Anda di halaman 1dari 6

Dewan Kerja Sama Negara-Negara Arab Teluk (GCC) yang bermarkas besar di Riyadh, ibukota Arab Saudi didirikan

pada bulan Mei tahun 1981 dengan beranggota enam negara, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Qatar dan Kuwait, dengan area seluas sekitar 2,67 juta kilometer persegi dan berpenduduk 35 juta orang. GCC adalah salah satu organisasi regional yang sangat penting di kawasan Timur Tengah. Sistem politik dan ekonomi di 6 anggota GCC hampir sama dan mempunyai kepentingan bersama di bidang politik, ekonomi, diplomatik dan militer. GCC berasas tujuan sebagai berikut: meningkatkan koordinasi, kerja sama dan pengintegrasian di berbagai bidang, mengintensifkan hubungan, pertukaran dan kerja sama antar berbagai anggota, mendorong industri, pertanian, ilmu pengetahuan, membentuk pusat penelitian ilmiah, membangun projek bersama serta mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan antar perusahaan swasta. GCC terdiri dari dewan pengurus tertinggi, dewan pengurus menteri dan sekretariat. Dewan pengurus tertinggi sebagai badan kekuasaan tertinggi GCC terdiri dari kepala negara, ketuanya dipangku secara bergilir oleh kepala negara anggota dengan masa bakit selama satu tahun. Dewan pengurus menteri terdiri dari menteri luar negeri. Sekretariat dipimpin oleh satu sekjen dan tiga pembantu sekjen yang masing-masing membidangi urusan politik, ekonomi, keuangan serta militer. Sekjennya diangkat oleh dewan pengurus tertinggi dengan masa bakit selama tiga tahun. Sekjen sekarang adalah Abdurrahman al-Attiyah. KTT GCC diadakan secara bergilir di enam ibu kota negara anggotanya pada bulan November atau Desember setiap tahun, KTT yang lalu digelar di Muskat, ibu kota Oman pada bulan Desember tahun 2008. Para menteri luar negeri, menteri pertahanan, menteri dalam negeri, menteri perminyakan dan menteri keuangan secara rutin mengadakan pertemuan, untuk menyelaraskan pendirian dalam masalah penting, seperti masalahmasalah politik, ekonomi, militer dan diplomatik. Enam anggota GCC kaya dengan sumber minyak, volume deposit minyak yang telah ditemukan kira-kira 45 persen dari pada deposit di dunia. Selama beberapa tahun ini, anggota-anggota GCC mengembangkan ekonominya dengan mengandalkan sumber minyak yang kaya, berupaya keras untuk pengintegrasian ekonomi regional, sementara menerapkan serangkaian langkah penting. Pada tanggal 1 Januari tahun 2003, para anggota GCC secara resmi mengumumkan untuk menghidupkan persekutuan tarif, dengan mengenakan 5 persen tarif kepada semua barang yang diimpor dari luar GCC, sementara pada akhirnya mencabut pakar tarif antar anggota GCC. GCC berupaya pula mengeluarkan mata uang tunggal pada tahun 2010. Hubungan GCC dengan Tiongkok mengalami perkembang besar. Pada bulan Juli tahun 2004, Sekjen GCC Attiyah dan enam menteri keuangan GCC berkunjung ke Tiongkok. Kedua pihak mengeluarkan komunike pers di Beijing dan menandangani persetujuan

