan dengan angin barat (September-Maret) dan diselingi oleh musim Pancaroba.75 M dari permukaan laut. Abiansemal dan Kuta Utara).4°C . Tanah Hutan 538 Ha . Lahan Kering terdiri dari Tanah Pekarangan 7. sedangkan suhu minimum pada bulan agustus. Dari luas tersebut diatas tata guna tanahnya meliputi Tanah sawah 5. atau 2. Suhu rata-rata berkisar antara 25. 4.1%) berada pada ketinggian antara 0 .714 Ha.28. Luas Lahan di Kota Denpasar dirinci per Kecamatan (hektar) Luas Lahan di Kota Denpasar Dirinci per Kecamatan (hektar) Kecamatan 1. 3. Jumlah Curah Hujan tahun 2008 di Kota Denpasar berkisar 0-406 mm dan rata-rata 97. Tanah sementara tidak diusahakan 81 Ha.27 persen dari seluruh luas daratan Propinsi Bali. 2. yang merupakan tambahan dari reklamasi pantai serangan seluas 380 Ha.547 Ha dan Lahan Kering 10.98 Ha. Sebagian besar (59.86 Km2. Batas Wilayah Kota Denpasar di sebelah Utara dan Barat berbatasan dengan Kabupaten Badung (Kecamatan Mengwi.5°C dengan suhu maksimum jatuh pada bulan Januari. sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gianyar (Kecamatan Sukawati dan Selat Badung dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Badung (Kecamatan Kuta) dan Selat Badung.98 km2 atau 127. Bulan basah (Curah Hujan >100 mm/bl) selama 4 bulan dari bulan Nopember s/d Pebruari Sedangkan bulan kering (Curah Hujan <100 mm/bl selama 8 bulan jatuh pada bulan 39 . Tanah Perkebunan 35 Ha dan Tanah lainnya: 1. Sedangkan luas daratan Propinsi Bali seluruhnya 5.001 Ha. Tanah Tambak/Kolam 9Ha.632.1 mm. Tanah Tegalan 396 Ha.

2 Peta Rencana Tata Ruang Kota Denpasar Sumber: Bappeda Kota Denpasar. Curah Hujan tertinggi terjadi pada pada bulan Pebruari (406 mm) dan terendah terjadi pada bulan Oktober (0 mm) Kebijakan Pengembangan Tata Ruang Gambar 3.Maret sampai Oktober. 2014 40 .

wilayah Provinsi Bali dan wilayah Kabupaten sekitar dalam kerangka Kawasan Perkotaan Sarbagita Dari data tata ruang dapat diambil kesimpulan bahwa daerah daerah yang dapat dibangun sesuai Sesuai peraturan daerah kota denpasar nomor 27 tahun 2011 pasal 14 disebutkan pembagian wilayah kota menjadi 5 (lima) BWK. terdiri atas: a. BWK Utara. Rencana tata ruang wilayah Kota Denpasar tahun 2011 . sehingga membutuhkan kearifan dalam konsep penataan ruang. yang sekaligus merupakan Kota Inti dari Kawasan Perkotaan Sarbagita sebagai Kawasan Strategis Nasional. Bahwa Kota Denpasar memiliki peluang pengembangan wilayah yang pesat. Denpasar Kota Berbudaya dilandasi Tri Hita Karana. yang memberi ruang kepada peningkatan kegiatan perekonomian dengan tetap memelihara kelestarian budaya dan lingkungan wilayah Kota Denpasar b.a. dan 41 . BWK Tengah. seimbang dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan untuk meningkatkan keseimbangan pemanfaatan ruang. Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Bahwa sesuai dengan Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. disisi lain Visi Pembangunan Kota Denpasar dikembangkan pada perwujudan. Bahwa untuk mengarahkan pembangunan di Kota Denpasar dengan memanfaatkan ruang wilayah secara berdaya guna. diperlukan adanya rencana struktur ruang dan pola ruang wilayah Kota Denpasar c. BWK Timur. membutuhkan koordinasi penataan struktur ruang dan pola ruang wilayah Kota Denpasar yang terintegrasi. berhasil guna serasi. Kota Denpasar merupakan ibukota provinsi Bali. BWK Selatan. d.2031 Sesuai peraturan daerah kota denpasar nomor 27 tahun 2011 tentang RTRW Wilayah Kota Denpasar menimbang a. selaras. c. sinergi dan saling mendukung dengan struktur ruang dan pola ruang wilayah Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) dan Perda Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. b.

