Anda di halaman 1dari 11

Let's Save Our Health

K KA AM MIIS S,, 0 07 7O OK KT TO OB BE ER R2 20 01 10 0 P PE EN NG GIIK KU UT T J Jo oiin n tth hiis ss siitte e


with Google Friend Connect

PENDARAHAN ANTEPARTUM, SOLUSIO PLASENTA, PLASENTA PREVIA, INSERTIO VALMENTOSA, RUPTUR SINUS MARGINALIS, PLASENTA SIRKUMVALATA

M Me em mb be errs s ((2 2))

P PE EN ND DA AR RA AH HA AN NA AN NT TE EP PA AR RT TU UM M,, S SO OL LU US SIIO O P PL LA AS SE EN NT TA A,, P PL LA AS SE EN NT TA AP PR RE EV VIIA A,, IIN NS SE ER RT TIIO O V VA AL LM ME EN NT TO OS SA A,, R RU UP PT TU UR RS SIIN NU US SM MA AR RG GIIN NA AL LIIS S,, P PL LA AS SE EN NT TA AS SIIR RK KU UM MV VA AL LA AT TA A
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Askeb IV
Already a member? Sign in

M ME EN NG GE EN NA AII S SA AY YA A

A AR RS SIIP PB BL LO OG G

2012 (1) 2010 (2) E ET TII V VIID DIIY YA AT TII cewek yang cuek.. tp bikin penasaran hehe Lihat profil lengkapku Oktober (1) PENDARAHAN ANTEPARTUM, SOLUSIO PLASENTA, PLASENTA ... Januari (1) 2009 (1)

Disusun Oleh: K Ke ello om mp po ok k4 4 1. Ayu Wulandari 2. Eti Vidiyati 3. Dewi Puspita 4. Ika Chaerunnisa 5. Lia Nurajizah 6. Mega 7. Nurlatifah 8. Rosalina 9. Yatini Puspita

A AK KA AD DE EM MII K KE EB BIID DA AN NA AN N IIS SM MA AH HU US SA AD DA AC CIIR RE EB BO ON N 2 20 01 10 0

K KA AT TA AP PE EN NG GA AN NT TA AR R Segala puji syukur dan puji-pujian hanya penulis persembahkan kehadirat Allah SWT. Dzat Wajibul Wujud yang tidak berhenti melimpahkan berjuta-juta kenikmatan, taufik dan hidayah, baik yang bersifat lahir maupun akhirat. Dialah Dzat Yang Maha Penyembuh dan Penyuci segala penyakit, kotoran dan najis yang melekat dalam diri setiap hamba-Nya. Segala salawat, salam dan berkah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi, Rasul, cahaya umat dan alam semesta Muhammad Saw. Beserta keluarganya,

