Anda di halaman 1dari 30

I.

Skenario
Bayi 4 bulan, laki-laki, berak berdarah lender sejak 2 hari yang lalu disertai perut kembung, muntah cairan hijau. Satu hari sebelum BAB darah lender sampai sekarang, penderita rewel dan menangis tiba-tiba sedangkan pada saat yang lain tampak tenang. Pemeriksaan Fisik Tampak sakit berat , compos mentis, BB 5 kg, nadi 136x/m, RR 36x/m, T 38C Keadaan spesifik Ubun-ubun cekung, turgor kurang Abdomen: I: Cembung menyeluruh P: Nyeri tekan (-), hepar just palpable, lien tak teraba, defans muscular (-), teraba massa di kuadran kanan atas, ballotment (-) P: Timpani A: Bising usus meningkat seluruh abdomen, metallic sound (+) Rectal toucher: lender campur darah warna terang Pemeriksaan Laboratorium Hb Ht Eritrosit LED Leukosit Diff. Count Trombosit Radiologi : 10.5 mg/dl : 32 % : 4.1 juta : 13 mm/jam : 14000/mm3 : 0/1/0/67/26/6 : 614000/mm3 : BNO : distensi usus (+) Darah kimia : natrium: 135 mmol/l kalium : 3.9 mmol/l klorida : 103 mol/l

II.

Klarifikasi istilah

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 1

1. Berak berdarah lendir dari usus

: lendir yang keluar kemungkinan mukus/sekret yg berasal

2. Perut kembung : adanya penumpukan gas di dalam rongga abdomen 3. Muntah cairan hijau : Semburan isi lambung + cairan empedu

4. Metalic sound : suara dentingan logam yang terdengar pada saat auskultasi akibat obstruksi usus 5. Turgor menurun : Penurunan tegangan (elastisitas) jaringan karena banyaknya darah atau getah jaringan 6. Ballottement : teknik perkusi(bimanual)untuk pemeriksaan pada ginjal

III.

Identifikasi masalah
1. Bayi 4 bulan, laki-laki, berak berdarah lender sejak 2 hari yang lalu disertai perut kembung, muntah cairan hijau. 2. Satu hari sebelum keluhan utama sampai sekarang, penderita rewel dan menangis tibatiba sedangkan pada saat yang lain tampak tenang. 3. Pemeriksaan Fisik KU Tampak sakit berat compos mentis BB 5 kg nadi 136x/m RR 36x/m T 38C Keadaan spesifik Ubun-ubun cekung, turgor kurang Abdomen: I: Cembung menyeluruh P: Nyeri tekan (-), hepar just palpable, lien tak teraba, defans muscular (-), teraba massa di kuadran kanan atas, ballotment (-) P: Timpani A: Bising usus meningkat seluruh abdomen, metallic sound (+)

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 2

Rectal toucher: lender campur darah warna terang 4. Pemeriksaan Laboratorium Hb : 10.5 mg/dl Darah kimia : Natrium : 135 mmol/l Kalium : 3.9 mmol/l Klorida : 103 mol/l Ht : 32 % Eritrosit : 4.1 juta LED : 13 mm/jam Leukosit : 14000/mm3 Diff. Count : 0/1/0/67/26/6 Trombosit : 614000/mm3 5. Pemeriksaan radiologi Radiologi : BNO : distensi usus (+)

IV.

Analisis masalah
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Apa etiologi umum dari berak berdarah lender? Sintesis Bagaimana mekanisme berak berdarah lender? Sintesis Mengapa ia muntah cairan hijau? Sintesis Mengapa ia mengalami perut kembung? Sintesis Bagaimana hubungan antara berak berdarah lender, perut kembung, dan muntah cairan hijau? Sintesis Apa yang menyebabkan ia rewel dan menangis tiba-tiba? Sintesis Bagaimana interpretasi pemeriksaan fisik? Sintesis Apa DD kasus? Sintesis Bagaimana interpretasi pemerikaan laboratorium? Sintesis

9.

