Anda di halaman 1dari 18

Skenario 2 Kencing Nanah Tn X berusia 25 tahundatang ke sebuah UGD rumah sakit dengan keluhan disuria.

Dari anamnesa didapatkan demam tinggi, menggigil, dan nyeri pada daerah pinggang kanan yang sifatnya hilng timbul dan tidak menjalar ke daerah kemaluan sejak 2 hari yang lalu. Sebelumnya pasien merasakan BAK terasa panas sejak 7 hari yang lalu. Dari riwayat penyakit dahulu didapatkan pernah keluar nanah dari alat kelaminnya serta ada luka. Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri costovertebral kanan, ulkus (+) pada genital. Kemudian dokter jaga melakukan pemeriksaan laboratorium urin bakteriuria (+).

STEP 1 1. 2. Disuria adalah rasa nyeri pada saat berkemih/miksi. Bakteriuria adalah didapatkannya mikro-organisme pada urin. Terdapat dua jenis bakteriuria, yaitu : - Bakteriuria bermakna , yakni terdapat pertumbuhan mikroorganisme murni lebih dari 10000 colony forming unit (cfu)/ml pada biakan urin. Bakteriuria bermakna dapat tidak disertai presentasi klinis infeksi saluran kemih, disebut covert bakteriuria (bakteriuria asimptomatik). Sedangkan bakteriuria yang disertai dengan gejala infeksi saluran kemih disebut dengan bakteriuri simptomatik. Bakteriuri tak bermakna, yakni tidak ditemukan pertumbuhan

mikroorganisme murni lebih dari 10000 cfu/ml (negatif palsu) namun terdapat presentasi klinis infeksi saluran kemih. 3. Ulkus merupakan luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir.

1

ISK bawah : uretritis.ISK atas 2. 4. Mengapa dari alat kelamin pasien pada kasus dapat keluar nanah? Bagaimana langkah penegakan diagnosis kasus tersebut? Bagaimana pemeriksaan laboratorium urin pada kasus tersebut? Apa saja jenis bakteri yang dapat menyebabkan bakteriuri? Bagaimana penatalaksanaan pasien pada kasus tersebut? Faktor resiko apa saja yang memudahkan pasien mengalami penyakit seperti pada kasus? STEP III 1. oriurethritis. Infeksi menular seksual terbagi atas : Infeksi gonore Infeksi non gonore Keadaan disuria.demam tinggi. : pielonefritis Disuria paling umum disebabkan oleh infeksi yang muncul sebagai cystitis. dan menggigil. Apakah diferensial diagnosis berdasarkan gejala klinis yang terdapat pada kasus skenario 2 ini? 2. tergantung dimana area di traktus urogenital yang paling terkena. pyelonefritis. Struktur kosong atau tubuler dari system urinarius rentan 2 . Berdasarkan gejala adanya ulkus pada genital dan keluar nanah kemungkinan pasien mengalami infeksi menular seksual. demam tinggi. Infeksi saluran kemih dibedakan atas : .STEP II 1. 5. Apa yang menyebabkan terjadinya disuria. 8.dan nyeri pinggang pada kasus? Bagaimana patofisiologi terjadinya hal-hal tersebut? 3. menggigil. serta bakteriuria (+) mengarah pada infeksi saluran kemih. prostatitis . 6. sistitis. Nyeri costo vertebrae kanan terjadi akibat infeksi saluran kemih mengenai ginjal kanan. 7.

