Anda di halaman 1dari 30

Infeksi Dengue pada anak

ETIOLOGI
Virus

Dengue 4 serotipe: Den 1, Den 2, Den 3, Den 4 Ditularkan oleh nyamuk betina Aedes Aegypti

Respon Imun yang berperan

Respon Imun yang berperan


T helper (CD4)

Th 1

Interferon , IL3, Limfokin

Th 2 Limfosit T IL4, IL5, IL6, IL10

T Sitotoksik (CD 8)

Respon Imun yang berperan

Monosit dan Makrofag

berperan dalam proses fagosit virus, namun proses ini dapat meningkatkan replikasi virus dan sekresi sitokin oleh makrofag

Respon Imun yang berperan


Aktivasi komplemen oleh kompleks imun yang menyebabkan terbentuknya C3a, C5a

Demam berdarah dengue


Masa inkubasi 3-8 (3-14 hari) Gejala tidak khas nyeri kepala nyeri tulang belakang Lelah, gejala ringan pada saluran napas Khas : suhu tinggi mendadak, kadang-kadang menggigil, flushed face nyeri belakang bola mata nyeri otot/ sendi Anoreksia, konstipasi, nyeri perut Demam 5-7 hari (bifasik) Ruam makulopapular

Demam berdarah dengue

Perdarahan petekie, epistaksis, menorrhagia, jarang terjadi perdarahan hebat. Leukosit awal fase demam leukosit normal, kemudian menjadi leukopenia Trombositopenia dapat terjadi Transaminase dapat meningkat

MANIFESTASI KLINIS DEMAM BERDARAH DENGUE


= GEJALA DEMAM DENGUE
disertai: KECENDERUNGAN BERDARAH & TANDA KEBOCORAN PLASMA

Demam Berdarah Dengue


Empat gejala klinis demam tinggi manifestasi perdarahan (-)/(+) hepatomegali kegagalan sirkulasi Trombositopenia (<100.000) Terdapat tanda perembesan plasma hemokonsentrasi (peningkatan Ht) penurunan kadar albumin cairan di rongga pleura, abdomen Tendensi terjadi syok hipovolemik

Kriteria diagnosis DBD, WHO, 1997


Klinis demam mendadak tinggI 2 - 7 hari perdarahan ( termasuk uji bendung + ) seperti petekie, epistaksis dll hepatomegali syok: nadi kecil & cepat dengan tekanan nadi < 20, atau hipotensi disertai gelisah dan akral dingin Laboratorik trombositopenia (<100.000) hemokonsentrasi (kadar Ht lebih 20% dari normal )

Berat penyakit : Derajat I : demam dengan uji bendung + Derajat II : Der I ditambah perdarahan spontan Derajat III : nadi cepat dan lemah, TN < 20, hipotensi, akral dingin Derajat IV : syok berat, nadi tak teraba, TD tak terukur

Kriteria diagnosis WHO 1997 Hal-hal yang perlu diperhatikan


Berlaku Kriteria Dua

untuk DBD, tidak untuk DD

atau lebih tanda klinis + trombositopenia + hemokonsentrasi (harus ada) + dikonfirmasi uji serologi Pemeriksaan berkala (klinis & lab) Penting untuk epidemiologi

DD ++ +++ + ++ ++ ++ + +

Gejala klinis Nyeri kepala Muntah Mual Nyeri otot Ruam kulit Diare Batuk Pilek Limfadenopati

DBD + ++ + + + + + + +

Gejala klinis demam dengue dan demam berdarah dengue

++

+
0 0 + ++++ 0 + + ++ 0

Kejang
Kesadaran menurun Obstipasi Uji tourniquet positif Petekie Perdarahan sal cerna Hepatomegali Nyeri perut Trombositopenia Syok

+
++ + ++ +++ + +++ +++ ++++ +++

Uji tornikuet
Uji

tornikuet dilakukan dengan mempertahankan tekanan pada manset sebesar nilai rerata (sistolik +diastolik : 2) selama 5 menit hasil positif 10 petikie dalam area 2.5 cm2. Hasil dapat negatif atau positif palsu pada kondisi kegagalan sirkulasi (DBD derajat III dan IV) Bila tes tornikuet pertama negatif, harus di ulang.

Pemeriksaan laboratorium penunjang


Leukosit

menurun /normal, Mulai hari ke3 ditemukan limfositosis relatif (>45% dari total leukosit) LPB trombositopenia dan hemokonsentrasi kelainan pembekuan sesuai derajat penyakit protein plasma menurun hiponatremia pada kasus berat serum alanin-aminotransferase meningkat

Pemeriksaan laboratorium penunjang


Isolasi virus, deteksi antigen/PCR dan uji serologis (diperlukan pemahaman perjalanan penyakit) Isolasi virus terbaik saat viremia (3-5 hari) IgM terdeteksi hari ke 5, meningkat sampai minggu III, menghilang setelah 60-90 hari IgG pada infeksi primer mulai terdeteksi pada hari 14, pada infeksi sekunder mulai hari 2. Uji HI, Dengue Blot ( single / Rapid / Duo )

Interpretasi Uji Dengue Blot


IgM + + IgG + + Interpretasi Infeksi primer Infeksi sekunder

Tersangka infeksi sekunder


Tidak ada infeksi

Tata laksana demam berdarah dengue

Pengobatan Demam berdarah Dengue


Tirah baring selama demam Antipiretik (parasetamol) Cairan & elektrolit oral jus buah, sirup, susu, oralit