10. Bagaimana interpretasi pemeriksaan radiologi? Sintesis 11. Apa WD dan HTD kasus ini? Sintesis Kuntum 12. Apa etiologi dan FR kasus ini? Sintesis 13. Apa epidemiologi kasus ini? Sintesis
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 3

14. Bagaimana pathogenesis danpatofisiologi kasus? Sintesis Liza vivi 15. Apa manifestasi klinis kasus? Sintesis 16. Bagaimana tatalaksana dan pencegahan kasus ini? Sintesis 17. Bagaimana prognosis kasus? Sintesis 18. Apa komplikasi kasus? Sintesis 19. Bagaimana KDU kasus? Sintesis

V.

Hipotesis bayi, 4 bulan menderita obstruksi usus et caus intususepsi et causa unknown (kemungkinan factor usia dan komplikasi infeksi) dan dehidrasi

VI.

Kerangka Konsep
pembengkakan lempeng-lempeng Peyer yang merupakan komplikasi infeksi. Pembengkakan lempeng tersebut menonjol masuk ke dalam lumen dan gerakan peristalsis usus yang kuat mencoba mengeluarkan pembengkakan tersebut ke arah distal di sepanjang lumen usus.

ukuran intestinum crassum relatif lebih besar dibandingkan dengan intestinum tenue pada anak kecil

Intususepsi
Sekuestrisasi cairan ke lumen usus yang distensi Dehidrasi

Segmen usus masuk ke segmen usus lain ( obstruksi usus)

Dinding usus terjepit

Dilatasi usus proksimal

Manifestasi klinis obstruksi usus

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 4

VII.

Sintesis ANATOMI, FISIOLOGI, HISTOLOGI GI TRACT


Perkembangan

minggu 4

usus depan primitif dan usus belakang hanya berbentuk seperti pipa ketika lambung dan sekum menjadi jelas terpisah. pipa ini kemusian memanjang dengan cepa, meninjol ke tali pusat, dan memutar berlawanan jarum jam mengelilingi arteri mesenterika superior.

minggu 8 minggu 10 minggu 12 minggu 13 minggu 14 minggu 20

ujung kaudal bersambung dengan rektum, yang berkembang dari kloaka. peristaltik telah dapat dikenali, tapi gerakannya belum trerkoordinasi sempurna usus cepat masuk kembali ke dalam perut. Kemudian, kolon mencapai bentuk sempurnanya. pembentukan otot pilorus lambung pada ditemukan villi yang relatif matang pembuluh darah dan saraf yang memasok usus tumbuh dengan sempurna sel parietal dan sel utama muncul jaringan limfoid berkembang sempurna kripta susah dalam dan sel-sel usus berbentuk kolumner dengan beberapa mikrvilli

Pemutaran usus tengah dan usus belakang adalah kejadian-kejadian yang tersendiri. Kebanyakan anomali struktur lambung dan usus adalah akibat keterlambatan atau penyimpangan pada rangkaian kejadian yang kompleks ini (minggu 4-10).

INTESTINUM TENUE (Usus Halus) Bagian terpanjang dari saluran pencernaan dan terbentang dari pylorus pada gaster sampai juncture ileocaecalis. Terbagi atas tiga bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 5

Duodenum

Lokasi dan deskripsi


Duodenum melengkung di sekitar caput pancreatis. Satu inci pertama permukaan anterior dan posteriornya diliputi oleh peritoneum dan mempunyai omentum minus yang melekat pada pinggir atasnya dan omentum majus yang melekat pada pinggir bawahnya. Sisa duodenum yang lain terletak retroperitoneal.

Bagian-bagian duodenum
Terletak pada regio epigastrica dan umbilicalis. Pars superior: mulai dari pylorus dan berjalan ke atas dan belakang pada sisi kanan vertebra lumbalis I, terletak pada planum transpyloricum. Pars descendens: berjalan vertical ke bawah di depan hilum renale dextra, di sebelah kanan vertebrae lumbales II dan III. Kira-kira pertengahan arah ke bawah, pada margo medialis ductus choledocus dan ductus pancreaticus menembus dinding duodenum. Kedua ductus ini bergabung untuk membentuk ampula hepatopancreatica yang akan bermuara pada papilla duodeni major. Ductus pancreaticus acessorius, bila ada, bermuara sedikit lebih tinggi, yaitu pada papilla duodeni major. Pars horizontalis: berjalan horizontal ke kiri pada planum subcostale, berjalan di depan columna vertebralis dan mengikuti pinggir bawah caput pancreatis. Pars ascendens: berjalan ke atas dan ke kiri ke flexura duodenojejunalis, flexura ini difiksasi oleh lipatan peritoneum, ligamentum Treitz, yang melekat pada crus dextrum diafragma.

