Anda di halaman 1dari 5

Prosiding Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) III Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Integrasi Industri

Baja Berkelanjutan Menuju ASEAN Economic Community 2015 Cilegon, 8 Oktober 2013

Analisa Sambungan Baut pada Perkuatan Balok Beton Bertulang yang Mengalami Beban Lentur
Soelarso
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jend Sudirman Km.3 Cilegon, Banten 42435 Email: soelarso@ft-untirta.ac.id

Abstrak
Baut merupakan salah satu alat sambung perkuatan yang digunakan pada perkuatan struktur selain perekat poxy, sehingga perlu dilakukannya perhitungan yang tepat pada alat sambungan tersebut supaya jangan sampai terjadi kegagalan pada alat sambungnya. Paper ini mencoba menulis bagaimana menganalisa sambungan baut yang ada pada perkuatan balok beton bertulang. Benda uji merupakan balok dengan perkuatan profil baja kanal 60x30x1,2, balok dengan perkuatan profil baja kanal 70x30x1,2, dan balok dengan perkuatan profil baja kanal 75x45x2 (BP-PC-1, BP-PC-2, BP-PC-3) menggunakan sambungan baut. Dimensi dari benda uji balok beton bertulang tampang persegi dengan panjang 3200 mm, tinggi 250 mm dan lebar 150 mm. Semua benda uji menggunakan tulangan tarik 2D13, tulangan tekan 2D13 dan sengkang D8-100 mm. Hasil analisa didapat jumlah baut sebanyak 14 baut, 23 baut dan 62 baut dimana semua baut disebar secara merata disepanjang perkuatan profil baja kanal, sedangkan hasil pengujian lentur pada benda uji didapat beban ultimit sebesar 32 KN, 38 KN dan 38 KN. Kata Kunci: Balok Beton Bertulang, Perkuatan, Alat Sambung, Baut.

1. PENDAHULUAN
Bangunan yang rusak karena kesalahan dalam perencanaan desain, pemberian beban yang berlebihan, pelaksanaan konstruksi yang salah, gempa, ataupun juga akibat kebakaran akan mengakibatkan bangunan tersebut mengalami kerusakan secara struktural yang ditandai dengan adanya retak-retak pada struktur bangunan. Oleh karena ini perlu dilakukan suatu metoda perbaikan atau perkuatan pada struktur bangunan, sehingga bangunan tersebut dapat difungsikan kembali ke sedia kala. Apabila suatu saat struktur bangunan telah dianalisis dan diputuskan untuk diperkuat atau diperbaiki maka perkuatan tersebut harus disesuaikan dengan beban yang akan diterima selanjutnya. Salah satu perbaikan untuk menyelesaikan permasalah tersebut adalah dengan melaksanakan perkuatan dengan penambahan profil baja kanal.

jiwa penghuninya atau meminimalkan korban jika terjadi keruntuhan pada struktur tersebut. Penelitian tentang perkuatan balok beton telah banyak dilakukan, antara lain perkuatan perkuatan lentur dan geser balok beton bertulang pasca bakar dengan menggunakan Carbon Fiber Stripps dan Carbon Wrapping (Purwanto, 2000). Iswari (2004) meneliti perkuatan lentur balok tampang persegi dengan penambahan tulangan menggunakan perekat epoxy. Hendarti (2004) meneliti tentang perkuatan lentur balok tampang T dengan penambahan tulangan menggunakan perekat epoxy resin. 1. Analisis kekuatan lentur balok setelah mengalami perkuatan profil baja kanal pada daerah tarik (1) (2) (3) (4)

2. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI


Pekerjaan perkuatan harus tetap mengacu pada peraturan yang berlaku. Salah satu dari tujuan dari peraturan tersebut adalah untuk melindungi keselamatan

Cc = 0,85 x fc x b x a Cs = As x fs Ts = As x fs Tpc = Asp x fypc

Dianggap tulangan tekan dan tarik telah luluh, maka fs= fy, fs = fy dan fspc = fypc

435

Prosiding Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) III Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Integrasi Industri Baja Berkelanjutan Menuju ASEAN Economic Community 2015 Cilegon, 8 Oktober 2013

Syarat keseimbangan : H = 0 Cc + Cs Ts Tpc = 0 c=

a 1

(5)

Pemeriksaan regangan-regangan baja dengan menggunakan Persamaan 6 sampai Persamaan 8. Jika s < y < s dan spc > ypc maka anggapan-anggapan diatas benar. a = 1x c Mn = (Ccx (d-a)) + (Cs x (d-d)) + (Tpc x (dp-d))

Pemeriksaan regangan-regangan tulangan baja

c d' (0,003) c d c s = ( 0,003) c dp c spc = (0,003) c


s =

(6) (7) (8)

2. Sambungan Baut Langkah pertama dalam prosedur menentukan jumlah baut adalah menentukan gaya geser total yang harus dipikul oleh baut (Foley dan Buckhouse, 1998). Gaya geser pada baut, Tbaut dihitung dari Persamaan 11 dan dibagi dengan kapasitas geser sehingga diperoleh jumlah baut yang diperlukan (N), seperti pada Persamaan 12.
Tbaut M ult ( As . f y )(d 1 a a ) ( As '. f s ' )( d ' ) 2 2 a (d p ) 2

Jika s dan s lebih besar daripada y dan spc > ypc maka anggapan-anggapan di atas benar. Jika s < y < s maka tulangan baja tarik telah luluh tetapi baja tekan belum sehingga perlu mencari garis netral terlebih dahulu.

