Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta karunia yang di berikan-Nya, sehingga tugas Makalah Kimia Anorganik tentang fosfor ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya dan sesuai dengan yang diinginkan. Tidak lupa ucapan terima kasih yang sedalam dalamnya kepada dosen bidang studi yang bersangkutan serta teman - teman yang telah membimbingdan membantu dalam penyusunan makalah ini. Tidak lupa juga ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada orang tua yang telah memberikan dukungan serta doa dan perhatian yang luar biasa sehingga tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Menyadari bahwa makalah yang telah disusun ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, maka hal itu semua tidak lepas dari ketidak sempurnaan dan kekhilafan yang telah diperbuat. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangatlah diharapkan. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat ke depannya dan dapat menjadi acuan serta koreksi untuk lebih baik lagi.

Penulis,

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa organik dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme (Hutagalung et al, 1997). Fosfor ditemukan oleh Hannig Brand pada tahun 1669 di Hamburg,Jerman. Ia menemukan unsur ini dengan cara 'menyuling' air urin melalui proses penguapan dan setelah dia menguapkan 50 ember air urin, dia baru menemukan unsur yang dia inginkan. Namanya berasal dari bahasa Latin yaitu phosphoros yang berarti 'pembawa terang' karena keunikannya yaitu bercahaya dalam gelap (glow-in-the dark). Karena begitu pentingnya unsur fosfor dalam kehidupan, maka makalah ini dibuat untuk membahas unsur fosfor secara mendetail.

1.2 1. 2. 3. 4. 5.

Rumusan Permasalahan Bagaimanakah keberadaan unsur fosfor? Bagaimanakah sifat fisika dan sifat kimia dari unsur fosfor? Bagaimanakah pembuatan/teknik ekstraksi dari unsur fosfor? Apa saja senyawa-senyawa yang paling umum dengan unsur fosfor? Apa saja manfaat unsur fosfor?

1.3 1. 2. 3. 4. 5.

Tujuan Menjelaskan keberadaan unsur fosfor Menjelaskan sifat fisika dan sifat kimia unsur fosfor Menjelaskan pembuatan/teknik ekstaraksi dari unsur fosfor Mengetahui senyawa-senyawa yang paling umum dengan unsur fosfor Mengetahui manfaat unsur fosfor

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Keberadaan Unsur Fosfor Unsur ini tidak pernah terdapat dalam keadaan bebas, karena daya gabungnya terhadap oksigen besar. Senyawaan fosfor yang terdapat di alam antara lain apatit yang banyak mengandung Ca3(PO4)2selanjutnya

mengandung kapur, CaCl2, dan CaF2. Fosforit (kalsium fosfat) terdapat dalam tulang binatang menyusui. Apatit dapat ditemukan di Propinsi Aceh, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Pulau Jawa. Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik yang berupa partikulat. Senyawa fosfor membentuk kompleks ion besi dan kalsium pada kondisi aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada sedimen sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik. Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada dalam bentuk senyawa organik dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme. Sumber fosfat diperairan laut pada wilayah pesisir dan paparan benua adalah sungai. Karena sungai membawa hanyutan sampah maupun sumber fosfat daratan lainnya, sehingga sumber fosfat dimuara sungai lebih besar dari sekitarnya. Keberadaan fosfat di dalam air akan terurai menjadi senyawa

ionisasi, antara lain dalam bentuk ion H2PO4-, HPO42-, PO43-. Fosfat diabsorpsi oleh fitoplankton dan seterusnya masuk kedalam rantai makanan. Senyawa fosfat dalam perairan berasal dari sumber alami seperti erosi tanah, buangan dari hewan dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri. Peningkatan kadar fosfat dalam air laut, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. Batas optimum fosfat untuk pertumbuhan plankton adalah 0,27 5,51 mg/liter. Fosfat dalam air laut berbentuk ion fosfat. Ion fosfat dibutuhkan pada proses fotosintesis dan proses lainnya dalam tumbuhan (bentuk ATP dan Nukleotid koenzim). Penyerapan dari fosfat dapat berlangsung terus walaupun dalam keadaan gelap. Ortofosfat (H3PO4) adalah bentuk fosfat anorganik yang paling banyak terdapat dalam siklus fosfat. Distribusi bentuk yang beragam dari fosfat di air laut dipengaruhi oleh proses biologi dan fisik. Dipermukaan air, fosfat di angkut oleh fitoplankton sejak proses fotosintesis. Konsentrasi fosfat di atas 0,3 m akan menyebabkan kecepatan pertumbuhan pada banyak spesies fitoplankton. Untuk konsentrasi dibawah 0,3 m ada bagian sel yang cocok menghalangi dan sel fosfat kurang diproduksi. Mungkin hal ini tidak akan terjadi di laut sejak NO3 selalu habis sebelum PO4 jatuh ke tingkat yang kritis. Pada musim panas, permukaan air mendekati 50% seperti organik-P. Di laut dalam kebanyakan P berbentuk inorganik. Di musim dingin hampir semua P adalah inorganik. Variasi di perairan pantai terjadi karena proses upwelling dan kelimpahan fitoplankton. Pencampuran yang terjadi dipermukaan pada musim dingin dapat disebabkan oleh bentuk linear di air dangkal. Setelah musim dingin dan musim panas kelimpahan fosfat akan sangat berkurang.Fosfor berperan dalam transfer energi di dalam sel, misalnya yang terdapat pada ATP (Adenosine Triphospate) dan ADP (Adenosine Diphosphate). Ortofosfat yang merupakan produk ionisasi dari asam ortofosfat adalah bentuk fosfor yang paling sederhana di perairan . Ortofosfat merupakan bentuk fosfor yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan akuatik, sedangkan polifosfat harus mengalami hidrolisis