Perdarahan
Arteriae. Setengah bagian atas diperdarahi oleh arteria pancreaticoduodenalis superior, cabang arteria gastroduodenalis. Setengah bagian bawah oleh arteria pancreaticoduodenalis inferior, cabang arteria mesenterica superior.

Aliran limf
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 6

Pembuluh limf mengikuti arteria dan bermuara (a) ke atas melalui nodi pancreaticoduodenales ke nodi gastroduodenales dan kemudian ke nodi coeliaci dan (b) ke bawah melalui nodi pancreaticoduodenales ke nodi mesenterici superiores di sekitar pangkal arteria mesenterica superior.

Persarafan
Berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (vagus) dari plexus coeliacus dan plexus mesentericus superior.

Jejunum dan ileum

Lokasi dan deskripsi


Lengkung-lengkung jejunum dan ileum dapat bergerak dengan bebas dan melekat pada dinding posterior abdomen dengan perantaraan lipatan peritoneum (mesenterium). Radix mesenterii ini memungkinkan keluar dan masuknya cabang-cabang arteria dan vena mesenterica superior, pembuluh limf, serta saraf-saraf ke dalam ruangan di antara kedua lapisan peritoneum. Perbedaan jejunum dan ileum: Lengkung-lengkung jejunum dan ileum terletak pada bagian atas cavitas peritonealis di bawah sisi kiri mesocolon transversum; ileum terletak pada bagian bawah cavitas peritonealis dan di dalam pelvis Jejunum lebih lebar, berdinding lebih tebal, dan lebih merah dibandingkan ileum. Plica circulares lebih besar, lebih banyak, dan tersusun lebih rapat pada jejunum; sedangkan pada bagian atas ileum plica circulares lebih kecil dan lebih jarang; dan di bagian bawah ileum tidak ada plica circulares. Mesenterium jejunum melekat pada dinding posterior abdomen di atas dan kiri aorta, sedangkan mesenterium ileum melekat di bawah dan kanan aorta. Pembuluh darah mesenterium jejunum hanya membentuk satu atau dua arcade dengan cabang-cabang panjang dan jarang yang berjalan ke dinding intestinum tenue. Ileum
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 7

menerima banyak pembuluh darah pendek yang berasal dari tiga atau empat atau lebih arcade. Pada ujung mesenterium jejunum, lemak disimpan dekat radix dan jarang ditemukan di dekat dinding jejunum. Pada ujung mesenterium ileum, lemak disimpan di seluruh bagian. Kelompok jaringan limfoid (lempeng Peyer) terdapat pada tunica mucosa ileum bagian bawah.

Perdarahan
Arteriae: cabang-cabang arteria mesenterica superior. Cabang-cabang intestinal berasal dari sisi kiri arteria dan berjalan di dalam mesenterium untuk mencapai usus. Pembuluhpembuluh ini beranastomosis satu dengan yang lain untuk membentuk serangkaian arcade.

Aliran limf
Pembuluh limf mencapai nodi mesenterici superiores.

Persarafan
Saraf-saraf berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus) plexus mesentericus superior.

INTESTINUM CRASSUM (Usus besar) Terbentang dari ileum sampai anus. Terbagi menjadi caecum, appendix vermiformis, colon ascendens, colon transversum, colon descendens, colon sigmoideum, rectum, dan canalis analis.