(11) (12)

T N = baut Vult
dengan : N Tbaut Vult = jumlah baut = tegangan pada baut (N) = kapasitas geser baut (N)

P8-100

2D13

P8-100 2D13 2D13

PROFIL KANAL 60x30x1,2

P8-100

2D13

P8-100 2D13

Gambar 1. Kesetimbangan gaya-gaya dalam tampang balok persegi dengan perkuatan profil baja kanal
P8-100

2D13

PROFIL KANAL 70x30x1,2

2D13

P8-100 2D13 2D13

Syarat keseimbangan : H = 0 Cc + Cs = Ts + Tpc


PROFIL KANAL 75x45x2

(0,85xfcxaxb) + (As + fs) = (As x fy) + (Aspc x fypc) dengan : fs = Es x s spc =

(9) (10)
Gambar 2. Benda uji balok perkuatan menggunakan sambungan baut

dp c c

(0,003)

Garis netral c diperoleh dengan melakukan beberapa subsitusi sehingga didapatkan: (0,85 x fc x b x 1)c2 + (0,003 EsAs Asfy Aspcfypc )c d(0,003)EsAs = 0

Gambar 2 adalah gambar balok beton bertulang yang diperkuat dengan profil baja canal dengan menggunakan sambungan baut

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Pengujian Baut

436

Prosiding Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) III Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Integrasi Industri Baja Berkelanjutan Menuju ASEAN Economic Community 2015 Cilegon, 8 Oktober 2013

Pengujian baut dynabolt dilakukan dengan pengujian tarik, sehingga didapat kekuatan tarik baut dan kekuatan geser pada baut.

Gambar 3. Baut Dynabolt Tabel 1. Hail Uji Tarik baut Dynabolt 710 mm ( MPa ) 0 25,465 48,383 118,666 207,283 307,615 420,169 557,170 540,872 444,615 0 0,002 0,004 0,006 0,008 0,010 0,012 0,014 0,016 0,018 Keterangan

Panjang awal Diameter

= =

50 5

mm mm

Beban leleh Tegangan leleh

= =

11300 575,50

N MPa

Gambar 5. Perkuatan Balok Beton Dengan Baja Canal Menggunakan Alat Sambung Baut Dynabolt

2.

Penghitungan Jumlah Baut Hasil pegujian tarik baut dynabolt didapat gaya geser ultimimate baut sebesar Vult = 4590 N. Selanjutnya dilakukan analisa perhitungan jumlah baut tiap masingmasing tipe benda uji balok beton dengan perkuatan baja kanal. A. Balok Uji BP-PC-1 Diketahui data-data benda uji balok sebagaai berikut : Mn = 27687282,74 Nmm Cs = 25368,1985 N Ts = 130948,0496 N MD= (1/8) q L2 = (1/8) (150 250 24 10-6) 30002 = 1012500 Nmm Mult = Mn + MD = 27687282,74 + 1012500 = 28699782,74 Nmm Gaya geser yang bekerja pada baut (Tbaut) diperoleh dengan mengasumsikan nilai a dan mengasumsikan

Gambar 4. Grafik Hubungan Tegangan-Regangan Baut Dynabolt

437

Prosiding Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) III Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Integrasi Industri Baja Berkelanjutan Menuju ASEAN Economic Community 2015 Cilegon, 8 Oktober 2013

tulangan tarik telah leleh. Dicoba dengan nilai a = 38,458 mm Tbaut =


M ult a a (Ts (d ( )) C s (( ) d ' )) 2 2 a dp ( ) 2

arevisi = 41,091 mm n =
Tbaut V baut

35281,3067 4590

= 7,687 buah untuk 1 m

panjang, maka jumlah total baut = 7,687 x 3 = 23,06 buah 23 buah. C. Balok Uji BP-PC-3 Diketahui data-data benda uji balok sebagaai berikut : Mn = 41065575,09 Nmm Cs = 50054,757 N Ts = 130948,191 N MD = (1/8) q L2 = (1/8) (150 250 24 106 ) 30002 = 1012500 Nmm Mult = Mn + MD = 41065575,09 + 1012500 = 42078075,09 Nmm Gaya geser yang bekerja pada baut (Tbaut) diperoleh dengan mengasumsikan nilai a dan mengasumsikan tulangan tarik telah leleh. Dicoba dengan nilai a = 53,432 mm Tbaut
a a M ult (Ts (d ( )) C s (( ) d ' )) 2 2 = a dp ( ) 2