membentuk ortofosfat terlebih dahulu sebelum dapat dimanfaatkan sebagai sumber fosfat. Setelah masuk kedalam tumbuhan, misalnya fitoplankton, fosfat anorganik mengalami perubahan menjadi organofosfat. Fosfat yang berikatan dengan ferri [Fe2(PO4)3] bersifat tidak larut dan mengendap didasar perairan. Pada saat terjadi kondisi anaerob, ion besi valensi tiga (ferri) ini mengalami reduksi menjadi ion besi valensi dua (ferro) yang bersifat larut dan melepaskan fosfat keperairan, sehingga meningkatkan keberadaan fosfat diperairan . Fosfor muncul pada bagian yang beragam di dalam lingkungan bahari, beberapa muncul dalam bentuk susunan organik seperti protein dan gula, beberapa juga muncul dalam bentuk kalsium organik dan sebagian dalam bentuk inorganik dan partikel besi fosfat, lalu juga dalam bentuk fosfat terlarut, walaupun fosfor muncul dalam konsentrasi dibawah nitrogen, tapi pada kenyataanya fosfor dapat dengan mudah di buat atau tersedia di dalam atau tersedia di dalam zona penetrasi cahaya yang mencegah fosfor menjadi faktor pembatas di dalam produktifitas bahari. Diperairan, bentuk unsur fosfor berubah secara terus menerus akibat proses dekomposisi dan sintesis antara bentuk organik, dan bentuk anorganik yang dilakukan oleh mikroba. Semua polifosfat mengalami hidrolisis membentuk ortofosfat. Perubahan ini bergantung pada suhu yang mendekati titik didih, perubahan polifosfat menjadi ortofosfat berlangsung cepat. Kecepatan ini meningkat dengan menurunnya nilai pH. Perubahan polifosfat menjadi ortofosfat pada air limbah yang mengandung banyak bakteri lebih cepat dibandingkan dengan perubahan yang terjadi pada air bersih. Keberadaan fosfor diperairan alami biasanya relative kecil, dengan kaar yang lebih sedikit dari pada kadar nitrogen. Fosfor tidak bersifat toksik bagi manusia, hewan, dan ikan. Keberadaan fosfor secara berlebihan yang disertai dengan keberadaan nitrogen dapat menstimulir ledakan pertumbuhan algae di perairan (algae bloom). Algae yang berlimpah ini dapat membentuk lapisan pada permukaan air, yang selanjutnya dapat menghambat penetrasi oksigen dan cahaya mathari sehingga kurang menguntungkan bagi ekosistem perairan. Pada saat perairan cukup mengandung fosfor, algae mengakumulasi

fosfor di dalam sel melebihi kebutuhannya. Fenomena yang demikian dikenal istilah konsumsi berlebih (luxury consumption). Kelebihan fosfor yang diserap akan dimanfaatkan pada saat perairan mengalami defisiensi fosfor, sehingga algae masih dapat hidup untuk beberapa waktuselama periode kekeurangan pasokan fosfor.