Caecum

Lokasi dan deskripsi


Terletak di perbatasan ileum dan intestinum crassum, pada fossa iliaca dextra. Seluruhnya diliputi oleh peritoneum. Mudah bergerak walaupun tidak mempunyai mesenterium. Stratum longitudinale tunica muscularis terbatas pada tiga pita tipis yaitu taenia coli yang
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 8

bersatu pada appendix vermiformis. Caecum sering teregang oleh gas dan dapat diraba melalui dinding anterior abdomen. Pars terminalis ileum masuk ke intestinum crassum pada tempat pertemuan caecum dengan colon ascendens. Lubangnya mempunyai dua katup yang membentuk sesuatu yang dinamakan papilla ilealis. Appendix vermiformis berhubungan dengan rongga caecum melalui lubang yang terletak di bawah dan belakang ostium ileale.

Perdarahan
Arteria caecalis anterior dan aarteria caecalis posterior membentuk arteria ileocolica, sebuah cabang arteria mesenterica superior.

Aliran limf
Pembuluh limf bermuara ke nodi mesenterici superiores.

Persarafan
Berasal dari cabang-cabang saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus) membentuk plexus mesentericus superior.

Colon ascendens

Lokasi dan deskripsi


Terletak di kuadran kanan bawah. Peritoneum meliputi bagian depan dan samping colon ascendens dan menghubungkan colon ascendens dengan dinding posterior abdomen.

Perdarahan
Arteria ileocolica dan arteria colica dextra yang merupakan canag arteria mesenterica superior.

Aliran limf
Bermuara ke nodi mesenterici superiores.

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 9

Persarafan
Berasal dari cabang saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus) dari plexus mesentericus superior.

Colon transversum

Lokasi dan deskripsi


Menempati regio umbilicalis, mulai dari flexura coli dextra di bawah lobus hepatis dexter dan tergantung ke bawah oleh mesocolon transversum dari pancreas. Kemudian berjalan ke atas sampai flexura coli sinistra di bawah lien. Flexura coli sinistra lebih tinggi daripada flexura coli dextra dan digantung ke diafragma oleh ligamentum phrenicocolicum. Mesocolon transversum dilekatkan pada pinggir superior colon transversum, dan lapisan posterior omentum majus dilekatkan pada pinggir inferior.

Perdarahan
Dua pertiga bagian proksimal diperdarahi oleh arteria colica media, cabang arteria mesenterica superior. Sepertiga bagian distal diperdarahi oeh arteria colica sinistra, cabang arteria mesenterica inferior.

Aliran limf
2/3 proximal: bermuara ke nodi mesenterici superiores dari nodi colici 1/3 distal: bermuara ke nodi mesenterici inferiores dari nodi colici

Persarafan
2/3 proximal: saraf simpatis dan nervus vagus melalui plexus mesentericus superior 1/3 distal: saraf simpatis dan parasimpatis nervi splanchnici pelvici melalui plexus mesentericus inferior.

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 10

Colon descendens

Lokasi dan deskripsi


Terletak di kuadran kiri atas dan bawah. Berjalan ke bawah dari flexura coli sinistra sampai pinggir pelvis. Peritoneum meliputi permukaan depan dan sisi-sisinya serta menghubungkannya dengan dinding posterior abdomen.

Perdarahan
Arteria colica sinistra dan arteriae sigmoideae yang merupakan cabang dari arteria mesenterica inferior.

Aliran limf
Bermuara ke nodi lymphodei colici dan nodi mesenterici inferiores.

Persarafan
Saraf simpatis dan parasimpatis nervi splanchnici pelvici melalui plexus mesentericus inferior.

Fig. 12.33

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 11

Fig. 12.29

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 12

Fig. 12.34

MEKANISME GEJALA-GEJALA PADA ANAMNESIS


1. Bab darah dan lender Etiologi - peptic ulcer - iritasi dan obat-obatan - inflammatory bowel disease - cancer - disentri - intusepsi - volvulus - tumor

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 13

2. Muntah cairan hijau Etiologi - Malrotasi - Volvulus - Obstruksi pada daerah duodenum - Peny. Metabolic - Intusepsi

3. Perut kembung Etiologi - perforasi - tumor -lactose intolerance - obstruksi - intusepsi - ascites - peradangan
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 14

