Anda di halaman 1dari 28

Blog Zoelyer

Artikel Informasi Tekhnologi Terkini serta Tips dan Trik

Popular Tags Blog Archives

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts

SOSIOLOGI PERKOTAAN Pengertian sosiologi perkotaan Sosiologi perkotaan mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya ses... SOSIOLOGI INDUSTRI PRINSIP-PRINSIP DASAR SOSIOLOGI INDUSTRI Fokus dan Cakupan Sosiologi Industri Sosiologi memusatkan perhatian kepada tindakan-tin... Struktur Sosial Struktur Sosial Dalam antropologi sosial konsep struktur sosial seirng dianggap sama dengan organisasi sosial, terutama pabila dihubungkan ... Solusi Untuk Hardisk yang terkena Ultra DMA CRC Error Count UltraDMA CRC Error count itu bisa disebabkan karena ada kesalahan proses transfer data antara host dengan hdd, salah satu penyebabnya kare... Cara Membuat Bootable Windows 7 di FlashDisk Tanpa Software

Alat yang disediakan : 1. Dvd Windows7. 2. Komputer Yang ada Dvd Drive nya. 3. FlashDisk 4 Giga . Kalau Udah Lengkap selanjutnya ..... Album Bruno Mars 2011 (Earth to Mars) Track List : 01. Bruno Mars Watching Her Move 02. Bruno Mars Faded 03. Bruno Mars Take The Long Way Home 04. Bruno Mars Ladie... Bagaimana Cara Menghapus Akun Google Plus (Tutorial) Google Plus telah membuat banyak perubahan dalam waktu yang singkat dan sesuai dengan berita terbaru mereka memiliki lebih d... Perubahan Sosial Karl Marx vs Max Weber Teori Perubahan Sosial Karl Marx dan Max Weber Teori perubahan social dan budaya Karl Marx yang merumuskan bahwa perubahan social dan bud... Pengertian Generalisasi Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena s... Sosiologi Agama A. Pengertian Sosiologi Agama Jika berbicara mengenai definisi Sosiologi Agama, maka ada beberapa hal yang kami singgung dalam pembah...

SOSIOLOGI PERKOTAAN 14.58 Mata Kuliah Sosiologi 1 comment

Pengertian sosiologi perkotaan

Sosiologi perkotaan mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. Materi yang dipelajari antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, dan pola pikir dalam menyikapi suatu permasalahan.

Pengertian kota menurut para ahli

1. Max Weber berpendapar bahwa suatu tempat adalah kota apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Barang-barang itu harus dihasilkan oleh penduduk dari pedalaman dan dijualbelikan di pasar itu. Jadi menurut Max Weber, ciri kota adalah adanya pasar, dan sebagai benteng, serta mempunyai sistem hukum dan lain-lain tersendiri, dan bersifat kosmopolitan. 2. Cristaller dengan central place theory-nya menyatakan kota berfungsi menyelenggarakan penyediaan jasa-jasa bagi daerah lingkungannya. Jadi menurut teori ini, kota diartikan sebagai pusat pelayanan. Sebagai pusat tergantung kepada seberapa jauh daerah-daerah sekitar kota memanfaatkan penyediaan jasa-jasa kota itu. Dari pandangan ini kemudian kota-kota tersusun dalam suatu hirarki berbagai jenis. 3. Sjoberg berpendapat bahwa , sebagai titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelegensia kuno seperti pujangga, sastrawan dan ahli-ahli keagamaan), atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidikan dan nonagraris, sehingga muncul pembagian kerja tertentu. Pembagian kerja ini merupakan cir-kota. 4. Wirth, mendifinisikan kota sebagai pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Akibatnya hubungan sosialnya menjadi longgar acuh dan tidak pribadi (impersonal relation) 5. Karl Marx dan F.Engels memandang kota sebagai persekutuan yang dibentuk guna melindungi hak milik dan guna memperbanyak alat-alat produksi dan alat alat yang diperlukan agar anggota masing-masing dapat mempertahankan diri. Perbedaan antara kota dan pedesaan menurut mereka adalah pemisahan yang besar antara kegiatan rohani dan materi. 6. Harris dan Ullman , berpendapat bahwa kota merupakan pusat pemukiman dan pemabfaatan bumi oleh manusia. Kota-kota sekaligus merupakan paradoks. Pertumbuhannya yang cepat dan luasnya kota-kota menunjukkan keunggulan dalam mengeksploitasi bumi, tetapi di pihak lain juga berakibta munculnya lingkungan yang miskin bagi manusia. Yang perlu diperhatikan, menurut Harris dan Ullman adalah bagaimana membangun kota di masa depan agar keuntungan dari konsentrasi pemikiman tidak mendatangkan kerugian atau paling tidak kerugian dapat diperkecil. 7. Menurut ahli geografi indonesia yakni Prof.Bintarto, (1984:36) sebagai berikut :kota dapat diartikan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis, atau dapat pula diartikan sebagai benteng budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemutusan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya. 8. Menurut Arnold Tonybee, sebuahkota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kotamenunjukkan perwujudan pribadinya masing-masing.

RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PERKOTAAN

Ruang lingkup dalam sosiologi perkotaan adalah mengenai kehidupan serta aktivitas masyarakat kota.

A. Pengertian masyarakat perkotaan Masyarakat perkotaan yang mana kita ketahui itu selalu identik dengan sifat yang individual, matrealistis, penuh kemewahan,di kelilingi gedung-gedung yang menjulang tinggi, perkantoran yang mewah, dan pabrik-pabrik yang besar. Asumsi kita tentang kota adalah tempat kesuksesan seseorang. Masyarakat perkotaan lebih dipahami sebagai kehidupan komunitas yang memiliki sifat kehidupan dan ciri-ciri kehidupannya berbeda dengan masyarakat pedesaan. Akan tetapi kenyataannya di perkotaan juga masih banyak terdapat beberapa kelompok pekerjapekerja di sektor informal, misalnya tukang becak, tukang sapu jalanan, pemulung sampai pengemis. Dan bila kita telusuri masih banyak juga terdapat perkampungan-perkampungan kumuh tidak layak huni.

B. Kehidupan Masyarakat perkotaan Secara sosiologis penekanannya pada kesatuan masyarakat industri, bisnis, dan wirausaha lainnya dalam struktur yang lebih kompleks. Secara fisik kota dinampakkan dengan adanya gedung-gedung yang menjulang tinggi, hiruk pikuknya kendaraan , pabrik, kemacetan, kesibukan warga masyarakatnya, persaingan yang tinggi, polusinya, dan sebagainya. Masyarakat di perkotaan secara sosial kehidupannya cendrung heterogen,individual,persaingan yang tinggi yang sering kali menimbulkan pertentangan atau konflik. Munculnya sebuah asumsi yang menyatakan bahwa masyarakat kota itu pintar, tidak mudah tertipu,cekatan dalam berpikir,dan bertindak, dan mudah menerima perubahan , itu tidak selamanya benar, karena secara implisit dibalik semua itu masih ada masyarakatnya yang hidup di bawah standar kehidupan sosial. Dan tidak selamanya pula masyarakat kota dikatakan sebagai masyarakat yang modern. Karena yang di maksud sebagai masyarakat yang modern dalam bahasan ini adalah kelompok masyarakat yang berada di daerah keramaian dan lebih mudah mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan

masyarakt perkotaan. Sedangkan dewasa ini masih ada masyarakatnya yang tertinggal , termasuk masalah informasi dan tekhnologi.

Untuk memahami secara rinci mengenai kehidupan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut :

lingkungan umum dan orientasi terhadap alam,

Bagi masyarakat kota cendrung mengabaikan kepercayaan yang berkaitan dengan kekuatan alam serta pola hidupnya lebih mendasarkan pada rasionalnya. Dan bila dilihat dari mata pencahariannya masyarakat kota tidak bergantung pada kekuatan alam, melainkan bergantung pada tingkat kemampuannya (capablelitas) untuk bersaing dalam dunia usaha. Gejala alam itu bisa dipahami secara ilmiah dan secara rasional dapat dikendalikan.

Pekerjaan atau mata pencaharian,

Kebanyakan masyarakatnya bergantung pada pola industri (kapitalis) Bentuk mata pencaharian yang primer seperti sebagai pengusaha, pedagang, dan buruh industri. Namun ada sekelompok masyarakat yang bekerja pada sektor informal misalnya pemulung, pengemis dan pengamen. Selain yang disebutkan di atas termasuk bentuk mata pencaharian sekunder.

Ukuran komunitas,

Umumnya masyarakat perkotaan lebih heterogen dibandingkan masyarakat pedesaan. Karena mayoritas masyarakatnya berasal dari sosiokultural yang berbeda-beda , dan masing-masing dari mereka mempunyai tujuan yang bermacam-macam pula.dantaranya ada yang mencari pekerjaan atau ada yang menempuh pendidikan. Jumlah penduduknya masih relatif besar.

Kepadatan penduduk,

tingkat kepadatan di kota lebih tinggi bila dibandingkan di desa, hal ini disebabkan oleh kebanyakan penduduk di daerah perkotaan awalnya dari berbagai daerah.