Pola tidur dan istirahat g. Riwayat penyakit keluarga e. 4. menggigil seperti yang dirasakan Penderita.Respon inflamasi tersebut kemudian menyebabkan demam. Riwayat psikososial dan spiritual f. Pola hubungan dan peran 3 . Pola-pola fungsi kesehatan .terhadap infeksi bakteri coliform. Dengan kata lain. Bakteri ini diduga memperoleh akses ke meatus uretra lewat aktivitas seksual atau kontaminasi local kemudian bergerak naik ke daerah yang terkena . Nanah yang keluar dari alat genital merupakan sekret yang dihasilkan dari sel epitel yang rusak. nyeri BAK adalah salah satu respon tubuh yang diakibatkan oleh ISK diikuti dengan respon tubuh lainnya yaitu demam tinggi dan menggigil. Keluhan utama b.Pola nutrisi dan metabolisme . yaitu : 1) Anamnesis Pada anamnesis ditanyakan mengenai : a. Riwayat penyakit sekarang c.Pola eliminasi Pola aktifitas dan latihan . Riwayat penyakit dahulu d. juga sel darah putih yang mati. Penegakan diagnosis infeksi urogenital dilakukan dengan beberapa tahap. 3.Nyeri saat BAK disebabkan karena adanya infeksi pada saluran kemih yang akan menimbulkan respon inflamasi Vesika Urinaria yang menyebabkan penyempitan lumen urethra sehingga permukaan yang mengalami inflamasi akan bersentuhan dengan urin dan menahan tekanan pada lumen yang sempit akhirnya terjadi nyeri. Pola persepsi dan konsepsi diri h. bakteri yang lisis oleh karena fagositosis.

kejernihan.Micturating cystogram  Isotop scanning  CT-Scan atau MRI 5. Pola tata nilai dan kepercayaan 2) Pemeriksaan Fisik a. Sistem Gastrointestinal g. Sistem Kardiovaskuler e. pH 2) Dipstick urine test 3) Test katalase (mendeteksi bakteriuria & piuria. Pemeriksaan laboratorium urin 1) Urinalisis Rutin  Warna. Pola penanggulangan stress j. Keadaan Umum b. BJ. bakteri penyebab ISK  +) 4) Mikroskopik tanpa sentrifugasi 5) Kultur urine 4 . Tingkat Kesadaran Normal GCS 4-5-6 c.i. bau. Sistem Muskuloskeletal. Sistem Integumen f. Sistem Abdomen 3) Pemeriksaan Penunjang  Analisa urin rutin  Pemeriksaan mikroskop urin segar tanpa putar  Kultur urin  Jumlah kuman/mL urin (protokol standar intuk pendekatan diagnosis ISK.Pielografi IV .\USG (Ultrasonogram)Radiografi .Foto polos perut . h. Sistem Respirasi d.

Pseudomonas aeruginosa C. 7.000 CFU/ml urine 6) Leukosit esterase  Mengetahui adanya enzim leukosit  Positif pada dipstick urine test  equivalent dengan leukosit 4/LPB (indikator ISK) 7) Nitrat Reductase Test  ISK  nitrit urine positif 6. Penatalaksanaan terhadap kasus terdiri dari : a. Acinetobacter D. Proteus spp 5. Providencia 6. Escherichia coli 2. Bakteri infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah ini : A. significant bacteriuria : > 100. Kelompok anterobacteriaceae seperti : 1. Enterokokus faecalis E. Citrobacter B. Klebsiella spp 3. Enterobacter aerogenes 4. bateri yang menyebabkannya adalah : 1) Neisseria gonorhoeae pada penyakit Gonorea 2) Treponema pallidum pada penyakit sifilis 3) Clamydia trachomatis pada uretritis nonspesifik 4) Haemophylus ducreyi pada syankroid 5) Calymmatobacter granulomatis pada granuloma inguinale. Penatalaksanaan medikamentosa 1) Cotrimoxazole 2x2 tab (80 mg trimethoprim dan 400 mg s sulfamethoxazole) 5 . Stafilokokus sarophyticus Pada penyakit kelamin.

