Anda di halaman 1dari 18

Kunjungan Industri PT Liku telaga BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada saat ini banyak daerah seperti surabaya, gresik, dan lamongan yang memperoleh air dari sumur galian dan sumur bor. Tetapi pada saat musim kemarau banyak sumur masyarakat yang mengalami kekeringan sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Pada saat itu masyarakat memanfaatkan sungai dan air danau untuk mencukupi kebutuhannya. Sehingga pada saat ini produksi tawas sangat dibutuhkan karena tawas dapat berfungsi untuk menjernihkan air. Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton, dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Sehingga pada saat ini produksi asam sulfat sangat dibutuhkan. Pada kesempatan kali ini untuk mata kuliah kimia anorganik II mengadakan kunjungan ke salah satu pabrik yaitu ke PT. Liku Telaga yang berlokasi di Manyar, Gresik. Pabrik ini memproduksi asam sulfat (H2SO4), aluminium Sulfat, dan sodium silikat. Pada kunjungan yang dilakukan ini, dimaksudkan membuat mahasiswa lebih dapat mengaplikasikan ilmu kimia yang dijumpai dan digunakan dalam kehidupan nyata, dan juga dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang aplikasi dari kimia anorganik dalam kehidupan nyata. 1.2 Rumusan Masalah Bagaiman proses pembuatan dari aluminium sulfat dan asam sulfat? Apa manfaat dari aluminium sulfat dan asam sulfat? Apa standard yang harus dipenuhi dalam pembuatan H2SO4 pekat sehingga dapat digunakan pada industri-industri yang lain ?

Kunjungan Industri PT Liku telaga


1.3 Tujuan Dapat membuat aluminium sulfat dan asam sulfat dengan skala laboratorium Dapat memanfaatkan dan mengembangkan dari aluminium sulfat dan asam sulfat Mengetahui hal hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat aluminium sulfat dan asam sulfat

1.4 Manfaat Meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa dalam bekerja dilaboratorium Membuka suatu penemuan dan dapat membuat suatu lapangan pekerjaan baru bagi dirinya sendiri dan lingkungan nya. Dapat membuat aluminium sulfat dan asam sulfat dengan baik dan benar, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Kunjungan Industri PT Liku telaga BAB II ISI


2.1 Sejarah dari Pabrik Liku Telaga

PT. Liku Telaga memproduksi Asam Sulfat dan Natrium Silikat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Penetrasi pemasaran meluas ke sektor industri dengan lebih dari 200 industri di seluruh indonesia. PT. Liku Telaga merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi dan distribusi bahan-bahan kimia. Hasil produksi dari PT. Liku Telaga meliputi : 1. Alumunium Sulfat 2. Asam Sulfat Dengan lebih dari 20 tahun berpengalaman di bidangnya, Liku Telaga telah dijalankan dengan manajemen yang kuat yang disertai dengan inivasi, kreativitas dan keproaktifan. Dengan mengadopsi kontrol kualitas yang ketat melalui sistem manajemen mutu serta memperhatikan Responsible Care (Peduli Tanggung Jawab). Liku Telaga telah menjalankan kemitraan bisnis jangka panjang untuk menciptakan manfaat yang tak ternilai bagi kedua belah pihak. Selain itu, Perseroan bekerja sama dengan Lautan Luas yaitu perusahaan yang berpengalaman dalam distributor bahan kimia. Adapun PT. Liku Telaga mempunyai visi yaitu menjadi perusahaan pemimpin pasar bahan kimia yaitu berupa Aluminium Sulfat, dan mengembangkan strategi kerjasama pada produk H2SO4 serta menjadi pemain kunci produksi Natrium Silikat di Jawa, melalui proses perbaikan terus-menerus segala sesuatu yang dianggap hasilnya kurang memuaskan. Selain itu nilai-nilai penting yang diterapkan di lingkungan PT. Liku Telaga diantaranya : 1. Mematuhi standard etika yang tinggi 2. Berkomitmen untuk tetap mempertahankan mutu, akuntabilitas, dan tanggung jawab setiap bekerja 3. Melayani pelanggan dengan kemampuan terbaik yang dimiliki 4. Memberlakukan orang dengan hormat 5. Bekerja sebagai tim untuk mencapai tujuan bersama

Kunjungan Industri PT Liku telaga


Pada kesempatan ini kelompok kami akan memfokuskan untuk membahas proses pembuatan H2SO4 yang digunakan dalam industri-industri, mulai dari proses awal yaitu persiapan raw material (bahan awal), tempat pemrosesan untuk pembuatan H2SO4, hingga komposisi bahan yang digunakan dalam pembuatan H2SO4 yang banyak digunakan dalam industri-industri.