- volvulus - weight gain - fasciolosis - gastritis - diverticulitis

4. Rewel Pada kasus ini, mungkin disebabkan oleh nyeri yang dialaminya. Nyerinya intermiten sehingga terkadang ia rewel dan terkadang ia tenang. Awalnya nyerinya selama 15 20 menit. Kemudian semakin lama, maka lamanya nyeri semakin lama. Biasanya bayi menangis dengan kaki diangkat ke atas. Nyeri tersebut hilang timbul, sebagai Ggn pasase organ bersaluran (osal cerna dsb). Nyeri timbul karena peningkatan tekanan intralumninal pd bgn prox sumbatan => peristalsis usus prox>>(sbg upaya untuk mengatasi sumbatan). Sakit dirasakan hilang timbul sesuai dengan datangnya peristalsis dan representasi peregangan usus pada saat pemasukan udara(karena menangis)/ makanan => serabut aferen visera sensitive terhadap regangan (pada pereganga sedemikian rupa)=>nyeri kolik, dalam keadaan ini bayi akan rewel dan menangis. Jika usus kembali ke keadaan seperti semula maka, nyeri akan hilang.

INTERPRETASI PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaa n Kasus Normal Interpretasi

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 15

Tampak sakit berat Compos mentis BB Nadi 5 kg 136 x/mnt 5,7 7,1 100 160 x/mnt BB Normal + + Normal

RR

36 x/mnt

30 - 60 x/mnt

Normal

Suhu

380C

36,5 37,50C

Ubun-ubun Turgor Inspeksi Cembung menyeluruh

cekung kurang +

Dehidrasi ringan sedang

Diffuse Bukan karena pembesaran organ setempat atau tumor

Palpasi Nyeri tekan Hepar Lien Defans muskuler Massa di

Teraba Tidak teraba + -

Teraba Tidak teraba -

Normal Normal Normal Normal Tumor,pe mbesaran organ


Page 16

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

KKA Ballotemen t

Normal

Perkusi

Timpani

Timpani

Normal, berisi udara

Auskultasi Bising usus Metalic sound

5-6 x/mnt -

?? Ileus obstruksi

Rectal toucher Lendir campur darah merah terang

Hematosch ezia, berasal dari lower GIT

DD

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 17

Faktor pembeda

Intususepsi Balita dan anak2

Disentri

Volvulus org tua

Bolus ascariasis

BAB darah lendir

+ Lendir & darah warna terang

+ Darah warna gelap

Perut kembung Muntah

Cairan hijau

Cairan hijau

Nyeri kolik

+ (intermite n)

+ (iskemik, terusmenerus)

Dehidrasi Distensi Demam

+ + -, kecuali bila sudah terjadi infeksi dan dehidrasi

+ +

+ + -, kecuali bila sudah terjadi infeksi dan dehidrasi

+ + +

Konstipasi Palpable mass Metalic sound

+ +

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 18

INTERPRETASI PEMERIKSAAN LAB DAN RADIOLOGI Pemeriksaan Hb (mg/dl) Ht (%) Eritrosit LED (mm/jam) Leukosit (/mm3) Hitung jenis 0/1/0/67/26/6 14000 Kasus 10,5 32 4,1 juta 13 Normal 9,0 14 28 42 4,7 7,1 Wintrobe : 0 13 9000 12000 0-1/0-4/010/5379/1346/3-9 Trombosit (/mm3) Natrium (mmol/L) Kalium (mmol/L) Klorida (mol/L) Radiologi Distensi usus + 103 101 111 Normal 3,9 3,5 5 Normal 135 614000 150000 400000 135 - 145 Normal Normal Leukositosis Interpretasi Normal Normal Normal Normal

CARA MENDIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS KERJA


OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 19

Anamnesis Nama Umur : (bayi) : 4 bulan

Jenis kelamin : laki-laki

Keluhan utama Keluhan tambahan

: berak berdarah dan lender : perut kembung, muntah cairan hijau, rewel dan menangis tiba-tiba

Riwayat perjalanan penyakit : 2 hari yang lalu berak berdarah lendir disertai perut kembung dan muntah cairan hijau. Satu hari sebelum keluhan utama sampai sekarang, penderita rewel dan menangis tiba-tiba sedangkan pada saat yang lain tampak tenang.

