Anda di halaman 1dari 26

MEDIA PUSTAKA 2008

PEMELIHARAAN MOTOR LISTRIK

I G. PUTU YUDIASTAWAN

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

MOTOR LISTRIK PLTU


MOTOR DC
EMERGENCY OIL PUMP EMERGENCY SEAL OIL PUMP DC MOTOR SHUT OFF VALVE

MOTOR INDUKSI DAYA OUTPUT >75KW


BOILER FEED PUMP CONDENSATE PUMP AUXILIARY OIL PUMP ACW PUMP #45 CIRCULATING WATER PUMP FUEL OIL PUMP

MOTOR INDUKSI DAYA OUTPUT < 75 KW


TURNING GEAR TURNING OIL PUMP GLAND CONDENSER EXHAUSTER FAN ACW PUMP #123 BFP AOP SERVICE WATER PUMP BUILDING FAN MOTOR OPERATED VALVE (MOV) PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PRINSIP KERJA MOTOR DC


APABILA KONDUKTOR YANG DIALIRI ARUS LISTRIK DITEMPATKAN DALAM MEDAN MAGNET MAKA KONDUKTOR TERSEBUT AKAN MENGALAMI GAYA LORENTZ YANG ARAHNYA SESUAI KAEDAH TANGAN KIRI FLEMING

KUMPARAN MEDAN (FIELD)

KUMPARAN JANGKAR (ARMATURE)

RANGKAIAN EKIVALEN MOTOR DC SHUNT

KOMUTATOR

SIKAT ARANG CONTOH MOTOR DC

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PRINSIP DASAR MOTOR INDUKSI


TEGANGAN SUPPLY DIBERIKAN PADA BELITAN STATOR PADA STATOR TIMBUL MEDAN MAGNET PUTAR MEDAN MAGNET STATOR DIINDUKSIKAN KE ROTOR MELEWATI CELAH UDARA KARENA BELITAN ROTOR TERHUBUNG SINGKAT MAKA MEDAN MAGNET YANG TERINDUKSI MENGHASILKAN ARUS PADA ROTOR ARUS DALAM BELITAN ROTOR MENGHASILKAN JUGA MEDAN MAGNET YANG ARAHNYA BERLAWANAN TERHADAP STATOR UNTUK MOTOR INDUKSI 3 FASA BEDA FASA TEGANGAN MENGHASILKAN MEDAN PUTAR YANG BERBEDA FASA DAN GAYA YANG ARAHNYA BERBEDA, GAYA TOTAL ADALAH PENJUMLAHAN SECARA VEKTOR, DAN RESULTAN GAYA TERSEBUT MENENTUKAN ARAH PUTARAN MOTOR UNTUK MOTOR 1 FASA DIPERLUKAN CAPACITOR UNTUK MENDAPATKAN BEDA FASA SAAT START KARENA MEDAN ROTOR DAN STATOR SAAT OPERASI ADALAH SEIMBANG

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI

BA

CLOCKWISE
A B C

V L-L = 380 V
R S T

f=50Hz
PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI

BC

COUNTERCLOCKWISE
A B C

V=220V
T S R

f=50Hz
PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

NAMEPLATE
DAYA OUTPUT
SATUAN DALAM KILOWATT/HORSEPOWER , DAYA OUT (MEKANIK) YANG DAPAT DIHASILKAN SECARA CONTINUE TANPA MENGURANGI LIFETIME MOTOR

RPM
KECEPATAN OUTPUT (PADA POROS) PADA BEBAN NOMINAL MOTOR 4 KUTUB (SYNC. SPEED 1500) : 1470 RPM

VOLTS , PHASE, FREQUENCY


SUPPLY LISTRIK YANG DIBERIKAN PADA MOTOR 380 V, 3 PHASE, 50 Hz

FULL LOAD AMPERE (FLA)


ARUS MOTOR PADA TEGANGAN RATING

DUTY RATING
CONTINUE , INTERMITTENT

SERVICE FACTOR
S.F. : 1.1 BERARTI MOTOR DAPAT DIOPERASIKAN 1.1 KALI DAYA OUT RATING / AMPERE RATING. MISAL MOTOR 60KW/110A DAPAT DIOPERASIKAN PADA BEBAN 66KW / 121A SECARA TERUS MENERUS

