Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN Produk Immunoglobulin dari plasma manusia pertama kali digunakan pada tahun 1952, untuk pengobatan

defisiensi imun1. Awalnya, produk immunoglobulin diberikan secara intramuskular dalam bentuk serum immunoglobulin I!"#1,2,$. I!" men%adi sediaan globulin komersial pertama yang efektif dalam pencegahan hepatitis A, tetanus, rabies, campak dan diphteri2. &amun pemberian Intramuskular immunoglobulin memiliki banyak kekurangan, yaitu ' penyerapan yang inkomplet dan lambat ke dalam sirkulasi, nyeri pada tempat suntikan, dan terbatasnya (olume yang dapat diberikan, membuat sediaan ini mulai ditinggalkan. )erbagai usaha dilakukan untuk dapat memberikan I!" dalam %umlah besar dan dalam bentuk sediaan intra(ena. Penemuan sindrom defisiensi antibody primer dan sekunder berikutnya sepan%ang thn 19*+ memperkuat kebutuhan sediaan gamaglobulin dosis tinggi yang aman dan meningkatkan berbagai upaya utk menghasilkan konsentrat imunoglobulin dengan aplikasi secara I, dan dengan efek samping yang sedikit. -ilaporkan pertama kali pada tahun 19.1 Imbach, 19.1#, pemberian autoimmune idiopathic Imunoglobulin intra(ena I,I"# efektif pada penyakit

thrombocytopenic purpura I/P#. I,I" adalah sediaan immunoglobulin " Ig"# yang steril, diambil dari 0 1+.+++ donor plasma manusia. -engan menyisihkan antibodi dari banyak donor, sediaan memiliki antibodi spectrum luas melawan pathogen1 patogen yang berbeda. 2arakteristik sediaan ini adalah ' steril, dengan p3 rendah sampai netral, berbentuk cair atau terlipolisis, mengandung 4at penstabil maltosa, glukosa, manitol, albumin#, terdiri dari 955 Ig", +,++55 1 1,55 IgA, dan sisanya Ig62. /ak menutup kemungkinan sediaan I,I" hanya mengandung immunoglobulin spesifik yang mengandung hanya antibodi untuk melawan pathogen spesifik seperti cytomegalo(irus 76,#. 8ntuk menstandarisasi sediaan I,I", 93: menetapkan menetapkan kriteria produksi sebagai berikut2 ' o -iturunkan dari plasma manusia sekurangnya 1.+++ donor o )ebas dari akti(ator prekallikrein, kinin, plasmin, pengawet dan bebas endapan o 6engandung sekurangnya 9+5 Ig" utuh

o 6emelihara aktifitas biologi opsonik#

e.g., fiksasi komplemen dan aktifitas

o 6engandung antibodi spektrum luas untuk bermacam1macam antigen termasuk tetanus dan campak o )ebas dari agen1agen infeksi. I,I" mencegah ter%adinya infeksi saluran pernafasan bawah yang berat, tapi tak dapat mencegah infeksi saluran napas atas dan infeksi non respiratoris pada pasien dengan defisiensi imun biasa. !ediaan cair, terpasteurisasi, konsentrasi 1+5 I,I" sama efektifnya dengan sediaan konsentrasi 55$.

