Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ambar Rahman NIM : 105070200111014

Kelas : PSIK Reguler 2010

REFLEK PRIMITIF PADA BAYI BARU LAHIR


Reflek primitif adalah aksi reflek yang berasal dari dalam pusat sistem saraf yang ditunjukkan oleh bayi baru lahir normal namun secara neurologis tidak lengkap seperti pada orang dewasa dalam menanggapi rangsang tertentu. Reflek ini tidak menetap hingga dewasa, namun lama-kelamaan akan menghilang karena dihambat oleh lobus frontal sesuai dengan tahap perkembangan anak normal. Reflek primitif ini sering juga disebut infantile atau reflek bayi baru lahir. Reflek primitif pada bayi baru lahir antara lain : 1. Sucking Reflek ini secara umum ada pada semua jenis mamalia dan dimulai sejak lahir. Reflek ini berhubungan dengan reflek rooting dan menyusui, dan menyebabkan bayi untuk secara langsung mengisap apapun yang disentuhkan di mulutnya. Ada dua tahapan dari reflek ini, yaitu: o Tahap expression : dilakukan pada saat puting susu diletakkan diantara bibir bayi dan disentuhkan di permukaan langit-langitnya. Bayi akan secara langsung menekan (mengenyot) puting dengan menggunakan lidah dan langit-langitnya untuk mengeluarkan air susunya. o Tahap milking : saat lidah bergerak dari areola menuju puting, mendorong air susu dari payudara ibu untuk ditelan oleh bayi. Cara menilainya adlah dengan memberikan bayi dot. Pada bayi normal, bayi akan menghisap dengan kuat dalam berespon terhadap stimulasi ini, refleks ini menetap selama masa bayi dan mungkin terjadi selama tidur tanpa stimulasi. Refleks yang lemah atau tidak ada refleks, menunjukkan kelambatan perkembangan atau keadaan neurologi yang abnormal.

2. Rooting Reflek ini ditunjukkan pada saat kelahiran dan akan membantu proses menyusui. Seorang bayi baru lahir akan menggerakkan kepalanya menuju sesuatu yang menyentuh pipi atau mulutnya, dan mencari obyek tersebut dengan menggerakkan kepalanya terus-menerus hingga ia berhasil menemukan obyek tersebut. Setelah merespon rangsang ini (jika menyusui, kira-kira selama tiga minggu setelah kelahiran) bayi akan langsung menggerakkan kepalanya

lebih cepat dan tepat untuk menemukan obyek tanpa harus mencari-cari. Refleks ini muncul mulai dari bayi baru lahir dan menghilang pada usia 3-4 bulan tetapi bisa menetap sampai usia 12 bulan khususnya selama tidur. Cara menilainya dengan menggores sudut mulut bayi hinggar garis tengah pipi. Pada bayi normal, bayi akan memutar ke arah pipi yang digores. Bayi baru lahir menolehkan kepala ke arah stimulus, membuka mulut dan mulai menghisap bila pipi, bibir atau sudut mulut disentuh dengan jari atau puting. Apabila tidak adanya refleks ini menunjukkan adanya gangguan neurologi berat. Respon yang lemah atau tidak ada respon terjadi pada prematuritas, penurunan atau cedera neurologis, atau depresi sisterm saraf pusat.

3.

SWALLOWING REFLEKS (Refleks Menelan) Pada saat air susu keluar dari puting suus, akan disusul denga gerakan menghisap yang ditimbulkan oleh otot-otot pipi. Sehingga, pengeluaran air susu akan bertambah dan diteruskan dengan mekanisme menelan masuk ke lambung. Pada bayi yang diberi susu dengan botol, keadaan yang terjadi akan berbeda. Rahang mempunyai peranan sedikit di dalam menelan dot botol sebab susu dengan mudahnya mengalir dari lubang dot. Hal ini lah yang membuat tenaga bayi dalam menghisap susu mejadi minimal. Pada bayi yang disusui secara bergantian melalui ibu dan botol akan menyebabkan bayi menjadi bingung puting (nipple confusion).

4. GRASPING (Refleks Menggenggam) Grasping reflex (refleks menggenggam) dilakukan dengan meletakkan jari pemeriksa secara lembut pada telapak tangan bayi, dimana secara refleks tangan bayi akan menggenggam jari pemeriksa tersebut. Bila telapak tangan dirangsnag akan memberi reaksi seperti menggenggam. Bila telapak kaki dirangsang akan memberikan reaksi.

5.

Reflek Mata Boneka : Reflek ini diperiksa sebagai salah satu cara untuk menentukan mati batang otak. Jika kepala diputar-putar (ditolehkan ke samping kanan dan kiri) maka bola mata akan bergerak. Namun jika pada pemeriksaan ini bola mata tetap berhenti atau tidak bergerak sama sekali berarti dimungkinkan ada kematian batang otak.

6.

MORO REFLEKS (Refleks Terkejut) Refleks moro adalah suatu respon tiba-tiba pada bayi yang baru lahir yang terjadi akibat suara atau gerakan yang mengejutkannya. Ketika dikagetkan, bayi akan melengkungkan

punggungnya, melemparkan kepalanya ke belakang, dan merentangkan lengan dan kakinya. Semua refleksi ini akan menghilang pada usia 3 hingga 4 bulan. Refleks moro ini umumnya terdapat pada bayi baru lahir. Ketika dikejutkan, bayi akan melontarkan kedua belah lengannya dan kemudian menariknya kembali ke dalam posisi memeluk. Respons yang asimetris menunjukkan kerusakan saraf atau fraktur pada tulang lengan atau klavikula (Hinchliff, 1999).