Homogenitas dan heterogenitas,

Dalam struktur masyarakat perkotaan yang sering sekali nampak adalah heterogenitas dalam ciri-ciri sosial, psikologis, agama, dan kepercayaan, adat istiadat dan perilakunya. Dengan demikian struktur masyarakat perkotaan sering mengalami interseksi sosial, mobilitas sosial, dan dinamika sosial.

Diferensiasi sosial

Di daerah perkotaan , diferensiasi sosial relatif tinggi, sebab tingkat perbedaan agama, adat istiadat, bahasa, dan sosiokultural yang dibawa oleh para pendatang dari berbagai daerah, cukup tinggi.

Pelapisan sosial

Lapisan sosialnya lebih didominasi oleh perbedaan status dan peranan di dalam struktur masyarakatnya. Di dalam struktur masyarakat modern lebih menghargai prestasi daripada keturunan.

Mobilitas sosial

Mobilitas pada masyarakat perkotaan lebih dinamis daripada masyarakat pedesaan. Kenyataan itu adalah sebuah kewajaran sebab perputaran uang lebih banyak terjadi di daerah perkotaan daripada di pedesaan.

Interaksi sosial

Dalam interaksi pada masyarakat perkotaan lebih kita kenal dengan yang namanya gesseslchaft yaitu kelompok patembayan. Yang mana ada hubungan timbal balik dalam bentuk perjanjian-perjanjian tertentu yang orientasinya adalah keuntungan atau pamrih. Sehingga hubungan yang terjadi hanya seperlunya saja.

Pengawasan sosial

Dikarenakan masyarakatnya yang kurang saling mengenal satu sama lain dan juga luasnya wilayah kultural perkotaan di tambah lagi keheterigenitasan masyarakatnya yang membuat sistem pengawasan sosial perilaku antar anggota masyarakatnya makin sulit terkontrol.

Pola kepemimpinan

Kepemimpinanya didasarkan pada pertanggung jawaban secara rasional atas dasar moral dan hukum. Dengan demikian hubungan antar pemimpin dan warga masyarakatnya berorientasi pada hubungan formalitas.

Standar kehidupan

Standar kehidupannya di ukur dari barang-barang yang dianggap punya nilai (harta benda). Mereka lebih mengenal deposito atau tabungan. Karena menurut mereka menyimpan uang dalam bentuk deposito dianggap lebih praktis dan mudah. Ditambah lagi kepemilikan barang-barang mewah lainnya.

Kesetiakawanan sosial

Ikatan solidaritas sosial dan kesetiakawanan lebih renggang. Artinya , pola hubungan untung rugi lebih dominan daripada kepentingan solidaritas dan kesetiakawanan.

Nilai dan sistem nilai

Nilai dan sistem nilai di dalam struktur masyarakat perkotaan lebih bersifat formal, didasarkan pada aturan-aturan yang resmi seperti hukum dan perundang-undangan.

C. Keruangan kota jika dilihat dari beberapa aspek

Dalam konteks ruang kota merupakan suatu sistem yang tidak berdiri sendiri, karena secara internal kota merupakan satu kesatuan sistem kegiatan fungsional di dalamnya, sementara secara eksternal kota dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Kota ditinjau dari aspek fisik merupakan kawasan terbangun yang terletak saling berdekatan atau terkonsentrasi , yang meluas dari pusatnya hingga ke wilayah pinggiran atau wilayah geografis yang dominan oleh struktur binaan. Kota di tinjau dari aspek sosial merupakan konsentrasi penduduk yang membentuk satu komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui konsentrasi dan spesialisasi tenaga kerja. Kota ditinjau dari aspek ekonomi memiliki fungsi sebagai penghasil produksi barang dan jasa untuk mendukung kehidupan penduduknya dan untuk keberlangsungan kota itu sendiri. Di indonesia kawasan perkotaan di bedakan berdasarkan strata administrasinya yakni : (1) kawasan perkotaan berstatus administratif daerah kota (2) kawasan perkotaan yang merupakan bagian dari daerah kabupaten (3) kawasan perkotaan baru yang merupakan hasil pembangunan yang mengubah kawasan pedesaan menjadi kawasan perkotaan , dan (4) kawasan perkotaan yang merupakan bagian dari dua atau lebih daerah yang berbatasan.

