Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDU

Judul Praktikum Mata Kuliah / Kode Semester / SKS

: Pengukuran Frekuensi Dengan Cara Lissajous : Praktek Dasar Teknik Elektro / E3014009 : 1 (satu) / 2 SKS

Nama Mahasiswa : Akhmad Wahyu Prasetyo Wibowo NIM : 5301412074 Kelompok :6 Tanggal Praktikum : 21 November 2012 Tanggal Penyerahan Laporan : 28 November 2012 Dosen Pengampu Nilai : Drs. Agus Purwanto :

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

Laboratorium Elektro Jurusan Teknik Elektro

FAKULTAS TEKNIK UNNES Pengukuran Frekuensi Semester : 1 Praktikum ke 4 dengan Cara Lissajous Waktu : 2 SKS

A. Tujuan praktikum a. Mahasiswa dapat menggunakan Osiloskop untuk menggambar bentuk Lissajous b. Mahasiswa dapat membandingkan hasil pengukuran dengan teori. c. Mahasiswa dapat menghitung frekuensi FH dan frekuensi FV d. Memahami bagaimana pola-pola Lissajous dapat terbentuk. e. Menggambarkan pola-pola Lissajous dengan menggunakan fungsi sinusoidal padasumbu-x dan sumbu-y.

B. Teori dasar Pola-pola Lissajous adalah pola-pola pada bidang-xy yang muncul akibat superposisi osilasipada sumbu-x dan sumbu-y x(t ) = A sin(2f At + A ) y (t ) = B sin( 2f B t + B ) Bila fA = fB dan A = B maka pola akan berbentuk garis lurus yang memenuhi : y=Bx.A Bila |A B| = /2 dan A = B = R maka pola elips akan menjadi pola berbentuk lingkarandengan persamaan

x2 + y2 = R2 . Selain dari bentuk-bentuk sederhana tersebut dapat muncul banyak bentukbentuk lain yangsecara umum dapat dinyatakan dengan fungsi-fungsi tersendiri.

Definisi Frekuensi Adalah suatu pernyataan yang menggambarkan " Berapa banyak gelombang yang terjadi tiap detiknya" dalam satuan Hz. Bila disitu tertulis 25Hz berarti ada 25 gelombang ( 1gelombang terdiri atas1 Bukit & 1 Lembah ) yang terjadi dalam 1 detik, ini berarti 1 buah gelombang memakan waktu 1/25 detik = 0.04 detik untuk tereksekusi sepenuhnya ( Inilah yang biasa disebut dengan Periode Gelombang = Waktu yang dibutuhkan 1 gelombang untuk tereksekusi

seluruhnya ) . Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini:

Dalam kenyataannya hasil gambar lissajous sendiri sangat banyak jenisnya tergantung dari Frekuensi, Beda Fase & Amplitudo kedua gelombang yang diperbandingkan ( Dalam contoh diatas kurva lissajous yang terbentuk terjadidari 2 gelombang yang memiliki Rasio Frekuensi 1 : 2 || Rasio Amplitudo 1 : 1 || Beda Fase = 0 derajat ) . Berikut contoh-contoh dari hasil kurva lissajous yang lain:

( BedaFase 0 derajat, Freksama )

( BedaFase 180 derajat, Freksama )

( BedaFase 90, Freksama, Amplitudo X = Amplitudo Y )

( BedaFase 90, Freksama, Amplitudo X >Amplitudo Y )

Itu adalah rumus untuk kuva yang lingkaranya serong kekanan untuk kurva lissajous yang lingkarannya serong kekiri, perhatikan gambar dibawah ini :

C. Alat dan bahan yang diperlukan 1. Osiloskop 2. Generator Sinyal (LFG1& LFG2) 3. Alat tulis 4. Probe Osiloskop

D. Langkah kerja Atur LFG1 pada frekuensi 3 KHz tegangan 1V bentuk sinus. Hubungkan LFG1ke input V1pada CRO. Atur time/div pada posisi angka 1mS Atur frekuensi LFG2pada kedudukan angka 10 atau 100 dan tegangan1V bentuksinus .Hubungkan LFG2ke input Hpada CRO. Atur time/div pada posisi angka 1mS Atur frekuensi LFG2 sampai pada layar terjadi gambar bulatan yang selalu berubah dari bulat, elip, garis miring kekiri, elip, garis miring kekanan, dan kembali bulat. Catat frekuensi LFG2dan gambar bentuk-bentuk tersebut pada tabel . Perbesar frekuensi LFG, sehingga suatu saat terja digambar. Gambar dan catat frekuensi yang ditunjukan LFG2pada tabel Perkecil frekuensi LFG2sehingga suatu saat terjadi gambar. Gambar dan catat frekuensi yang ditunjukan LFG2pada table Dengan merangkaiannya seperti dibawah ini

OSCILOSKOP

LFG 1

CH 1 CH 2 LFG 2

E. Data pengukuran TABEL 1 Pengukuran Tegangan LFG1 (KHz) Bentuk Lissajous Frekuensi LFG2 (KHz) Terukur Perhitungan Selisis (KHz)

Ket

3,1

0,1

1:1

1,6

1,5

0,1

2:1

2,1

0,1

3:2

1,08

0,08

3:1

6,4

0,4

1:2

4,7

4,5

0,2

2:3

9,5

0,5

1:3

F. Analisis dan pembahasan. MenghitungfrekuensiLFG2perhitungan : 1. 1 : 1

=
x= 3 KHz 2. 2 : 1

=
2x = 3 x = 1,5 KHz 3. 3 : 2

=
3x = 6 x = 2 KHz 4. 3 : 1

=
3x = 3 x = 1 KHz 5. 1 : 2

=
x = 6 KHz 6. 2 : 3

=
2x = 9 x = 4,5 KHz 7. 1 : 3

=
x = 9 KHz

G. Kesimpulan Gambar / diagram Lissajous adalah sebuah tampilan gelombang pada layar osiloskop yang mencitrakan perbedaan atau perbandingan beda fase, frekuensi & amplitudo dari 2 gelombang inputan pada probe osiloskop. Hasil yang didapat dengan penghitungan teori dan pengukuran tidak sama persis. Alat ukur dimana-mana memiliki kesalahan alat ukur bisa disebabkan oleh faktor usia dan juga tingkat presisi. Selain itu kesalahan human error saat membaca hasil pengukuran. Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol. Display menyerupai tampilan layar televisi hanya saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Langkah awal pemakaian yaitu pengkalibrasian. Yang pertama kali harus muncul di layar adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Yang perlu disetel adalah fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position. Untuk melakukan pengukuran tegangan pembacaan pada kotak vertical, sedangkan untuk melakukan pengukuran frekuensi dilakukan dengan cara membaca jumlah kotak secara horizontal.