sebagian Desa Dangin Puri Kauh. dan e. sebagian Desa Pemecutan Kaja. permukiman. Lingkungan Utara III terdiri atas Kelurahan Tonja dan Desa Peguyangan Kangin yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian. terdiri atas: a. pelayanan kesehatan dan pendidikan. permukiman. sebagian Desa Dangin Puri Kauh dan sebagian Desa Dauh Puri Kaja yang berfungsi sebagai Cathus Patha Agung Kota. BWK Tenga. Lingkungan Tengah III terdiri atas Desa Dangin Puri Kaja. pusat perdagangan dan jasa dan pusat pemerintahan Provinsi Bali. Lingkungan Tengah V terdiri atas Kelurahan Dauh Puri. BWK Utara terdiri atas: a. pusat pemerintahan kota dan pusat pelayanan sosial budaya kota. b. Desa Dauh Puri Kelod dan Desa Dauh Puri Kauh yang berfungsi sebagai pusat permukiman. Lingkungan Tengah I terdiri atas Desa Dauh Puri Kangin. Lingkungan Tengah II terdiri atas Sebagian Desa Dauh Puri Kaja. Lingkungan Utara II terdiri atas Kelurahan Peguyangan dan Desa Peguyangan Kaja yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian. dan pelayanan transportasi. dan kegiatan olah raga. b. BWK Timur terdiri atas: 42 . pusat perdagangan kota. Kelurahan Dangin Puri.e. dan perdagangan dan jasa. dan c. Desa Dangin Puri Kangin dan Desa Sumerta Kauh yang berfungsi sebagai pusat permukiman dan pusat perdagangan dan jasa. pusat permukiman dan pusat perdagangan dan jasa. Pendidikan. perdagangan dan jasa. BWK Barat. Lingkungan Tengah IV terdiri atas sebagian Desa Dangin Puri Klod dan Desa Sumerta Klod yang berfungsi sebagai Pusat Permukiman. Kelurahan Ubung dan sebagian Desa Pemecutan Kaja dan yang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa. sebagian Kelurahan Pemecutan dan sebagian Desa Pemecutan Klod yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan kota. d. pendidikan. Lingkungan Utara I terdiri atas sebagian Desa Ubung Kaja. permukiman dan pusat pemerintahan kecamatan. c. pusat kegiatan olah raga.

Lingkungan Timur III meliputi Kelurahan Sumerta. d. perdagangan dan jasa. Lingkungan Selatan I terdiri atas Kelurahan Sanur. c. Lingkungan Selatan IV terdiri atas Desa Pemogan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian. perdagangan dan jasa. Lingkungan Barat II terdiri atas sebagian sebagian Kelurahan Padang Sambian. Lingkungan Selatan V terdiri atas Kelurahan Serangan yang berfungsi sebagai pusat permukiman. dan pusat pelayanan infrastruktur kota. Lingkungan Selatan II terdiri atas Kelurahan Panjer. perdagangan dan jasa. perdagangan dan jasa dan pusat pelayanan pendidikan.a. Kelurahan Kesiman dan Desa Kesiman Petilan yang berfungsi sebagai pusat permukiman dan perdagangan dan jasa. Lingkungan Barat III terdiri atas sebagian Desa Padang Sambian Klod dan sebagian Desa Pemecutan Klod yang berfungsi sebagai pusat permukiman dan perdagangan dan jasa. Lingkungan Timur I meliputi Kelurahan Penatih dan Desa Penatih Dangin Puri yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian dan permukiman. BWK Barat terdiri atas: a. b. b. pusat permukiman. 43 . b. pusat kegiatan pariwisata dan pusat kegiatan kelautan. Lingkungan Selatan III terdiri atas Kelurahan Sesetan dan Kelurahan Pedungan berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian. sebagian Desa Padang Sambian Kelod. pusat permukiman. Desa Sanur Kaja dan Desa Sanur Kauh yang berfungsi sebagai pusat permukiman. pusat kegiatan pariwisata dan pusat kegiatan kelautan. Lingkungan Barat I terdiri atas sebagian Kelurahan Padang Sambian dan Desa Padang Sambian Kaja berfungsi sebagai pusat permukiman dan perdagangan dan jasa. dan e. dan c. sebagian Kelurahan Pemecutan. Desa Tegal Kertha dan Desa Tegal Harum yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan. pusat pelayanan infrastruktur kota dan pelabuhan laut. pusat permukiman dan perdagangan dan jasa. Desa Sumerta Kaja. Kelurahan Renon dan Desa Sidakarya yang berfungsi sebagai pusat permukiman. Lingkungan Timur II meliputi Desa Kesiman Kertalangu yang berfungsi sebagai pusat kegiatan pertanian. BWK Selata terdiri atas: a. permukiman dan perdagangan dan jasa. dan c.