Related Post: Mata Kuliah Sosiologi

SOSIOLOGI INDUSTRI Sosiologi Pembangunan Sosiologi Keluarga Sosiologi Agama Sosiologi Komunikasi Sosiologi Hukum Sosiologi Pendidikan Struktur Sosial Pengantar Sosiologi Pengertian Generalisasi Perubahan Sosial Karl Marx vs Max Weber

Filsafat Ilmu Perubahan Sosial dan Mitos Tentang Perubahan

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Posting Lama Beranda 1 komentar: Anonim says: 28 Januari 2013 20.53 Reply

terimakasih infonya.... kalo bisa disertai rujukannya, tolong dikirim ke email ahsin.stainkediri@gmail.com terimakasih

Poskan Komentar

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meningggalkan komentar ! !

Link ke posting ini

Buat sebuah Link

Copyright 2011 Blog Zoelyer | Powered by Blogger

Beranda

welcome to my blog

Home Business Downloads Parent Category Featured Health music Uncategorized

Copyright: Blog Trik dan Tips - http://blogtrikdantips.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-efekkembang-api-di-blog.html#ixzz2FN2Mhmq2 Tolong sertakan link ini jika mengkopi artikel diatas. Terima kasih abc Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-judul-blogbergerak.html#ixzz2Ehyn2LNY Sosiologi Perkotaan 04.14 lozim azim No comments

1.1 Latar Belakang

Kita yang hidup pada zaman muthakhir ini dapat dengan mudah mengamati dan menggambarkan apakah kota itu, sesuai dengan tolak ukur atau focus perhatian kita masing-masing. Oleh karena itu tidak dirisaukan jika terdapat banyak definisi tentang kota, yang mungkin satu dengan yang lainnya berbeda. Kota adalah suatu ciptaan peradaban umat manusia. Kota sebagai hasil dari peradaban lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan Pedesaan sebagai daerah yang melindungi kota (P.J.M. Nas 1979 : 28). Kota seolah-olah mempunyai karakter tersendiri, mempunyai jiwa, organisasi, budaya atau peradaban tersendiri.

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah pertumbuhan kota? 2. Apa saja karakteristik? 3. Klasifikasi kota?

1.3 Tujuan Pembahasan 1. Agar kita dapat mengetahui pengertian-pengertian kota menurut para ahli, serta mengetahui tentang sejarah perkembangan kota dari jaman kje jaman. 2. Agar kita dapat lebih memahami karakteristik-karakteristik dari sebuah kota. 3. Untuk lebih mengetahui klasifikasi/ jenis-jenis kota yang ada. Bahwa klasifikasi kota itu tidak hanya terdiri dari satu jenis saja.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Pertumbuhan Kota Sebelum membahas tentang sejarah dari pertumbuhan kota, kita akan mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian kota secara umum serta pengertian kota menurut para ahli. Kota adalah suatu ciptaan peradaban umat manusia. Kota sebagai hasil dari peradaban lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan Pedesaan sebagai daerah yang melindungi kota (P.J.M. Nas 1979 : 28). Kota seolah-olah mempunyai karakter tersendiri, mempunyai jiwa, organisasi, budaya atau peradaban tersendiri.

2.2 Beberapa pendapat para ahli mengenai kota 1. Mumford : Kota sebagai tempat pertemuan yang berorientasi ke luar. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap, pada mulanya kota sebagai suatu tempat orang pulang balik untuk berjumpa secara teratur, jadi ada semacam daya tarik pada penghuni luar kota untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan serta,kegiatan lain. 2. Max Weber: Penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannyalewat pasar setempat dan ciri kota ada pasarnya. 3. Sjoberg : Melihat kota dari timbulnya suatu golongan spesialis non agraris dan yang berpendidikan merupakan bagian terpenting 4. Mayer : Kota sebagai tempat bermukim penduduknya. 5. Prof. Bintarto (1984 : 36) Kota adalah sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata sosial ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 4/1980 Kota adalah wadah yang memiliki batasan administratif wilayah seperti kotamadya dan kota administrasi.

2.3 Adapun sejarah pertumbuhan kota, di dalam perkembangannya sebuah kota berdasarkan tahap perkembangannya kota dimulai dari tahap : 1. Eopolis yaitu tahap perkembangan daerah kota yang sudah diatur ketahap kehidupan kota (kota kecamatan 2. Polis yaitu tahap perkembangan kota yang masih ada pengaruh kehidupan agraris (kota kabupaten) 3. Metropolis, yaitu tahap perkembangan kota sudah mengarah ke sektor industri. 4. Megapolis, yaitu tahap perkembangan kota yang telah mencapai tingkat tertinggi diantaranya dengan dengan pemekaran atau perluasan kota

5. Trianopolis, yaitu tahap perkembangan kota yang kehidupannya sudah sulit dikendalikan baik masalah lalulintas, pelayanan maupun kriminalitas 6. Nekropolis, yaitu tahap perkembangan kota yang kehidupannya mulai sepi bahkan mengarah pada kota mati.