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

NAMEPLATE
FRAME NUMBER
KODE STANDAR UNTUK DIMENSI MOTOR. DIAMETER MOTOR, MOUNTING TYPE, MOUNTING HOLE

DESIGN CLASS
KELAS DESAIN SESUAI STANDAR NEMA, UMUMNYA MOTOR DESAIN KELAS B

TIPE BEARING
JENIS BEARING / NOMOR BEARING YANG DIPAKAI

INGRESS PROTECTION (IP)

MOTOR AIR HEATER 1 : IP 55 MOTOR LUBE OIL A.H.1B : IP 44

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

NAMEPLATE
INSULATION CLASS
ISOLASI KELAS A : MAX TEMP 105 C ISOLASI KELAS B : MAX TEMP 130 C ISOLASI KELAS F : MAX TEMP 155 C ISOLASI KELAS H : MAX TEMP 180 C

AMBIENT TEMP & TEMP RISE


TEMPERATUR AMBIENT DIMANA MOTOR TIDAK MENGALAMI DERATING. TEMPERATUR RISE KENAIKAN TEMPERATUR DIATAS AMBIENT TEMPERATUR KARENA PANAS DARI ARUS BEBAN NOMINAL MISAL MOTOR ACWP 1A, AMBIENT TEMP 37 TEMP RISE 80 PERKIRAAN TEMPERATUR WINDING ADALAH 117 DERAJAT CELCIUS

DESIGN CODE
INDIKASI ARUS LOCKED ROTOR PERKIRAAN ARUS START MAX

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

MOTOR INDUKSI

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

KOMPONEN UTAMA
STATOR

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

KOMPONEN UTAMA
ROTOR

SQUIRREL CAGE ROTOR

SLIP RING

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

KENDALI MOTOR LISTRIK


RELAY
V AC 220V

SIMBOL : COIL

NORMALLY OPEN

NORMALLY CLOSED

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PROTEKSI MOTOR
MOTOR TEGANGAN RENDAH (380V)
MCC 1B BUS1 416 V
NFB MAGNETIC CONTACTOR

{IEEE-C37}

THERMAL OVERLOAD

M
COIL

APCP 1A 380V/18.5KW /FLA 40

THERMAL OVERLOAD PROTECTION = 110% * 40 = 44 AMPERE MAGNETIC CONTACTOR SIZE : 60A ARUS HUBUNG SINGKAT MAX = 5 * ARUS NOMINAL/FLA) SCA MAX = 5 * 40 = 200 AMPERE SHORT CIRCUIT PROTECTION = 125% * 200 = 250 AMPERE NFB FRAME SIZE : 50A (MITSUBISHI NF 63 SW)

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PROTEKSI MOTOR
MOTOR TEGANGAN RENDAH (380V)

{IEEE-C37}

SUS 4B 416 V AIR CB

M
OCT FOP 4B 380V/147 HP/FLA 177

ARUS HUBUNG SINGKAT MAX = 5 * ARUS NOMINAL(FLA) SCA MAX = 5 * 177 = 885 AMPERE INSTANTANEOUS PROTECTION = 125 % *885 = 1106.25 AMPERE CT RATING 200/5 INSTANTANEOUS CURRENT = 27.65 A. INSTANTANEOUS TAP = 6 OVERLOAD PROTECTION = 110% * 177 = 194.7 AMPERE CT RATING 200/5 PICK UP CURRENT = 4.8675 A. LONG DELAY SETTING TAP 0.9, TIME : 16 s PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PROTEKSI MOTOR
MOTOR TEGANGAN MENENGAH (4160V)
OVERCURRENT RELAY (50/ 51 M) DIFFERENTIAL RELAY (87M) GROUND FAULT RELAY (64M)

{IEEE-C37}

SWITCHGEAR 1 4.16 KV AIR CB

M
BFP 1A 4.16 KV/2450 KW /FLA 400 50/ 51 64 87

RELAY PROTEKSI
PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PEMELIHARAAN RUTIN
PENGAMATAN TEMPERATUR WINDING MOTOR
MOTOR KONDISI OPERASI : TEMPERATUR WINDING = AMBIENT + TEMP RISE (NAMEPLATE) UNTUK ISOLASI KELAS B TEMPERATUR MAKSIMUM 130 DERAJAT CELCIUS

MOTOR TIDAK OPERASI : TEMPERATUR TERJAGA DIATAS TEMPERATUR RUANGAN PEMERIKSAAN HEATER MOTOR

PENGUKURAN ARUS MOTOR


PEMERIKSAAN ARUS KERJA MOTOR SESUAI DENGAN RATING, DAN ANTAR FASA SATU DAN LAINNYA BEDA TIDAK TERLALU BESAR (SEIMBANG)

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PEMELIHARAAN RUTIN
PENGAMATAN TEMPERATUR BEARING

MENJAGA TEMPERATUR DALAM BATAS NORMAL OPERASI SESUAI SISTEM PELUMASAN BEARING MOTOR MAX 80 DEG C UNTUK MINYAK / FIBER GREASE, 50 DEG C UNTUK CUP GREASE/BALL BEARING)

LEVEL MINYAK PELUMAS / GREASE (MOTOR >75KW)

MENJAGA LEVEL MINYAK PELUMAS/GREASE PADA LEVEL NORMAL

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

PEMELIHARAAN RUTIN
CEK VISUAL MOTOR DAN LINGKUNGAN SEKITAR

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

INSULATION RESISTANCE (IR) & POLARIZATION INDEX (PI)TEST

{IEEE-43}

TUJUAN

MENGUKUR TAHANAN ISOLASI ANTARA PENGHANTAR (TEMBAGA) DENGAN INTI (BESI) STATOR/ROTOR ATAU DENGAN PENGHANTAR LAIN YANG TERPISAH OLEH ISOLASI

KONDISI TAHANAN ISOLASI SANGAT TERGANTUNG PADA KELEMBABAN, TEMPERATUR, TINGKAT KEKOTORAN ATAU ADANYA KEBOCORAN ISOLASI IR TEST (WAKTU=1 MENIT):

PI TEST (WAKTU=10 MENIT):

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

INSULATION RESISTANCE (IR) & POLARIZATION INDEX (PI)TEST

{IEEE-43}

TEGANGAN YANG DIBERIKAN SAAT TES:


WINDING RATED VOLTAGE APPLIED DC VOLTAGE (VOLT) (VOLT) <1000 500 1000 - 2500 500 - 1000 2501 - 5000 1000 - 2500 5001 - 12 000 2500 - 5000 >12 000 5000 - 10 000

HARGA MINIMUM YANG DAPAT DITERIMA:


IR MINIMUM KETERANGAN (MEGAOHM) KV + 1 BELITAN DIBUAT SEBELUM TAHUN 1970 100 BELITAN DIBUAT SETELAH TAHUN 1970 5 BELITAN DENGAN RATING DIBAWAH 1 KV
PI MINIMUM 1.5 2 2 2 KETERANGAN NEMA NEMA NEMA NEMA CLASS CLASS CLASS CLASS A B F H

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

DIAGNOSTIC TEST
TIPE GANGGUAN PADA MOTOR LISTRIK

BEARING WINDING ROTOR

: RUSAKNYA OUTER RACE, BALL, INNER RACE PADA BALL BEARING,RUMAH BEARING : GROUND INSULATION, INTER-TURN SHORT CIRCUIT : PATAH/CRACK PADA ROTOR BAR

MECHANICAL : SHAFT FAULT (ROTOR ECCENTRICITY, MISALIGNMENT, MECHANICAL UNBALANCE )