keturunan, sahabat serta siapa saja yang akan selalu mengikuti sunah dan ketauladan-Nya. Makalah ini ditulis dalam rangka memenuhi tugas Askeb IV dan bahan perkuliahan bagi mahasiswa Akbid Isma Husada Cirebon. Mudah-mudahan makalah yang masih sangat jauh dari kesempurnaan ini dapat memberikan manfaat p pr re ev viia a,, bagi pengembangan wawasan tentang r ru up pttu ur ra a p pe er rd da ar ra ah ha an n a an ntte ep pa ar rttu um m,, s so ollu us siio o p plla as se en ntta a,, p plla as se en ntta a iin ns se er rs siio o v va allm me en ntto os sa a,, s siin nu us sm ma ar rg giin na alliis s,, p plla as se en ntta as siir rk ku um mv va alla atta a.. Oleh karena itu penulis sangat berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca dan siapa saja yang ingin memperoleh kemanfaatan tulisan ini. Dan atas pemasukan yang berharga itulah penulis akan selalu dapat melakukan perbaikan dan penyempurnaan atas segala kekurangan dan kekhilafan sebagai hamba Allah yang lemah dan tiada berdaya tanpa adanya bimbingan dan perlindungan-Nya. Demikian, mudah-mudahan makalah ini bermanfaat khususnya bagi Akbid Isma Husada Cirebon dan umumnya untuk saudara-saudara sekalian. Cirebon, 5 April 2010 Penulis B BA AB BII P PE EN ND DA AH HU UL LU UA AN N 1 1..1 1..L La atta ar rB Be ella ak ka an ng g Perdarahan pada kehamilan harus selalu dianggap sebagai suatu kelainan yang berbahaya. Pendarahan pada kehamilan muda disebut keguguran atau abortus, sedangkan pada kehamilan tua disebut perdaraha antepartum. Perdarahan antepartum biasanya dibatasi pada perdarahan jalan-lahir setelah kehamilan 22 minggu. Perdarahan setelah kehamilan 22 minggu, biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada sebelum kehamilan 22 minggu; oleh karena itu, memerlukan penangan yang berbeda. Perdarahan antepartum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, sedangkan perdarahan yang tidak bersumber pada kelainan plasenta umumnya kelainan servik, biasanya tidak seberapa berbahaya. Pada perdarahan antepartum pertama-tama harus selalu dipikir bahwa hal itu bersumber pada kelainan plasenta 1 1..2 2P Pe er ru um mu us sa an nM Ma as sa alla ah h Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana batasan perdarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plasenta. 1 1..3 3.. T TU UJ JU UA AN NP PE EN NU UL LIIS SA AN N 1 1..3 3..1 1.. T Tu ujju ua an nU Um mu um m Tujuan umum dari penulisan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Askeb IV, dan untuk

mengetahui dan memahami tentang pendarahan antepartum. 1 1..3 3..2 2.. T Tu ujju ua an nK Kh hu us su us s.. - Mengetahui batasan pendarahan antepartum pada kehamilan -Mengetahui dan memahami pendarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plasenta. -mengatahui tentang: > solusio plasenta > Plasenta previa > Insersio palamentosa > Ruptur sinusmarginalis > Plasenta sirkumvalata B BA AB B IIII P PE EM MB BA AH HA AS SA AN N 2 2..1 1.. P Pe en nd da ar ra ah ha an nA An ntte ep pa ar rttu um m P Pe en ng ge er rttiia an n Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada triwulan terakhir dari kehamilan. Batas teoritis antara kehamilan muda dan kehamilan tua adalah kehamilan 22 minggu, mengingat kemungkinan hidup janin diluar uterus. Perdarahan setelah kehamilan 22 minggu biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada sebelum kehamilan 22 minggu, oleh karena itu memerlukan penanganan yang berbeda. Pada setiap perdarahan antepartum pertama-tama harus selalu dipikirkan bahwa hal itu bersumber pada kelainan plasenta, karena perdarahan antepartum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, sedangkan kelainan serviks tidak seberapa berbahaya. Komplikasi yang terjadi pada kehamilan trimester 3 dalam hal ini perdarahan antepartum, masih merupakan penyebab kematian ibu yang utama. Oleh karena itu, sangat penting bagi bidan mengenali tanda dan komplikasi yang terjadi pada penderita agar dapat memberikan asuhan kebidanan secara baik dan benar, sehingga angka kematian ibu yang disebabkan perdarahan dapat menurun. 1 1..2 2.. S SO OL LU US SIIO OP PL LA AS SE EN NT TA A P Pe en ng ge er rttiia an n Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya yang normal pada uterus sebelum janin dilahirkan. Definisi ini berlaku dengan masa gestasi diatas 22 minggu atau berat janin diatas 500 gram. Istilah solusio plasenta juga dikenal dengan istilah abruptio plasenta atau separasi prematur dari plasenta. Plasenta dapat lepas seluruhnya yang disebut solusio plasenta totalis atau terlepas sebagian yang disebut solusio plasenta parsialis atau terlepas hanya pada sebagian kecil pinggir plasenta yang sering disebut ruptur sinus marginalis. Pelepasan sebagian atau seluruh plasenta dapat