Banyak minum air putih 2. Orang tua lebih mudah terkena dibandingkan dengan usia yang lebih muda. misal sering ganti celana dalam.  Wanita hamil lebih mudah terkena penyakit ini karena penaruh hormonal ketika kehamilan yang menyebabkan perubahan pada fungsi ginjal dibandingkan sebelum kehamilan. STEP IV 1.2) Paracetamol 3x500 mg b. Wanita pada masa menopause lebih rentan terkena karena selaput mukosa yang tergantung pada esterogen yang dapat berfungsi sebagai pelindung. Sifat urin yang asam dapat menjadi antibakteri alami tetapi apabila terjadi gangguan dapat menyebabkan menurunnya pertahanan terhadap kontaminasi bakteri. Wanita mempunyai urethra yang lebih pendek dibandingkan pria sehingga lebih mudah  Faktor usia. Meningkatkan daya tahan tubuh 8. Menjaga kebersihan daerah vital. atau saluran kencing bagian luar (uretra). jangan sering memakai pantyliner. 4.antara lain :  Panjang urethra. Menghindari menahan BAK 3. ISK Infeksi saluran kemih (ISK) adalah jenis infeksi yang sangat sering terjadi.  Penderita diabetes. Faktor resiko terjadinya infeksi pada alat genital. atau menggunakan kateter dapat mengalami peningkatan resiko infeksi. 6 . sering mengganti softex.  Faktor hormonal seperti menopause. kandung kemih (bladder).  Gangguan pada anatomi dan fisiologis urin. ISK dapat terjadi di saluran ginjal (ureter). Diferensial Diagnosis a. Penatalaksanaan non medikamentosa 1. orang yang menderita cedera korda spinalis.

Ada dua jenis penyakit ISK. ISK simple adalah infeksi yang terjadi pada insan sehat dan tidak menyebar ke tempat tubuh yang lain. perempuan ternyata lebih rentan terkena penyakit ini. menyebar ke bagian tubuh yang lain. Dibandingkan laki-laki. Berbeda dengan uretra laki-laki yang panjang. Pasalnya. frekuensi atau urgensi. Itu sebabnya penyakit ini sama sekali tak boleh dianggap remeh. ISK complicated lebih sukar diobati. ISK simple ini biasanya sembuh sempurna sesuai dengan pemberian obat. Gambaran klasik dari pielonefritis akut adalah demam tinggi dengan disertai menggigil. penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 centi meter). nyeri dibagian perut dan pinggang. dan bahkan seluruh tubuh. Sementara ISK complicated adalah infeksi yang disebabkan oleh kelainan anatomis pada seluran kemih. sepanjang penisnya. ISK juga dinyatakan sebagai ISK uncomplicated (simple) dan ISK complicated. Pada ISK bagian atas kuman menyebar lewat saluran kencing. ataupun bersifat resisten terhadap pengobatan. 7 . Pielonefritis Akut Adalah reaksi inflamasi akibat infeksi yang terjadi pada pielum dan parenkim ginjal. Sehingga dampak lanjutannya penderita akan mengalami infeksi ginjal dan urosepsis. ISK bagian bawah dinamakan sistitis. Berbanding dengan yang simple. Pada umumnya kuman yang menyebabkan infeksi ini berasal dari saluran kemih bagian bawah yang naik ke ginjal melalui ureter. disertai mual dan muntah. yaitu ISK bagian atas dan ISK bagian bawah. ginjal. bertambah berat dengan underlying disease. sehingga kuman sulit masuk. Kadang-kadang terdapat gejala iritasi pada buli-buli yaitu berupa disuria.