2.4 Adapun permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di sebuah kota, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. konflik (pertengkaran), kontroversi (pertentangan), kompetisi (persaingan), kegiatan pada masyarakat pedesaan, dan sistem nilai budaya

2.5 Sejarah Pertumbuhan Kota di Indonesia

Kota-kota di Indonesia telah berkembang sejak zaman dahulu. Sebagian besar, kota-kota yang tumbuh dengan cepat adalah kota-kota yang terletak di dekat pelabuhan. Pemilihan lokasi didasarkan pada potensi-potensi yang dapat dikembangkan terutama potensi sumber daya alam dan letak yang strategis.

Berdasarkan sejarah pertumbuhannya, kota-kota di Indonesia bermula dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

1.

Kota yang berawal dari pusat perdagangan.

Di Indonesia kota-kota yang berasal dari kegiatan perdagangan, antara lain adalah Surabaya, Jakarta dan Makassar. Kota-kota ini merupakan kota perdagangan yang ramai.

2.

Kota yang berawal dari pusat perkebunan.

Pembukaan lahan baru untuk areal perkebunan berdampak pada pembuatan permukiman baru yang kemudian berkembang menjadi kota. Contohnya: Sukabumi (perkebunan teh), Ambarawa (perkebunan kopi), dan Jambi (perkebunan karet).

3.

Kota yang berawal dari pusat pertambangan.

Kota-kota di Indonesia yang berkembang dari perluasan daerah pertambangan, antara lain Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan (pertambangan timah), Palembang dan Plaju (tambang minyak bumi), Samarinda, Tarakan, Balikpapan (tambang minyak Bumi).

4.

Kota yang berawal dari pusat administrasi pemerintah.

Pada zaman penjajahan Belanda, Batavia merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, Kota Batavia (Jakarta) menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia

2.6 Karakteristik Kota Dari aspek morfologi, antara kota dan pedesaan terdapat perbedaan bentuk fisik, seperti cara membangun bangunan-bangunan tempat tinggal yang berjejal dan mencakar langit (tinggi) dan serba kokoh. Tetapi pada prakteknya kriteria itu sukar dipakai pengukuran, karena banyak kita temukan dibagian-bagian kota tampak seperti desa misalnya, didaerah pinggiran kota, sebaliknya juga desa-desa yang mirip kota, seperti desa-desa di pegunungan dinegara-negara laut tengah. Dari aspek penduduk. Secara praktis jumlah penduduk ini dapat dipakai ukuran yang tepat untuk menyebut kota atau desa, meskipun juga tidak terlepas dari kelemahan kelemahan. Kriteria jumlah penduduk ini dapat secara mutlak atau dalam arti relatif yakni kepadatan penduduk dalam suatu wilayah. Sebagai contoh misalnya dia AS dan Meksiko suatu tempet dikatakan kota apabila dihuni lebih dari 2500 jiwa dan Swedia 200jiwa. Dari aspek sosial, gejala kota dapat dilihat dari hubungan-hubungan sosial (social interrelation dan social interaction) di antara penduduk warga kota, yakni yang bersifat kosmopolitan. Hubungan sosial yang bersifat impersonal, sepintas lalu (super-ficial), berkotak-kotak, bersifat sering terjadi hubungan karena kepentingan dan lain-lain, orang ini bebas untuk memilih hubungan sendiri. Dari aspek ekonomi, gejala kota dapat dilihat dari cara hidup warga kota yakni bukan dari bidang pertanian atau agraria sebagai mata pencaharian pokoknya, tetapi dari bidang-bidang lain dari segi produksi atau jasa. Kota berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan industri, dan kegiatan pemerintahan serta jasa-jasa pelayanan lain. Ciri yang khas suatu kota ialah adanya pasar, pedagang dan pusat perdagangan. Dari aspek hukum, pengertian kota yang dikaitkan dengan adanya hak-hak dan kewajiban hukum bagi penghuni, atau warga kota serta sistem hukum tersendiri yang dianut untuk menunjukkan suatu wilayahtertentu yang secara hukum disebut kota Dari karakteristik diatas dapat disimpulkan bahwa kota : 1) Kota mempunyai fungsi-fungsi khusus (sehingga berbeda antara kota dengan fungsi yang berbeda) 2) Mata pencaharian penduduknya diluar agraris.