kerangka kerja sama mengenai ekonomi, perdagangan, investasi dan teknologi, sementara menghidupkan perundingan mengenai zona perdagangan bebas. The Southern Community Pembangunan Afrika (SADC) telah ada sejak tahun 1980, ketika dibentuk sebagai aliansi longgar dari sembilan Negara mayoritas berkuasa di Afrika Selatan dikenal sebagai Konferensi Koordinasi Pembangunan Afrika Selatan (SADCC), dengan tujuan utama koordinasi proyek-proyek pembangunan dalam rangka untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada kemudian apartheid di Afrika Selatan. Negara Anggota pendiri adalah: Angola, Botswana, Lesotho, Malawi, Mozambik, Swaziland, Tanzania, Zambia dan Zimbabwe. SADCC dibentuk pada Lusaka, Zambia pada tanggal 1 April 1980, menyusul ditetapkannya Deklarasi Lusaka - Afrika Selatan: Menuju Pembebasan Ekonomi. Transformasi organisasi dari Konferensi Koordinasi menjadi Pengembangan Masyarakat (SADC) berlangsung pada tanggal 17 Agustus 1992 di Windhoek, Namibia saat Deklarasi dan Perjanjian ditandatangani pada KTT Kepala Negara dan Pemerintah sehingga memberikan organisasi karakter hukum . Para Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan (SADC) adalah organisasi antar pemerintah yang berkantor pusat di Gaborone, Botswana. Tujuannya adalah untuk kerjasama dan integrasi sosial-ekonomi lebih lanjut serta kerjasama politik dan keamanan di antara 15 negara-negara Afrika selatan. Ini melengkapi peran Uni Afrika. Negara Anggota yang Angola, Botswana, Republik Demokratik Kongo, Lesotho, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Seychelles, Afrika Selatan, Swaziland, Tanzania, Zambia dan Zimbabwe Markas SADC berlokasi di Gaborone, Botswana. SADC memiliki 15 negara anggota, salah satu yang keanggotaannya saat ini ditangguhkan:

Angola

Botswana

Democratic Republic of the Congo since 8 September 1997

Lesotho

Malawi

Mauritius since 28 August 1995

Mozambique

Namibia since 31 March 1990 (since independence)

Perjanjian Perdagangan Bebas Eropa Tengah (CEFTA) adalah sebuah perjanjian dagang antara negara non-UE di Eropa Tengah dan Tenggara.

Anggota[sunting | sunting sumber]


Pada 1 Mei 2007, negara anggota CEFTA adalah Albania, Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Makedonia, Moldova, Montenegro, Serbiadan Kosovo. Bekas anggotanya Bulgaria, Republik Ceko, Hungaria, Polandia, Rumania, Slovakia dan Slovenia. Keanggotaan CEFTA mereka berakhir ketika mereka bergabung dengan UE.