menyebabkan perdarahan baik dari ibu maupun janin. Kejadian ini merupakan peristiwa yang serius dan merupakan penyebab sekitar 15% kematian prenatal. 50% kematian ini disebabkan oleh kelahiran prematur dan sebagian besar dari sisa jumlah tersebut meninggal karena hipoksia intrauterin. Perdarahan yang terjadi karena terlepasnya plasenta dapat menyelundup keluar dibawah selaput ketuban, yaitu pada solusio plasenta dengan perdarahan keluar, atau tersembunyi dibelakang plasenta membentuk hematoma retroplasenter. Hematoma retroplasenter yaitu pada solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi, atau kedua-duanya atau perdarahannya menembus selaput ketuban masuk kedalam kantung ketuban. Solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi menimbulkan tanda yang lebih khas dan pada umumnya lebih berbahaya daripada solusio plasenta dengan perdarahan keluar. Solusio plasenta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : 1) Solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi, biasanya pada jenis ini keadaan penderita lebih jelek, plasenta terlepas luas, uterus keras/tegang, sering berkaitan dengan hipertensi. 2) Solusio plasenta dengan perdarahan keluar, pada jenis ini biasanya keadaan umum penderita relatif lebih baik, plasenta terlepas sebagian atau inkomplit dan jarang berhubungan dengan hipertensi. E Ettiio ollo og gii/ /p pe en ny ye eb ba ab b Etiologi solusio plasenta belum diketahui. Keadaan berikut merupakan faktor predisposisi/pemicu timbulnya solusio plasenta, yaitu: Hipertensi esensialis atau hipertensi Tali pusat pendek Trauma eksternal Tekanan oleh rahim yang membesar pada vena cava inferior Usia lanjut Multiparitas Defisiensi asam folat Versi luar yang kasar atau sulit Nasib janin tergantung dari luasnya plasenta yang terlepas dari dinding uterus. Apabila sebagian besar atau seluruhnya terlepas, anoksia akan menyebabkan kematian janin. Apabila sebagian kecil yang terlepas, mungkin tidak berpengaruh sama sekali atau tidak mengakibatkan gawat janin. G Ga am mb ba ar ra an nk klliin niik k Solusio plasenta ringan R Ru up pttu ur rs siin nu us sm ma ar rg giin na alliis s atau terlepasnya sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak, sama sekali tidak mempengaruhi keadaan ibu ataupun janinnya. Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya akan kehitamhitaman dan sedikit sekali. Perut mungkin terasa agak sakit, atau terus menerus agak tegang. Walaupun demikian

bagian-bagian janin masih muda teraba. Uterus yang agak tegang ini harus diawasi terus menerus apakah akan menjadi lebih tegang lagi karena perdarahan yang berlangsung terus. Salah satu tanda yang menimbulkan kecurigaan akan kemungkinan solusio plasenta ringan ialah perdarahan pervaginam yang berwarna kehitamhitaman, yang berbeda dengan perdarahan plasenta previa yang berwarna merah segar. Apabila dicurigai keadaan demikian, sebaiknya dilakukan pemeriksaan ultrasonografi.. Solusio Plasenta Sedang Dalam hal ini plasenta telah terlepas lebih dari