3) Adanya spesialisasi pekerjaan warganya 4) Kepadatan penduduk 5) Ukuran jumlah penduduk (tertentu yang dijadikan batasan) 6) Warganya (relatif) mobility 7) Tempat pemukiman yang tampak permanen

Sifat-sifat warganya yang heterogen, kompleks, social relation, yang impersonal dan eksternal, serta personal segmentasion karena begitu banyaknya peranan dan jenis pekerjaan seseorang dalam kelompoknya sehingga seringkali tidak kenal satu sama lain, seolah-olah seseorang menjadi asing dalam lingkungannya.

2.7 Klasifikasi Kota Klasifikasi Kota Berdasarkan fungsi, jumlah penduduk & tingkat perkembangannya. Seperti halnya desa, kota juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk membedakannya, kota diklasifikasikan berdasarkan pada hal-hal sebagai berikut: a. Berdasarkan jumlah penduduk, kota diklasifikasikan sebagai berikut. 1) 2) 3) 4) 5) Megapolitan, yaitu kota yang berpenduduk di atas 5 juta orang. Metropolitan (kota raya), yaitu kota yang berpenduduk antara 15 juta orang. Kota besar, yaitu kota yang berpenduduk antara 500.000 1 juta orang. Kota sedang, yaitu kota yang jumlah penduduknya antara 100.000500.000 orang. Kota kecil, yaitu kota yang berpenduduk antara 20.000100.000 orang.

b. Berdasarkan tingkat perkembangannya, kota diklasifikasikan menjadi: 1) 2) 3) Tingkat Eopolis, yaitu suatu wilayah yang berkembang menjadi kota baru. Tingkat Polis, yaitu suatu kota yang masih memiliki sifat agraris. Tingkat Metropolis, yaitu kota besar yang perekonomiannya sudah mengarah ke industri.

4) Tingkat Megalopolis, yaitu wilayah perkotaan yang terdiri atas beberapa kota metropolis yang berdekatan lokasinya sehingga membentuk jalur perkotaan yang sangat besar. 5) Tingkat Tryanopolis, yaitu kota yang kehidupannya sudah dipenuhi dengan kerawanan sosial, seperti kemacetan lalu lintas dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

6)

Tingkat Nekropolis, yaitu suatu kota yang berkembang menuju keruntuhan.

c. Berdasarkan fungsinya, kota diklasifikasikan sebagai berikut: a) Kota pusat produksi, yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat produksi atau pemasok, baik yang berupa bahan mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi. Contoh: Surabaya, Gresik, dan Bontang. b) Kota pusat perdagangan (Centre of Trade and Commerce), yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat perdagangan, baik untuk domestik maupun internasional. Contoh: Hongkong, Jakarta, dan Singapura. c) Kota pusat pemerintahan (Political Capital), yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan atau sebagai ibu kota negara. d) Kota pusat kebudayaan (Cultural Centre), yaitu kota yang memiliki fungsi sebagai pusat kebudayaan. Contoh: Yogyakarta dan Surakarta.

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mendorong pertumbuhan Kota Jakarta sebagai kota pelabuhan, kota dagang dan kota pusat pemerintahan adalah : 1. Fisik wilayah, di muara sungai Ciliwung dengan posisi silang antara kepulauan nusantara sehingga faktor ini mendorong Jakarta tumbuh menjadi Kota Pelabuhan, dan faktor ini juga yang mendukung aktivitas berdagang warga. Selain itu, faktor ini juga yang menjadikan salah satu alasan pemerintah kolonial menetapkan Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Faktor ini menurut saya memberikan penentu awal bagi pembentukan suatu kota ; 2. Aktivitas, dominasi kegiatan yang dilakukan oleh pendatang dan warga kota dalam suatu jenis kegiatan, seperti kegiatan berlabuh yang dominan dalam awal pertumbuhan Jakarta dan kemudian berkembang menjadi kegiatan berdagang yang juga dominan dilakukan di Jakarta bahkan aktivitas ini yang membuat beberapa kekuasaan pemerintahan di awal tumbuhnya memperebutkan Jakarta; 3. Warga kota, sebagai motor penggerak dalam berbagai kegiatan kota seperti warga kota Kalapa (kerajaan Hindu) yang memotori kegiatan pelabuhan di Jakarta, para pendatang dan warga kota yang menggerakan kegiatan perdagangan di Sunda Kelapa; 4. Kebijakan politis, kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah yang berkuasa untuk memposisikan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara/Kota Pusat Pemerintahan menjadikan Jakarta tumbuh sebagai kota pusat administrasi. Faktor ini juga yang mendukung berkembangnya kegiatan perdagangan di Jakarta sampai saat ini.