= 21364,993 N arevisi =
(Ts Tbaut ) C s 0,85 f ' c b

(130948,1906 21364,993) 25368,1985 0,85 22,352 150

= 38,458 mm Dengan melakukan iterasi terhadap nilai a kedalam persamaan diatas diperoleh Tbaut = 21364,993 N dan arevisi = 38,458 mm T 21364,993 n = baut = = 4,655 buah untuk 1 m V baut 4590 panjang, maka jumlah total baut = 4,655 x 3 = 13,96 buah 14 buah. B. Balok Uji BP-PC-2 Diketahui data-data benda uji balok sebagaai berikut : Mn = 30145291,43 Nmm Cs = 30593,6346 N Ts = 130948,191 N MD = (1/8) q L2 = (1/8) (150 250 24 106 ) 30002 = 1012500 Nmm Mult = Mn + MD = 30145291,43 + 1012500 = 31157791,43 Nmm Gaya geser yang bekerja pada baut (Tbaut) diperoleh dengan mengasumsikan nilai a dan mengasumsikan tulangan tarik telah leleh. Dicoba dengan nilai a = 41,091 mm Tbaut
a a M ult (Ts (d ( )) C s (( ) d ' )) 2 2 = a dp ( ) 2

= 95476,3853 N arevisi =
(Ts Tbaut ) C s 0,85 f ' c b

(130948,191 95476,3853) 50054,757 0,85 22,352 150

= 53,432 mm Dengan melakukan iterasi terhadap nilai a kedalam persamaan diatas diperoleh Tbaut = 95476,3853 N dan arevisi = 53,432 mm n =
Tbaut V baut

95476,3853 = 20,801 buah untuk 1 m 4590

= 35281,3067 N arevisi =
(Ts Tbaut ) C s 0,85 f ' c b

panjang, maka jumlah total baut = 20,801 x 3 = 62,40 buah 62 buah. 3. Pengujian Lentur Pengujian lentur yang dilakukan terhadap benda uji dan didapat beban ultimate sebesar 32 KN, 38 KN dan 48 KN.

(130948,191 35281,3067) 30593,6346 = 0,85 22,352 150

= 41,091 mm Dengan melakukan iterasi terhadap nilai a kedalam persamaan diatas diperoleh Tbaut = 35281,3067 N dan

438

Prosiding Seminar Nasional Industrial Services (SNIS) III Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Integrasi Industri Baja Berkelanjutan Menuju ASEAN Economic Community 2015 Cilegon, 8 Oktober 2013

Pangestuti E K dan Prihanantio J (2008), Analisis Kuat Lentur Balok Beton Bertulang dengan Carbon Fiber Wrap, Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Nomor 1 Volume 10 2008. Park, R. Dan Paulay, T., 1974, Rinforced Concrete structure, A Wiley-Interscience. SNI 03-2847-2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.
Gambar 5. Pengujian Lentur Balok

Triwiyono, A., 2001, Perbaikan dan Perkuatan Struktur Beton, Bahan Ajar Topik Spesial, Program Studi Teknik Struktur, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

4. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan


1. Hasil analisa didapat jumlah baut sebagai alat sambung pada perkutan balok beton bertulang sejumlah 14, 23, 62 buat untuk BP-PC-1, BP-PC-2, BP-PC-3. Beban ultimit yang diperoleh dari pengujian lentur sebesar 32 KN, 38 KN dan 48 KN Perlu pemasangan jumlah baut yang cukup, agar struktur mampu menahan beban yang dipikul.

BIOGRAFI PENULIS
Soelarso.ST.,M.Eng. lahir di Muara Bungo pada tanggal 1 Oktober 1980. Pendidikan SD, SMP dan SMU diselesaikan dikota Muara Bungo, sedangkan pendidikan Sarjana dan Pascasarjana diselesaikan di Universitas Gadjah Mada. Tahun 2009 diangkat menjadi staf pengajar di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sultan Ageng Tirtayasa sampai sekarang. Beberapa mata kuliah yang diajarkan adalah Mekanika Struktur, Struktur Beton, Jembatan dan Perencanaan Struktur Gedung.

2. 3.

B. Saran
Sambungan perkuatan pada struktur banyak jenisnya, selain baut ada juga perekat epoxy dari berbagai merk sehingga perlu dilakukan pengujian berbagai sambungan perkuatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Dipohusodo, I., 1996, Struktur Beton Bertulang, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Foley, C.M. dan Buckhouse, E.R., 1998, Strengthening Existing Reinforced Concrete Beams or Flexure Using Bolted External Structural Stell Channels, College of Engineering Departement of Civil & Environmental Engineering Marquette University. Hendarti, L., 2004, Perkuatan Lentur Balok Tampang T Dengan Penambahan Tulangan dan Menggunakan Perekat Epoxy Resin, Tesis, Program Studi Teknik Struktur, Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Iswari, A.Y.D., 2004, Perkuatan Lentur Balok Tampang Persegi Dengan Penambahan Tulangan Menggunakan Epoxy, Tesis, Program Studi Teknik Struktur, Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Nawi, E. G., 1998, Beton Bertulang Suatu Pendekatan, Rifka Aditama, Bandung.

439