2.2 Proses Pembuatan dari H2SO4 2.2.1 Bahan Baku (Raw Material) Pembuatan H2SO4 98% (pekat) Bahan baku (raw material) yang digunakan dalam pembuatan H2SO4 khususunya H2SO4 pekat meliputi : a. Katalis Fungsi katalis dalam setiap reaksi katalitik adalah meningkatkan laju reaksi. Katalis konversi sulfur dioksida (SO2) ini biasanya terdiri dari tanah diatom, yang disusupi dengan lebih dari 7% V2O5 katalis komersial yang mengandung garam kalium ( sulfat, pirosulfat dan sebagainya ). Pada suhu operasi aktif terbentuk garam lebur yang terdapat pori pori pelet silika. Katalisator yang dapat digunakan untuk reaksi pembentukan belerang trioksida (SO3) antara lain Pt, V2O5, Fe2O3, Cr2O3, Mn2O3 dan Mn3O4. Katalisator yang baik adalah Pt dan V2O5, tapi yang paling banyak dipakai adalah Vanadium Pentoksida (V2O5), hal tersebut dikarenakan : V2O5 lebih murah harganya Pt lebih sensitiv terhadap racun V2O5 daya tahan terhadap suhu tinggi lebih baik Konversi relatif lebih tinggi`(Fairlie, Sherve, Kirk Othmer)

b. Belerang (Sulfur) Belerang merupakan salah satu bahan dasar yang paling penting dalam industri pengolahan kimia . Bahan ini terdapat di alam dalam wujud bebas dan dalam keadaan senyawa yaitu berupa bijih bijih seperti Pirit (FeS2) , Sfalerit (ZnS) dan Kalkopirit (CuFeS2). Bahan ini juga terdapat di dalam minyak dan gas bumi (sebagai H2S). Penggunaannya yang terbesar adalah dalam pembuatan H2SO4. Sifat-sifat kimia sulfur :

Kunjungan Industri PT Liku telaga


1. Dengan udara membentuk sulfur dioksida Reaksi : S + O2 SO2 2. Dengan asam klorida dan katalis Fe akan menghasilkan hidrogensulfida.

c. Udara Fase Komposisi : gas : 20,9% O2 ; 79,1% N2

Kapasitas panas : 7,035 cal/gmol C (32C) Berat molekul : 28,84 g/gmol Berat jenis : 1,5.10-3 gr/cc (25C)

d. Air (H2O) Fase : cair Berat molekul : 18 g/gmol Berat jenis Kekentalan : 1 gr/cc (25C) : 1 cp (25C)

e. Sulfur dioksida Sifat-sifat fisika sulfur dioksida ditunjukkan pada tabel berikut ini

Sifat kimia sulfur dioksida (SO2) : 1. Dengan klorin dan air membentuk asam klorida dan asam lainnya. Reaksi : Cl2 + 2H2O + SO2 2HCl + H2SO4

Kunjungan Industri PT Liku telaga


2. Dengan hidrogen sulfida membentuk air dan sulfur Reaksi : 2H2S + SO2 2H2O + 3S f. Sulfur Trioksida

Sifat kimia sulfur trioksida : 1. Dengan air membentuk asam kuat Reaksi : SO3 + H2O H2SO4 2. Dengan udara lembab sulfur trioksida membentuk uap putih tebal dengan bau yang menyengat.