907 jiwa per km2).200 jiwa (17.900 jiwa yang terdiri dari 425.3.26 persen). Kepadatan penduduk adalah banyaknya penduduk per km2. yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Denpasar Barat (10.2 Kondisi Non Fisik Adapun kondisi non fisik wilayah Kota Denpasar adalah sebagai berikut 1. (BPS Kota Denpasar) Peningkatan rumah tangga yang tinggal di rumah milik sendiri sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali di sektor bangunan (konstruksi) yang terus mengalami kenaikan dari tahun 2009 sampai tahun 2011.37 persen pada tahun 2010.221 jiwa per km2). Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kecamatan Denpasar Selatan dengan penduduk sebesar 261.88 persen pada tahun 2011.600 jiwa (22. dan menjadi 7.800 penduduk laki-laki (51.03 persen). Kecamatan Denpasar Utara 185.1.41 persen).31 persen dari tahun 2011 ke 2012 berdasarkan hasil Susenas. rumah juga dapat berfungsi sebagai aset bagi pemiliknya.94 persen). Terkait dengan pembangunan Kondominium di Denpasar maka data jumlah pendudukk yang memiliki/tinggal di rumah sendiri se Bali hal ini di tunjukan dalam tabel berikut ini : 44 . Pada tahun 2009 pertumbuhan di sektor konstruksi hanya 0.526 jiwa per-km2.100 jiwa (29.100 penduduk perempuan (48. penduduk Kota Denpasar pada tahun 2012 berjumlah 833.062 jiwa per km2) kemudian Kecamatan Denpasar Timur (6. Kependudukan Berdasarkan hasil proyeksi penduduk.91 persen. dan Kecamatan Denpasar Selatan (5. Kepadatan penduduk di Kota Denpasar pada tahun 2012 telah mencapai 6.30 persen dari seluruh penduduk Denpasar yang diikuti oleh Kecamatan Denpasar Barat 242. dan Kecamatan Denpasar Timur 145.508 jiwa per km2 ). kemudian mengalami kenaikan yang sangat tinggi menjadi 7.06 persen) dan 408. yang merupakan perbandingan jumlah penduduk dan luas wilayah.000 jiwa atau sebesar 31. Dari 4 kecamatan. Kecamatan Denpasar Utara (5. Faktor pendukung lainnya adalah peningkatan pertumbuhan rumah tangga di Bali sebesar 2. Angka ini merupakan angka tertinggi di Propinsi Bali. Rumah mulai disadari oleh masyarakat sebagai investasi yang paling aman dan menguntungkan sehingga rumah tangga lebih memilih. Selain itu.

