Anda di halaman 1dari 19

Assalamualaikum Wr.

Wb

HUKUM KONTRAK SYARIAH

Kelompok 1 : 1. Harpis Mutiara 2. Indah Lestari 3. Jananti Nur Syafitri

Pembahasan :
Pendahuluan Asas-asas Kontrak Rukun dan Syarat Kontrak Syariah Hal-Hal yang dapat Merusak Kontrak Hak Menentukan Pilihan dalam Kontrak (Khiyar) Berakhirnya suatu Kontrak (Intiha al-Aqad)

Indikator
Mahasiswa memahami dan dapat menjelaskan pengertian, asasasas, rukun dan syarat kontrak Syariah, hal-hal yang dapat merusak kontrak, hak menentukan pilihan (khiyar) dan kapan berakhirnya suatu kontrak (Intiha al-Aqad)

Hukum Kontrak Syariah


Kontrak berasal dari bahasa Arab yang berarti ikatan atau simpulan baik ikatan yang nampak (hissyy) maupun tidak nampak (manawy) Akad atau kontrak menurut istilah adalah suatu kesepakatan atau komitmen bersama baik lisan, isyarat, maupun tulisan antara dua pihak atau lebih yang memiliki implikasi hukum yang mengikat untuk melaksanakannya. Menurut para pakar yang mendefinisikan sebagai satu perbuatan yang sengaja dibuat oleh dua orang berdasarkan kesepakatan atau kerelaan bersama.

Hukum Kontrak Syariah


Hukum kontrak syariah disini adalah keseluruhan dari kaidah-kaidah hukum yang mengatur hubungan hukum di bidang muamalah khususnya perilaku dalam menjalankan hubungan ekonomi antara dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat untuk menimbulkan akibat hukum secara tertulis berdasarkan hukum Islam. Bersumber dari Al Quran dan Al Hadis, kaidah-kaidah fiqih, peraturan-peraturan hukum yang tidak bertentangan dengan hukum Islam, dan peraturan perundang-undangan yang telah diundangkan oleh pemerintah

Asas-asas Kontrak Syariah


Dalam hukum kontrak syariah terdapat asas-asas perjanjian yang melandasi penegakan dan pelaksanaannya :
Asas Ilahiah atau Asas Tauhid Tanggung jawab kepada masyarakat, tanggung jawab kepada pihak kedua,tanggung jawab kepada diri sendiri, dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Akibat dari penerapan asas ini, manusia tidak akan berbuat sekehendak hatinya karena segala perbuatannya akan mendapat balasan dari Allah SWT Asas Kebolehan (Mabda al-Ibahah) Pada asasnya segala sesuatu itu dibolehkan sampai terdapat dalil yang melarang

Asas-asas Kontrak Syariah


Asas Keadilan (Al Adalah) Dalam asas ini para pihak yang melakukan kontrak dituntut untuk berlaku benar dalam mengungkapkan kehendak dan keadaan, memenuhi perjanjian yang telah mereka buat, dan memenuhi semua kewajibannya. Asas Persamaan Atau Kesetaraan Dalam melakukan kontrak para pihak menentukan hak dan kewajiban masing-masing didasarkan pada asas persamaan dan kesetaraan, tidak diperbolehkan terdapat kezaliman Asas Kejujuran dan Kebenaran (Ash Shidiq) Jika kejujuran ini tidak diterapkan dalam kontrak, maka akan merusak legalitas kontrak dan menimbulkan perselisihan diantara para pihak.

Asas-asas Kontrak Syariah


Asas Tertulis (Al Kitabah) Suatu perjanjian hendaknya dilakukan secara tertulis agar dapat dijadikan sebagai alat bukti apabila di kemudian hari terjadi persengketaan. Asas Iktikad baik (Asas Kepercayaan) Para pihak dalam suatu perjanjian harus melaksanakan substansi kontrak atau prestasi berdasarkan kepercayaan atau keyakinan yang teguh serta kemauan baik agar tercapai tujuan perjanjian.

Asas Kemanfaatan dan Kemaslahatan Semua bentuk perjanjian yang dilakukan harus kemanfaatan dan kemaslahatan baik bagi para pihak

mendatangkan

Asas-asas Kontrak Syariah


Asas Konsensualisme atau Asas Kerelaan (mabda ar-radaiyyah) segala transaksi yang dilakukan harus atas dasar suka sama suka atau kerelaan antara masing-masing pihak tidak diperbolehkan ada tekanan, paksaan, penipuan, dan mis-statement. Asas Kebebasan Berkontrak (mabda hurriyah at-taaqud) Syariah Islam memberikan kebebasan kepada setiap orang yang melakukan akad sesuai dengan yang diinginkan, tetapi yang menentukan syarat sahnya adalah ajaran agama.

Asas Perjanjian Itu Mengikat Seluruh isi perjanjian adalah sebagai peraturan yang wajib dilakukan oleh para pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian.

Asas-asas Kontrak Syariah


Asas Kepastian Hukum Tidak ada suatu perbuatanpun dapat dihukum kecuali atas kekuatan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada dan berlaku untuk perbuatan tersebut. Asas Kebebasan Berkontrak Dimaksudkan kebebasan seseorang untuk membuat perjanjian macam apapun dan berisi apa saja sesuai dengan kepentingannya dalam batas-batas kesusilaan

Rukun dan Syarat Kontrak Syariah


Rukun Kontrak Syariah : Suatu Akad haruslah memenuhi Rukun sebagaimana ditentukan dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Pasal 22 yakni : pihak-pihak yang berakad; obyek akad; Tujuan pokok akad; dan Ijab-qabul.

Rukun dan Syarat Kontrak Syariah


Syarat Kontrak Syariah : Disamping rukun harus memenuhi syarat-syarat sahnya yakni :
1. 2. 3. 4. Sepakat mereka yang mengikatkan diri Kecakapan bisnis yang dimiliki Tujuan pokok akad Dapat dilakukan dengan tulisan, lisan, dan isyarat yang memiliki makna hukum yang sama 5. Atas suatu sebab yang halal

Hal-hal yang dapat Merusak Kontrak :


Keterpaksaan (Al-Ikrah)

Kekeliruan (Ghalath)

Hal-hal yang Merusak Kontrak :

Penyamaran Cacat Obyek (Tadlis dan Tgahrir) Tidak Adanya Keseimbangan Obyek dan harga (Ghaban + Taghrir)

Hak Menentukan Pilihan dalam Kontrak :


Majelis (Hak pilih ketika masih dalam satu majkis)

Ta yin (Hak menentukan barang yang menjadi obyek jual-beli)

KHIYAR

Syarth (Hak pilih yang digantungkan pada syarat)


Aib (Hak pilih ketika ditemukan adanya cacat) Ruyah (Hak pilih untuk melihat obyek yang ketika terjadinya kontrak pembeli belum bisa melihat)

Berakhirnya Suatu Kontrak Intiha al-Aqad :


Terpenuhi Isi Kontrak Pemutusan Kontrak (kesepakatan dua belah pihak / keputusan pengadilan) Kematian

Berakhirnya Kontrak

Tidak Adanya Izin dari yang Berwenang


Jatuh Tempo

Berlakunya suatu syarat batal

Berakhirnya Suatu Kontrak Intiha al-Aqad :


Hak memilih (khiyar) Akad fasad (sifat rusak)

Pemutusan Kontrak (kesepakatan dua belah pihak / keputusan pengadilan)

Kesepakatan pembatalan karena penyesalan Tidak terpenuhinya kontrak

Kesimpulan :
Bagaimana cara kita memahami dan mengetahui sumber dan dalil tentana hukum perjanjian syariah. Sebenarnaya perjanjian syariah dan hukum dari perjanjian tersebut sudah ada sejak zaman dahulu, hal itu dapat ditinjau dari sejarah sejak masyarakat adat hingga saat ini hukum perjanjian syariah telah ada. Bahkan di dalam Al-Quran, al-Hadits dan Ijtihad dari beberapa Ulama telah mengemukakannya. Dan saat ini hukum perjanjian syariah telah banyak di aplikasikan oleh masyarakat Indonesia sendiri dan dunia.

Daftar Pustaka
Hukumkontraksyariah.pdf
http://mawardi.blog.unissula.ac.id/2011/10/08/hukum-kontrak-syariah-hk-ekonomi-bisnis/ http://www.slideshare.net/immzz/konsep-perjanjiandlmislam http://id.scribd.com/doc/93721762/KONTRAK-SYARIAH

Wassalamualaikum Wr.Wb