2.2.2 Proses Pembuatan H2SO4 Pekat Asam sulfat (H2SO4) terdiri dari sulfur atau belerang dan beberapa gabungan dari unsur unsur lainnya. Sekeping sulfur melebur menjadi cairan merah darah. Apabila terbakar, ia mengeluarkan nyala berwarna biru. Pada suhu bilik, sulfur adalah satu bentuk pejal lembut berwarna kuning terang. Walaupun sulfur terkenal dengan baunya yang tidak menyenangkan yaitu kerap dipadankan dengan bau telur-telur busuk, hal tersebut sebenarnya adalah ciri adanya hidrogen sulfida (H2S). Ia terbakar dengan nyalaan biru dan mengeluarkan sulfur dioksida (SO2), yang dikenali kerana baunya yang menyesakkan. Sulfur tidak larut dalam air tetapi larut dalam karbon disulfida dan larut sedikit dalam pelarut organik lain seperti benzena. Keadaan oksidasi sulfur yang meliputi 2, +2, +4 dan +6.

Kunjungan Industri PT Liku telaga


Adapun sifat sifat kimia dan fisika dari asam sulfat sendiri adalah sebagai berikut : Sifat fisika : Titik leleh (C) Titik didih (C) Tekanan uap (mmHg) Berat jenis cairan Berat jenis uap : 10 : 290 : 1 (146 C) : 1,84 (100 persen) : 3,4 (udara = 1)

Sifat kimia asam sulfat : 1. Dengan basa membentuk garam dan air. Reaksi : H2SO4 + 2NaOH Na2SO4 + H2O 2. Dengan alkohol membentuk eter dan air. Reaksi : 2C2H5OH + H2SO4 C2H5OC2H5 + H2O + H2SO4 Pada makalah ini asam sulfat lebih ditekankan sebagai asam sulfat pekat yaitu biasa disebut H2SO4 98%. Langkah-langkah pembuatan H2SO4 pekat pada PT. Liku Telaga kemungkinan besar menggunakan proses kontak, hal tersebut dikarenakan sebagian industri yang bergerak dalam pembuatan H2SO4 menggunakan proses kontak.

Kunjungan Industri PT Liku telaga


8

Proses Kontak Pembuatan asam sulfat menurut Proses Kontak dalam Industri berdasarkan reaksi kesetimbangan yaitu contoh yang diangkat dalam makalah ini adalah pembuatan asam sulfat. Secara garis besar tahapan proses kontak yang terjadi diuraikan sebagai berikut : 1. Pencairan belerang padat di melt tank (tangki pelelehan) 2. Pemurnian belerang cair dengan cara filtrasi 3. Proses pengeringan udara 4. Pembakaran belerang cair dengan udara kering untuk menghasilkan sulfur dioksida (SO2) 5. Reaksi oksidasi lanjutan SO2 menjadi SO3 dalam empat lapis bed konverter dengan menggunakan katalis V2O5 6. Pendinginan gas 7. Penyerapan SO3 dengan asam sulfat 93%-98,5% (Fairlie, 1951)

Reaksi yang terjadi dapat diringkas sebagai berikut: Pertama, belerang dibakar menjadi belerang dioksida.

Kunjungan Industri PT Liku telaga


S(s) + O2(g) SO2(g) Belerang dioksida kemudian dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang trioksida. 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)....... H= -98 kJ Reaksi ini berlangsung pada suhu sekitar 500oC, tekanan 1 atm deangan katalisator V2O5. Kemudian gas SO2 dilarutkan dalam asam sulfat pekat hingga menjadi asam sulfat pekat berasap (biasa disebut oleum, H2SO4.SO3 atau H2S2O7). SO3(g) + H2SO4(l) H2S2O7(l) H2S2O7(l) + H2O(l) 2H2SO4(l) Dari proses kontak ini lalu akan terbentuk asam sulfat pekat dengan kadar 98%. Tahap penting dalam proses ini adalah reaksi pembentukan belerang trioksida (SO3). Reaksi ini merupakan reaksi kesetimbangan dan eksoterm. Sama seperti pada sintesis amonia, reaksi ini hanya berlangsung baik pada suhu tinggi. Akan tetapi pada suhu tinggi justru kesetimbangan bergeser ke kiri. Pada proses kontak digunakan suhu sekitar 500oC dengan katalisator V2O5. sebenarnya tekanan besar akan menguntungkan produksi SO3, tetapi penambahan tekanan ternyata tidak diimbangi penambahan hasil yang memadai. Oleh karena itu, pada proses kontak tidak digunakan tekanan besar melainkan tekanan normal yaitu sebesar 1 atm.