Berbeda dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali yang sebagian besar (lebih dari 60 %) rumah tangganya tinggal di rumah milik sendiri. rumah tangga di Kota Denpasar yang tinggal di rumah milik sendiri hanya mencapai 48.Tabel 3. Angka ini merupakan angka tertinggi diantara kabupaten/ kota di Provinsi Bali.89 persen dan yang menyewa (indekos) sebesar 36. Kondisi ini berimbas pada tingginya harga tanah dan rumah sehingga masyarakat tidak mampu membeli. 45 . Efek lanjutan dari berbagai kegiatan ekonomi dan pendidikan yang terkonsentrasi di Kota Denpasar adalah kedatangan para pendatang yang bertujuan untuk bekerja atau sekolah. Hal ini terlihat dari persentase rumah tangga di Denpasar yang mengontrak sebesar 6. Hal ini diduga karena Kota Denpasar sebagai ibu kota provinsi menjadi pusat berbagai kegiatan ekonomi dan pendidikan di Bali.13 %. Mereka umumnya bertempat tinggal sementara sehingga cenderung memilih menyewa (indekos) atau mengontrak sebagai alternatif tempat tinggal karena mahalnya harga properti.88 persen. 2 Status Penguasaan Bangunan Yang Ditempati & Milik Sendiri Sumber : Susenas 2012 Tabel di atas juga memperlihatkan status penguasaan tempat tinggal rumah tangga di setiap kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Sehingga perlu diketahui kondisi perekonomian masyrakat Kota Denpasar.717 Ha. Untuk holtikultura baik sayur-sayuran maupun buah-buahan. Perekonomian Tujauan pembahsan dalam hal perekonomian. Penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian tahun 2009 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu dari 8. Peningkatan penyerapan tenaga kerja ini mencerminkan bahwa tenaga kerja di Kota Denpasar mengarah kepada usaha pertanian dengan pola agrobisnis. Luas lahan di Kota Denpasar sampai akhir Tahun 2009 seluas 12.187 ton.445 ton sedangkan tahun 2009 mencapai 15. a. mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya periakanan baik perikanan darat dan perikanan laut serta pemanfaatan lahan pantai untuk budidaya perikanan laut. Menyusutnya lahan produktif karena adanya alih fungsi lahan mengakibatkan produksi pertanian menjadi menurun.152 ton sedangkan tahun 2009 naik menjadi 33. dan membantu para petani dalam pembenihan melalui Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar.2.562 ton. Selama kurang lebih lima tahun terakhir ini luas lahan sawah berkurang sekitar 283 Ha.89 %. Pertanian Pembangunan Pertanian dan Kelautan di Kota Denpasar diarahkan pada pengembangan agribisnis serta mendukung kebijaksanaan ketahanan pangan. Produksi hasil pertanian padi pada tahun 2008 mencapai 32. Berdasarkan pada potensi lahan pertanian dan kelautan yang ada untuk mencapai tersebut maka ditempuh melalui penerapan program intensifikasi dan diversifikasi usaha tani.728 Ha dengan rincian luas lahan sawah 2. produksi jagung pada tahun 2008 mencapai 14. peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendapatan petani/nelayanan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya perikanan dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan.831 Ha. atau menyusut rata-rata tiap tahun sekitar 2. luas lahan perkebunan 396 Ha dan luas lahan kering 7. produksi kedelai tahun 2008 mencapai 512 ton biji kering sedangkan tahun 2009 hanya 524 ton. 46 . Berbagai usaha telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk menghindari alih fungsi lahan diantaranya melalui lomba subak. adalah untuk mengetahui sasaran dalam pembangunan Kondominium yang notabenya adalah untuk kalangan atas.56 % menjadi 8.8 %. produksinya cendrung meningkat.

c.397. air aliran permukaan 153. Langkah-langkah terarah dan terpadu terus ditingkatkan untuk mendukung kepariwisataan. Pengembangan perdagangan. Masalah-masalah yang berhubungan dengan kepariwisataan tidak terbatas pada kerajinan tangan. transportasi dan jasa-jasa lainnya.b. atau sekitar 64 persen. d. Sektor pariwisata. pulau maupun internasional yang didukung oleh sarana perdagangan.760 m3 dan jumlah pelanggan air minum tahun 2008 mencapai 64. seni tari dan usaha komplementer. Urusan promosi dalam wilayah.825 pelanggan. Produksi air minum tahun 2008 mencapai 35. pos. Urusan bumi perkemahan. Mengenai air bersih hampir seluruh Kota Denpasar kebutuhannya dipenuhi oleh PDAM yang memanfaatkan debit air di sungai Ayung dan beberapa sumur bor. I Bali No. Sektor pengairan Sumber-sumber air yang tersedia di Kota Denpasar berasal dari curah hujan. sedangkan di kota pengaruh itu adalah dalam bentuk pelayanan yaitu akomodasi. Berdasarkan Perda Tk. sehingga terciptanya keadaan dan perkembangan harga yang layak dan bersaing dalam 47 .954 juta m3/tahun dan air bawah tanah 36. yaitu persidian berupa air hujan 265. dan Telekomunikasi Pengembangan kepariwisataan di Kota Denpasar tidak terlepas dari arah dan kebijaksanaan kepariwisataan Provinsi Bali yang mengembangkan pariwisata budaya dengan di dukung budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu. Urusan usaha rekreasi dan hiburan umum kecuali diskotik dan rekreasi air. Urusan mendala wisata. koperasi dan perbankan diarahkan untuk lebih memperlancar arus barang dan jasa.574 juta m3/tahun. pelabuhan termasuk kargo dan sarana lainnya yang cukup memadai sehingga kelancaran pertukaran barang tidak menemui hambatan. 14 tahun 1989 sabagian urusan pemerintahan di bidang kepariwisataan telah diserahkan kepada pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang meliputi :      Urusan obyek wisata sepanjang tidak menjadi urusan pemerintah pusat dan Pemda Propinsi Bali.317 juta m3 / tahun. air permukaan dan air bawah tanah. Sektor Perdagangan dan Koperasi Prasarana yang makin sempurna baik antar kota.

pemerintah turut memacu tercapainya iklim dunia usaha yang sehat untuk mendorong agar dunia usaha makin mampu berperan menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan saling menunjang. 127. Koperasi Pemasaran 8 Unit. Jumlah toko dan kios mencapai 5. Dalam rangka meningkatkan peranan dunia usaha. Sampai tahun 2009 jumlah KUD 4 unit. Sementara Pasar Tradisional sampai saat ini tercatat 39 buah.506 orang terserap di sektor pertanian. Sampai dengan Desember 2009 telah dibina 35 kelompok usaha ekonomi desa (UED dan membangun 29 unit Pasar Desa.02 terdiri dari hasil kerajinan US$ 68.445 Jiwa.155. koperasi Konsumen 276 Unit. baik ditinjau dari jumlah koperasi jumlah anggota koperasi maupun nilai usaha koperasi.816 di sektor Transportasi.133.651.43. Kondisi Kemasyarakatan Dalam pembahasan kali ini akan dibahas tentang kondisi kemasyrakatan yang mengenai sektor penduduk dan ketenagakerjaan. mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan serta hasilhasilnya.832.581 terserap di sektor Perdagangan. Pasar umum ada 17 buah tersebar di empat kecamatan dengan jumlah pedagang mencapai 6.056 buah sedangkan pasar swalayan sampai saat ini ada 18 buah. 3. dan sektor transportasi. Pembangunan koperasi selama tiga tahun terakhir telah menunjukan berbagai keberhasilan yang amat berarti.026 terserap di sektor Konstruksi dan 48 . Sektor penduduk dan ketenagakerjaan Menurut regestrasi penduduk Kota Denpasar sesuai dengan hasil Sensus pada tahun 2010 berjumlah 788.rangka menunjang usaha peningkatan produksi perluasan lapangan kerja.574. Tahun 2010 angkatan kerja di Kota Denpasar sebanyak 310. Jenis kegiatan perdagangan di Kota Denpasar dibedakan antara pasar umum. Koperasi juga telah berperan aktif dalam kegiatan ekonomi rakyat serta dapat meningkatakan kesejahteraan para anggotanya. Sedangkan sejumlah bank yang ada baik bank pemerintah maupun swasta berjumlah 191 buah serta pengusaha kecil dan menengah berjumlah 393 unit usaha.56 dan lain-lain 1.793 orang. Koperasi Jasa 83 unit dan Koperasi Simpan Pinjam 69unit. Pada tahun 2009 total realisasi ekspor bernilai US$ 71. 20. Koperasi Produsen 79.245 terserap di sektor industri. 35.854. 1. Hotel dan Restoran.276. Pelaksanaan program ekspor Kota Denpasar menunjukkan hasil yang sangat bervariasi. pertokoan dan pasar swalayan. peningkatan pendapatan serta pemanfaatan stabilitas ekonomi daerah. Sampai tahun 2009 telah terbentuk 34 buah LPD dari 35 Desa Pakraman yang ada. 17. dengan rincian 9.

