Anda di halaman 1dari 11

METODE PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

oleh Amrin_2011220021 Ahmad Nurdin_2011220009 GIOVANNI_20112200

Fakultas Teknik Industri Universitas Darma Persada

Pengertian Produktivitas
Produktivitas pada dasarnya berkaitan erat pengertiannya dengan system produksi, yaitu system dimana faktor-faktor semacam : Tenaga kerja Modal / kapital berupa mesin, perlatan kerja, bahan baku, bangunan pabrik, dll. Dikelola dalam suatu cara yang teroganisir untuk mewujudkan barang atau jasa secara efektif dan efisien.

Produktivitas didefinisikan sebagai hubungan antara input dan output suatu system produksi. Hubungan ini sering lebih umum dinyatakan sebagai rasio output dibagi input. Dengan diketahuinya nilai (indeks) produktivitas, maka akan diketahui pula seberapa efisien sumber-sumber input telah berhasil dihemat.
Supaya produktivitas dapat meningkat, perlu diupayakan proses produksi dapat memberikan kontribusi sepenuhnya terhadap kegiatan-kegiatan produktif yang berkaitan dengan nilai tambah dan justru yang terpenting adalah berusaha menghindari atau meminimalkan langkah-langkah kegiatan yang tidak produktif seperti banyaknya idle / delays, set up, lading unloading, material handlings, dsbnya.

Pengukuran Produktivitas
Produktivitas merupakan salah satu alternative untuk mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan bahkan merupakan salah satu cara yang sangat efektif didalam menilai efisiensi pemakaian sejumlah input dalam menghasilkan output tertentu. Suatu perusahaan juga perlu mengetahui pada tingkat produktivitas mana perusahaan tersebut beroperasi, agar dapat membandingkannya dengan produktivitas yang telah ditetapkan oleh manajemen. Dalam hal ini produktivitas sangat diperlukan untuk mengukur biaya produksi secara tepat dan akurat. Dan dari hasil pengukuran dan evaluasi ini akan memberikan informasi kepada perusahaan mengenai tingkat efisiensi yang berhasil dicapai oleh perusahaan dalam melakukan aktivitasnya, hal ini menjadi penting agar perusahaan dapat meningkatkan daya saing dari produk yang dihasilkannya dipasar global yang kompetitif. Dalam mengukur produktivitas, terdapat bermacam-macam model pengukuran, antara lain : Metode OMAX (Objective Matrix )

Metode Mundel Metode The American Productivity Center APC

Metode Produktivitas Omax (Objective Matrix)


parsial yang dikembangkan untuk memantau produktivitas di tiap bagian perusahaan dengan kriteria produktivitas yang sesuai dengan keberadaan bagian tersebut. Pengukuran pada model OMAX (Objective Matrix) dikembangkan oleh James L. Riggs di Oregon State University. OMAX menggabungkan kriteria-kriteria produktivitas ke dalam suatu bentuk yang terpadu dan berhubungan satu sama lain. Model ini melibatkan seluruh jajaran di perusahaan, mulai dari bawahan sampai atasan. Kebaikan model OMAX dalam pengukuran produktivitas perusahaan antara lain :

Objective Matrix (OMAX) adalah suatu system pengukuran produktivitas

1) 2) 3) 4)

Relatif sederhana dan mudah dipahami. Mudah dilaksanakan dan tak memerlukan keahlian khusus. Datanya mudah diperoleh. Lebih fleksibel, tergantung pada masalah yang dihadapi

Bentuk dan susunan dari pengukuran produktivitas model OMAX berupa matrix, yang terdiri dari :

Metode Produktivitas Omax (Objective Matrix)


1) 2) Kriteria Produktivitas. Menyatakan kegiatan dan faktor-faktor yang akan diukur produktivitasnya, dinyatakan dengan ratio dari rpoduktivitas yang diukur. Performance / nilai pencapaian. Setelah dilakukan pengukuran maka kita dapat mengetahui tingkat produktivitas perusahaan tersebut. Hasilnya ini yang akan dicantumkan pada baris performance untuk kriteria yang diukur. Butir-butir matrix Terdapat dalam badan matrix yang disusun oleh besaran-besaran pencapaian mulai dari tingkat 0 (hasil yang terjelek) smpai dengan tingkat 10 (hasil yang terbaik). Pengukuran dimulai dari tingkat normal yaitu tingkat 3. Skor (score) Hasil dari pengukuran (performance) yang diubah ke dalam skor yang sesuai. Bobot (weight) Setiap kriteria yang diukur mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Kriteria yang akan diberi bobot berdasarkan derajat kepentingannya. Total dari bobot bisa bernilai 100 atau 100% atau 1. Nilai (value) Nilai merupakan hasil prkalian dari skor pada kriteria tertentu dengan bobot kriteria tersebut. Performance indicator Merupakan jumlah nilai (6) dari semua kriteria pengukuran yang dilakukan.

