Anda di halaman 1dari 8

Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat allah swt, yang telah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua dalam keadaan sehat, karena hanya dengan rahmatnya lah penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul MEMAHAMI STANDAR MENU DAN PORSI

Penulisan makalah ini sepenuhnya dikerjakan oleh penulis oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut.

Akhirnya penulis berharap,semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.

Bukittinggi,

April 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar ..1 Daftar isi .......2 Bab I Pendahuluan ....3


1.1 Latar belakang .....3 1.2 Tujuan .3 1.2.1 Tujuan umum .3 1.2.2 Tujuan khusus 3

BAB II ISI.4
2.1.Konsep Menu...4 2.2.Angka Kematian Bayi (AKB).....5 2.3 Standar Makanan 6 2.4 Cara Memilih Makanan ..7

BAB III Penutup ..8


3.1 Kesimpulan 8 3.2 Saran ...8

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Penulis mengambil judul makalah dengan judulMEMAHAMI STANDAR MENU DAN PORSI tentang konsep menu,angka kematian bayi,standar makanan dan cara memilih makanan.

1.2 Tujuan

1.2.1.Tujuan umum Secara umum,penulisan makalah yang berjudul MEMAHAMI STANDAR MENU DAN PORSI ini untuk mengetahui apa yang perlu diperhatikan tentang isi dari makalah ini.agar kami bisa menerapkanya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang ada.

1.2.2.Tujuan khusus

Secara khusus, makalah ini penulis buat sebagai tugas individu semester 2 pada program studi S1 keperawatan .

BAB II ISI

2.1. Konsep Menu


Kata menu bias diartikanhidangan .Menu adalah susunan makanan yang dimakan oleh seseorang untuk sekali makan atau untuk sehari-hari. Manfaat Perencanaan Menu .Dapat disusun hidangan yang mengandung zat gizi yangdibutuhkan oleh tubuh. Variasi dan kombinasi hidangan dapat diatur sehingga dapatmenghindari kebosanan yang disebabkan pengulangan jenis bahanmakanan dan cara pengolahan. Susunan hidangan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan ataubiaya yang tersedia. Menghemat waktu dan tenaga. Perencanaan*menu dapatdisesuaikan dengan kondisi, sehingga sudah dapat diperkirakanwaktu dan tenaga yang dibutuhkan. Menu yang terencana dengan baik dapat menjadi alat pendidikangizi yang baik, karena menu yang baik mengajarkan pola makanyang baik. Ungkapan empat sehat lima sempurna lebih dari sekadar motto. Bahasa gizi yang menunjukkan kepada masyarakat bagaimana menata menu yang menyehatkan. Hanya apabila menu tergolong menyehatkan tubuh akan terpelihara, dan penyakit akan terhindarkan SESUNGGUHNYA tidak lagi sekadar empat sehat lima sempurna. Dunia gizi bergeser ke konsep menu seimbang (balanced diet). Lebih dari itu, kini menukik lagi ke dalam diet sehat (healthy diet) yang mengusung piramida menu harian dimana kita dapat melihat bahwa menu sehat tidak hanya didasarkan pada kecukupan kalori, melainkan seluruh kecukupan zat gizi seperti karbohidrat, lemak, serta protein dengan takaran yang tepat Menurut Putra Suarthana (2002 : 74) menyatakan bahwa :Menu adalah daftar makanan yang tersedia untuk pelanggan Pada dasarnya makanan / hidangan yang tersedia haruslah disusun berdasarkan Menu Skeleton (kerangka menu) sebagai berikut : 1. Appetizer (Hidangan Pembuka) 2. Soup (Sop), (masih termasuk hidangan pembuka) 3. Main Course (Hidangan Pokok) 4. Dessert (Hidangan Penutup)