57%. provinsi dan jalan kota.22% serta sektor lainnya 0. Mengenai jalan yang ada di Kota Denpasar terdiri dari jalan nasional.02 % dan SD sebanyak 0.803 km (17. jalan provinsi sepanjang 19. trotoar.6% per tahun.17 %. Panjang keseluruhan mencapai 487. Sektor transportasi Kebijaksanaan pembangunan di sub sektor perhubungan darat diarahkan pada usaha peningkatan prasarana jalan.62 km.64 km.100. jalan swadaya mulai digalakkan selama 4 tahun terakhir dan telah mencapai 83. rambu-rambu jalan dan terminal. Pertambahan kedaraan per tahun mencapai 14 % sedangkan panjang jalan hanya 3. jembatan KIP. Jumlah jembatan sebanyak 113 buah.25 %. Panjang jalan negara/nasional 53. Pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat tidak sebanding dengan pertambahan ruas jalan baru sehingga melebihi daya tampung kapasitas jalan. Sebagian besar penduduk yang bekerja memiliki lapangan usaha utama pada sektor jasa sebesar 48.36 km dan yang belum beraspal 57.710 km dengan kondisi beraspal 400.54 km. Disamping sarana jalan.71 km.25% sektor pertanian 4.87 km dan jalan sekunder 356. Jalan utama 142.98%. persentase SLTA 34. untuk memperlancar layanan publik di Kota Denpasar terdapat beberapa terminal angkutan sebagai berikut : 49 . jalan kota sepanjang 69. Sampai akhir tahun 2008 tercatat secara komulatif pencari kerja sebanyak 4. SLTP sebanyak 1.18%).90 %. Ditinjau dari pendidikan kualitas pencari kerja di Kota Denpasar semakin meningkat karena dari jumlah pencari kerja yang terdaftar di dominasi oleh lulusan Sarjana sebanyak 42. persentase Diploma 21.04 km. sektor perdagangan 32.588 orang dan lowongan kerja yang ada 2650 (baik dalam maupun luar negeri) 2.658 di sektor jasa-jasa lainnya.75 %.

4 tahun 1996. dimana ketinggian bangunan diatur sebagai berikut: a) Ketinggian bangunan yang memanfaatkan ruang udara diatas permukaan bumi dibatasi maximum 15 meter. KDB sedang (30%-50%) secara umum diterapkan pada kawasan permukiman. dan rencana sempadan bangunan yang di jelaskan sebagai berikut : 1) Rencana Kepadatan Bangunan Rencana kepadatan bangunan ditentukan dengan menetapkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) pada masing-masing pengembangan sesuai dengan karakteristik peruntukan yang direncanakan.No 1 2 3 4 5 Jenis Lokasi Luas (M2 Tipe Terminal bus Terminal angkot Terminal angkot Terminal angkot Terminal truk/kargo Ubung Tegal Wangaya Kreneng G.276 6. diluar pusat kota.3 Tata Bangunan Kota Denpasar Tata bangunan ditinjau dari beberapa hal yaitu rencana kepadatan bangunan. 2.061 2. 3 Terminal Amgkutan Di Denpasar Sumber : Dinas Perhubungan Kota Denpasar 3. Rencana penyebaran kepadatan bangunan ini diatur sebagai berikut: 1. KDB tinggi (50%-75%) secara umum diterapkan pada kawasan pusat-pusat fasilitas pelayanan kawasan campuran disekitar pusat kota.1.000 3. Galunggung 15. 3. 2) Rencana Ketinggian Bangunan Rencana ketinggian bangunan berpedoman pada Perda Provinsi Bali No. kecuali bangunan umum dan bangunan khusus yang memerlukan persyaratan ketinggian lebih dari 15 meter setelah dilakukan 50 . rencana ketinggian bangunan.624 3. KDB rendah (0%-50%) diterapkan pada kawasan RTHK yang dominan pertanian.200 A B B C C Tabel 3.

41 Tahun 1995 Tentang Garis Sempadan Bangunan yaitu: Untuk Perumahan KPR-BTN Keterangan: S : Jarak pagar dengan bangunan N : Garis Sempadan Bangunan T : Telajakan L : Lebar Jalan Untuk Bangunan Lain N=L+T N=½L+S+T a) Lebar telajakan atau jarak pagar pekarangan dengan tepi luar got adalah:  Untuk lebar jalan s/d 6m minimum 0. 3) Rencana Sempadan Bangunan Ketentuan umum sempadan jalan ditentukan berdasarkan atas lebar badan jalan. atau sesuai dengan Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Denpasar No. keselamatan terhadap lingkungan sekitarnya.75m 51 . bangunan pendidikan. d) Bangunan-bangunan fasilitas umum yang bersifat khusus seperti bangunan kesehatan tempat penampungan pasien. serta dikoordinasikan dengan instansi terkait.pengkajian ulang. ketinggian bangunan maximum 1 lantai atau KLB = 1xKDB. dengan memperhatikan keserasian. c) Pada kawasan diluar pusat kota. telajakan dan lebar halaman depan bangunan yaitu sama dengan setengah lebar daerah milik jalan (damija) ditambah lebar telajakan dan lebar halaman depan.5m  Untuk lebar jalan diatas 6m s/d 8m minimum 0. ketinggian bangunan maximum 3 lantai atau KLB maximum adalah 3xKDB. terkecuali bangunan yang dinyatakan aman oleh instansi yang berwenang dapat lebih dari 1 lantai. b) Pada kawasan pusat kota. ketinggian bangunan maximum 4 lantai atau KLB maximum adalah 4xKDB.

