Anda di halaman 1dari 5

PEMBAHASAN

Penggunaan tanaman obat sebagai alternatif dalam pengobatan untuk masyarakat semakin meningkat, sehingga diperlukan penelitian untuk membuktikan khasiat tanaman obat tersebut. Salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk pengobatan suatu penyakit adalah cabe jawa. Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan simplisia yang banyak digunakan dalam ramuan jamu dan obat tradisional. Bagian yang bermanfaat adalah buahnya yang mengandung minyak atsiri, piperina, piperidina, asam palmitat, asam tetrahidropiperat, undecylenyl 3-4 methylenedioxy benzene, N isobutyldeca-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Minyak atsiri cabe jawa mengandung terpenoid: n-oktanol, linanool, terpinil asetat, sitronelil asetat, piperin, alkaloid, saponin, polifenol, dan resin (kavisin). Minyak atsiri cabe jawa diduga dapat menurunkan kolesterol dengan memberikan umpan balik negatif yang juga dapat menghambat kerja enzim HMG-KoA reduktase.Cabe jawa juga mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi lemak dalam darah dari kerusakan akibat radikal bebas. Dari penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa kecepatan oksidasi kolesterol dan trigliserida akibat radikal bebas pada kelompok yang diberi diet mengandung cabe jawa lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberi diet tanpa mengandung cabe jawa. Berikut adalah bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi kapsul cabe jawa : R/ Ekstrak Cabe Jawa + Aerosil Avicel Amylum Oryzae Mf Da In Caps 100 S Tdd Sediaan yang dibuat adalah kapsul piperin. Adapun alasan dipilihnya sediaan kapsul antara lain : Dapat menutupi rasa pahit dan tidak enak dari bahan obat (ekstrak). Sebagian besar ekstrak tumbuhan memiliki rasa yang pahit atau getir sehingga dengan pemilihan sediaan kapsul dapat menutupi rasa yang tidak enak. Dapat meningkatkan keberterimaan (akseptabilitas) pasien terhadap sediaan yang telah diformulasi. Kapsul dapat menutupi bau yang tidak enak dari ekstrak karena bahan baku yang digunakan adalah ekstrak cabe jawa yang memiliki bau khas dan jarang disukai. 8,86 % 20 % Ad 100%

pengisi.Dapat melindungi bahan obat dari cahaya matahari langsung maupun kontak dengan udara sekitar. Persyaratan avicel sebagai bahan pelincir adalah 5-20% dalam formula. digunakan bahan pelincir avicel agar campuran serbuk kering ekstrak dan bahan pengisi mudah mengalir dalam proses pengisian serbuk ke dalam kapsul sehingga akan diperoleh kapsul dengan bobot yang seragam. Aerosil higroskopis tetapi mengadsorbsi sejumlah besar air tanpa mencair Dalam praktikum ini jumlah kapsul yang dibuat adalah 30 kapsul dimana 20 kapsul digunakan untuk keseragaman bobot dan 3 kapsul untuk uji penetapan kadar. dan pelincir pada sediaan tablet. penghancur. sisanya 7 kapsul untuk dikemas menjadi produk jadi. Kelompok kami menggunakan avicel 20% agar campuran serbuk yang dihasilkan mudah mengalir dalam pengisian ke dalam kapsul. Mudah dalam penggunaannya Pembuatan relatif mudah. Pada praktikum ini. Aerosil memiliki ukuran partikel kecil dan luas area permukaan spesifiknya besar sehingga memberikan karakter aliran yang diinginkan yang dieskplorasi untuk memperbaiki aliran serbuk kering pada proses pembuatan tablet. Beberapa ekstrak dari tumbuhan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya matahari langsung dan udara. Avicel yang digunakan merupakan avicel yang tidak terdispersi di dalam air. dapat dilakukan secara konvensional. sehingga dapat membuat ikatan yang cukup kuat antara molekul obat dan eksipien. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. digunakan aerosil untuk mengeringkan ekstrak kental agar menjadi serbuk kering. Avicel PH 102 berbentuk granul dengan sifat alir yang baik. Ekstrak etanol cabe jawa ini didapatkan melalui maserasi yang merupakan metode penyarian yang cocok untuk senyawa yang tidak tahan pemanasan dengan suhu tinggi dan sering dipakai untuk mengekstraksi bahan obat yang berupa serbuk simplisia yang halus. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam formulasi sediaan kapsul adalah pertama-tama pembuatan ekstrak dengan cara maserasi. Harga relatif terjangkau (murah) Dalam pembuatan kapsul ekstrak Piper retrofractum (ekstrak cabe jawa). Selain itu avicel memiliki kadar lembab tinggi. Cairan akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. dapat digunakan sebagai pengikat. oleh sebab itu penggunaan cangkang kapsul keras yang buram (TiO2) dapat mengantisipasi kontak bahan obat dengan cahaya maupun udara. zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel .

diaduk .dibiarkan selama 18 jam . Pelarut etanol dapat digunakan untuk menyari zat yang kepolaran relatif tinggi sampai relative rendah. Tahap selanjutnya dilakukan pengeringan ekstrak. Adapun tahapan maserasi yang dilakukan pada praktikum kali ini yaitu ditimbang 500 gram serbuk kering simplisia cabe jawa lalu dimasukkan ke dalam maserator .ditambahkan etanol 96% sebanyak 5 x bobot serbuk (2500 ml) . ditambahkan etanol ad tanda maka diperoleh larutan baku induk 1000 ppm. Selanjutnya dilakukan penetapan kadar senyawa aktif ekstrak. diaduk .lalu maserat disaring lalu dipekatkan dengan routavapor . Kemudian lempeng dimasukkan ke dalam chamber yang sebelumnya telah dijenuhkan menggunakan eluen . Caranya adalah masing-masing larutan standar dan larutan sampel ditotolkan sebanyak 6 mikroliter pada lempeng KLT (replikasi 3x). dilarutkan etanol. Kemudian ekstrak ditambahkan aerosil sedikit demi sedikit sambil diaduk rata ad kering. Kemudian dilakukan pembuatan larutan baku uji dengan cara menimbang 250 mg ekstrak. Lalu dibilas kertas saring dengan etanol secukupnya ad tanda.15 gram aerosil. kemudian ditimbang dan diperoleh bobot ekstrak setelah ditambahkan aerosil sebesar 46 gram. Caranya adalah ekstrak kental yang diperoleh sebanyak 43 gram dimasukkan ke dalam mortar kemudian diaduk rata sekitar 3-5 menit. dimasukkan labu ukur 25 ml. Lalu dilakukan eluasi lempeng selama beberapa menit. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan yang berada di luar dan di dalam sel. yaitu sebesar 2. Selanjutnya dibuat larutan baku kerja 100. Setelah diperoleh ekstrak kering. karena etanol merupakan pelarut universal.lalu mengaduk rata dalam 15 ml etanol di tabung reaksi dengan vortex mixer. lalu disaring ke dalam labu ukur 25 ml. dapat memperbaiki stabilitas bahan obat yang terlarut dan juga efektif dalam menghasilkan jumlah bahan aktif yang optimal. etanol tidak meyebabkan pembengkakan membrane sel. Caranya adalah pertama-tama dilakukan pembuatan larutan pembanding piperin dengan cara ditimbang standar piperin 25 mg. Digunakan cairan penyari etanol dalam proses maserasi ini.ditutup maserator dan biarkan terendam selama 6 jam. Kemudian lempeng dikeluarkan dari chamber dan diangin- . disaring.200. dan 800 ppm dengan cara pengenceran dari larutan baku induk 1000 ppm.400. Selanjutnya dilakukan penetapan kadar piperin menggunakan KLT densitometry. Kemudian ditimbang aerosil sebanyak 5% dari bobot ekstrak kental . Kelemahan penyarian dengan metode maserasi ini pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan penyariannya kurang sempurna.dengan yang diluar sel. maka larutan zat aktif akan terdesak keluar.

