Anda di halaman 1dari 18

NEGARA:

SEJARAH TERJADINYA NEGARA PERIODE PERKEMBANGAN NEGARA

Makalah Geografi Budaya & Politik

Disusun Oleh

Oswald Sitanggang

NIM: 3113331025

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2014
1

BAB I PENDAHULUAN

Pengertian negara atau defenisi negara dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Pengertian negara lainnya yang didefenisikan dalam KBBI adalah kelompok sosial yang menduduki

wilayah atau daerah tertentu yang di organisasi oleh pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. Asal mula terjadinya negara dibagi menjadi 2 yaitu Secara Primer atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis dan Secara Sekunder atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta Negara adalah sebuah organisasi atau badan tertinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur perihal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas serta memiliki kewajiban untuk mensejahterakan, melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Negara Negara adalah sebuah organisasi atau badan tertinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur perihal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas serta memiliki kewajiban untuk mensejahterakan, melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Pengertian negara menurut para ahli: 1. John Locke dan Rousseau, negara merupakan suatu badan atau organisasi hasil dari perjanjian masyarakat. 2. Max Weber, negara adalah sebuah masyarakat yang memiliki monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam wilayah tertentu. 3. Prof. Mr. Soenarko, Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai suatu kedaulatan, sedangkan Prof. Miriam Budiardjo memberikan pengertian Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongankekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Jadi Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya mempunyai kedaulatan (keluar dan ke dalam).

B. Unsur Unsur Negara 1. Penduduk Penduduk merupakan warga negara yang memiliki tempat tinggal dan juga memiliki kesepakatan diri untuk bersatu. Warga negara adalah pribumi atau penduduk asli Indonesia dan penduduk negara lain yang sedang berada di Indonesia untuk tujuan tertentu. 2. Wilayah Wilayah adalah daerah tertentu yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Wilayah adalah salah satu unsur pembentuk negara yang paling utama. Wilaya terdiri dari darat, udara dan juga laut. 3. Pemerintah Pemerintah merupakan unsur yang memegang kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan.

C. Fungsi Negara 1. Fungsi Pertahanan dan Keamanan Negara wajib melindungi unsur negara(rakyat, wilayah, dan pemerintahan) dari segala ancaman, hambatan, dan gangguan, serta tantangan lain yang berasal dari internal atau eksternal. Contoh: TNI menjaga perbatasan negara. 2. Fungsi Keadilan Negara Negara wajib berlaku adil dimuka hukum tanpa ada diskriminasi atau kepentingan tertentu. Contoh: Setiap orang yang melakukan tinfakan kriminal dihukum tanpa melihat kedudukan dan jabatan.

3. Fungsi Pengaturan dan Keadilan Negara membuat peraturan-perundang-undangan untuk melaksanakan kebijakan dengan ada landasan yang kuat untuk membentuk tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsan dan juga bernegara. 4. Fungsi Kesejahteraan Negara bisa mengeksplorasi sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan kehidupan masyarakat agar lebih makmur dan sejahtera.

D. Pentingnya Pengakuan Suatu Negara Oleh Negara Lain Salah satu unsur terdirinya suatu negara adalah adanya pengakuan suatu negara kepada negar lain. Ada dua teori yang menyatakan bahwa kedudukan unsur pengakuan negara kepada negara lain ini ada dua, yaitu teori konstitutif dan deklaratoir. 1. Teori konstitutif menyatakan bahwa unsur pengakuan sangat penting dalam pembentukan negara. Hal itu dikarenakan unsur inilah yang menjadikan negara dapat melangsungkan kehidupannya dalam hubungan internasional. 2. Teori deklaratif menyatakan bahwa unsur pengakuan hanya merupakan pengumuman terhadap negara lain bahwa telah berdiri negara baru. Ada atau tidaknya unsur ini, negara masih dapat melangsungkan kehidupannya. Pengakuan suatu negara sangat penting terutama bagi negara baru karena faktor faktor yaitu: 1. Tanpa pengakuan suatu negara maka negara baru tersebut akan terancam kelangsungan kehidupannya.

2.

Sudah menjadi hukum alam bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja sama dengan negara lain.

E. Bentuk Bentuk Negara Menurut teori modern, bentuk negara saat ini dibedakan menjadi dua, yaitu negara kesatuan (unitaris) dan negara serikat (federal) 1. Negara kesatuan (unitaris) Negara kesatuan adalah negara yang mempunyai kekuasaan untuk mengurus pemerintaan negara pada pemerintahan pusat. Dalam melaksanakan pemerintahan, sistem negara kesatuan ada dua macam, yaitu sistem sentralisasi dan desentralisasi. a. Negara kesatuan dan sentralisasi Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi adalah suatu pemerintahan yang semua urusan pemerintahan diselenggarakan oleh pemerintahan pusat, sedangkang pemerintahan daerah hanya melaksanakan b. Negara kesatuan desentralisasi Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi adalah suatu sistem pemerintahan yang tidak menyerahkan seluruh kekuasaan pemerintahan pada pemerintahan pusat, tetapi sebagai diserahkan kepada daerah.