3.2 SARAN Menurut saya, sebaiknya pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama untuk dapat saling membangun pertumbuhan kota agar disetiap kota dapat menjadi kota yang mandiri serta dapat mensejahterakan seluruh masyarakat yang ada dan tinggal di kota tersebut. Namun, kita pun tidak boleh melupakan tentang keadaan yang ada di desa.

Posted in: pendidikan sosiologi Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Tags Blog Archives

chat with me Entri Populer

Sosiologi Perkotaan 1.1 Latar Belakang Kita yang hidup pada zaman muthakhir ini dapat dengan mudah mengamati dan menggambarkan apakah kota itu, sesua... MEMPERTAHANKAN CINTA YANG SUDAH DIUJUNG TANDUK Ini sebuah kisah nyata yang di alami oleh seorang cowok yang namanya adalah Mr. X. Mr. X ini, sudah 2 tahun menjalani hubungan dengan... Zumba Fitness Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membakar lemak di tubuh. Selain berlari di atas treadmill atau bersepeda, ternyata ada... Seni Tari Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebag... Batas aurat laki-laki Batas Aurat Laki-laki Aurat adalah setiap bagian dari tubuh yang wajib ditutup dan haram hukumnya untuk dinampakkan atau diperlihatka... Seni Teater Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kema... Seni Teater Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kema... foto-foto

Tips Merawat Komputer Mungkin saat ini, computer menjadi suatu barang yang wajib dikenal and diketahui terutama oleh kebanyakan mahasiswa. Memang tidak wa... (tanpa judul) SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA ...!!! saya adalah blogger baru, diharapkan kritik dan sarannya..!!! Terimakasih..!!! Love uuuu .. Brooo.....

link ku

Cara membuat related post

ngeblog offline tanpa terhubung keinternet

Mengganti Read More Dengan Image

Cara membuat Recent Post

kulit manggis pembunuh sel kanker

Mengenai Saya Foto Saya

lozim azim

Lihat profil lengkapku Diberdayakan oleh Blogger. Arsip Blog

2013 (3) April (3) Batas aurat laki-laki foto-foto Sosiologi Perkotaan

2012 (8)

Share Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More Recent Posts Blogger Tricks Blogger Themes

RSS FeedSubscribe Follow Us on Twitter!Follow Us! Be Our FanBe Our Fan Labels

Agama (1) album foto (1) cinta (1) kesenian (3) komputer (2) olahraga (1) pendidikan sosiologi (1)

Texts Download My Link

Yahoo Twitter Facebook Google

Footer Widget 1 Footer Widget 2 Footer Widget 3 Copyright 2011 welcome to my blog | Powered by Blogger Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Eagle Belt Buckles m i z o L g o l B o T e

m o c l e W

SS belajar March 26, 2014 08:47:43 PM

Admin About SS Contact Daftar Isi Pasang Iklan More

SS belajar

Blog tempat belajar Ilmu Sosial dan Teknologi

Home Belajar Ilmu Sosial Belajar Teknologi Donwnload Gratis

Coretan SS

Home GEOGRAFI GEOGRAFI KELAS XII PENGERTIAN DAN CIRI CIRI KOTA GEOGRAFI GEOGRAFI KELAS XII PENGERTIAN DAN CIRI CIRI KOTA 4:30 AM SOSIOLOGI SAYA

Versi materi oleh Eni A dan Tri H

Bagaimana sebenarnya kota itu?, Apa ciri-ciri yang dimiliki sebuah kota?. Kamu tentu sudah sering mendengar berbagai sebutan kota, seperti kota metropolitan, kota modern, kota satelit, atau kota masa depan. Dalam sistem administrasi wilayah di Indonesia kamu juga mengenal istilah kota dan kabupaten. Apa sih sebenarnya kota itu? Ketika mendengar kata kota, pikiran kamu tentu menunjuk suatu kawasan yang sangat ramai, lalu lintas yang padat, pertokoan yang berderetderet, dan fasilitas umum yang tersedia di berbagai tempat.

Terlepas dari segala kemewahan yang ditawarkan, kota menyimpan sejuta permasalahan. Permasalahan di kota jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan desa. Masalah kota yang sering muncul adalah kepadatan penduduk dan kemacetan lalu lintas. Permukiman sangat padat dan orang bisa berjam-jam di jalanan karena terjebak kemacetan. Masalah kota yang lain adalah pencemaran udara, kriminalitas, lahan permukiman yang sempit, dan kekumuhan.

Bagaimana sebenarnya kota itu? Kamu dapat mengikuti pemaparan tentang kota sebagai berikut.