2.2. Angka Kematian Bayi


Angka kematian bayi (Infrant Mortality Rate) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat karena dapat menggambarkan kesehatan penduduk secara umum. Angka ini sangat sensitif terhadap perubahan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Angka kematian bayi tersebut dapat didefenisikan sebagai kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun (BPS). Sedangkan untuk menghitung angka kematian bayi dapat dihitung dengan cara : AKB = jumlah kematian bayi dibawah umur 1tahunselama tahun X jumlah kelahiran bayi pada tahun X Tiga penyebab utama dari angka kematian bayi baru lahir diantaranya adalah: kelahiran prematur, infeksi berat, dan komplikasi selama kelahiran. Ketiga penyebab utama ini yang bisa teridentifikasi dalam laporan rekam medik. Penyebab-penyebab tersebut merupakan 80 persen faktor utama dari semua angka kematian bayi. Indonesia telah melakukan pengurangan yang dramatis dalam tingkat kematian bayi baru lahir selama dua dekade terakhir. Namun, masih menjadi salah satu dari 10 negara dengan angka kematian tertinggi dengan indeks dua pertiga dari tiga juta angka kematian bayi yang terjadi secara global per tahun. Menurut Edriana, masalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi memang tidak mudah. Tapi ia jadi khawatir menjelang JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), ketika semua orang di daerah harusnya mendapat pelayanan kesehatan, namun jumlah bidan masih kurang apalagi dokter.

"Karena ia bidan satu-satunya di kampung tersebut, ia juga menjadi bidan di kampung tetangga yang jaraknya cukup jauh. Walaupun dia naik motor tapi daerahnya bisa dibilang terjal (off road). Menurut keterangan bidan tersebut, waktu itu kondisi istri pria yang menuntutnya masih aman sehingga ia memutuskan untuk pergi menolong wanita melahirkan ke kampung lain. Sayangnya, ketika wanita itu ditinggal bersama dukun, wanita itu mengalami pendarahan dan akhirnya meninggal dunia. Dan saat itu si bidan dituntut, " katanya. Belum lagi permasalahan gaji bidan yang menggunakan sistem reimburse yang menurut Pemda (Pemerintah Daerah) akan dibayar 6 bulan. Tapi pada kenyataannya, pembayaran sering terlambat dan untuk menutupi hal tersebut bidan akhirnya kesulitan.

2.3. Standar Makanan Praktek-Praktek Keselamatan Makanan dan Syarat-Syarat Umum perusahaan-perusahaan makanan diharapkan dapat memastikan, sedapat mungkin, agar para pekerja mereka yang menangani makanan dan siapa saja di perusahaan tidak mengotori makanan. Perusahaan-perusahaan makanan juga mempunyai tanggung-tanggung jawab tertentu yang berhubungan dengan keselamatan dari orang-orang yang menangani makanan, penyediaan fasilitas-fasilitas tempat cuci tangan, memberitahukan kepada yang menangani makanan mengenai kesehatan dan kebersihan sebagai kewajiban mereka dan rahasia pribadi dari yang menangani makanan. 1. Kenali makanan yang aman Makanan yang aman adalah bebas dari bahan-bahan berbahaya termasuk bahan kimia. Bahan berbahaya ini bisa memicu penyakit pada anak dan jika tidak terdeteksi secara dini akan fatal akibatnya. 2. Membeli makanan yang aman Tidak selalu anak dilarang jajan untuk menjaga pola makan yang sehat. Anda perlu sesekali membelikan anak makanan diluar, namun ajari anak untuk bisa memilih makanan yang aman, bersih, bebas debu, bebas lalat, dan lokasi tempat berjualan tidak berdekatan dengan timbunan sampah. 3. Membaca label makanan Anda perlu menjadi konsumen yang cerdas saat memilih makanan dalam kemasan. Perhatikan labelnya dengan seksama apakah makanan mengandung bahan-bahan berbahaya atau tidak. Ketahui istilah-istilah umum di dunia pangan agar tidak terjebak makanan berbahaya seperti monosodium glutamake (MSG), preservative (pengawet). Cek juga tanggal kadaluarsa makanan sebelum dibeli. 4. Jaga Kebersihan Selain menerapkan standar makanan sehat Anda juga harus mempertimbangkan kebersihkan makanan untuk membiasakan pola hidup sehat. Pastikan mencuci tangan sebelum makan dan gunakan alat makan yang sudah bersih. 5. Catat apa yang ditemukan Jangan lewatkan makanan yang tidak memenuhi syarat sehat dijual umum begitu saja. Catat jika ada kandungan berbahaya atau tanggal kadaluarsa dan laporkan ke BPOM setempat. Tentunya dengan melaporkan hal ini BPOM akan menarik peredaran makanan terkait dan orang lain tidak menjadi korban selanjutnya.

