Anda di halaman 1dari 2

GERAK VERTIKAL KE ATAS DAN KE BAWAH

Pada peristiwa bola yang dilempar ke atas, sebenarnya bola mengalami dua jenis gerak. Gerak pertama adalah ketika bola bergerak dari tangan hingga mencapai titik puncak yang disebut gerak vertikal ke atas. Kemudian gerak kedua adalah gerak jatuh bebas dari titik puncak hingga kembali ke tangan. Gerak vertikal ke atas (GVA) adalah gerak benda yang dilempar ke atas, tegak lurus terhadap bidang horizontal ke atas dengan kecepatan awal (V0) dan gesekan udara diabaikan merupakan geraklurus berubah beraturan (GLBB) yang mengalami perambatan. Percepatan yang dialami benda adalah a= - g (arah gerak benda dan arah percepatan gravitasi berlawanan). Selama bola bergerak vertikal ke atas, gerakan bola melawan gaya gravitasi yang menariknya ke bumi. Akhirnya bola bergerak diperlambat. Akhirnya setelah mencapai ketinggians tertentu yang disebut tinggi maksimum, bola tak dapat naik lagi. Pada saat ini kecepatan bola nol. Oleh karena tarikan gaya gravitasi bumi tak pernah berhenti bekerja pada bola,

menyebabkan bola bergerak turun. Pada saat ini bola mengalami jatuh bebas, bergerak turun dipercepat. Gambar 3.6 : Bola dilemparkan vertikal ke atas. Jadi bola mengalami dua fase gerakan. Saat bergerak ke atas bola bergerak GLBB diperlambat (a = g) dengan kecepatan awal tertentu lalu setelah mencapai tinggi maksimum bola jatuh bebas yang merupakan GLBB dipercepat dengan kecepatan awal nol. Pada saat benda bergerak naik berlaku persamaan:

Persamaan gerak vertikal ke atas

Pada saat mencapai tinggi maksumum, kecepatan benda sama dengan nol (Vt = 0). Waktu untuk mencapai tinggi maksimum (tm) dirumuskan : Tinggi maksimum (hm) dirumuskan :

Waktu benda sampai tanah dirumuskan :

Pada gerak vertikal ke bawah berlaku persamaan berikut :

Gerak benda searah dengan arah gaya grafitasi bumi (benda bergerak ke bawah), maka benda akan mengalami percepatan. Keterangan : = kecepatan awal (m/s) g = percepatan gravitasi ( t h = waktu (s) = ketinggian (m) Sebenarnya gerak vertikal ke atas ini adalah kebalikan dari gerak jatuh bebas. Adapun perbedaan antara keduanya yaitu : Gerak Vertikal Ke atas : Terdapat kecepatan awal, kecepatan akhir adalah nol pada tinggi yang maksimum, berlawanan arah dengan gravitasi Gerak Jatuh Bebas : Kecepatan awal adalah nol, searah dengan gravitasi bumi. Untuk contoh gerak vertikal ke atas dalam kehidupan sehari-hari yaitu jika adanya air mancur pada taman-taman kota. Air mancur disemburkan oleh mesin pompa di dalam tanah. Pada ketinggian tertentu air tersebut akan jatuh kembali sebagai gerak jatuh bebas. Tinggi maksimal yang bisa dicapai adalah tergantung dari kecepatan awal. Semakin besar kecepatan awal yang diberikan terhadap suatu objek maka, objek tersebut akan mencapai ketinggian yang semakin tniggi. Pada ketinggian maksimum kecepatan akan mencapai nol karena adanya perlawanan gravitasi bumi yang mempunyai gaya tarik ke bawah. )

Anda mungkin juga menyukai