seperempatnya, tetapi belum sampai duapertiganya luas permukaannya. Tanda dan gejalanya dapat timbul perlahan-lahan seperti pada solusio plasenta ringan, atau mendadak dengan gejala sakit perut terus menerus, yang tidak lama kemudian disusul dengan perdarahan pervaginam. Walaupun perdarahan pervaginam nampak sedikit , seluruh perdarahannya mungkin mencapai 1000ml. Ibu mungkin telah jatuh kedalam syok, demikian pula janinnya kalau masih hidup dalam keadaan gawat. Dinding uterus teraba tegang terus menerus dan nyeri tekan sehingga bagian-bagian janin sukar diraba. Apabila janin masih hidup, bunyi jantungnya sukar didengar dengan stetoskop biasa, harus dengan stetoskop ultrasonik. Tanda-tanda persalinan telah ada, dan persalinan itu akan selesai dalam waktu 2 jam. Kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal mungkin telah terjadi, walaupun kebanyakan terjadi pada solusio plasenta berat. Solusio Plasenta Berat Plasenta telah terlepas lebih dari dua pertiga permukaannya. Terjadinya sangat tiba-tiba. Biasanya ibu telah jatuh kedalam syok, dan janinnya telah meninggal. Uterusnya sangat tegang seperti papan dan sangat nyeri. Perdarahan pervaginam tampaknya tidak sesuai dengan keadaan syok ibunya, malah perdarahan pervaginam mungkin belum sempat terjadi. Besar kemungkinan telah terjadi kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal. D Diia ag gn no os siis s Tanda dan gejala solusio plasenta berat sakit perut terus menerus nyeri tekan pada uterus uterus tegang terus menerus perdarahan pervaginam syok bunyi jantung janin tidak terdengar lagi air ketuban mungkin telah berwarna kemerahmerahan karena bercampur darah Pada solusio plasenta sedang tidak semua tanda dan gejala perut itu lebih nyata, seperti sakit perut terus menerus, nyeri tekan pada uterus dan uterus tegang terus menerus. Akan tetapi dapat dikatakan tanda ketegangan uterus yang terus menerus merupakan tanda satu-satunya yang selalu ada pada solusio plasenta, juga ada pada solusio plasenta ringan. Menegakkan diagnosis solusio

plasenta dengan menggunakan ultrasonografi sangat membantu apabila mengalami keragu-raguan dalam menegakkan diagnosis. K Ko om mp plliik ka as sii Komplikasi pada ibu dan janin tergantung dari luasnya plasenta yang terlepas dan lamanya solusio plasenta berlangsung. Komplikasi yang dapat terjadi adalah : kelainan pembekuan darah oliguria gawat janin kematian perdarahan. Perdarahan antepartum dan intrapartum pada solusio plasenta hampir tidak dapat dicegah, kecuali dengan menyelesaikan persalinan segera. Bila persalinan telah selesai, penderita belum bebas dari bahaya perdarahan postpartum karena kontraksi uterus yang tidak kuat untuk menghentikan perdarahan pada kala 3 dan kelainan pembekuan darah. Kontraksi uterus yang tidak kuat itu disebabkan ekstravasasi darah diantara otot-otot miometrium, seperti yang terjadi pada uterus couvelaire. P Pe en na atta alla ak ks sa an na aa an n Lakukan uji pembekuan darah, kegagalan terbentuknya bekuan darah setelah 7 menit atau terbentuknya bekuan darah lunak yang mudah terpecah menunjukan adanya koagulapati. Transfusi Darah Segar Jika terjadi perdarahan hebat (nyata atau tersembunyi) lakukan persalinan segera. Seksio caesarea dilakukan jika: janin hidup, gawat janin tetapi persalinan pervaginam tidak dapat dilaksanakan dengan segera (pembukaan belum lengkap) janin mati tetapi kondisi serviks tidak dapat memungkinkan persalinan pervaginam berlangsung dalam waktu singkat

persiapan, cukup dilakukan penanggulangan awal dan segera lahirkan bayi karena operasi merupakan satu-satunya cara efektif untuk menghentikan perdarahan partus pervaginam, dilakukan apabila : janin hidup, gawat janin, pembukaan lengkap dan bagian terendah didasar panggul. Amniotomi (bila ketuban belum pecah) kemudian percepat kala 2 dengan ekstraksi forcep/vakum Janin telah meninggal dan pembukaan serviks lebih dari 2 cm Lakukan amniotomi (bila ketuban belum pecah) kemudian akselerasi dengan 5 unit oksitosin dalam dextrose 5% atau RL, tetesan diatur sesuai dengan kondisi kontraksi uterus.