BAB II PENGGUNAAN DAN MEKANISME KERJA 2.1 Penggunaan Immunoglobulin Int a!ena I,I" digunakan untuk mengobati berbagai (ariasi penyakit autoimun, penyakit infeksi dan penyakit idiopatik2,$. "able 1. Penggunaan Klini# I$IG
7lear indications ;-A appro(ed# Primary humoral immune deficiencies < linked agammaglobulinemia 3yper1Ig6 syndrome /ransient hypogammaglobulinemia of infancy Ig" subclass deficiency with antibody deficiency Antibody1deficiency syndrome 7ombined immune deficiencies !e(ere combined immune deficiency 7ommon (ariable immune deficiency -i "eorge syndrome 9iskott1Aldrich syndrome Ata=ia telangiectasia !hort1limbed dwarfism 7hediak13igashi syndrome <1linked lymphoproliferati(e syndrome 3yper1Ig> syndrome 7hronic lymphocytic leukemia with hypogammaglobulinemia and ?ecurrent infection Immune prophyla=is e.g., (aricella# 2awasaki disease )one marrow transplant recipients with recurrent infections Idiopathic thrombocytopenic purpura 3I, infection in children !upported by controlled clinical trials ?espiratory syncytial (irus prophyla=is "uillain1)arre syndrome 7hronic inflammatory demyelinating polyneuropathy >=perimental 8se &eurologic diseases 6yasthenia "ra(is Inflammatory myopathies 6ultiple sclerosis Intractable sei4ures 6otor neuron syndrome !tiff1man syndrome Autoimmune 7&! disease in neuroblastoma 3ematologic diseases Immune neutropenia Autoimmune hemolytic anemia Antihemophilic factor ,III inhibitor ?ed cell aplasia 7ollagen1(ascular diseases !ystemic lupus erythematosus

!ystemic (asculitis ?heumatoid arthritis Antiphospholipid syndrome@ recurrent abortions -ermatomyositis Inclusion1body myositis Polymiositis Inflammatory bowel disease Allergic diseases Asthma Allergic rhinosinusitis Atopic dermatitis 7hronic urticaria Aymphoid malignancies 7hronic lymphocytic leukemia 6ultiple myeloma &on1hodgkin lymphoma !econdary immune deficiencies )urns !urgery@ trauma Premature infants 6iscellaneous Autoimmune thyroiditis 3eparin1induced thrombocytopenia "lomerulonephritis Acute renal failure )19 paro(irus )ullous pemphigoid Autoimmune thyroiditis 3eparin1induced thrombocytopenia -ilated cardiomyopathy

!pektrum luas dari penggunaan I,I" menun%ukkan bahwa pentingnya imunoglobulin dalam homeostasis imun pada orang sehat. 2.2 Me#ani%me Ke &a I,I" adalah suatu agent immunomodulasi yang memiliki akti(itas multiple. 6odulasi yang termasuk disini adalah B modulasi dari akti(asi komplemenB suppresi antibodi idiotipikB saturasi ;c receptors pada makrofag, dan suppresi berbagai mediator inflamasi, termasuk sitokin, kemokin dan metalloproteinase 2,C. )agian ;c dari Ig" memfasilitasi interaksi dan memberi isyarat melalui ;c reseptor pada fagosit, sel ) dan sel1sel lain dan dengan ;c1binding plasma protein komponen dari sistem komplemen#. )lokade reseptor ;c dianggap sebagai mekanisme ker%a primer dari imunoglobulin pada orang1orang dengan I/P dan sitopenia yang diperantarai autoantibodi. Pada pasien dengan penyakit 2awasaki dan dermatomiositis, I,I" dianggap menghambat generasi dari membrane attack comple=es 75b179# dan

selan%utnya kerusakan %aringan yang diperantai komplemen

dengan mengikat

acti(ated komponen 7$b dan 7Cb, %adi mencegah deposisi pada permukaan target. Pada pasien dengan dermatomyositis, I,I" menginduksi penurunan le(el plasma dari membrane attack comple= dan penurunan substansi pada banyak 7$b dan membrane attack comple= dideposit pada kapiler endomisial. 2andungan tinggi antiidiotypes melawan autoantibody pada I,I" memfasilitasi kemampuannya untuk menetralisir autoantibody, sebagaimana terlihat pada pasien1pasien dengan acDuired hemophilia karena autoantibody melawan factor ,III. I,I" diberikan sebagai therapy replacement protein untuk pasien1pasien yang memiliki penurunan atau tidak adanya kemampuan produksi antibodi. I,I" diberikan untuk memelihara le(el antibody yang adekuat untuk mencegah infeksi dan memberi imunitas pasif. Pengobatan diberikan setiap $1C minggu. >fek spesifik dari I,I" telah di%elaskan. 3asil studi in (itro uptake 7$ dan efek dari I,I" pada klirens dari preopsoni4ed cells menganggap bahwa I,I" memproduksi sebuah depresi kinetik dari uptake 7$ dan memodifikasi proses deposisi fragmen komplemen pada eritrosit. &ormal serum mengandung Ig", Ig6 dan IgA antibodi, yang mana berhubungan dengan antibodi natural, karena mereka diinduksi tanpa imunisasi yang disenga%a dan tidak tergantung pada pemaparan antigen. 6ereka dianggap sebagai kunci efek imunoregulator dari immunoglobulin pada immune1 mediated disorders. Autoantibodi alamiah nampaknya lebih polireaktif dari antibody imunB antibody natural bisa sering berikatan dengan antigen1antigen yang berbeda. Autoantibodi natural dapat ' o o o o
.

berikatan dengan pathogen membantu menghilangkan molekul, sel dan tumor menginduksi remyelinasi, dan menghambat pertumbuhan autoreakti(e )1cell clones.

Gamba 1. Rea#%i Imunologi

Gamba 2. I#atan Antigen 'an Antibo'i

BAB III E(EK MERUGIKAN I,I" adalah salah satu produk biologi teraman di pasaran. ?eaksi sampingan yang berat telah terdokumentasi tapi %arang ter%adi dan kemungkinan sebagai hasil dari kondisi imunologi yang tidak diketahui pada saat infusan. Aaporan kondisi1kondisi ini sangat penting pada keamanan pemberian I,I" secara keseluruhan1,2,$,C,5. ?eaksi1reaksi merugikan yang ringan dan sedang sepan%ang dan setelah infusan ter%adi kira1kira pada 1+5 pasien yang mendapat therapy I,I". /anda1tanda dan ge%ala biasanya ter%adi dalam %am pertama infusan. >fek samping yang paling sering adalah sakit kepalaB ge%ala lain meliputi menggigil, flushing wa%ah, sesak napas, nyeri punggung dan myalgia. Perubahan ringan pada tekanan darah dan takikardi %uga dapat dideteksi. ?eaksi post infusan seperti sakit kepala, nausea, (omitting, diare, demam, dan malaise ter%adi dalam 2C %am dan akan berakhir dalam beberapa %am hingga beberapa hari. 6ekanisme1mekanisme dugaan adalah kemungkinan endapan dan dimers dari sediaan I,I". >ndapan1endapan dalam sediaan I,I" dan antibodi akut@ bentukan kompleks antibodi pada beberapa pasien akan menginduksi akti(asi komplemen dan produksi dari 7$a dan 75a anapilatoksin komplemen. 6ereka %uga akan berinteraksi dg ?eseptor ;c dan secara langsung

ataupun tidak langsung meransang sel mast dan P6& utk mengeluarkan isinya, termasuk histamin, prostaglandin, PA; dan mediator granuler lainnya. Pengeluaran !itokin Proinflamasi %uga telah diduga, tapi studi lain menampilkan bahwa I,I" dapat menurunkan regulasi pengeluaran cytokin proinflamasi. Penstabil pada sediaan I,I" mungkin %uga men%adi sumber dari reaksi merugikan yang %arang dan sediaan mungkin mengandung peptida@bahan campuran dengan berat molekul rendah yang akan mengaktifkan sistem fibrinolisis. Fang tersering dari efek yang merugikan ini hilang@surut dengan penghentian therapy diikuti dengan kecepatan infusan yang lebih pelan. )ila ge%ala menghilang, infusan regular dapat dilan%utkan. )entuk penanganan lain termasuk penggunaan analgetik, antihistamin, atau hidrokortison, dimana dapat mencegah atau mengurangi risiko efek merugikan I,I" yang diketahui pada status penyakit tertentu. ?iwayat pasien adalah (ital untuk penanganan risiko, dan pengobatan pendahuluan sebaiknya dimonitor secara cermat dan dicatat. /herapy I,I" sebaiknya tidak diberikan utk pertama kali dalam lingkungan perawatan rumah@rawat %alan. I,I" dapat menginduksi reaksi pada pasien dengan defisiensi IgA. 3al ini ter%adi pada 1 dalam 5++11+++ pasien. ?eaksi anafilaksis yang serius ter%adi segera setelah pemberian I,I". Anafilaksis dihubungkan dengan sensitisasi IgA pada pasien1pasien dengan defisiensi IgA, dapat dicegah dengan menggunakan IgA1 depleted Immunoglobulin. Adanya antibodi Ig" anti IgA tidak selamanya dihubungkan dengan reaksi merugikan yang berat dari I,I". ?eaksi yang %arang tapi potensial merugikan adalah gagal gin%al akut. -ari %uni 19.5 hingga no(ember 199., ;-A menerima 12+ laporan seluruh dunia tentang trauma gin%al ini. "agal gin%al akut dengan terapi I,I" ter%adi dengan formulasi penstabil sukrosa , tapi tidak dengan penstabil -1sorbitol. I,I" dihubungkan dengan kasus trombosis walau %arang. Pada kulit, ,askulitis %uga dapat menyertai infus gammaglobulin pada pasien dengan type II mi=ed cryoglobulinemia. !elain itu %uga dapat ter%adi dermatitis eksematous dan alopesia.

