Anda di halaman 1dari 19

POLIP NASI

Rizki Widyarsya Putra Vesri Yossy

POLIP NASI

DEFENISI

Massa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih keabu abuan, yang terjadi akibat inflamasi mukosa.

ETIOLOGI

RHINITIS ALERGI

PENYAKIT ATOPI

POLIP NASI

PATOGENESIS
INFLAMA SI KRONIK DISFUNG SI SARAF OTONOM GENETIK

POLIP NASI

TEORI BERNSTEIN
PERADANGAN / ALIRAN UDARA BERTURBULENS I PERUBAHAN MUKOSA HIDUNG ( TERUTAMA PADA DAERAH SEMPIT KOM)

PROLAPS SUBMUKOSA + REEPITELISASI & KELENJAR BARU

PENYERAPAN NA

RETENSI AIR

POLIP NASI

TEORI LAIN

PERMEABILITAS KAPILER GANGGUAN REGULASI VASKULAR

KETIDAKSEIMBANGA N SARAF VASOMOTOR

TERLEPAS SITOKIN DARI SEL MAST

EDEMA

POLIP NASI

Makroskopis
Massa bertangkai permukaan licin, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabu abuan, agak bening, lobular, tunggal, atau multipel dan tidak sensitif

Pucat Polip yang banyak Iritasi kronis sudah cairan & kemerah menahun sedikit aliran merahan kekuning darah ke kuningan polip.

MIKROSKOPIS

Epitel
Sel Sel Mukosa

bertingkat semu bersilia dengan submukosa yang sembab.

limfosit, sel plasma, eosinofil, neutrofil, dan makrofag


sel goblet, pembuluh daraf, saraf, kelenjar sangat sedikit

Berdasarkan Jenis Peradangan

Polip tipe eosinofilik

Polip tipe neutrofilik

DIAGNOSIS

Anamnesis Pemeriksaan Fisik

Polip Hidung

DIAGNOSIS

A. ANAMNESIS GEJALA UTAMA : Hidung tersumbat Rinore : jernih purulen Hiposmia / Anosmia Bersin bersin Rasa nyeri pada hidung Sakit kepala di daerah frontal

GEJALA SEKUNDER : Bernapas melalui mulut Suara sengau Halitosis Gangguan tidur Penurunan kualitas hidup TANYAKAN : Riwayat rhinitis alergi, asma, intoleransi terhadap aspirin, alergi obat, alergi makanan

B. PEMERIKSAAN FISIK 1. Deformitas hidung luar seperti hidung tampak mekar karena pelebaran batang hidung pada polip nasi masif. 2. Rinoskopi Anterior : Massa pucat dari meatus medius, mudah digerakkan.

Pembagian stadium polip nasi menurut Mackay dan Lund (1997) Stadium I : polip masih terbatas di meatus medius Stadium II : polip sudah keluar dari meatus medius, tampak di rongga hidung tapi belum memenuhi rongga hidung. Stadium III : polip yang masif.

C. NASOENDOSKOPI Polip stadium 1 dan 2 yang tidak terlihat dengan pemeriksaan rinoskopi anterior dapat dilihat dengan nasoendoskopi D. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS

Foto polos sinus paranasal CT Scan

TATALAKSANA
Polipektomi Medikamentosa Tindakan Bedah

Kortikosteroid topikal / sistemik

Polipektomi

BSEF (Bedah Sinus Endoskopi Fungsional)