Anamnesis tambahan : Feses Demam mencetuskannya. Riwayat penyakit : apakah sebelumnya sudah pernah diare seperti ini atau adakah keluarga yang di rumah mengalami hal yang sama. Riwayat imunisasi anak 1 tahun Riwayat gizi : adakah penurunan berat badan dan berapa : warna, bau, konsistensi : sejak kapan demamnya

Riwayat makan : alergi, pemberian susu, makanan atau minuman lain yang mungkin

Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran Vital sign : tampak sakit berat : compos mentis : 136x/m, RR 36x/m, T 38C
Page 20

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Berat badan Kesadaran spesifik

: 5 kg

Ubun-ubun cekung, turgor kurang Abdomen: I: Cembung menyeluruh P: Nyeri tekan (-), hepar just palpable, lien tak teraba, defans muscular (-), teraba massa di

kuadran kanan atas, ballotment (-)


P: Timpani A: Bising usus meningkat seluruh abdomen, metallic sound (+) Rectal toucher: lender campur darah warna terang Pemeriksaan Tambahan Hb : 10.5 mg/dl Darah kimia : Natrium : 135 mmol/l Kalium : 3.9 mmol/l Klorida : 103 mol/l Ht : 32 % Eritrosit : 4.1 juta

LED : 13 mm/jam Leukosit : 14000/mm3 Diff. Count : 0/1/0/67/26/6 Trombosit : 614000/mm3 (trombositosis) Pemeriksaan radiologi Radiologi : BNO : distensi usus (+)
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 21

Working diagnosis Dari anamnesis didapatkan keluhan berupa berak berdarah lendir, perut kembung dan muntah berwarna hijau. Perlu dipikirkan kemungkinan disentri, namun keluhan yang menyertai yaitu perut kembung dan muntah merupakan gejala obstruksi usus, karena itu perlu juga dipikirkan kemungkinan obstruksi usus berupa insusiseptum dan volvulus. Pada pemeriksaan fisik ditemukan perut cembung dan teraba masa di kuadran kanan atas, hal ini memperkecil kemungkinan penyakit disentri. Pada pasien terdapat Trias Intususepsi yang meliputi : P. fisik : anak mendadak kesakitan episodic, menangis, dan mengagkat kaki (craping pain), bila lanjut sakitnya kontinyu. muntah warna hijau (cairan lambung) defekasi feses campur lendir (kerusakan mukosa) atau darah (lapisan dalam) Pada auskultasi terdengar suara metallic sound, ini merupakan gejala yang khas dari obstruksi ileus. Pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya distensi usus. Gejala insutusepsi menyerupai gejala volvulus. Perbedaanya terletak pada insidens penyakit, intususepsi lenih sering terjadi pada balita dan anak-anak, sedangkan volvulus pada usia lanjut.

OBSTRUKSI USUS AKIBAT INTUSUSEPSI

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 22

OBSTRUKSI USUS Definisi gangguan (apapun penyebabnya) aliran normal isi usus sepanjang saluran usus

Tipe 1.Mekanis (Ileus Obstruktif) Suatu penyebab fisik menyumbat usus dan tidak dapat diatasi oleh peristaltik. Ileus obstruktif ini dapat akut seperti pada hernia stragulata atau kronis akibat karsinoma yang
Page 23