Setelah persalinan, gangguan pembekuan darah akan membaik dalam waktu 24 jam, kecuali bila jumlah trombosit sangat rendah (perbaikan baru terjadi dalam 2-4 hari kemudian. 1 1..3 3.. P PL LA AS SE EN NT TA AP PR RE EV VIIA A P Pe en ng ge er rttiia an n Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta

berimplantasi pada tempat yang tidak normal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Implantasi yang normal ialah pada dinding depan atau dinding belakang rahim didaerah fundus uteri. klasifikasi plasenta previa didasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu. Pembagian plasenta previa :
Plasenta

previa totalis: seluruh permukaan tertutup

oleh jaringan plasenta Plasenta previa parsialis: sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta Plasenta previa marginalis: pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan Plasenta letak rendah: plasenta yang implantasinya rendah tapi tidak sampai ke ostium uteri internum, pinggir plasenta kira-kira 3 atau 4 cm diatas pinggir pembukaan, sehingga tidak akan teraba pada pembukaan jalan lahir E Ettiio ollo og gii Faktor terpenting terjadinya plasenta previa adalah vaskularisasi yang kurang pada desidua sehingga menyebabkan atrofi dan peradangan pada endometrium. Keadaan ini misalnya terdapat pada : Multipara, terutama kalau jarak kehamilan yang pendek Pada mioma uteri Kuretase yang berulang-ulang Keadaan endometrium yang kurang baik menyebabkan plasenta tumbuh/berimplantasi mendekati atau menutupi ostium internum untuk mencukupi kebutuhan janin. Implantasi palsenta pada segmen bawah rahim menyebabkan kanalis servikalis tertutup dan mengganggu proses persalinan dengan terjadinya perdarahan. Implantasi plasenta disebabkan oleh : Endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi Endometrium yang tipis sehingga diperlukan perluasan bagi plasenta untuk mampu memberikan nutrisi pada janin Villi korealis pada korion leave yang persisten G Ga am mb ba ar ra an nk klliin niik k Perdarahan tanpa sebab, tanpa rasa nyeri serta berulang, darah berwarna merah segar

Perdarahan pertama biasanya tidak banyak, tetapi perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak dari sebelumnya Timbulnya penyulit pada ibu yaitu anemia sampai syok dan pada janin dapat menimbulkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim
Bagian

terbawah janin belum masuk pintu atas panggul dan

atau disertai dengan kelainan letak plasenta yang berada dibawah janin

Pemeriksaan dalam dilakukan diatas meja operasi, teraba jaringan plasenta K Ko om mp plliik ka as sii Pada ibu Perdarahan pascasalin Syok hipovolemik Infeksi-sepsis Emboli udara (jarang) Kelainan koagulapati sampai syok Kematian Pada anak hipoksia anemia kematian P Pe en na atta alla ak ks sa an na aa an n Perdarahan yang disebabkan oleh plasenta previa merupakan keadaan darurat kebidanan yang memerlukan penanganan dengan baik. Tindakan yang akan kita pilih tergantung dari faktor-faktor : jumlah perdarahan banyak/sedikit keadaan umum ibu/anak besarnya pembukaan tingkat plasenta previa paritas Penanganan Ekspektatif keadaan umum ibu dan anak baik janin masih kecil perdarahan sudah berhenti atau masih sedikit sekali kehamilan kurang dari 37 minggu penanganan aktif/terminasi Yaitu kehamilan harus segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan yang membawa maut, bila keadaan umum ibu dan anak tidak baik, perdarahan banyak, ada his, umur kehamilan lebih dari 37 minggu. Persalinan dengan seksio caesarea Segera melahirkan bayi dan plasenta sehingga memungkinkan uterus berkontraksi dan perdarahan dapat segera dihentikan, selain itu juga mencegah terjadinya laserasi serviks. Misalnya pada penderita dengan