52 . Untuk lebar jalan diatas 8m s/d 12m minimum 1m  Untuk lebar jalan diatas 12m s/d 18m minimum 1.8m. b) Lebar halaman depan atau jarak bangunan dengan pagar depan minimum ½ kali lebar daerah milik jalan (damija).5m  Untuk lebar jalan diatas 18m minimum 2m. dan mencerminkan tembok tradisional Bali. c) Bangunan-bangunan yang dapat dibangun pada areal sempadan jalan adalah:  Pagar tembok persil dengan ketinggian maksimum 1.  Telajakan dimanfaatkan untuk jaringan utilitas dan pertamanan.  Balai bengong dan pertamanan  Tempat parkir tidak beratap. khusus untuk pagar depan bersifat transparan.

Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang. dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. David.2 SWOT 3.kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan 3.3. peluang (Opportunities). Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas. kelemahan (Weakness). Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT (David. Peluang (Opportunities) Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. Menurut Jogiyanto (2005:46). Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar 2. atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis.8). SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi. Kekuatan (Strenghts) Kekuatan adalah sumber daya. 2008. digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas.Fred R. dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal perusahaan. seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan 53 . Menurut David (Fred R. Kekuatan/kelemahan internal. sumber daya keuangan. keterampilan.2005:47) yaitu: 1. semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis.1Pengertian SWOT SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts). Kelemahan (Weakness) Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya..2. keterampilan.

13 %        Harga tanah di Denpasar semakin  tinggi Kota Denpasar merupakan Ibukota  Provinsi Bali Kepadatan kota Denpasar tertinggi se Bali Belum Denpasr Aksesibilitas menuju ke Kota adanya Kondominium di apartemen Ketinggian banguan maksimal 15m Memerlukan lahan kosong yang luas yang berada dekat dengan pusat kota Denpasar cukup mudah. 3. Perekonomian masyrakat Denpasar semakin membaik 54 .4. Ancaman (Threats) Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan.2 Analisis SWOT Studi Kelayakan Kondominium/Apartemen di Kota Denpasar. menggunakan pendekatan analisis SWOT. SWOT adalah Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weakness) dan Peluang (Opportunity) dan Tantangan (Threats) Kekuatan (Strengths)  Kelemahan (Weakness) Belum adanya perda mengenai Kota Denpasar yang tinggal di rumah  milik sendiri hanya mencapai 48. Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah berdasarkan faktor internal (internal factor) dan faktor eksternal (external factor).2. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.

Denpasar sangat menarik bagi para investor Haraga tanah semakin meningkat.Peluang (Opportunity)  Tantangan (Threats) Menarik masyrakat agar mau tinggal Kondominium   Tempat yang strategis di kota Denpasar sebagai Ibukota Povinsi  Bali merupakan pusat ekonimi. 20 tahun 2011 tentang rumah susun. dan pemerintahan. 4 Swot Kondominium Di Denpasar 55 . tetapi tidak ada kementrian/UU yang berhak mengontrol harga tanah Denpasar yang luas Penerapan konsep bangunan berdasarkan kearifan lokal  Tabel 3.     Kebutuhan hunian di kota Denpasar Tinggi Mendukung UU No.

3.3.3.3 Spesifikasi Khusus Kondominium Di Denpasar 3.2.1 Pengertian 3.3.7 Hak dan kewajiban Penghuni 56 .2 Simpulan analisa SWOT 3.3.3.3.4 Jenis kegiatan 3.2 Fungsi 3.3.3 Tujuan 3.5 Sistem kepemilikan Kondominium 3.6 Sistem Pengelolaan 3.