2.2.3 Standard H2SO4 Pekat Pada PT. Liku Telaga PT. Liku Telaga merupakan salah satu perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip atau nilai- nilai penting yang telah dijelaskan pada Bab I (Latar Belakang) yang salah satunya mematuhi standard etika yang tinggi. Adapun standard H2SO4 yang ditetapkan pada PT. Liku Telaga yaitu tertera pada tabel :

Kunjungan Industri PT Liku telaga


10

Dari tabel tersebut yang menjadi perhatian adalah Kemurnian (Purity) H2SO4 yang ditetapkan 98%. Jika H2SO4 yang dihasilkan terlalu encer dikhawatirkan dapat merusak peralatan-peralatan yang terbuat dari logam sehingga menjadi keropos. Selain itu, dengan kemurnian yang rendah sulit untuk menjual produk tersebut ke industri-industri berskala besar hal tersebut berkaitan dengan prinsip ekonomi. Untuk para konsumen telah disediakan berbagai pembuktian bahwa PT. Liku Telaga telah berkompeten selama lebih dari 20 tahun berkecimpung di bidang bahan-bahan kimia khususnya H2SO4 dan Al2(SO4)3 (Alumunium Sulfat) dengan dimilikinya berbagai sertifikat yaitu diantaranya :

Kunjungan Industri PT Liku telaga


11

Kunjungan Industri PT Liku telaga


12

Kunjungan Industri PT Liku telaga


13

2.3 Pembuatan Aluminium Sulfat 2.3.1 Bahan Dasar Aluminum Hidroksida Aluminimum merupakan salah satu dari 8 besar elemen pada kerak bumi, merupakan unsur ke-3 yang paling melimpah di alam yaitu sekitar 8,1% berat. Walaupun jumlahnya melimpah, namun logam aluminium ini tidak pernah ditemukan dalam logam murninya di alam. tetapi dalam bentuk bauksit yang masih mengandung Fe2O3, serta Si2O3. Aluminium juga ditemukan bergabung dengan unsur unsur lain membentuk suatu mineral. Misalnya persenyawaannya dengan group silikat yang biasanya disebut feldspar, yang

Kunjungan Industri PT Liku telaga


merupakan mineral yang paling melimpah di lapisan kerak bumi. Salah satu jenis mineral aluminium silikat yaitu piropilit AlSi2O(OH), Selain itu, biasanya bergabung dengan mangan membentuk mineral yang disebut spesartin,Mn3Al2(SiO4). Aluminium silikat yang mengandung Floride atau hidroksida, Al2SiO4(F,OH)2, membentuk mineral permata yang dinamakan topas, aluminium silikat dengan kalium dinamakan mikrolin, KAlSi3O, yang biasanya berwarna hijau apel hingga kecoklatan. Bauksit adalah bahan tambang yang merupakan bijih utama dari aluminium (99% bijih aluminium) yaitu unsur yang keberadaannya sangat melimpah di kerak bumi. Ada 3 macam aluminium hidroksida yang terdapat dalam bauksit, yaitu gibbsite Al2O3.3H2O atau Al(OH)3, diaspor Al2O3.H2O atau AlOOH dan boehmit Al2O3(AlO(OH)). Sifat fisik bauksit berwarna coklat kemerahan, putih, atau kekuningan. Bauksit digunakan sebagai bahan baku untuk produksi aluminium hidroksida atau oksida murni. Senyawa aluminium oksida yang paling umum adalah bauksit, atau aluminium murni yang mengandung aluminium oksida dalam jumlah besar. Biasanya merupakan kombinasi dari aluminium dan oksigen dengan rumus Al2O3.2H2O. pada bauksit ini juga terdapat beberapa pengotor antara lain Fe2O3 dan SiO2. Oleh karenanya, untuk memperoleh logam aluminium murni diperlukan pemrosesan bauksit lebih lanjut.(Davydson, 2009). Untuk memperoleh aluminium murni mencakup empat tahap : (1) Penyiapan bauksit (pelumatan, pencucian, pengeringan, penggerusan), (2) Penjernihan bauksit menjadi tanah tawas murni (oksid aluminium Al2O) melalui cara Bayer, (3) Penyerapan zat asam (reduksi) tanah tawas hingga menjadi aluminium mentah melalui elektrolisa lebur dengan kliorit sebagai bahan pelarut (Na3AlF), (4) Peleburan alih wujud menjadi aluminium murni (99,5 99,8 %). Secara umum untuk memperoleh aluminium murni dari bauksit dilakukan 2 tahapan proses, yaitu proses bayer dan proses Hall-Heroult. Pada proses Bayer, bauksit dimurnikan untuk mendapatkan aluminium oksida. Proses selanjutnya,

