Anda di halaman 1dari 4

Pasien post operasi OREF atau ORIF mulai melakukan aktivitasnya , dari hari pertama post operasi sampai

hari kedua operasi dan Penkes yang perlu diberikan

Open Reduction Internal Fixatie (ORIF) mengacu pada prosedur pembedahan untuk memperbaiki patah tulang yang parah, atau istirahat.. Fungsi ORIF untuk mempertahankan posisi fragmen tulang agar tetap menyatu dan tidak mengalami pergeseran. Internal fiksasi ini berupa Intra Medullary Nail biasanya digunakan untuk fraktur tulang pan ang dengan tipe fraktur tran!ers. Open Reduction Internal Fixatie (ORIF) uga dapat meru uk pada suatu proses pembedahan untuk memperbaiki tulang yang patah, seperti pinggul atau penggantian lutut. Dimulainya aktivitas pada pasien post ORIF "asien "ost ORIF dapat melakukan akti!itasnya sehari setelah dioperasi, pasien dapat melakukan akti!itas ringan dengan dibantu tergantung dari enis fraktur. Misalnya pasien yang mengalami fraktur tulang hip. "ada hari pertama post operasi dapat melakukan akti!itas sebanyak#banyaknya yang memungkinkan di atas bed yang dilengkapi restok gantung untuk melatih bagian tubuh atas. $emudian pasien dipindahkan ke kursi roda dengan bantuan dan melakukan ambulasi dengan bantuan terapis serta alat#alat yang aman. %erbeda halnya dengan fraktur pada tulang radius bagian distal. "ergelangan tangan dan lengan ba&ah diele!asikan pada '( am pertama untuk mencegah bengkak. $emudian pada hari pertama pasien dilatih untuk melakukan beberapa gerakan untuk mengurangi bengkak dan mencegah kekakuan seperti ) menahan tangan setinggi antung, melakukan fleksi dan e*tensi maksimal pada ari# ari tangan (diulangi +,* setiap am saat terbangun), gunakan tangan dengan fungsional, dan latih bahu dan siku dengan aktif termasuk dengan ROM pada kedua sendi. %runner - .melt/er. 0,+,. %runner - .uddarth1s 2e*tbook of Medical#.urgical Nursing. "hiladelphia ) 3olters $lu&er 4ealth56ippincott 3illiams - 3ilkins

Dimulainya aktivitas pada pasien post OREF

2idak berbeda auh dengan pasien post ORIF, pasien post OR7F uga dapat melaukan akti!itasnya tergantung daerah operasi dan frakturnya. Misalnya tulang radius bagian distal. "asien dapat melakukan ROM '( am setelah operasi untuk memastikan pasien dapat menggerakkan ari# arinya secara maksimal. .etelah fiksator terlepas, tidak ada hal yang mengharuskan imobilisasi sehingga dapat digunakan untuk berakti!itas secara fungsional. 8igler dkk. 0,+0. 2reatment of 9istal Radius Fractures &ith 7*ternal Fi*ation, 6imited Open Reduction and 9orsal :utologous ;ancellous Onlay %one <rafting. Aktivitas Post Operasi ORIF 2ahapan pelaksanaan ambulasi dini yang dilakukan pada pasien pasca operasi yaitu) .ebelum pasien berdiri dan ber alan, nadi, pernafasan dan tekanan darah pasien harus diperiksa terlebih dahulu. =ika pasien merasakan nyeri, pera&at harus memberikan medikasi pereda nyeri 0, menit sebelum ber alan, karena penggunaan otot untuk menyebabkan nyeri (3ahyuningsih, 0,,>). "asien dia arkan duduk di tepi tempat tidur, menggantungkan kakinya beberapa menit dan melakukan nafas dalam sebelum berdiri. 2indakan ini bertu uan untuk menghindari rasa pusing pada pasien. .elan utnya, pasien berdiri di samping tempat tidur selama beberapa menit sampai pasien stabil. "ada a&alnya pasien mungkin hanya mampu berdiri dalam &aktu yang singkat akibat hipotensi ortostatik. =ika pasien dapat ber alan sendiri, pera&at harus ber alan dekat pasien sehingga dapat membantu ika pasien tergelincir atau merasa pusing (3ahyuningsih, 0,,>). "era&at dapat menggandeng lengan ba&ah pasien dan ber alan bersama. =ika pasien tampak tidak mantap, tempatkan satu lengan merangkul pinggul pasien untuk menyokong dan memegang lengan paling dekat dengan pera&at, dengan menyokong pasien pada siku. .etiap penolong harus memegang punggung lengan atas pasien dengan satu tangan dan memegang lengan ba&ah dengan tangan yang lain. ber alan akan