1. Pengertian Kota

Para ahli memberi pengertian tentang kota sesuai dengan sudut pandang keilmuannya masingmasing. Pengertian kota menurut beberapa ahli sebagai berikut.

a. (Bintarto) Kota sebagai kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen serta coraknya materialistis. Masyarakat kota terdiri atas penduduk asli daerah tersebut dan pendatang. Masyarakat kota merupakan suatu masyarakat yang heterogen, baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan.

b. (Max Weber) Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota adalah adanya pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.

c. (Louis Wirth) Kota adalah permukiman yang relatif besar, padat, dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

d. (Arnold Toynbee) Kota selain merupakan permukiman juga merupakan suatu kekompleksan yang khusus dan tiap kota menunjukkan pribadinya masing-masing.

e. (Grunfeld) Kota adalah suatu permukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi daripada kepadatan penduduk nasional, struktur mata pencaharian nonagraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka ragam, serta ditutupi oleh gedung-gedung tinggi yang lokasinya berdekatan.

f. (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1987, pasal 1) Disebutkan kota adalah pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan administrasi yang diatur dalam perundang-undangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan perkotaan.

Apa ciri-ciri yang dimiliki sebuah kota? Menurut Bintarto, ciriciri kota dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

a. Ciri-Ciri Fisik Di wilayah kota terdapat: 1) Sarana perekonomian seperti pasar atau supermarket. 2) Tempat parkir yang memadai. 3) Tempat rekreasi dan olahraga. 4) Alun-alun. 5) Gedung-gedung pemerintahan.

b. Ciri-Ciri Sosial 1) Masyarakatnya heterogen. 2) Bersifat individualistis dan materialistis. 3) Mata pencaharian nonagraris. 4) Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar). 5) Terjadi kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin. 6) Norma-norma agama tidak begitu ketat. 7) Pandangan hidup lebih rasional. 8) Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat secara tegas. Newer Post Older Post Related Posts

CONTOH JARINGAN INTERAKSI UNSUR UNSUR LINGKUNGANCONTOH JARINGAN INTERAKSI UNSUR UNSUR LINGKUNGAN

04 September 2013SOSIOLOGI SAYA0 USAHA PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG TIDAK DAPAT DIPERBARUIUSAHA PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG TIDAK DAPAT DIPERBARUI 03 September 2013SOSIOLOGI SAYA0 USAHA PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBARUIUSAHA PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBARUI 02 September 2013SOSIOLOGI SAYA0 9 STRATEGI PELAKSANAAN KONSERVASI9 STRATEGI PELAKSANAAN KONSERVASI 01 September 2013SOSIOLOGI SAYA0

0 komentar:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer Click to see the code! To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Translate

Ayo Gabung Facebook SS Blog Info

Ayo Gabung Belajar atau Langgan Email

Popular Posts

CIRI MASYARAKAT MULTIKULTURAL CIRI MASYARAKAT MULTIKULTURAL Versi materi oleh Bondet Wrahatnala Masyarakat multikultural terdiri atas lebih dari dua kelompok masyarakat yang memiliki perbeda... SEJARAH PERADABAN MESOPOTAMIA SEJARAH PERADABAN MESOPOTAMIA Versi materi oleh Marwan S Sejarah peradaban Mesopotamia, Mesopotamia merupakan pengertian dari daerah atau tanah yang terletak di a... FUNGSI ASLI DAN FUNGSI TURUNAN UANG FUNGSI ASLI DAN FUNGSI TURUNAN UANG Versi materi oleh Ismawanto Fungsi uang dibagi menjadi dua macam, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan. a. Fungsi Asli at... PENGERTIAN DAN JENIS JENIS BANK PENGERTIAN DAN JENIS JENIS BANK Versi materi oleh Ismawanto Di sekitar tempat tinggalmu mungkin banyak berdiri kantor-kantor bank. Atau bahkan kamu menjadi pe... FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN Versi materi oleh Ismawanto Konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat dan negara sangat erat hubungannya dengan pendapatan masyarakat ... FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MULTIKULTURAL FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MULTIKULTURAL Versi materi oleh Bondet Wrahatnala Setelah kamu mengkaji subpokok bahasan di atas, tentunya kamu dapat menentukan beberapa faktor y... ELASTISITAS PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PENAWARAN ELASTISITAS PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PENAWARAN Versi materi oleh Ismawanto Dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu masyarakat atau negara menunjukkan bahwa kegiatan permi...

Copyright 2014 SS belajar All Right Reserved Blogger Designed by IVYthemes | MKR site Posts RSS Comments RSS Powered By Blogger