2.4.Cara Memilih Makanan


1.Konsumsi Makanan Yang Kaya Nutrisi.Dibutuhkan 40 jenis nutrisi untuk membuat tubuh Anda tetap sehat. Dan satu jenis makanan saja tak bisa mencukupi asupan semua jenis ini. 2. Konsumsi Padi-Padian Penuh, Buah dan Sayuran. Survey menunjukkan kalau kebanyakan orang tak cukup mengkonsumsi jenis makanan ini. 3. Atur Berat Badan Seimbang. Berat badan yang sesuai untuk Anda tergantung pada banyak faktor, termasuk jenis kelamin, tinggi badan, usia dan keturunan. Kelebihan berat berat badan membuat tekanan darah Anda meningkat, menyebabkan sakit liver, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker atau penyakit lainnya. 4. Makan Dalam Ukuran Yang Layak. Jika Anda mempertahankan ukuran porsi Anda yang masuk akal, lebih mudah untuk menyantap makanan yang Anda inginkan supaya Anda tetap sehat. Apa Anda tahu rekomondasi makanan masak yang disajikan adalah 3 ons. Ukuran sedang buah-buahan adalah satu porsi dan satu cangkir pasta yang seimbang dua porsi, dan 4 porsi es krim 5. Makan Secara Teratur. Melewatkan jam makan hanya akan membuat kontrol rasa lapar hilang, bahkan hasilnya malah jadi rasa lapar yang berlebihan. Saat Anda merasa lapar, itu juga berarti Anda melupakan soal nutrisi dalam makanan Anda. 6.Kurangi, Bukan Membatasi Porsi Makan. Kebanyakan orang menyantap Makanan untuk menyenangkan diri. Jika makanan favorit Anda jenis yang tinggi lemak, garamatau gula, kunci untuk menjadikannya layak. Periksa terlebih dahulu kandungan dalam diet makanan Anda dan ubahlah jika itu perlu. 7. Seimbangkan Pilihan Makanan Anda Setiap Saat. Tak semua makanan harus sempurna. Saat Anda menyantap makanan tinggi lemak, garam atau gula, pilih yang bahan-bahannya paling rendah. Jika Anda melewatkan kelompok makanan ini dalam sehari, perbaiki di hari berikutnya. 8. Mengetahui Kesulitan Program Diet Anda. Perbaiki kebiasaan makan Anda, pertama kenali apa yang salah dengan pola makan Anda. Tuliskan apapun yang Anda makan dalam tiga hari, lalu periksa daftar tersebut dan cocokkan dengan tips ini. 9. Buat Perubahan Secara Bertahap.Tak pernah ada makanan super atau diet sehat yang mudah, jangan mengharapkan bisa langsung menghapus kebiasaan makan Anda dalam semalam. 10. Ingat, Makanan Bukan Sebuah Kebiasaan Buruk. Pilih makanan yang didasarkan pada pola makan total Anda, bukan berdasarkan baik atau buruk.
7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Kata menu bias diartikanhidangan .Menu adalah susunan makanan yang dimakan oleh seseorang untuk sekali makan atau untuk sehari-hari. Angka kematian bayi (Infrant Mortality Rate) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat karena dapat menggambarkan kesehatan penduduk secara umum.

3.2 Saran

Saya menyadari akan kekurangan dalam makalah ini, maka pembaca dapat menggali kembali sumber-sumber lainnya, untuk menyempurkan pemahaman tentang isi dari makalah kelompok kami.

Jadi saya sangat berterima kasih jika ada pembaca yang memberikan kritik dan saran terhadap makalah saya . Agar saya bisa lebih baik dalam penulisan selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembacanya.