Anda di halaman 1dari 19

DERMATOLOGI

dr. Siti Elsina Lubis , SpKK (K)

DERMATOLOGI
Basic Principles
Kulit Organ tubuh terbesar / terluas dimana permukaannya 1,8 m2 dan 16 % dari BB Yang terpenting adalah sebagai Barrier untuk melindungi dari faktor-faktor eksternal yang merugikan

Fungsi Kulit

EMBRIOLOGI KULIT
Epidermis (ectoderm) mulai terbentuk pada umur 4 minggu kehidupan Kuku terbentuk pada 10 minggu kehidupan Dermis terbentuk pada 11 minggu kehidupan Sidik jari ditentukan pada 17 minggu kehidupan

MICRO ANATOMI KULIT


Kulit terdiri dari : 1. Epidermis adalah : Bagian terluar sebagai penutup terutama terdiri dari keratinosit Epidermis tersusun dalam 4 lapisan : a. Stratum Korneum b. Stratum Granulosum c. Stratum Spinosum d. Stratum Basale Pada Epidermis juga didapati melanosit dan sel-sel langerhans. Tebal dan susunannya bervariasi dari 0,1 mm s/d 0,8 mm (pada telapak kaki dan tangan)

2. Dermis Supportive connective tissue, terbanyak adalah kolagen, elastin dan glycosaminoglicans. Ketebalannya bervariasi antara 0,6 mm 3 mm. Dermis berisi Fibroblast yang mensintesa kolagen, elastic fibers dan Glycosaminoglicans (GAG). Sel dendritic dermis juga dijumpai bersama-sama sel imunocompeten lainnya (mast sel, macrophages, dan limfosit) 3. Jaringan Subkutan

1. Rambut Terdiri dari 3 tipe : a. Lanugo Terbentuk pada fetus 20 minggu halus dan panjang b. Vellus Pendek, halus, terang yang menutupi seluruh permukaan tubuh c. Terminal Lebih panjang, tebal dan gelap terapat di skalp, alis, kelopak mata, pubik, aksila dan jenggot 2. Kuku 3. Kelenjar -kelenjar

Kelenjar sebasea : Berhubungan dengan folikel rambut, menghasilkan sebum yang berminyak, sensitive terhadap androgen. Sebum dihasilkan oleh sekresi holocrin Kelenjar keringat : Terletak di dermis, menghasilkan sekresi seperti air. Terdiri dari 2 tipe : 1. Ecrine di inervasi oleh sympathetic (cholinergic), neuro fibres, dikontrol oleh psikis dan termal 2. Apocrine Adrenergic

Saraf Saraf-saraf berisi neuropeptida Suplai saraf menurut dermatom kulit

Pembuluh darah kulit Kulit mempunyai banyak pembuluh darah

Fungsi kulit Present barrier to physical agents Protect agaunts mechanical injury Prevents loss of body fluids Reduce penetration of UV radiation Helps regulate body temperature Acts as a sensory organ Affords a surface for grip Plays a role in vitamin D production Acts as an outpost for immune surveillance Cosmetic association

Replikasi Basal sel setiap 200 400 jam Trans Epidermal Cycle time 28 hari Pertumbuhan Rambut Kepala 0,4 mm/ 24 jam Pertumbuhan kuku 0,1 mm/ 24 jam Keringat minimal 0,5 l/ 24 jam

Terminologi Lesi Kulit


Lesi : Istilah umum untuk area penyakit, biasanya kecil / terbatas Erupsi : Kelainan kulit yang lebih meluas, biasanya terdiri dari beberapa lesi primer atau disebabkan oleh faktor sekunder misalnya : krusta, ulserasi atau likenifikasi

Makula

Pertumbuhan warna kulit Mis : vitiligo, frechles, eritema


Flat topped : Liken planus Dome shaped : xanthoma Spicular : folikel rambut < 5 mm

Papula

Nodula > 5 mm Vesikula < 5 mm berisi cairan Bulla > 5 mm berisi cairan Pustula berisi cairan pus

Fissure

A linear split in the epidermis, often just extending into the dermis

Folliculitis An inflamamation of the hair follicles Freckle A macular area in which there is increased pigment formation by melanocytes

Furuncle A pyogenic infection localized in a hair


Hirsuties Excessive male-pattern hair growth

Hypertrichois Excessive hair growth in a nonandrogenic pattern


Keloid An elevated and progressive scar not showing regression Keratosis A horn like thickening of the skin with increased skin markings, a result of rubbing or scratching

Milium

A small white cyst containing keratin

Papilloma A nipple like projection from the skin surface Petechia A haemorrhagic punctuate spot measuring 1-2 mm in diameter

Poikiloderma A combination of hyperpigmentation, telangiectasia and atrophy seen together in a dermatosis


Purpura Extravasation of blodd resulting in red discoloration of the skin or mucous membranes Scar The replacement of normal tissue by fibrous connective tissue at the site of an injury

Telangiectasia visible lesion Kista

Dilated dermal blood vessels giving rise to a

nodul terdiri dari kantong berisi cairan atau semi solid fluid

Wheal Dermal edema, Transitary Plak Peningkatan kulit 5 mm

Sisik (skuama)

Akumulasi lapisan tanduk keratin yang terlepas, ada yang halus, putih dan keperakan, lebar

Ulkus

daerah terbatas pada kulit yang rusak dari peidermis s/d dermis disebabkan gangguan vascular atau suplai nutrisi ke kulit

Topikal

diserap langsung oleh kulit mengurangi sistemik toksisitas, terdiri dari vehiculum dan bahan aktif . Bentuknya : lotion, cream, gel, ointment, pasta

Sistemik

Kortikosteroid. Antihistamin, antibiotik, anti fungal, anti viral, anti leprotik

Potensi Kortikosteroid Topikal 1. Mild 2. Intermediate 3. Poten 4. Very Poten Efek samping kortikosteroid Atropi kulit, strie, induksi akne/rosasea, telangiektasi, infeksi fungal, absorbsi sistemik