Anda di halaman 1dari 4

I.

Tujuan Mahasiswa diharapkan dapat membuat sediaan injeksi asam folat dengan baik

II. Dasar teori Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atau selaput lendir. Injeksi dilarutkan dengan melarutkan, mengemulsikan atau mensuspensikan sejumlah obat ke dalam sejumlah pelarut atau dengan mengisikan sejumlah obat kedalam wadah dosis tunggal atau wadah dosis ganda. Pada praktikum ini dibuat injeksi asam folat. a. Zat aktif Asam folat (Vitamin B9, Folic Acid atau Vitamin Hematopoietik "!armaceutical #ode$% &rd ed% '(&)'(* Pemerian : serbuk mikrokristal berwarna kuning sampai orange, tidak berbau atau hampir tidak berbau, tidak berasa. Titik didih :asam folat tidak mempunyai titk didih, tetapi hangus dan terbakar pada 2 !o " p# : sediaan injeksi asam folat memiliki p# $%&& 'Martindale( )&st ed( page &)*&+ ,elarutan : praktis tidak larut dalam air dingin dan etanol, tidak larut dalam kebanyakan pelarut organik, larut dalam larutan #"l dan #2- dan larutan .a/# atau larutan .a2"/) -tabilitas dalam larutan : dapat mengendap dalam larutan asam amino dan dalam larutan mengandung ion kalsium tinggi. -tabil dalam larutan pada p# diatas 0arutan encer asam folat sebagian atau seluruhnya tidak aktif oleh panas atau cahaya, dan proses dekomposisinya semakin cepat dengan adanya ribofla1in, thiamin atau logam metal. (T!e

2sam folat pada larutan dengan p# *%3,$ stabil lebih dari &2 bulan pada * o dan 2 o. Pada nilai p# rendah ') % 4+, ada sedikit asam folat yang tidaak terlarut. Inkompatibilitas : asam folat tidak tercampurkan dengan bahan pengoksidasi, bahan pereduksi, atau ion logam metal. Pada larutan etanolat, tidak tercampurkan dengan kloral hidrat, feri sulfat, sulfonamid, musilago akasia, dan syrup cherry atau raspaberry. +. Ba!an tam+a!an ,an- di-unakan .. /atrium 0detat (Handbook of pharmaceutical exipients,1994, !al. .(1 ) .(9 Pemerian : serbuk tidak berbau dan berkristal dengan sedikit rasa asam p# : 4,) 5 4,6 untuk larutan air bebas karbon &7 b81 Titik beku : !,&4o " 'pada larutan air &7 b81+ Titik leleh : dalam bentuk dihidrat akan terdekomposisi pada 2 2o " ,elarutan : praktis tidak larut dalam kloroform dan eter, larut dalm etanol 3 7 dan air '&:&&+ 9ungsi : agen pengkompleks8penghelat( agen terapeutik -tabilitas dan kondisi penyimpanan : stabil pada keadaan padatnya, lebih stabil dari asam bebas, yang mana akan terkarboksilasi apabila dipanaskan pada suhu diatas & !o". :inatrium edetat dihidrat kehilangan air dan kristalnya pada suhu &2!o" Inkompabilitas : tidak bercampur dengan agen pengoksidasi kuat, basa kuat, dan ion 5 ion poli1alen. 2. A3ua steril pro Injectio (FI III, Hal. 9( 2ir steril untuk injeksi adalah air suling segar yang disuling kembali, disterilkan dengan cara sterilisasi 2 atau "

Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau. ,easaman 5 kebasaan, ammonium, besi, tembaga, timbale, kalsium, klorida, nitrat sulfat, ;at teroksidassi memenuhi syarat yang tertera pada a<ua destilata.

,hasian dan penggunaan : untuk pembuatan injeksi

&. 4odium c!loride (Handbook of pharmaceutical exipients,1994, !al. *&9 Pemerian : natrium klorida terlihat sebagai serbuk kristalin putih atau kristal tanpa warna, memiliki rasa asin 9ungsi : sebagai pengatur tonisitas sediaan p# : p# natrium klorida larutan jenuh adalah *,6 5 6,) Titik leleh : $&!o" ,elarutan : sedikit larut dalam etanol, etanol 3 7 = &:2 !( gliserin = &:&!( 2ir =&:2,$ 'suhu ruang+, &:2,* 'pada &!!o"+ -tabilitas : larutan natrium klorida, stabil tetapi dapat menyebabkan pemisahan partikel gelas dari beberapa tipe wadah gelas tertentu Inkompabilitas : larutan natrium klorida korosif terhadap besi, bereaksi membentuk endapan dengan garam perak, garam timbal, dan garam raksa. -enyawa pengoksidasi kuat membebaskan klorin dari larutan natrium klorida yang terasamkan. Pengawet metil paraben akan berkurang kelarutannya dalam larutan natrium klorida. *. Dapar fosfat (FI ed.III, Hal. .5 6 115 :apar fosfat terdiri dari : .a#2P/4 dan .a2#P/4, mempunyai p# $( disterilisasi dengan menggunakan autoklaf. /aH2"7* (FI ed.III, Hal.(.8 , (Handbook of pharmaceutical exipients,1994, !al. *5* 9 *51

Pemerian : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna 9ungsi : agen pendapar p# : 4,& 5 4, pada larutan 7 b81 p,a : 2,& pada suhun2
o

"

,elarutan : larut dalam & bagian air, sedikit larut pada suhu 2 o" Inkompabilitas : ;at alkalin atau karbonat Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, pada tempat sejuk dan kering

/a2H"7* (FI ed.III, Hal.22( , (Handbook of pharmaceutical exipients,1994, !al. *5( 9 *5' 9ungsi : agen pendapar

Pemerian : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa asin, dalam udara kering merapuh p# 3,& untuk larutan &7 b81 p,a& : 2,& pada suhun2
o

"

p,a2 : 6,2! pada suhu 2 o ". ,elarutan : larut dalam bagian air, sukar larut dalam etanol '3 7+ P

Inkompatibilitas : tidak bercampur dengan alkaloid, antipirin, kloral hidrat, asetat, pirogalol, resorcinol, dan kalsium glukonat. Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, pada tempat sejuk dan kering