edema. sistitis jarang disertai dengan demam. Kontraksi buli-buli akan menyebabkan rasa sakit/nyeri di daerah suprapubik dan eritrema mukosa buli-buli mudah berdarah dan menimbulkan hematuria. Disamping itu getah cairan prostat pada pria mempunyai sifat bakterisidal sehingga relative tahan terhadap infeksi saluran kemih. yaitu pada diabetes mellitus atau trauma lokal minor seperti pada saat senggama. akan mudah terangsang untuk segera mengeluarkan isisnya. Jika disertai dengan demam dan nyeri pinggang perlu dipikirkan adanya penjalaran infeksi ke saluran kemih bagian atas. Tidak seperti gejala pada infeksi saluran kemih sebelah atas. badan lemah. deodorant yang disemprotkan pada vulva atau obat-obatan yang dimasukkan intravesica untuk terapi kanker buli-buli (siklofosfamid). dan hipersensitif sehingga jiika buli-buli terisi urine. b.Sistitis Akut Adalah inflamasi akut pada mukosa buli-buli yang sering disebabkan oleh bacteria. Sering kali disebut pula uretritis spesifik (radang aliran kandung kemis khusus). Infeksi Gonorea Gonorea adalah penyakit bernanah yang sagat menular. hal ini menimbulkan gejala frekuensi. Reaksi inflamasi menyebabkan mukosa buli-buli menjadi kemerahan (eritrema). muntah. Sistitis akut mudah terjadi jika pertahanan lokal tubuh menurun. Diperkirakan bahwa paling sedikit 10-20% wanita pernah mengalami serangan sistitis selama hidupnya dan kurang lebih 5% dalam satu tahun pernah mengalami serangan ini.seperti pada detergent yang dicampurkan ke dalam air untuk rendam duduk. Gejala 8 . Wanita lebih sering mengalami serangan sistitis dari pada pria karena uretra wanita lebih pendek dari pada pria. Inflamasi pada buli-buli juga dapat disebabkan oleh bahan kimia. mual. dan kondisi umum yang menurun.

Spiroketa. yaitu meliputi sering buang air kecil serta rasa sakit. Pada wanita biasanya terjadi infeksi pada uretra dan mulut rahim. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit pada waktu kencing dan keluarnya cairan dari vagina. Infeksi tanpa gejala semacam itu. serta terjadinya penyebab sel-sel bakteri penyebab. Tanda pertama dapat berupa rasa panas mendadak pada waktu kencing dan keluarnya cairan bernanah pada 2-8 hari setelah tereksposi. Infeksi non Gonore Sifilis Sifilis disebabkan oleh bakteri yang disebut spiroketa. c. Bakteri penyebabnya adalah Treponema pallidum. gejala-gejala uretritis nonspesifik menyerupai gejala-gejala nonspesifik . Pada laki-laki gonorea menyebabkan uretritis (infeksi pada uretra. dan sekitar setengah dari kasus-kasus ini disebabkan oleh bakteri kecil yang dinamakan Chlamydia trachomatis. Penyebarannya tidak seluas gonorea. Pada pria. sehingga kemungkinan tertulari dari benda mati sangat kecil. penyakit ini disebarkan melalui kontak langsung dengan luka-luka pada orang yang ada pada stadium menular. jenis kelamin dan umur korban. Seperti gonorea. yaitu saluran tempat lewatnya air seni dari kandung kemih ke luar tubuh) akut. mungkin merupakan suatu sebab bagi penyebaran penyakit ini. 5 juta pria di Amerika Serikat setiap tahunnya. 9 .penyakit ini tergantung pada situs infeksi. tetapi lebih menakutkan karena kerusakan yang mungkin ditimbulkannya lebih besar. Uretritis non spesifik Penyakit ini menyerang sekitar 2. walaupun kebanyakan wanita (cukup banyak pria) tidak memperlihatkan gejala yang kentara pada infeksi dini. seperti gonokokus. lamanya menderita infeksi. adalah mikrobe yang tidak tahan berada di luar tubuh manusia.