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

melingkari. Misalnya intusepsi, tumor polipoid dan neoplasma stenosis, obstruksi batu empedu, striktura, perlengketan, hernia dan abses 2.Neurogenik/fungsional (Ileus Paralitik) Obstruksi yang terjadi karena suplai saraf ototnom mengalami paralisis dan peristaltik usus terhenti sehingga tidak mampu mendorong isi sepanjang usus. Contohnya amiloidosis, distropi otot, gangguan endokrin seperti diabetes mellitus, atau gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson Epidemiologi serangan nyeri sudah dapat ditemukan pada anak kurang 1 tahun (60,7%), 81,8% pada umur 1--2 tahun dan 91% pada umur lebih 2 tahun. Pada anak besar lebih 2 tahun, nyeri perut merupakan gejala yang menyolok. biasanya nyeri disusul oleh muntah. Pada bayi kecil muntah malahan dapat sebagai gejala pertama. Muntah mula-mula terdiri atas sisa-sisa makanan yang ada dalam lambung, kemudian berisi empedu. Sebanyak 95,5% gejala muntah terjadi pada anak berumur kurang dari 2 tahun. Timbulnya muntah dapat tejadi 3 jam pertama setelah berlangsungnya penyakit, masingmasing 73% pada umur kurang 2 tahun dan 52% pada umur lebih 2 tahun. Gejala muntah lebih sering pada invaginasi usus halus bagian atas jejunum dan ileum daripada ileo-colica. Etiologi 1.Perlengketan : Lengkung usus menjadi melekat pada area yang sembuh secara lambat atau pasda jaringan parut setelah pembedahan abdomen

2.Intusepsi : Salah satu bagian dari usus menyusup kedalam bagian lain yang ada
dibawahnya akibat penyempitan lumen usus. Segmen usus tertarik kedalam segmen berikutnya oleh gerakan peristaltik yang memperlakukan segmen itu seperti usus. Paling sering terjadi pada anaka-anak dimana kelenjar limfe mendorong dinding ileum kedalam dan terpijat disepanjang bagian usus tersebut (ileocaecal) lewat coecum kedalam usus besar (colon) dan bahkan sampai sejauh rectum dan anus. 3.Volvulus : Usus besar yang mempunyai mesocolon dapat terpuntir sendiri dengan demikian menimbulkan penyumbatan dengan menutupnya gelungan usus yang terjadi amat distensi. Keadaan ini dapat juga terjadi pada usus halus yang terputar pada
Page 24

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

mesentriumnya 4.Hernia : Protrusi usus melalui area yang lemah dalam usus atau dinding dan otot abdomen 5.Tumor : Tumor yang ada dalam dinding usus meluas kelumen usus atau tumor diluar usus menyebabkan tekanan pada dinding usus Manifestasi klinik a. Obstruksi pada usus halus: i. Kram yang bertambah berat dan hilang timbul ii. Bisa mengeluarkan mucus dan darah (tetapi bukan materi fekal) iii. Tidak flatus iv. Muntah v. Semakin kebawah obstruksi nya , distensi akan semakin nampak b. Onstruksi usus besar i. Kram perut/nyeri = pada usus halus, ttp intensitasnya lebih rendah ii. Bisa ada muntah(jika udah mengenai katup ileosaekal) c. Obstruksi sigmoid dan rectum i. Konstipasi ii. Perut distensi iii. Nyeri abdomen Patofisiologi Peristiwa patofisiologik yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obtruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional. Perbedaan utamanya pada obstruksi paralitik dimana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanis peristaltik mula-mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang. Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70 % dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intra lumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen usus ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan disekresi kedalam saluran cerna setiap hari, tidak adanya absorbsi dapat mengakibatkan penimbunan intra
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 25

lumen yang cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan cairan dan elektrolit adalah penciutan ruang cairan ekstra sel yang mengakibatkan hemokonsentrasi, hipovolemia, insufisiensi ginjal, syok-hipotensi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan, asidosis metabolik dan kematian bila tidak dikoreksi. Peregangan usus yang terus menerus menyebabkan lingkaran setan penurunan absorbsi cairan dan peningkatan sekresi cairan kedalam usus. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorbsi toksin-toksin/bakteri kedalam rongga peritonium dan sirkulasi sistemik. Pengaruh sistemik dari distensi yang mencolok adalah elevasi diafragma dengan akibat terbatasnya ventilasi dan berikutnya timbul atelektasis. Aliran balik vena melalui vena kava inferior juga dapat terganggu. Segera setelah terjadinya gangguan aliran balik vena yang nyata, usus menjadi sangat terbendung, dan darah mulai menyusup kedalam lumen usus. Darah yang hilang dapat mencapai kadar yang cukup berarti bila segmen usus yang terlibat cukup panjang. INTUSUSEPSI Defisini Invaginasi usus bagian proksimal ke usus yang lebih distal. Bentuk yang paling sering adalah ileocolica, dapat terjadi bentuk ileoilei dan colocolica. Frekuensi yang tinggi pada anak-anak mungkin disebabkan oleh ukuran intestinum crassum relatif lebih besar dibandingkan dengan intestinum tenue pada usia ini. Faktor yang lain adalah pembengkakan lempeng-lempeng Peyer yang merupakan komplikasi infeksi. Pembengkakan lempeng tersebut menonjol masuk ke dalam lumen dan gerakan peristalsis usus yang kuat mencoba mengeluarkan pembengkakan tersebut ke arah distal di sepanjang lumen usus.