Negara anggota

Bergabung Keluar

Polandia

1992

2004

Hongaria

1992

2004

Republik Ceko Cekoslowakia Slowakia 1992

2004

2004

Slovenia

1996

2004

Rumania

1997

2007

Bulgaria

1999

2007

Kroasia

2003

Makedonia

2006

Bosnia dan Herzegovina

2007

Moldova

2007

Serbia

2007

Montenegro

2007

Albania

2007

Kosovo

2007

The Common Market dari Cone Selatan dibuat pada tanggal 26 Maret 1991, ketika Argentina , Brasil , Paraguay dan Uruguay menandatangani Perjanjian Asuncin . Dua instrumen utama Perjanjian adalah empat tahun Program Liberalisasi Perdagangan dan komitmen untuk menerapkan tarif eksternal umum pada 1 Januari 1995. Mendahului Asuncin Perjanjian adalah tanda tangan pada tahun 1986 oleh Argentina dan Brasil dari Acta para la Integracin Argentina - Brasilea . Kesepakatan baru ini bertujuan untuk memperluas perdagangan bilateral antara kedua negara dengan mengadopsi pendekatan sektoral . Dua perjanjian lainnya didahului Mercosur : the Tratado de Integracin pada tahun 1989 , dan Acta de Buenos Aires pada tahun 1990 . Pertemuan diadakan pada bulan Agustus 1990 dengan negara-negara Selatan Cone lain menyebabkan Asuncin Perjanjian Maret 1991 . Pada tanggal 17 Desember 1994, presiden dari empat negara Mercosur bertemu di Ouro Preto di Brazil untuk menandatangani sebuah dokumen yang menetapkan 1 Januari 1995 sebagai tanggal pelaksanaan tarif eksternal umum ( CET ) untuk 85 persen dari produk impor dari ketiga negara. Pertemuan juga menyepakati sejumlah pengecualian untuk liberalisasi perdagangan . The CET berkisar dari 0 persen sampai maksimal 20 persen . Setiap negara diizinkan daftar pengecualian yang akan dihapus dalam lima tahun . Bahkan , untuk masing-masing produk tersebut , tarif akan jatuh secara otomatis setiap tahun secara linear sampai menjadi sama dengan CET pada tahun 2001 . Tarif dalam negeri akan berkumpul untuk 14 persen pada tahun 2001 untuk Brasil dan Argentina dan pada tahun 2006 untuk Uruguay dan Paraguay dalam hal barang modal , dan 16 persen pada tahun 2006 untuk produk teknologi informasi . Akhirnya , 90 persen dari barang yang diperdagangkan mulai beredar secara bebas per 1 Januari 1995. Dewan Pasar umum adalah badan pembuat kebijakan Mercosur itu . Hal ini terdiri dari empat negara ' menteri luar negeri dan ekonomi . The Common Market Group adalah lembaga eksekutif bertugas mengawasi dan melaksanakan Perjanjian .Mercosur juga memiliki Sekretariat yang berbasis di Montevideo , Komisi Perdagangan dan Pengadilan Penyelesaian Perselisihan di Asuncin . Pada awal tahun 1995, Brazil meningkat tarifnya dari 32 persen menjadi 70 persen pada 109 produk dibebaskan dari serikat pabean . Contohnya termasuk mobil , peralatan audio, dan barang-barang konsumen . Pemerintah Brazil telah menekankan bahwa peningkatan ini akan berada di tempat hanya untuk satu tahun , hanya untuk membantu Brasil untuk mengatasi kesulitan ekonomi internal .Dewan Pasar Bersama bertemu di Asuncin pada tanggal 25 April 1995, dan mengadopsi keputusan yang akan memungkinkan Brazil untuk meningkatkan daftar pengecualian nya 300-450 produk untuk tahun berikutnya . Argentina

dan Uruguay masih berhak atas 300 pengecualian dari tarif eksternal umum blok itu , sementara Paraguay memiliki 399 .
pembentukan ECOWAS (Economic Communitiy of West African States) melalui Perjanjian Lagos pada 28 Mei 1975 (Sturman, 2012). ECOWAS memiliki tujuan utama yaitu mempromosikan kerjasama dan integrasi dibidang ekonomi, sosial, aktivitas budaya serta memimpin pembangunan ekonomi dan keuangan bersama melalui integrasi ekonomi negaranegara anggotanya. ECOWAS juga hirau pada perkembangan industri, transportasi,