hematogen. beberapa mungkin mengeluarkan cairan bernanah. mulut. demam.IL-8 ikut menginduksi apoptosis epithelial cell Infeksi bakteri menyebabkan hemolysin dan endotoxin.usus) Bakteri melekat pada urethral epithelial cells Bacteria 4-β-d-Gal • • • • • • cell memiliki fimbrae P yang blood berikatan group) di dengan -d-Galcell receptors (the mukosal (terdapat pada ureter dan uretra fimbrae yang berikatan dengan -d-Gal-4-β-d-Gal receptors Peningkatan transport bakteri ke ginjal. dan menggigil • • • Bakteri masuk ke dalam tubuh (secara ascending dari ureter. Demam menandakan telah terjadi inflamasi dan infeksi pada saluran kemih ( saluran yang dilalui urin). dimana mekanisme demam itu : agen infeksi pada 10 . pendarahan dari leher rahim. serta peradangan pada mata.bisa menyebabkan reaksi inflamasi dan bisa berakibat demam dan nyeri berkemih. Patogenesis disuria. Infeksi hematogen kebanyakan terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah atau pasien yang sementara mendapat pengobatan imunosupresif. tetapi dari kedua cara ini asendinglah yang paling sering terjadi. masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih. atau buah zakar.keluarnya cairan bernanah dari uretra. multiplikasi bakteri dalam kandung kemih dan pertahanan kandung kemih kemudian naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal. persendian. Pada wanita penyakit ini tidak mempunyai batas yang begitu jelas.perkembangan bakteri Adhesi menstimulasi mukosal sel Mengeluarkan sitokin IL-6 yang menyebabkan Demam dan meningkatkan C-reactive protein dan IL-8 Membantu mobilisasi leukosit IL-6. atau infeksi pada leher rahim. 2. Banyak wanita tidak memperlihatkan gejala sama sekali . Infeksi asending dapat terjadi mulai dari kolonisasi uretra dan daerah introitus vagina. Dua jalur utama terjadinya ISK adalah hematogen dan asending.

yang disebut titik tetap (set point) sehingga hipotalamus akan terangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas selain itu faktor yang mempengaruhi suhu tubuh diantaranya sebagai laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot. Riwayat psikososial dan spiritual Biasanya klien cemas. Riwayat penyakit dahulu -Apakah sebelumnya pernah sakit ISK. Riwayat penyakit sekarang c.saluran kemih melepas fagosit oleh makrofag àpirogen endogen (IL 1) yang merangsang endotel hipothalamus sehingga Asam Arachidonat ↑ dan terjadi pengeluaran PGE2↑ dan ↑ Set Point dan akhirnya Suhu ↑. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu.Pola nutrisi dan metabolisme 11 . Untuk mempertahankan suhu tubuh pada penderita agar kembali dalam keadaan konstan. d. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh terlalu panas maka tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik (feed back) yang dapat menimbulkan menggigil. Riwayat penyakit keluarga -Apakah ada keluarga yang menderita penyakit yang sama. yaitu : 1) Anamnesis Pada anamnesis ditanyakan mengenai : a. bagaimana koping mekanisme yang digunakan gangguan dalam beribadat karena klien lemah. Penegakan diagnosis infeksi urogenital dilakukan dengan beberapa tahap. akibat adanya kontraksi otot tersebut timbul menggigil. Keluhan utama b. Pola-pola fungsi kesehatan . 3. f. e. diperlukan regulasi suhu tubuh .

Bila pengambilan urin dilakukan 12 . g. Pola hubungan dan peran Hubungan dengan orang lain terganggu sehubungan dengan klien dirawat di rumah sakit dan klien harus bedrest total. muntah saat makan sehingga makan hanya sedikit bahkan tidak makan sama sekali. Pola tata nilai dan kepercayaan Dalam hal beribadah biasanya terganggu karena bedrest total dan tidak boleh melakukan aktivitasi karena penyakitnya.000 kuman/ml urin dianggap meragukan akan perlu diulang.Pola aktifitas dan latihan Aktivitas klien akan terganggu karena harus tirah baring total agar tidak terjadi komplikasi maka segala kebutuhan klien dibantu. Bila < 10. h. -Pola eliminasi Eliminasi alvi klien tidak dapat mengalami konstipasi oleh karena tirah baring lama.Pola tidur dan istirahat Pola tidur dan istirahat terganggu sehubungan dengan imobilisasi yang lama.000 . Pola persepsi dan konsepsi diri Biasanya terjadi kecemasan terhadap keadaan penyakitnya dan ketakutan merupakan dampak psikologi klien. 2) Pemeriksaan Penunjang a. . j. .< 100.Klien mengalami penurunan nafsu makan karena mual. Sedangkan eliminasi urine mengalami gangguan karena ada organisme yang masuk sehingga urine tidak lancar.000 kuman/ml. i. jumlah kuman antara 10.000 kuman/ml urin. Biakan urin : Biakan ini pancaran tengah (mid stream urine) dianggap positif ISK bila jumlah kuman  100. urin hasil dianggap sebagai kontaminasi. Pola penanggulangan stress Biasanya klien sering melamun dan merasa sedih karena keadaan sakitnya.