2.2

Sifat Fisika dan Kimia Unsur Fosfor a. Sifat Fisika Unsur Fosfor 1. Warna 2. Wujud 3. Titik didih 4. Titik leleh 5. Massa jenis (fosfor merah) 6. Massa jenis (fosfor putih) 7. Massa jenis (fosfor hitam) 8. Kalor peleburan 9. Kalor penguapan 10. Energi ionisasi : tidak berwarna/merah/putih : padat : 550 K (2770C) : 317,3 K (44,20C) : 2,34 g/cm3 : 1,823 g/cm3 : 2,609 g/cm3 : 0.720 kJ/mol : 5.57 kJ/mol : 1011,8 kj/mol

b. Sifat Kimia Unsur Fosfor Fosfor padat yang murni mempunyai tiga bentuk kristal, yaitu fosfor putih, fosfor merah, dan fosfor hitam 1) Fosfor Putih Fosfor putih mempunyai sifat padat seperti lilin, titik lebur rendah (44C), berupa unsur nonlogam,beracun, mempunyai struktur molekul tetrahedral, mudah terbakat dan bersinar dalam keadaan gelap. Fosfor putih sangat baik disimpan di dalam botol cokelat dan di simpan di dalam air atau lemari yang gelap guna menghindari berubahnya fosfor putih

menjadi merah apabila terkena sinar ultraviolet. Fosfor putih dikatakan lebih reaktif karena pada udara terbuka akan terbakar dengan sendirinya. Karena kereaktifan ini fosfor putih biasa disimpan dalam air atau alkohol ataupun larutan-larutan inert yang tidak melarutkan atau bereaksi dengan fosfor. Fosfor putih larut dalam benzena dan karbon disulfida. Fosfor putih memancarkan cahaya hijau yang lemah (pendaran) dengan adanya oksigen, (menyala spontan bila bersinggungan dengan udara (inilah alasan perlunya penyimpanan dalam air), bahan fosforesen yang berpendar dalam gelap.

2) Fosfor Merah Fosfor merah terbentuk jika fosfor putih dipanaskan atau disinari dengan sinar UV yang mengakibatkan atom fosfor saling berkatan dalam bentuk tetrahedral. Fosfor merah biasanya digunakan untuk bahan peledak dan kembang pai. Fosfor merah mempunyai sifat berupa serbuk, tidak budah menguap, tidak beracun dan tidak bersinar dalam gelap. Titik lebur fosfor merah 600C.

3) Fosfor Hitam Fosfor hitam kurang reaktif dibanding fosfor merah. Atom fosfor tersusun dalam bidang datar melalui ikatan kovalen. Antara bidang terdapat gaya van der Waals yang lemah. Bentuk fosfor yang paling stabil tampaknya adalah P hitam, yang dapat terbentuk dari P putih pada tekanan tinggi, atau melalui pemanasan P putih dengan katalis (Hg) dan kristal benih P hitam. P hitam mempunyai struktur kristal berlapis, seperti grafit, tetapi lapisan-lapisannya terikat kuat. P hitam merupakan semikonduktor

2.3

Pembuatan/Teknik Ekstraksi Sumber utama industry fosfor adalah Ca3(PO4)2. Dalam prosesnya, Ca3(PO4)2 dicampur dengan karbon dan silika (SiO2) pada temperature 1400C - 1500C (dengan bunga api listrik). SiO2 bereaksi dengan Ca3(PO4)2 pada temperature tersebut mengahasilkan P4O10 (g). Reaksinya sebagai berikut : 2 Ca3(PO4)2 (l) + 6 SiO2 (l) 6 CaSiO3 (l) + P4O10 (g) Kemudian , P4O10 (g) direduksi dengan karbon , reaksinya sebagai berikut : P4O10 (g) + C (s) P4 (g) + 10 CO2 (g) P4 (g) yang terjadi dikristalkan dan disimpan di dalam CS2 cair atau di dalam air. Hal itu guna menghindari terjadinya oksidasi dengan oksigen dari udara yang cepat terjadi pada temperatur 30C berupa nyala fosfor. P4 hasil pengolahan merupakan salah satu bentuk alotropi fosfor, yaitu fosfor putih.

2.4

Senyawa-Senyawa Paling Umum dengan Unsur Fosfor

Fosfor dapat bersenyawa dengan kebanyakan nonlogam dan logamlogam reaktif. Dengan logam aktif pada alkali dan alkali tanah atau golongan I dan golongan II, fosfor akan membentuk senyawa ion atau membentuk fosfida yang mengandung ion fosfida P3+. Na3P(s) + 3H2O(l)3NaOH(aq)+PH3(g) Dalam air, ion fosfida terhidrolisis menghasilkan fosdin (PH3). Contoh lain senyawa fosfor dengan logam ialah Ca3P2. a. Fosfor Bersenyawa dengan Unsur Halogen Fosfor membentuk dua macam senyawa dengan halogen, trihalida PX3 (X=F, Cl, Br dan I) dan pentahalida PX5 (X=F, Cl, Br). Senyawa

terpenting dari halogen dengan fosfor ialah PCl3 untuk trihalida, dan PCl5 untuk pentahalida.