telekomunikasi, energi, pertanian, dan sumber daya alam. Dalam perjanjiannya, ECOWAS membangun perekonomian negara-negara Afrika Barat dengan membentuk pasar bersama melalui liberalisasi perdagangan, seperti penghapusan pajak ekspor dan impor serta penghapusan hambatan tarif antar negara anggotanya.
Dalam struktur organisasi ECOWAS sendiri terdapat 9 badan utama, yaitu the Authority of Heads of State and Government, the Council of Ministers, the Community Parliament, the Economic and Social Council, the Community Court of Justice, the Executive Secretariat, the Fund for Co-operation, Compensation and Development, Specialised Technical Commissions, and Any other institutions that may be established by the Authority (ECOWAS Commision, 2012). Dalam mendukung integrasi ekonomi sekaligus membantu pertumbuhan perekonomian negara-negara anggotanya, ECOWAS memiliki organ utama yaitu Bank ECOWAS Untuk Pembangunan dan Investasi, Bank ini dirancang untuk menerapkan kebijakan, mengejar sejumlah program dan melaksanakan proyek-proyek pembangunan di negara-negara anggota. Dengan cara ini ECOWAS dapat mengarahkan pembangunan ekonomi disetiap negara anggotanya. Pada perkembangannya, negara-negara Afrika Barat yang tergabung dalam ECOWAS ini tidak hanya terfokus pada ekonomi saja, tetapi juga pada stabilitas dan keamanan kawasan Afrika Barat. Sejak tahun 1993 ECOWAS juga memperluas fokusnya pada kerjasama dibidang politik antar negara anggotanya. Selain itu ECOWAS juga difokuskan untuk mencegah dan menangani konflik yang terjadi di negara-negara anggotanya. Mengingat Afrika adalah kawasan yang rawan konflik baik karena etnis, ekonomi, atau instabilitas politik, maka ECOWAS memfokuskan perhatiannya pada pencegahan dan penyelesaian konflik juga. Salah satu contoh konflik baru-baru ini adalah kasus pemberontakan yang terjadi di Mali, ketika tentara pemberontak Mali mengkudeta presiden dan menguasai pemerintahan Mali. Beberapa waktu lalu terjadi pemberontakan di Mali yang dilakukan oleh tentara yang disebabkan karena kemarahan akibat tindakan pemberontakan Tuareg yang berupaya memerdekakan Mali Utara. Pemberontakan itu bermula setelah anggota paratrooper elite yang dikenal sebagai pasukan Baret Merah itu marah dengan cara pemerintah menangani pemberontakan pimpinan Tuareg yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa sekitar 200.000 warga sipil yang lari dari rumah. Para tentara pemberontak juga menuduh Presiden Tour kurang berupaya dalam mengatasi pemberontak Tuareg di utara Mali (Wacana Bandung, 2012). Pemberontakan ini jelas mengundang kecaman internasional dan juga perhatian dari ECOWAS sebagai organisasi regional di kawasan Afrika Barat. Para petinggi ECOWAS dalam

kasus ini mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi-sanksi diplomatik, perdagangan, dan finansial kepada junta militer Mali berkuasa di pemerintahan kala itu. Kebijakan ECOWAS ini ternyata menuai dampak positif, pemberontak militer Mali menyetujui sebuah perjanjian yang ditawarkan ECOWAS mengenai pengalihan kekuasaan ke pemerintahan sementara sampai digelarnya Pemilihan Umum dalam waktu dekat. Menurut perjanjian ECOWAS dengan pemberontak tersebut ketua parlemen Diouncounda Traore mengambil alih jabatan presiden sementara. Dalam waktu 40 hari Traore diwajibkan menggelar pemilihan parlemen. Selain itu perjanjian tersebut juga memberikan amnesti bagi para tentara yang melakukan kudeta terhadap Presiden Mali Amadou Toumani Tour, sebagai imbalannya ECOWAS juga mencabut sanksi yang dijatuhkannya terhadap Mali pasca kudeta tersebut (Kostermans, 2012). Dari contoh kasus ini ECOWAS memiliki peran penting dala penyelesaian konflik di negara anggotanya, ECOWAS menajdi sebuah organisasi regional yang mampu menjadi penengah konflik. Peran seperti inilah yang terus dikembangkan ECOWAS dalam membentuk integrasi antar negara-negara di kawasan Afrika Barat. ECOWAS sebagai organisasi regional negara-negara Afrika Barat telah tumbuh tidak hanya dalam membangun kerja sama ekonomi antar negara anggotanya, tetapi juga menjadi organisasi regional yang berperan dalam membentuk integrasi kawasan dan menjaga stabilitas kawasan. ECOWAS telah menjadi alat mediasi bagi negara-negara Afrika Barat dalam meredakan konflik yang terjadi di negaranya. ECOWAS dapat menjadi sebuah forum terbuka antar negara-negara Afrika Barat dalam menyelsesaikan permasalahan-permasalahan kawasan. ECOWAS juga dapat menjadi sarana bagi negara-negara Afrika Barat untuk berhubungan dengan dunia luar dan membentuk interdependensi ekonomi yang dapat membantu pembangunan di Afrika Barat. ECOWAS telah berperan penting dalam regionalisme dan pembentukkan integrasi negara-negara Afrika Barat untuk menjadi kawasan yang lebih solid dan menjadi organisasi regional yang memimpin pembangunan dibidang ekonomi, sosial, aktivitas budaya dan keuangan bersama negara-negara anggotanya.