REKOMENDASI PREDICTIVE MAINTENANCE


VIBRATION ANALYSIS CURRENT SIGNATURE ANALYSIS FLUX MONITORING OIL ANALYSIS

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

VISUAL INSPECTION
PEMERIKSAAN FISIK STATOR DAN ROTOR SAAT MESIN TIDAK OPERASI

MENDETEKSI KONDISI ABNORMAL YANG KASAT MATA

TUJUAN

MENDAPATKAN BUKTI VISUAL DARI HASIL DIAGNOSTIC TEST, TEMUAN PREVENTIVE MAINTENANCE MELAKUKAN CORRECTIVE ACTION

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

VISUAL INSPECTION
KEGIATAN SAAT VISUAL INSPECTION

PEMERIKSAAN / PENGGANTIAN BEARING

PEMERIKSAAN RUMAH BEARING

PENGGANTIAN MINYAK PELUMAS / GREASE

PEMERIKSAAN WINDING STATOR, ROTOR


PEMBERSIHAN FRAME, AIR DUCT, STATOR DAN ROTOR
PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

TROUBLESHOOTING
FAULT
MOTOR GAGAL START

CAUSE
DROP TEGANGAN SUPPLY ROTOR ABNORMAL ROTOR MENYENTUH STATOR BEARING ABNORMAL OVERLOAD

ACTION
PERIKSA DENGAN VOLTMETER PERIKSA JIKA KONDUKTOR ROTOR ADA YANG PUTUS/PATAH PERIKSA DENGAN PUTAR MANUAL DISASSEMBLY, PERIKSA PART, REPAIR KURANGI BEBAN PERIKSA TEGANGAN SUPPLY PERIKSA JIKA KONDUKTOR ROTOR ADA YANG PUTUS/PATAH KURANGI BEBAN TUKAR 2 DARI 3 FASA PADA STARTER ATAU TERMINAL MOTOR KURANGI BEBAN SAMPAI ARUS NOMINAL PERIKSA TEGANGAN SUPPLY JIKA MUNGKIN DINAIKKAN PERIKSA TEGANGAN SUPPLY JIKA MUNGKIN DITURUNKAN PERBAIKAN SUPPLY LINE PERIKSA COIL RESISTANCE / REWINDING BERSIHKAN VENTILASI PERIKSA KERUSAKAN OUTER RACE DAN ROLLING ELEMENT, GANTI BILA PERLU FLUSHING DAN REGREASE ISI SAMPAI 40-50 % KAPASITAS HOUSING READJUST PERBAIKAN

AKSELERASI TERLALU LAMA

TEGANGAN TERLALU RENDAH ROTOR ABNORMAL OVERLOAD

PUTARAN TERBALIK MOTOR OVERHEATING

TERTUKARNYA FASA TEGANGAN SUPPLY OVERLOAD OVERCURRENT KARENA DROP TEGANGAN IRON LOSS YANG BERLEBIH KARENA OVERVOLTAGE SALAH SATU LINE PUTUS ATAU KONEKSI KURANG BAIK BELITAN SHORT / GROUND VENTILASI TERSUMBAT

BEARING OVERHEATING

BALL BEARING TIDAK NORMAL GREASE JELEK GREASE KURANG/BERLEBIH BELT TENSION BERLEBIH GEAR BITE, CENTERING YANG TIDAK PAS SHAFT DEFLECTION VIBRASI

NOISE

UNBALANCE SECONDARY CIRCUIT RESONANSI KARENA BASE PLATE KENDOR/LEPAS SINGLE PHASE/ UNBALANCE VOLTAGE

PERIKSA ADANYA KONDUKTOR ROTOR YANG PATAH/PUTUS KENCANGKAN BAUT PERIKSA TEGANGAN SUPPLY TAMBAHKAN FLYWHEEL YANG COCOK PERIKSA ADANYA KONDUKTOR ROTOR YANG PATAH/PUTUS READJUST REPAIR / REPLACE BALANCING TOTAL MOTOR+BEBAN PERIKSA TEGANGAN SUPPLY REPAIR

PULSA ARUS

PULSA TORSI BEBAN RANGKAIAN ROTOR YANG TIDAK BALANCE

VIBRASI TINGGI

TIDAK CENTER COUPLING UNBALANCE BEBAN TIDAK BALANCE SINGLE PHASE/ VOLTAGE UNBALANCE PONDASI MOTOR ABNORMAL

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU

TERIMA KASIH

PEMELIHARAAN LISTRIK PLTU