28 Nilai Rf sangat karakteristik untuk senyawa tertentu pada eluen tertentu.19 Rf standart 2=0.anginkan. Berdasarkan table hasil pengamatan dan perhitungan .70 Hasil KLT selanjutnya di scan dengan densitometri untuk melihat pola kromatogram. Karena konsentrasi sampel yang dihasilkan berupa rentang (lebih dari dan kurang dari ) maka untuk menentukan konsentrasi masing-masing sampel secara kuantitatif. Scanning dilakukan dari awal penotolan sampai akhir eluasi pada panjang gelombang 254 nm. KLT densitometry dapat digunakan untuk identifikasi senyawa yaitu dengan cara membandingkan nilai Rf antara sampel dengan standart. lalu noda atau bercak dianalisis menggunakan densitometer pada panjang gelombang maksimum. dilakukan dengan cara memasukkan luas area ke dalam persamaan kurva baku sehingga akan diperoleh konsentrasi masing-masing sampel .22 Rf standart 3=0.25 Rf standart 4=0. Scanning dilakukan pada panjang gelombang 254nm karena pada panjang gelombang tersebut pola kromatogram dari piperin dapat teramati secara maksimal.405 %.33 . Hal tersebut Sampel replikasi 1=0. Selanjutnya setelah dianalisis dengan densitometer. Panjang gelombang tersebut merupakan panjang gelombang maksimum untuk mengamati luas area baku dan sampel. diperoleh kosentrasi sampel piperin sebesar 23.Dimana dengan digunakan panjang gelombang maksimum maka kepekaan yang dihasilkan juga akan maksimum. Dihitung kadar piperin (mg piperin/g ekstrak) dan koefisien variasi (KV). Selanjutnya dibuat persamaan regresi linier anatara konsentrasi vs area.513 mg dalam 250 mg sehingga kadar piperin dalam ekstrak kental 86 gram adalah sebesar 9. Adapun nilai Rf antara standart dengan sampel pada praktikum ini adalah : Rf standart 1=0. diperoleh data luas area dan konsentrasi. Adapun kondisi analisis menggunakan KLT densitometry ini adalah :  Fase diam  Fase gerak  Panjang gelombang  Warna noda  Rf piperin : Silica gel 60 F254 : Diklorometana : Etil asetat (30 :10) : 254 nm : Gelap (meredam sinar UV) : ± 0.31 Sampel replikasi 2=0.

dan 12. langkah selanjutnya yaitu evaluasi sediaan. Sejumlah 7 kapsul dimasukkan kedalam wadah sebagai sediaan yang dikumpulkan. 3. Selanjutnya dilakukan formulasi kapsul dengan cara menimbang 1.terdapat perbedaan Rf yang jauh antara standart dengan sampel. Selanjutnya bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam mortar dan diaduk ad homogen. Lalu memasukkan kapsul ke dalam wadah dan diberi etiket. Dari hasil data tersebut di atas. . Kemudian campuran serbuk dimasukkan kedalam cangkang kapsul yang telah dibersihkan sebelumnya hingga terpadatkan dengan baik dan seragam.600 g avicel. pencampuran dengan bahan lain yang dapat menyebabkan piperin terdegradasi. 20 kapsul untuk uji keseragaman bobot dan sisa 3 kapsul untuk uji penetapan kadar. Kelompok kami memilih cangkang kapsul 0. Lalu dipilih cangkang kapsul dengan kapasitas yang mendekati bahan obat.595 gram serbuk ekstrak kering. sehingga menghasilkan nilai Rf sampel yang jauh dari standart.dapat digunakan untuk mengidentifikasi campuran senyawa dalam sampel. Setelah jadi kapsul ekstrakcabe jawa. Hal ini dapat disebabkan karena terdapat beberapa piperin yang terdegradasi akibat proses manufacturing seperti pemanasan.805 gram pati beras.