perdarahan yang banyak, pembukaan kecil, nullipara dan tingkat plasenta previa yang berat. Persalinan pervaginam Dengan adanya penurunan kepala diharapkan dapat menekan plasenta pada tempat implantasinya didaerah terjadinya perdarahan selama proses persalinan berlangsung. Sehingga bagian terbawah janin berfungsi sebagai tampon untuk mencegah perdarahan yang lebih banyak. 1 1..4 4.. IIN NS SE ER RT TIIO OV VE EL LA AM ME EN NT TO OS SA A P Pe en ng ge er rttiia an n Insertio velamentosa adalah insersi tali pusat pada selaput janin. Insersi velamentosa sering terjadi pada kehamilan ganda. Pada insersi velamentosa, tali pusat dihubungkan dengan plasenta oleh selaput janin. Kelainan ini merupakan kelainan insersi funiculus umbilikalis dan bukan merupakan kelainan perkembangan plasenta. Karena pembuluh darahnya berinsersi pada membran, maka pembuluh darahnya berjalan antara funiculus umbilikalis dan plasenta melewati membran. Bila pembuluh darah tersebut berjalan didaerah ostium uteri internum, maka disebut vasa previa. Vasa previa ini sangat berbahaya karena pada waktu ketuban pecah, vasa previa dapat terkoyak dan menimbulkan perdarahan yang berasal dari anak. Gejalanya ialah perdarahan segera setelah ketuban pecah dan karena perdarahan ini berasal dari anak maka dengan cepat bunyi jantung anak menjadi buruk. 1 1..5 5.. P PL LA AS SE EN NT TA AS SIIR RK KU UM MV VA AL LA AT TA A Selama perkembangan amnion dan korion melipat kebelakang disekeliling tepi-tepi plasenta. Dengan demikian korion ini masih berkesinambungan dengan tepi plasenta tapi pelekatannya melipat kebelakang pada permukaan foetal. Pada permukaan foetal dekat pada pinggir plasenta terdapat cincin putih. Cincin putih ini menandakan pinggir plasenta, sedangkan jaringan disebelah luarnya terdiri dari vili yang timbul ke samping, dibawah desidua. Sebagai akibatnya pinggir plasenta mudah terlepas dari dinding uterus dan perdarahan ini menyebabkan perdarahan antepartum. Hal ini tidak dapat diketahui sebelum plasenta diperiksa pada akhir kehamilan. B BA AB B IIIIII P PE EN NU UT TU UP P A A.. K Ke es siim mp pu ulla an n 1. Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada ibu hamil lebih dari 28 Minggu. 2. Abortus merupakan pandarahan kurang dari 28 Minggu. 3. Penyebab perdarahan antepartum a. Kelainan plasenta - Plasenta previa - Solusio previa

Perdarahan sumbernya

antepartum

yang

tidak

jelas

b. Kelainan serviks & vagina - Erosio porsionis uteri - Karsionamia porsionis uteri - Polipus servisis uteri - Varises vulvae - Trauma B B.. S Sa ar ra an n Jika terjadi perdarahan antepartum sebagai tenaga kesehatan harus melakukan penanganan sesegera mungkin. Bila perlu harus melakukan rujukan ke Rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi dan tranfusi darah. D DA AF FT TA AR RP PU US ST TA AK KA A Bobak dkk. 1995. Keperawatan maternitas. Jakarta. Penerbit buku kedokteran EGC Cunningham, F Gary at all. 2001. William obstetric 21th edition. United States of America : the mcGraw hill companies JNPKKR-POGI. 2005. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. YBPSP. Hal 174-183 JNPKKR-MNH. Depkes RI. 2008. Asuhan persalinan Normal. Jakarta Pusdiknakes. 2003. Konsep asuhan Kebidanan. WHO-JPHIEGO. Jakarta R Sweet, Betty. 1997. Mayes Midwifery A Textbook for Midwives Twelf Edition. UK:Balliere Tindal Saifudin, A.B. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. YBPSP. Hal M-25 M-32 Varney, Helen. 1997. Varneys Midwifey. Massachussets : Jones and bartlett Publishers Winkjosastro, hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP
Diposkan oleh ETI VIDIYATI di 20.38

Tidak ada komentar: Poskan Komentar


Masukkan komentar Anda...

B Be errii k ko om me en ntta arr s se eb ba ag ga aii::

Select profile...

P Pu ub blliik ka as siik ka an n

Pratinjau

Posting Lebih Baru


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Beranda

Posting Lama

Template Picture Window. Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.