1) Fosfor Triklorida PCl3 dibuat dengan mereaksikan leburan fosfor dan klor. Jika terdapat klor berlebih akan terbentuk PCl5. P4(l) + 6Cl2(g) Cl2(g) 4 PCl3(g) PCl5(g)

PCl3(g) +

PCl3 merupakan cairan yang mudah menguap dan mendidih pada 760oC. digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai senyawa fosfor. Jika terkena air, PCl3 akan mengalami hidrolisis menghasilkan asam fosfit. PCl3 + 3 H2O H3PO3 + HCl Banyak pestisida yang mngandung fosfor dibuat dari PCl3. PCl3 dapat beraksi dengan oksigen menghasilkan POCl3 (fosforit klorida/fosfor oksiklorida). POCl3digunakan sebagi komponen dalam zat pemadam kebakaran karena dapat memperlambat terjadinya nyala (Hiskia Ahmad). 2) Fosfor (V) Klorida atau Pentahalida PCl5 mempunyai stuktur bipiramidal trigonal dalam gasnya, lelehan, larutan dalam pelarut non polar. Padatannya adalah [PCl4]+ [PCl6]-. Dalam pelarut polar seperti CH3NO3, PCl5 terionisasi. PCl4+ merupakan ion tetrahedral.

b. Fosfor bersenyawa dengan oksigen Senyawa fosfor dengan oksigen yang terpenting adalah oksida fosfor, asam fosfat, asam polifosfat, dan asam fosfit. 1) Oksida Fosfor, P4O10

Fosfor putih, merah, atau hitam, berupa satu alotropi fosfor. Jika dibakar dengan kelebihan oksigen, akan menghasilkan serbuk putih fosfor oksida, P4O10 (nama sistematisnya tertrafosfor dekaoksida) disebut juga fosfor penta oksida karena rumus empirisnya P2O5 P4(s) + 5O2(g) P4O10(s)

P2O5 jika bereaksi dengan air sambil menghasilkan kalor (panas) juga dihasilkan asam fosfat (H3PO4). P4O10(s) + 6H2O(l) 4H3PO4(l).

P4O10 dipakai sebagai desikan (di laboratorium) yaitu zat yang menarik uap air dari udara atau zat lain. P4O10 dapat menarik molekul dari senyawa yang mengandung hidrogen dan oksigen, contoh dari HNO3 P4O10 + HNO3 4H3PO4 + 6N2O5

P4O6 disebut juga fosor trioksida, jika fosfor putih dibakar denagn oksigen yang kurang, tidak semua fosfor teroksidasi menjadi P4O10, sebagian akan berupa P4O6. P4O6 berwujud padat dengan titik lebur 23,8oC dan titik didih 175oC. uapnya bersifat racun, dan bila dikocok dengan air dingin akan membentuk H3PO3(asam fosfit). P4O6(s) 2) Asam Fosfat Asam oksifosfor yang sangat penting adalah asam fosfat H3PO4. Setiap tahun dibuat sekitar 1010 kg asam fosfat. Seperti untuk pupuk (ammonium fosfat) dan sebagai zat tambahan pada pangan dan detergen. Asam fosfat dibuat secara besar-besaran dari mineral fosfat yang direaksikan dengan asam sulfat. Ca3(PO4)2(s) + 3H2SO4(aq) + 6H2O 3CaSO4 + 2H2O + 2H3PO4(aq) + 6H2O(l) 4H3PO3(l)

Garam sulfat yang tidak larut disaring, dan asam fosfat dipekatkan dengan menguapkan sehingga didapat larutan H3PO3 85% massa. H3PO4 murni berupa padatan yang jernih, tidak berwarna dengan titik

10

lebur 42,40C. dalam air, H3PO4bersifat asam tripotik yang lemah strukturnya.