%ila pasien mengalami pusing dan mulai ba&ah dan membantupasienduduk di (3ahyuningsih, 0,,>).

atuh, pera&at menggenggam lengan ataslantaiatau di kursiterdekat

"asien diperkenankan ber alan dengan &alker atau tongkat biasanya dalam satu atau dua hari setelah pembedahan. .asarannya adalah ber alan secara mandiri. "asien yang mampu mentoleransi akti!itas yang lebihberat, dapat dipindahkan ke kursi beberapa kali sehari selama &aktu yang singkat (%runner -.uddarth, 0,,0).

Aktivitas Post Operasi OREF

.tatic ;ontraction) .tatic contraction merupakan kontraksi otot secara isometric untuk mempertahankan kestabilan tanpa disertai gerakan ("riatna, +?(>). 9engan gerakan ini maka akan merangsang otot#otot untuk melakukan pumping action sehingga aliran darah balik !ena akan lebih cepat. :pabila system peredaran darah baik maka oedema dan nyeri dapat berkurang. ;ontoh yang bias diberikan yakni memberi arahan kepada pasien dengan cara mendorong tembok, dan mengangkat barbel. 6atihan "asif) Merupakan gerakan yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan dari luar sedangkan otot penderita rileks ("riatna, +?(>).9isini gerakan pasif dilakukan dengan bantuan terapis. ;ontohnya dengan memandu pasien melakukan range of motion (ROM) tapi dengan bantuan pera&at.

6atihan :ktif) 6atihan aktif merupakan gerakan murni yang dilakukan oleh otot# otot anggota tubuh pasien itu sendiri. 2u uan latihan aktif meningkatkan kekuatan otot ($isner, +??@). <erak aktif tersebut akan meningkatkan tonus otot sehingga pengiriman oksigen dan nutrisi makanan akan diedarkan oleh darah. 9engan adanya oksigen dan nutrisi dalam darah, maka kebutuhan regenerasi pada tempat yang mengalami perpatahan akan terpenuhi dengan baik dan dapat mencegah adanya fibrotik. ;ontohnya sama dengan latihan pasif tapi bedanya tidak dengan bantuan pera&at.

6atihan =alan) .alah satu kemampuan fungsional yang sangat penting adalah ber alan. 6atihan alan dilakukan apabila pasien telah mampu untuk berdiri dan keseimbangan sudah baik. 6atihan ini dilakukan secara bertahap dan bila perlu

dapat menggunakan &alker. .elain itu dapat menggunakan kruk tergantung dari kemampuan pasien. "ada &aktu pertama kali latihan biasanya menggunakan teknik non &eight bearing ( N3% ) atau tanpa menumpu berat badan. %ila keseimbangan sudah bagus dapat ditingkatkan secara bertahap menggunakan partial &eight bearing ( "3% ) dan full &eight bearing ( F3% ).2u uan latihan ini agar pasien dapat melakukan ambulasi secara mandiri &alaupun masih dengan alat bantu. Pendidikan Kesehatan Bagi Pasien Post Operasi Ori %agi pasien post orif, &a ib diberikan suatu pendidikan kesehatan yaitu untuk mencegah ter adinya komplikasi yang ter adiyaitu melakukan mobilisasi. Mobilisasi itu sendiri terdiri atas dua bagian yakni mobilisasi aktif dan mobilisasi pasif. Mobilisasi aktif adalah latihan pergerakan otot serta sendi secara aktif oleh pasien sendiri (mandiri). .edangkan mobilisasi pasif adalah latihan pergerakkan otot dan sendi pasien secara pasif (dibantu oleh pera&at dan keluarga). "asien &a ib mengonsumsi makanan dengan memeprhatikan nutrisi pada pasien yang mengalami gangguan pada tulang dengan diit tinggi kalori dan tinggi protein (2$2"), ber!itamin, terutama !itamin 9, mengandung kalsium tinggi, magnesium, kalsium dan fosfor. "asien "ost Operasi Orif &a ib men alani terapi fisik yang terdiri dari berbagai macam tipe latihan ) terapi panas, terapi dingin, pi atan. "asien "ost Operasi Orif &a ib latihan isometrik akan meningkatkan tensi otot tanpa menggerakkan sendi "asien "ost Operasi Orif &a ib latihan isotonik mencakup pergerakan dan perubahan dalam pan ang otot dekat luka.