3)

4) 5)

6) 7)

Perhitungan Produktivitas dengan OMAX


Pembagian skala terdiri atas 3 (tiga) tingkat, yaitu :
1) Tingkat 0 Merupakan tingkat rasio terendah yang dicatat pada akhir periode. Dengan kata lain merupakan hasil terjelek atau kemungkinan hasil terjelek yang dicapai tiap kriteria pada periode tersebut. Tingkat 3 Adalah hasil-hasil yang ingin dicapai dalam kondisi normal selama proses pengukuran berlangsung Tingkat 10 Berisi perkiraan realistis hasil terbaik yang mungkin dapat dicapai oleh perusahaan dalam suatu kurun waaktu tertentu atau dalam suatu periode tertentu.Model ini berupa matrix, sebuah tabel yang butir-butirnya disusun menurut kolom dan baris sehingga dapat dibaca dari atas ke bawah dan dari kiri kekanan.

2) 3)

Untuk menghitung Index Produktivitas (IP) dengan mengunakan rumus :


IP HasilPengukuranPeriodeSekarang HasilPengukuranPeriodeSebelumnya x100 % HasilPengukuranPeriodeSebelumnya

Peningkatan produktivitas bisa diketahui dari besarnya kenaikan performance indikator yang terjadi.

Perhitungan Produktivitas dengan OMAX


1 2 Productivity Criteria Performance

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 SCORE WEIGHT VALUE


Current 7 Previous Index

SCORE

4 5 6
Performance Indicator

Metode The American Productivity Center APC


Pusat Produktivitas Amerika (The America Productivity Center) mengemukakan ukuran produktivitas sebagai berikut : Profitabilitas = HasilPenjualan Biaya Biaya = Banyaknya Output x harga PerUnit Banyaknya Input x Biaya PerUnit = Banyaknya Output Harga x Biaya BanyaknyaInput

= (Produktivitas) x (Indeks perbaikan harga) Dari ukuran produktivitas yang dikemukakan APC tampak bahwa ada hubungan profitabilitas dengan produktivitas dan faktor perbaikan harga. Rasio produktivitas memberikan suatu indikasi penggunaan sumber-sumber dalam menghasilkan output perusahaan. Dalam model APC, kuantitas output dan input setiap tahun digandakan dengan harga-harga tahun dasar untuk menghasilkan indeks produktivitas. Hargaharga dan biaya per unit setiap tahun digandakan dengan kuantitas output dan input

pada tahun tertentu sehingga akan menghasilkan indeks perbaikan harga pada tahun itu. Bila diketahui indeks produktivitas dan indeks perbaikan harga maka indeks profitabilitas dapat ditentukan dengan jalan :

Metode The American Productivity Center APC


Indeks profitabilitas = (indeks produktivitas) x (indeks perbaikan harga) atau Indeks profitabilitas =
indeks profitabilitas indeks perbaikan harga

Indeks perbaikan harga menunjukkan perubahan dalam biaya input terhadap harga output perusahaan. Dalam model APC biaya per unit tenaga kerja, material dan energi dihitung atau ditentukan secara langsung, sedangkan perhitungan input modal ditentukan berdasarkan depresiasi total ditambah keuntungan relatif terhadap harta total ( harta tetap + modal kerja ) yang dipergunakan.Dengan demikian input modal untuk suatu periode tertentu sama dengan depresiasi untuk periode itu ditambah (ROA periode dasar dikalikan harta sekarang yang dipergunakan.
Model APC untuk pengukuran produktivitas pada tingkat perusahaan ditunjukkan dalam Gambar berikut :

Metode The American Productivity Center APC


Bisnis Lingkungan

Input

Output

Pembelian (Rp)
Proses Konversi

Penjualan (Rp)

Metode of Marvin E. Mundel


Model ini mengukur produktivitas total dengan membandingkan antara produktivitas Secara Periode dan Basis Periode. Marvin E. Mundel (1976) mengemukakan dua bentuk pengukuran indeks

produktivitas, yaitu: IP = IP = IP =
Dimana: IP AOMP AOBP RIMP RIBP

AOMP / RIMP x 100 AOMB RIBP AOMP / AOBP x 100 AOMB RIBP

RIMP / RIBP

= indeks produktivitas = output agregat untuk periode yang diukur = output agregat untuk periode dasar = input-input untuk periode yang diukur = input-input untuk periode dasar