Anda di halaman 1dari 3

Berdasarkan model hubungan virus-vektor, penularan virus menggunakan vector dikelompokkan menjadi tiga yaitu virus non persisten, virus persisten, dan virus semi persisteen.

a. Virus non persisten Memiliki sifat :

Waktu AFP dan IFP sangat pendek. Vector hanya membutuhkan kurang lebih (5- 10 detik) untuk mendapatkan virus dari tanaman inang sumber inokulum atau menginokulasikan virus ke tanaman sehat sehingga tanaman menjadi sakit.

Vector segera kehilangan infektivitasnya setelah melakukan IFP

Vector tidak membutuhkan waktu laten yang berarti vector segera infektif (mampu menularkan virus) setelah melakukan AFP atau AAP.

Persistensinya sangat pendek, artinya virus hanya tinggal beberapa jam atau hari tinggal dalam tubuh vector. Setelah melampaui waktu tersebut vector sudah tidak mungkin lagi menularkan virus

Infektivitas vector akan hilang apabila vector melakukan pergantian kulit

Kemampuan menularkan virus tidak diturunkan ke anakan (geenrasi berikutnya).

Virus tidak mengalami perbanyakan (replikasi) dalam tubuh vector.

Efektivitas penularan akan meningkat jila vector dipuaskan sebelum AFP.

Virus biasanya terkonsentrasi pada jaringan tanaman sedat permukaan (epidermis atau sel-sel trikoma daun)

Kebanyakan virus ini dapat ditularkan secara mekanik.

Spesifisitas virus terhadap vector rendah yang berarti virus biasanya dapat ditularkan oleh banyak jenis vector.

Beberapa contoh virus ini antara lain: Cucumber Mosaic Virus, Soybean Mosaic Virus, Peanut Strips Mosaic Virus, dsb.

Tanaman sakit (AFP) 5 15 detik

Mosaic Virus, dsb. Tanaman sakit (AFP) 5 – 15 detik Vector bebas virus Vektor virulivereous infeksi
Vector bebas virus
Vector bebas
virus

Vektor

virulivereous

infeksi

Ganti kulit Regenerasi biarkan
Ganti kulit
Regenerasi
biarkan

Tanaman sakit (IFP)

Tanaman sakit

b. Virus persisten Memiliki sifat:

Waktu AFP dan IFP lama 30 menit sampai beberapa jam atau hari. Biasanya semakin lama vektor melakukan AFP, infektivitasnya semakin meningkat.

Biasanya vektor menetukan periode laten setelah melakukan AFP, sejak beberapa jam samapai beberapa hari atau minggu.

Vektor tidak kehilangan infektivitas meskipun sudah melakukan IFP (bahkan beberapa kali IFP).

Persisten virus dalam tubuh vektor lama, bahkan sampai vektor mati (berarti sekali mendapatkan virus, selama hidup vektor dapat menularkan virus).

Vektor masih infektif meskipun mengalami pergantian kulit (iranstadial).

Beberapa virus persisten, infektivitas vektor diturunkan ke generasi berikutnya.

Sebagian virus persisten melakukan perbanyakan (replikasi) dalam tubuh vektor (virus propagatif)

Efisiensi penularan tidak dipengaruhi leh pemuasaan.

Biasanya virus terkonsentrasi dalam jaringan floem dan tidak dapat ditularkan secara mekanik.

Biasanya spesifikasi vektor tinggi, yang berarti hanya vektor tertentu yang dapat menularkan virus persisten. Virus-virus ini pada umumnya dapat menyebabkan munculnya gejala menggulung daun (leaf roll), kerdil (stunt) atau rosset, kriting daun, dsb.

Tanaman Sakit

(30 Menit-Hari)

Vector bebas virus
Vector bebas
virus
dsb. Tanaman Sakit (30 Menit-Hari) Vector bebas virus Periode laten (jam-hari) Vektor infektif Ganti kulit
dsb. Tanaman Sakit (30 Menit-Hari) Vector bebas virus Periode laten (jam-hari) Vektor infektif Ganti kulit

Periode laten (jam-hari)

Vektor

infektif

Ganti kulit
Ganti kulit

Regenerasi

laten (jam-hari) Vektor infektif Ganti kulit Regenerasi Vektor dibiarkan beberapa saat Tanaman sehat (IFP) (30

Vektor dibiarkan

beberapa saat

Tanaman sehat (IFP) (30 menit-hari)

Tanaman sakit

c.

Virus semi persisten Memiliki sifat diantaranya sifat virus non persisten dam persisten :

AFP dan IFP tidak terlalu lama ( + 30 menit)

Tidak mempunyai periode laten

Vektor dapat menularkan virus sampai beberapa kali IFP

Persistensi biasanya tidak lama (3-4 hari)

Nontranstadial, nonstransovarial, nonprogatif, dan nonsirkulatif

Pemuasan vektor sebelum AFP tidak mempengaruhi infektifitas

Misalnya virus semi persisten ini antara lain Beet Yellow Virus, Virus Tristeza.