Gamba ). S#ema "e a*i I$IG+

BAB I$

1+

RINGKASAN DAN SARAN ,.1. Ring#a%an 1 1 1 Intravenous immoglobulin (IVIG) adalah sediaan immunoglobulin yang diambil dari plasma manusia, yang dapat diberikan secara intra (ena. I,I" /erdiri dari 955 Ig", +,++55 1 1,55 IgA, dan sisanya Ig6. I,I" digunakan untuk mengobati berbagai (ariasi penyakit autoimun, penyakit infeksi dan penyakit idiopatik. !pektrum luas dari penggunaan I,I" menun%ukkan bahwa pentingnya imunoglobulin dalam homeostasis imun pada orang sehat. 1 I,I" adalah suatu agent immunomodulasi yang memiliki akti(itas multiple. 6odulasi yang termasuk disini adalah B modulasi dari akti(asi komplemenB suppresi antibodi idiotipikB saturasi ;c receptors pada makrofag, dan suppresi berbagai mediator inflamasi, termasuk sitokin, kemokin dan metalloproteinase. 1 ?eaksi sampingan %arang ter%adi dan kemungkinan sebagai hasil dari kondisi imunologi yang tidak diketahui pada saat infusan. ,.2. Sa an 6engingat penting dan luasnya manfaat I,I" dalam pengobatan, masih perlu penelitian lebih lan%ut untuk dapat menghasilkan sediaan I,I" yang ekonomis dan ter%angkau.

DA("AR PUS"AKA 11

1. !cheinfeld, &oah !, 6-, G-, ;AA-B "odwin, Gohn >, 6-, 6! ' Intra(enous Immunoglobulin, American Academy of -ermatology, :ctober 2++*. 2. 3ester, 7. "arren, )!c,B ;rank, 6ichael 6, 6.-.' /he 8se of Intra(enous Immunoglobulin, in ' < /herapeutic Immunology, P.119+1119*. $. 9ikipedia, the free encyclopedia ' Intra(enous Immunoglobulin, &o(ember 2++* C. Fockey, !arah 6, 6.-B Ahmed, Iftikhar, 6.- ' Intra(enous Immunoglobulin1 Induced Aichenoid -ermatitis, A 8niDue Ad(erse ?eaction, -epartment :f -ermatology, 6ayo 7linic ?ochester, 6innesota. 5. "o, ?onald !, 6.-, 7all, /imothy ", 6.- ' -eep ,enous /hrombosis of /he Arm After Intra(enous Immunoglobulin Infusion ' 7ase ?eport and Aiterature ?e(iew of Intra(enous Immunoglobulin H ?elated /hrombotic 7omplications, 6ayo 7linic, 2+++, E5 ' .$1.5 *. 3ttp'@@www.6edscape.com ' Patient care guideline of I,I".

12