Leukosuria Leukosuria atau piuria merupakan salah satu petunjuk penting terhadap dugaan adalah ISK.Urinalisis a. c. Leukosuria 13 . Radiologi : Pemeriksaan ultrasonografi sedapat mungkin dilakukan pada semua pasien ISK. 5. kelainan konginital. Namun adanya leukosuria tidak selalu menyatakan adanya ISK karena dapat pula dijumpai pada inflamasi tanpa infeksi. maupun abstruksi dengan miksio-sisto-uretrografi (MSU) dapat ditemukan tanda-tanda refluks vesiko ureter/penyempitan pada muara uretra.dengan pungsi supra pubik/karteterisasi kandung kemih. Dinyatakan positif bila terdapat > 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sedimen air kemih. kemungkinan pielonefritis perlu dipikirkan. maka seberapapun kuman yang ditemukan dianggap positif ISK (ada maka juga yang menyebutkan batasan > 200 kuman/ml urin). b. Adanya leukosit silinder pada sediment urin menunjukkan adanya keterlibatan ginjal. Gambar 1. bila ditemukan silinder leukosit. Urin lengkap : tidak ada korelasi pasti antara piuria dan bakteri urin. pielografi intravena (PIV) dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya pielonefritis kronis. tetapi pada setiap kasus dengan piuria harus dicurigai kemungkinan ISK.

b. Mikroskopis Dapat digunakan urin segar tanpa diputar atau tanpa pewarnaan gram. 1996: . atau > 105 organisme pathogen apapun/ml urin.Wanita. Biakan bakteri Dimaksudkan untuk memastikan diagnosis ISK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna sesuai dengan criteria Cattell. atau Adanya pertumbuhan organisme pathogen apapun pada urin yang diambil dengan cara aspirasi suprapubik .Laki-laki. Dinyatakan positif bila dijumpai 1 bakteri /lapangan pandang minyak emersi. 14 . simtomatik >102 organisme koliform/ml urin plus piuria.Pasien asimtomatik > 105 organisme patogen/ml urin pada 2 contoh urin berurutan.Bakteriologis urin a. simtomatik >103 organisme patogen/ml urin . Biakan bakteri Gambar 2.

Plat celup Lempeng plastik bertangkai dimana kedua sisi permukaannya dilapisi perbenihan padat khusus dicelupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin. Pada uropati obstruktif dan kelainan struktur saluran kemih pada anak laki-laki sering ditemukan Proteus species. Proteus. meskipun sekarang jarang dijumpai. Pada keadaan normal urin adalah steril.90%.Tes Plat-Celup (Dip-slide) Gambar 3. Enterobakteria seperti Proteus mirabilis (30 % dari infeksi saluran kemih pada anak laki-laki tetapi kurang dari 5 % pada anak perempuan ). Kuman Stafilokokus aureus dapat menyebabkan pielonefritis melalui penularan secara hematogen. 15 . Escherichia coli merupakan penyebab terbanyak baik pada yang simtomatik maupun yang asimtomatik yaitu 70 . Klebsiella. Umumnya ISK disebabkan oleh kuman gram negatif. 6. Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus viridans jarang ditemukan. Kuman-kuman penyebab pielonefritis akut itu adalah Escherechia coli. Pada ISK nosokomial atau ISK kompleks lebih sering ditemukan kuman Proteus dan Pseudomonas. Organisme gram positif seperti Streptococcus faecalis (enterokokus). Klebsiella pneumonia dan Pseudomonas aeruginosa dapat juga sebagai penyebab.spp dan kokus gram positif yaitu Streptococus faecalis.