Monitor suhu dan laboratorium darah

Demam tinggi, mendadak, terus menerus <7 hari Tidak disertai ISPA, badan lemah dan lesu

Tersangka DBD
Ada kedaruratan
Tanda syok Muntah terus menerus Kejang Kesadaran menurun Muntah darah Berak hitam

Tidak ada kedaruratan


Uji TORNIQUET

(+)
Trombosit <100.000 Trombosit >100.000

(-)

RAWAT JALAN

RAWAT INAP

Minum banyak 1,5 2 liter/hari Parasetamol, kontrol harian Dan cek Hb,Ht, trombosit ORANG TUA Bila ada tanda syok dan Lab : Hb/Ht naik Trombosit menurun BAWA KE RS

Parasetamol, kontrol tiap hari Sampai demam hilang Nilai tanda klinis, cek JT, Ht bila demam menetap lebih dari 3 hari

DBD I / II

Demam 2-7 hari, uji Torniquet (+) Atau perdarahan spontan Ht tdk meningkat, trombositopeni

tanpa kenaikan Ht Penderita bisa minum?

YA
Beri minum 1-2L/hari atau 1 sdm/5 Bila suhu>38 C -> parasetamol Bila kejang -> antikonvulsan

TIDAK Muntah terus menerus IVFD NaCl/D5 1:3, rumatan Periksa Hb, Ht, JT 6-12 jam

Monitor gejala klinis dan laboratorium

Awasi tanda syok Palpasi hati Ukur diuresis Awasi perdarahan, Hb,Ht, JT 6-12j

Ht naik dan/ trombosit turun Infus ganti RL BAGAN BERIKUT

Perbaikan klinis dan laboratoris -> PULANG

DBD I-II dgn HT

RL/NaCl0,9 atau RLD5 / NaCl0.9 +D5

Cairan awal 5-7 ml/kg/jam


Tanda vital dan Ht tiap 6 jam
Perbaikan Ht Nadi/TD stabil, Diuresis cukup Tak ada perbaikan, gelisah, sesak Ht Nadi TN <20, Diuresis kurang

5 ml/kg/jam
Perbaikan Ht Nadi/TD stabil, Diuresis cukup

Perbaikan / perburukan

10-15 ml/kg/jam, bertahap


Tak ada perbaikan Tanda vital tidak stabil

3 ml/kg/jam
Perbaikan Ht Nadi/TD stabil, Diuresis cukup

Masuk protokol syok

IVFD stop 24 - 48 jam Bila TV/Ht stabil, diuresis baik

DBD III

Oksigenisasi 1-2 L/menit kat nasal

Penggantian volume plasma secepatnya


Cairan kristaloid dan atau koloid 10-20 ml/kg BB Evaluasi , apakah syok teratasi? Pantau tanda vital setiap 10 menit Catat balans cairan selama pemberian IVFD

Syok teratasi
Kesadaran membaik Nadi kuat TN>20 mm Tidak sesak/sianosis Ekstremitas hangat Diuresis cukup 1 cc/kg/jam Cairan 10 cc/kg/jam

Syok tidak teratasi Kesadaran


Nadi / FJ Tekanan darah Cap fill Ekstremitas Diuresis lab: AGD, elektr, Kesadaran menurun Nadi lembut TN<20 mm Sesak/sianosis Kulit lembab/dingin Cek gula darah

DBD IV

Stabil dalam 24 jam Cairan 5 cc/kg/jam, Ht stabil dlm 2 kali peme Ht turun Riksaan, 3 cc/kg/jam 24- 48 jam stl syok teratasi, Ht stabil/TV, diuresis Transfusi darah INFUS STOP

Lanjutkan Cairan 20 cc/kg/jam Tambah koloid/plasma Lht dosis maks unt koloid Syok belum teratasi

Ht naik/tdk ada overload

PRC 10 ml/kg

koloid

Dugaan Terjadinya Perdarahan


Tanda

klinik Gelisah, kesakitan Hipokondrium kanan nyeri tekan Abdomen membuncit Lingkaran perut bertambah (ukur tiap hari)

Penggantian cairan dalam terapi DBD


Pemilihan cairan : Kristaloid :
Ringer Laktat (RL) Ringer Asetat (RA) NaCl 0.9% (NS)

Jumlah cairan :

Berat badan Hematokrit Tekanan darah

Koloid
Dekstran 40, HES Plasma

Dasar penilaian

Dehidrasi sedang Syok / presyok

Darah segar

Kecepatan Bolus, rumatan

Indikasi Transfusi Darah

Indikasi pemberian trombosit klinis terdapat perdarahan masif jumlah trombosit rendah bukan indikasi suspensi trombosit tidak pernah diberikan sebagai profilaksis

Penyebab kematian pada deman berdarah dengue



Syok berkepanjangan (Prolonged shock) Kelebihan cairan Perdarahan masif Manifestasi yang jarang :
Ensefalopati dengue Gagal ginjal akut

Suchitra N.

Prognosis DBD pada Anak


Keterlambatan

datang berobat Keterlambatan/ kesalahan diagnosis Kurang mengenal tanda DBD yang tidak lazim Kurang mengenal tanda kegawatan

Kriteria pemulangan pasien DBD

Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik Nafsu makan membaik Tampak perbaikan secara klinis Hematokrit stabil Tiga hari setelah syok teratasi Jumlah trombosit > 50.000/ul Tidak dijumpai distres pernafasan yang disebabkan oleh efusi pleura/asidosis

Terima kasih