7.

Tonic neck Reflek tonick neck ini disebut juga posisi menengadah, muncul pada usia satu bulan dan akan menghilang pada sekitar usia lima bulan. Cara menilainya dengan memutar utar kepala dengan cepat ke satu sisi (kanan atau kiri). Pada bayi normal, bayi akan melakukan perubahan posisi mengikuti putaran kepala apabila kepala diputar ke satu sisi. Lengan dan tungkai ekstensi ke arah sisi putaran kepala dan fleksi pada sisi yang berlawanan. Normalnya refleks ini tidak terjadi setiap kali kepada diputar. Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini atau jika reflek ini terus menetap hingga lewat usia 6 bulan, bayi dimungkinkan mengalami gangguan pada neuron motorik atas. Berdasarkan penelitian, reflek tonick neck merupakan suatu tanda awal koordinasi mata dan kepala bayi yang akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar.

8.

BABINSKI Gerakan ibu jari kaki ke atas (Dorsofleksi) jika telapak kaki di gores, bukan ke bawah (fleksi plantaris). Bayi akan memperlihatkan gerakan dorsifleksi, tetapi sesudah belajar berjalan, bayi akan menunjukkan reaksi fleksi plantaris yag normal. Respon Normal : Jari-jari kaki bayi aka hiperekstensi dan terpisah seperti kipas dari dorsifleksi ibu jari kaki bila satu sisi kaki digosok dari tumit ke atas melintasi bantalan kaki. Respon Abnormal: tidak ada respon terjadi pada defisit SSP (Susunan Saraf Pusat).

9.

Stepping Reflek ini muncul sejak lahir, walaupun bayi tidak dapat menahan berat tubuhnya, namun saat tumit kakinya disentuhkan pada suatu permukaan yang rata, bayi akan terdorong untuk berjalan dengan menempatkan satu kakinya di depan kaki yang lain. Reflek ini akan menghilang sebagai sebuah respon otomatis dan muncul kembali sebagai kebiasaan secara sadar pada sekitar usia delapan bulan hingga satu tahun untuk persiapan kemampuan berjalan.

Cara menilainya dengan memegang bayi sehingga kakinya sedikit menyentuh permukaan yang keras. Pada bayi normal, kaki akan bergerak ke atas dan kebawah bila sedikit disentuhkan ke permukaan keras. Keadaan abnormal bila Refleks menetap melebihi 4-8 minggu. Respon asimetris terlihat pada cedera sistem saraf pusat atau perifer atau juga dapat karena fraktur tulang panjang kaki.

10. GLABELLAR BLINK a. Respon normal dari refleks ini adalah bayi akan berkedip bila dilakukan 4 atau 5 ketuk pertama pada batang hidung pada saat mata terbuka. b. Respon abnormal yaitu terus berkedip dan gagal untuk berkedip menandaka kemungkina gangguan neurologis.

11. Reflek Swimming Reflek ini ditunjukkan pada saat bayi diletakkan di kolam yang berisii air, ia akan mulai mengayuh dan menendang seperti gerakan berenang. Reflek ini akan menghilang pada usia empat sampai enam bulan. Reflek ini berfungsi untuk membantu bayi bertahan jika ia tenggelam. Meskipun bayi akan mulai mengayuh dan menendang seperti berenang, namun meletakkan bayi di air sangat berisiko.Bayi akan menelan banyak air pada saat itu. Disarankan untuk menunda meletakkan bayi di air hingga usia tiga tahun.

No. Refleks 1 Mengejapkan mata 2 Babinski

Grasping (Memegang) Moro (mengejutkan)

Stimulasi Respons Bayi Sorotan cahaya dan Menutup kedua tiupan mata Telapak kaki diusap Menyebarkan jari kaki, memutarmutarkan kaki Telapak kaki diusap Menggenggam dengan kuat Stimulasi tiba-tiba, seperti mendengar suara nyaring atau diturunkan Kaget, melengkungkan punggung, melempar kepala ke belakang, merentangkan lengan dan kaki kemudian menutupkannya dengan cepat ke pusat tubuh

Pola perkembangan Permanen Menghilang setelah 9 bulan hingga setahun Melemah setelah 3 bulan, menghilang setelah setahun Menghilan setelah 3 hingga 4 bulan

Rooting (Mencari) Leher atau mulut diusap

Melangkah

7 8

Sucking (Mengisap) Berenang

Leher ditopang

pinggir Membalikkan kepala, membuka mulut, mulai menghisap Bayi diangkat dan kaki Menggerakkan kaki diturunkan untuk seolah-olah berjalan menyentuh permukaan Benda menyentuh Mengisap secara mulut otomatis Bayi menaruh wajah Membuat gerakanke bawah di dalam air gerakan berenang yang terkoordinasi Bayi ditelentangkan Menggepalkan tinju kedua tangan dan biasanya membalikkan kepala ke kanan

Menghilan setelah 3 hingga 4 bulan

Menghilan setelah 3 hingga 4 bulan

Menghilan setelah 3 hingga 4 bulan Menghilan setelah 6 hingga 7 bulan Menghilan setelah 2 bulan