14

Kunjungan Industri PT Liku telaga


proses Hall-Heroult, meleburkan aluminium dioksida untuk mendapatkan logam aluminium murni (Anonymous, 2007). Asam Sulfat Pembuatan Aluminium Sulfat dari bauksit umumnya menggunakan asam sulfat dengan konsentrasi 30-60%. Untuk membuat aluminium sulfat padat dibutuhkan asam sulfat 50%, 30% aluminium hidroksida, dan 20% air. Sedangkan pembuatan aluminium sulfat cair sekitar: 20 25 % asam sulfat, 12 15% aluminium hidroksida dan 60 65% air. Air

15

2.3.2 Proses Pembuatan Aluminium Sulfat Reaksi Pada prosedurnya yang pertama dilakukan adalah dengan melarutkan Al(OH)3 dengan air. Air ini digunakan untuk mengencerkan tawas sehingga tawas tersebut berubah dari padatan menjadi larutan, karena tawas dalam bentuk padatan akan sulit bereaksi dengan asam sulfat encer. Penggunaan asam sulfat disini berfungsi sebagai reaktan. Proses pencampuran tersebut menghasilkan reaksi eksoterm (mengeluarkan panas) sehingga bersifat eksplosif dan dapat meledak. Bubuk aluminium hidroksida kemudian disuplay ke dalam reaktor dari hopper dan bubur aluminium hidroksida terbentuk. Selama penambahan asam sulfat dalam reaktor dari tangki asam sulfat oleh pompa, mengikuti persamaan reaksi berikut (diproses dalam reaktor). 2Al (OH)3 + 3H2SO4 Al2 (SO4)3 + 6H2O

Dibutuhkan tambahan pasokan air, aluminium hidroksida dan asam sulfat dikendalikan oleh weighing (sistem timbangan) pada reaktor. Dalam proses reaksi, suhu cairan dalam reaktor secara bertahap meningkat menjadi tingkat yang sangat tinggi (110-120 C) dan di bawah tekanan atmosfer sehingga lapisan kaca diterapkan untuk reaktor.

Kunjungan Industri PT Liku telaga


16
Dalam beberapa kasus produksi tekanan ini juga digunakan dengan suhu sampai sekitar 170C. Panas yang diperlukan untuk proses tersebut berasal dari reaksi eksotermik. Konsentrasi normal Al dalam digester adalah rasio 7 9%, yang berarti bahwa titik didih sekitar 120C dan suhu kristalisasi 105-110C. Uap dari reaktor terkondensasi di scrubber dengan air segar dan air diperoleh kembali sebagai hasil daur ulang sebagai air repulping untuk pencegahan repulping air limbah. Dalam operasi normal, produksi aluminium sulfat sebagai larutan dimasukkan ke sepanjang daerah/lajur pendingin untuk pengendapan padatan dengan mengurangi suhu cairan. Dalam keadaan darurat, seperti kegagalan listrik dan kesulitan dalam lajur pendingin dan seterusnya, solusi air dalam reaktor dibebankan pada tangki darurat untuk pencegahan pengendapan dari padatan aluminium sulfat di mana air yang memadai telah disimpan untuk pengenceran dari larutan yang dihasilkan dalam reaktor. Seperti larutan

aluminium sulfat diencerkan dalam tangki darurat baik didaur ulang ke reaktor atau diberikan kepada para pengguna yang menginginkan produk berair.