• Tanpa faktor predisposisi .Cuci setelah melakukan senggama diikuti terapi antimikroba takaran tunggal (misal trimetroprim 200mg) .Mikroorganisme penyebab infeksi sistitis terutama adalah Escherechia coli. The Infection Disease of America menganjurkan satu dari tiga alternatif terapi antibiotik IV sebagai terapi awal selama 48-72 jam sebelum diketahui MO sebagai penyebabnya yaitu fluorokuinolon.. trimetoprim 200mg • Bila infeksi menetap disertai kelainan urinalisi (lekositoria) diperlukan terapi konvensional selama 5-10 hari • Pemeriksaan mikroskopik urin dan biakan urin tidak diperlukan bila semua gejala hilang dan tanpa lekositoria. Proteus. Reinfeksi berulang (frequent re-infection) • Disertai faktor predisposisi. dan kalau perlu terapi asimtomatik untuk alkalinisasi urin: • Hampir 80% pasien akan memberikan respon setelah 48jam dengan antibiotika tunggal. yaitu dari belakang ke depan. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing. Prinsip manajemen ISK bawah meliputi intake cairan yang banyak. Cara membersihkan organ kelamin yang salah. seperti ampisilin 3 gram. Suka menahan kencing. c. 7. 8. antibiotika yang adekuat. dan Stafilokokus aureus yang masuk ke buli-buli terutama melalui uretra.Asupan cairan banyak . Faktor Resiko a. Terapi antimikroba yang intensif diikuti koreksi faktor resiko.Terapi antimikroba jangka lama sampai 6 bulan. 16 . b. Enterococci. amiglikosida dengan atau tanpa ampisilin dan sefalosporin dengan spectrum luas dengan atau tanpa aminoglikosida.

Baltimor... 3. edisi 20 EGC Jakarta. Memiliki riwayat penyakit kelamin. 115. e. Bacterial Infections in the Fetus and Newborn Infant. Apa saja pemeriksaan laboratorium urin ? STEP VI 1. 4th ED. Davis. 2003. STEP V Learning Objektif 1. 5. Jelaskan ISK (infeksi saluran Kemih) secara rinci beserta pembagian dan komplikasinya ! 2. Volume VIII. E . In : Kelley VC. 4. Bagaimana pertahanan tubuh manusia terhadap mikroorganisme penyebab ISK (Infeksi Saluran Kemih)? 6. 2. Hoberman A.. New York : Harper and Row Publ. Urinary Tract Infection. Jawetz. ed.d. Jodal U. Brauhard BH. 1999. Maryland USA: Lippincott William & Wilkins. Infection of the urinary tract.1996 17 . In Barratt TM. Jelaskan tentang Penyakit Menular Seksual! 3. Practice of Pediatrics. Melnick & Adelberg : Microiologi Kedokteran. Philadelphia : WB Saunders Co. 835-871. Harmon WE. 348 :195-202. Apa yang dimaksud dengan urosepsis? 4. 168. Memiliki riwayat penyakit batu di daerah saluran kencing. 1983. Charron M. Gothefors. Hickey RW et al. Apa yang dimaksud dengan kolik renal? 5. Avner ED. Hanson S. 1984. Imaging studies after febrile urinary tract infection in young children. N Engl J Med . Travis BL.

. In Alatas H. Current Pediatric Diagnosis and Treatment.net/wiki/index. Singapore : Maruzen Co. 2009. http://www. Rusdidjas. 2nd . Jakarta. 1980. 6th ed. 10. In : Webb NJ. Pardede SO./Lange Medical Publ. Coulthard M. Kempe CH.fkumyecase. Silver HK. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Brien D. Trihono PP. 8.Ed. Buku ajar Nefrologi Anak. Sudoyo. Ramayati R. Great Britain: Oxford Universsity Press. Clinical Paediatric Nephrology.A. Tambunan T.. O. Lambert H. Postlethwaite RJ ed.php?page=Pemeriksaan+Urin+Porsi+ Tengah+Pada+Infeksi+Saluran+Kemih diakses tanggal 15 Mei 2012 18 . 2002. 7.Aru et al (editor). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 2003. 514. 9.6. 197-225. Edisi kelima. 142-163.3rd ED. The child with urinary tract infection. Infeksi saluran kemih.