3)

Batu fosfat, Ca3 (PO4)2 dapat dihaluskan dan dipakai sebagai pupuk, tetapi kelarutannya sangat kecil dalam air. Bila Ca3 (PO4)2 diberi H2SO4 encer akan menghasilkan superfosfat, yaitu campuran CaSO4 dan Ca(H2PO4)2 yang kelarutannya cukup besar sehingga efektif sebagai pupuk. Ca3(PO4)2 + 3H2SO4 + 4H2O 2CaSO42H2O + Ca(H2PO4)2

4)

Natrium fosfat (Na3PO4) disebut juga TSP (trinatrium fosfat) sangat efektif sebagai zat pemutih dan menurunkan kesadahan air. Air sadah adalah air yang mengandung ion Ca2+, Na2+, dan Fe2+. Ion ini mengendapkan sabun sehingga tidak berbusa dalam air.

c. Asam polifosfat Dua molekul asam fosfat dapat bergabung bila dipanaskan sampai suhu 250oC, sehingga membentuk asam difosfat/asam firofosfat (H4P2O7). Senyawa ini berupa padatan tidak berwarna yang larut dalam air. Garam Na4P2O7larut dalam air dan dipakai sebagai bahan tambahan detergen. Jika H3PO4 dipanaskan sampai 4000C, terjadi penggabungan tiga molekul H3PO4atau lebih, yang (NaPO3)ndibuat disebut asam metafosfat (HPO4)n. garam metafosfat, dengan memanaskan natrium dihidrogen fosfat. NaH2PO4 + 2Na2HPO4 Na5P3O10 + 2H2O Polifosfat berantari pendek, misalnya natrium trifosfat (Na5P3O10) dapat dibuat melalui reaksi :

11

NaH2PO4 + 2Na2HPO4 Na5P3O10 + 2H2O Natrium trifosfat dalam air membentuk anion P3O105-

Senyawa ini terdapat dalam detergen untuk menurunkan kesadahan air, akan tetapi air limbah cucian yang mengandung senyawa fosfat mempercepat pertumbuhan ganggang di danau.

d. Asam fosfit (H3PO3) Dapat dibuat dengan reaksi : P4O6(s) + 6H2O(l) 4H3PO3(aq) senyawa ini adalah asam diprotik karena Hidrogen yang dapat terionisasi hanya terikat pada oksigen, maka garam natrium fosfit yang dapat terbentuk hanya NaH2PO3 dan NaHPO3. Asam atau garam fosfit dapat sebagai pereduksi, contohnya mereduksi ion perak menjadi logamnya.

2.5

Manfaat Unsur Fosfor 1. Fosfor sangat penting dan dibutuhkan oleh mahluk hidup tanpa adanya fosfor tidak mungkin ada organik fosfor di dalam Adenosin trifosfat (ATP) Asam Dioksiribo nukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (ARN) mikroorganisme membutuhkan fosfor untuk membentuk fosfor anorganik dan akan mengubahnya menjadi organik fosfor yang dibutuhkan untuk menjadi organik fosfor yang dibutuhkan, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan asam nukleat. 2. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen. 3. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada

12

berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). 4. asam fosfor yang mengandung 70% 75% P2O5, telah menjadi bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya. 5. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi pipa-pipa. 6. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang. 7. bahan tambahan dalam deterjen, bahan pembersih lantai dan insektisida. Selain itu fosfor diaplikasikan pula pada LED (Light Emitting Diode) untuk menghasilkan cahaya putih. 8. Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk energi dan pertumbuhan

13

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan 1. Fosfor merupakan unsur penting dalam makhluk hidup. Fosfor adalah unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15.Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen 2. Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik yang berupa partikulat. 3. Sifat fisikanya adalah Secara umum fosfor membentuk padatan putih yang lengket yang memiliki bau yang tak enak tetapi ketika murni menjadi tak berwarna dan transparan. Dan sifat kimianya yaitu fosfor ada yang bersifat reaktif/tidak reaktif, mudah terbakar, dan beracun. 4. Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir dalam pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4. 2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C P4 + 6CaSiO3 + 10CO 5. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen. Kerugian dari fosfor adalah merusak jaringan tubuh seperti luka bakar ketika mengenai organorgan tubuh pada suhu yang tinggi. 6. Senyawaan umum Fosfor adalah diamonium fosfat ((NH4)2HPO4) atau kalsium fosfat dihidrogen (Ca(H2PO4)2).

14

3.2 Saran Hati- hati dalam membakar Fosfor dengan suhu yang tinggi karena dapat menghasilkan asap yang bersifat korosif dan akhirnya dapat merusak jaringan tubuh. Disarankan memanfaatkan fosfor sebaik mungkin dan tidak menyalah gunakannya. DAFTAR PUSTAKA

Fatonah,Vina. (2012)., Chemistry. http://vinafatonah.blogspot.com. Diakses pada tanggal 12 April 2014.

Ilhami, Sowel. (2013)., Makalah Fosfor (kimia anorganik). http://coretansowel.blogspot.com. Diakses pada tanggal 10 April 2014.

15