Produksi gumpalan Kristal aluminium sulfat Aluminium sulfat larutan pada suhu tinggi dipasok dari reaktor kemudian didinginkan di lajur pendingin untuk pengendapan produk padatan aluminium sulfat hidrat. Proses tersebut mengikuti reaksi sebagai berikut Al2 (SO4) 3 + xH2O Al2 (SO4) 3.xH2O

Dalam sabuk dingin ditunjukkan pada foto 2 & 3 dengan air pendingin menyebar dari bawah dan produk serpihan diperoleh di outlet. Permukaan sabuk dijaga pada suhu rendah namun tidak boleh terlalu dingin. Jika terlalu dingin, tawas akan mengkristal dan mengendap karena kelarutannya rendah dalam suasana dingin, akibatnya tawas sulit untuk dicetak. Setelah proses penghancuran oleh breaker, produk hidrasi diselesaikan di maturing conveyor.

Kunjungan Industri PT Liku telaga


Menghancurkan, skrining, dan pengepakan Produk yang solid blok dari conveyor dihancurkan menjadi bubuk halus kemudian diangkut ke screen untuk pemisahan produk produk kasar dan halus. Yang pertama adalah daur ulang untuk crusher lagi. terakhir disimpan dalam silo produk dan dikemas oleh produk-timbangan dan packer sebagai produk akhir. Oleh karena itu, proses ini adalah dimodifikasi dengan persyaratan spesifikasi dengan ukuran granular. Gas buang dari penghancur ditreatmen oleh bag filter bersama-sama dengan lain mengisap dari layar dan bagian kemasan untuk pencegahan debu di pabrik 2.3.3 Manfaat Tawas Beberapa kegunaan alum antara lain: adalah bahan penting bagi industri kimia dan dimanfatkan dalam industri kertas, pengolahan air, dan pengolahan limbah. Di sisi lain, aluminium sulfat juga memiliki berbagai aplikasi termasuk isolasi selulosa, manufaktur bahan kimia, modifikasi dari beton, sediaan farmasi, penyamakan dan makanan, sebagai minyak rambut untuk rambut kering. Alum digunakan dalam banyak vaksin subunit sebagai adjuvant untuk meningkatkan respon tubuh terhadap immunogens. Vaksin tersebut termasuk hepatitis A, hepatitis B dan DTaP. Alum dalam bentuk bubuk atau kristal, atau pensil tasak, kadang-kadang diterapkan pada luka untuk mencegah atau mengobati infeksi. Tawas digunakan oleh pemilik hewan peliharaan untuk menghentikan pendarahan yang berhubungan dengan luka pada hewana. Alum terdaftar sebagai bahan dari beberapa merek pasta gigi Alum bubuk, ditemukan di bagian bumbu toko grosir, dapat digunakan dalam pengawetan resep sebagai pengawet untuk mempertahankan buah dan sayuran crispness, digunakan sebagai bubuk baking komersial. Alum juga merupakan komponen foamite, digunakan dalam alat pemadam kebakaran meredakan kimia dan kebakaran minyak. Alum digunakan untuk mengklarifikasi air dengan menangkap partikel yang sangat halus dalam endapan seperti gel aluminium hidroksida. Alum dapat digunakan untuk meningkatkan viskositas suspensi lapisan es keramik, hal ini membuat glasir lebih mudah melekat dan memperlambat laju sedimentasi.

17

Kunjungan Industri PT Liku telaga BAB III PENUTUP


18

3.1 Kesimpulan Proses yang digunakan proses pembuatan H2SO4 di PT. Liku Telaga menggunakan Proses Kontak Proses yang digunakan proses pembuatan H2SO4 di PT. Liku Telaga menggunakan
Proses Hall-Heroult Secara Bertahap

Kegunaan utama termasuk dari asam sulfat yaitu sebagai produksi baja, memproses bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan penapisan minyak. Kegunaan utama termasuk dari aluminium sulfat yaitu Kegunaan utama termasuk dari asam sulfat yaitu Standard yang tinggi merupakan salah satu komitmen PT. Liku Telaga dengan dibuktikan dengan berbagai sertifikasi 3.2 Saran Kritik dalam kunjungan industri ini adalah kurangnya persiapan dari para peserta sehingga ketika sesi tanya jawab kurang maksimal. Saran untuk pengunjung selanjutnya adalah lebih kritis lagi dalam memperoleh informasi agar hasil yang diperoleh bisa lebih lengkap dan detail sehingga kunjungan industri ini benar-benar bermanfaat secara maksimal.

Beri Nilai