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 26

Epidemiologi Merupakan penyebab obstruksi usus yang paling umum pada anak usia 6 - 12 bln. Sekitar 95% kasus intususepsi terjadi pada anak. Terjadi paling sering pada bayi usia 5- 10 bulan. Mengenai 1 sampai 4 dari 1000 anak. 3 4 kali lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Factor resiko Pernah menderita penyakit saluran pernafasan Diare Henoch-Schnlein purpura Cystic fibrosis Chronic indwelling GI tubes

Manifestasi klinis Nyeri kolik BAB darah dan lendir Muntah hijau
Page 27

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Kembung merata Antara kolik pasien tampak sehat Currant jelly stool Dances sign yang menandakan adanya gambaran seperti ada massa Rontgen : ba enema coiled spring appearance

Patofisiologi (lampiran) Penatalaksanaan o Kausatif Pembedahan. Nonoperative reduction, secara tradisional dnegan insisi paraumbilikal kanan. Manual reduction (terutama dilakukan jika pasian berumur 2 3 tahun) Laparoskopi biasanya disertai dengan bedah armamentarium. o Simptomatik Tangani dehidrasi dengan pemberian cairan intravena NaCl 0,9 % atau RL 5% 20 cc/kgBB dan NGT jika bisa (untuk mual). Cegah hipotermi Monitoring urin Oksigenisasi Therapeutic enema o Promotif Jelaskan kepada orang tua mengenai penyakitnya ini sejelas-jelasnya dan bagaimana penanganannya nanti dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jelaskan pula apa yang perlu orang tua lakukan. o Preventif Untuk kasus obstruksi karena intususepsi pada anak-anak tidak ada cara untuk mencegahnya. o Supportif
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 28

Nutrisi Berikan nutrisi sesuai dengan umur atau kebutuhan dan keadaan pasien. Pemberian antibiotik spektrum luas o Rehabilitatif Kasus obstruksi memerlukan penanganan yang emergency. Rawatan di rumah sakit sangat diperlukan untuk memantau keadaan pasien baik pre-operatif maupun postoperatif. Dasar pengobatan obstruksi usus adalah koreksi keseimbangan elektrolit dan cairan menghilangkan peregangan dan muntah dengan melakukan intubasi dan dekompresi memperbaiki peritonitis dan syok (bila ada) menghilangkan obstruksi Tindakan dilakukan sebelum pembedahan : Puasa, supaya gaster kosong, dari usus ke atas dapat dimuntahkan keluar Pasang NGT, no 8 dan 10 Oksigenasi 1-2 cc/kgBB/jam Cegah hipotermia Monitor pengeluaran urin pada bayi Pemberian antibiotik Gram (-), Gram (+), dan antibiotik untuk kuman anaerob Komplikasi Peritonitis septikemia Syok hipovolemia Perforasi usus Kematian Prognosis Baik, jika penegakan diagnosis serta penatalaksanaan dilakukan secara cepat. Tingkat rekurensi setelah air enema dan barium enema adalah 4% dan 10%. Rekurensi terjadi setelah nonoperative reduction pada hampir 95% kasus. Rekurensi setelah surgical reduction mendekati 1-4%.
OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI Page 29

Kompetensi dokter umum 2 (dokter harus mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis bedah digestif anak yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya)

OBSTRUKSI USUS ET CAUSA INTUSUSEPSI

Page 30