Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 LATAR BELAKANG Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena terpenuhinya pangan menjadi hak asasi bagi masyarakat, melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam Pasal 7 huruf m dan Pasal 8, urusan ketahanan pangan merupakan urusan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar dalam pemenuhan kebutuhan hidup minimal. Pemenuhan pangan juga sangat penting sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Dalam penyelenggaraan ketahanan pangan, peran pemerintahan daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002 adalah melaksanakan dan bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan ketahanan pangan diwilayah dan mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan, dilakukan dengan : a) memberikan informasi dan pendidikan ketahanan pangan; b) meningkatkan motivasi masyarakat; c) membantu kelancaran penyelenggaraan ketahanan pangan; d) meningkatkan kemandirian ketahanan pangan. Pemerintah bersama masyarakat bertanggungjawab mewujudkan ketahanan pangan. Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah dan mutunya, aman, bergizi, beragam, merata dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Selanjutnya, masyarakat berperan dalam menyelenggarakan produksi dan penyediaan, perdagangan dan distribusi, serta sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang aman dan bergizi. Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mengalami masalah ketahanan pangan. Hal ini diakibatkan oleh bencana kekeringan yang melanda daerah tersebut sehingga mengakibatkan petani-petani menjadi gagal panen serta mengakibatkan terjadinya kelaparan. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan belum

dimiliki oleh seluruh petani di desa-desa dan masalah ketahanan pangan menjadi masalah yang aktual untuk diangkat, dibahas dan dicari jalan keluarnya

1.2

RUMUAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan paper ini

yaitu, dampak bencana kekeringan terhadap ketahanan pangan di daerah Nusa Tenggara Timur.

1.3

TUJUAN Untuk mengetahui dampak bencana kekeringan terhadap ketahanan pangan di daerah

Nusa Tenggara Timur.