2.

Negara serikat (federal) Negara serikat adalah negara yang terdiri atas beberapa negara bagian yang tidak berdaulat, sedangkang yang berdaulat adalah gabungan dari negara bagian tersebut.

3.

Koloni adalah suatu daerah yang tidak diperintah oleh pemerintah dari bangsa tersebut, tetapi diperintah oleh bangsa lain, dan seluruh urusan pemerintahan diatur negara yang menjajah.

4.

Trustee (perwalian) Berdasarkan isi perjanjian san Franscisci bahwa setelah PD II lahir berbentuk kenegaraan baru yang disebut trustee. Dalam piagam PBB dicantumkan bahwa yang termasuk trustee adalah ebagai berikut a. Daerah mandala yang lahir berdasarkan perdamaian Versailles. b. Daerah yang dilepaskan oleh negara yang kalah perang dalm PD. II c. Daerah yang dengan suka rela dilepaskan oleh negara yang menguasa.

5.

Dominion adalah bentuk negara yang hanya terdapat dalam sejarah ketatanegaraan inggris.

6.

Uni

adalah gabungan dari dua negara atau lebih yang dikepalai oleh

seorang tata atau kepala negara.

F. Sejarah Terjadinya Negara Asal mula terjadinya negara dibagi menjadi 2 yaitu Secara Primer atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis dan Secara Sekunder atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta.

1.

Secara Primer Terjadinya negara secara primer adalah bertahap yaitu dimulai dari adanya masyarakat hukum yang paling sederhana, kemudian berevolusi ketingkat yang lebih maju dan tidak dihubungkan dengan negara yang telah ada sebelumnya. Dengan demikian terjadinya negara secara primer adalah membahas asal mula terjadinya negara yang pertama di dunia. Tahapan terjadinya Negara: a. Genoot Schaft (Suku) Terdapat istilah Primus Interpares yang artinya Yang utama di antara sesama. b. Rijk/Reich (Kerajaan) Di sini muncul kesadaran hak milik dan hak atas tanah. c. Staat Kesadaran akan perlunya demokrasi dan kedaulatan rakyat. d. Diktatur Natie Pemerintahan yang dipimpin oleh seorang pilihan rakyat yang kemudian berkuasa secara mutlak.

2.

Secara Sekunder Terjadinya negara secara sekunder adalah membahas terjadinya negara baru yang dihubungkan dengan negara lain yang telah ada sebelumnya, berkaitan dengan hal tersebut maka pengakuan negara lain dalam teori sekunder merupakan unsur penting berdirinya suatu negara baru.

Untuk mengetahui terjadinya negara baru dapat menggunakan pendekatan faktual yaitu suatu pendekatan yang didasarkan pada kenyataan dan pengalaman sejarah yang benarbenar terjadi.

Menurut kenyataan sejarah, terjadinya suatu negara karena:

a. Penaklukan/Pendudukan (Occupasi). Suatu daerah belum ada yang menguasai kemudian diduduki oleh suatu bangsa. Contoh: Liberia diduduki budakbudak negro yang dimerdekakan tahun 1847. b. Pelepasan diri (Proklamasi). Suatu daerah yang semula termasuk daerah negara tertentu melepaskan diri dan menyatakan kemerdekaannya. Contoh : Belgia melepaskan diri dari Belanda tahun 1839, Indonesia tahun 1945, Pakistan tahun 1947 (semula wilayah Hindustan), Banglades tahun 1971 (semula wilayah Pakistan), Papua Nugini tahun1975 (semula wilayah Australia), 3 negara Baltik (Latvia, Estonia, Lituania) melepaskan diri dari Uni Soviet tahun 1991, dsb c. Peleburan menjadi satu (Fusi). Beberapa negara mengadakan peleburan menjadi satu negara baru. Contoh : Kerajaan Jerman (1871), Vietnam (1975), Jerman (1990), dsb. d. Pencaplokan / Penguasaan ( Anexatie ) Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai ( dicaplok ) oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contoh: negara Israel ketika dibentuk tahun 1948 banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania dan Mesir. e. Pelenyapan dan pembentukan negara baru. Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian diatas wilayah itu muncul negara baru.

Contoh : Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur tahun 1945. f. Fusi Peleburan 2 negara atau lebih dan membentuk 1 negara. g. Acessie Penarikan. Bertambahnya suatu wilayah karena proses pelumpuran laut dalam kurun waktu yang lama dan dihuni oleh kelompok. h. Cessie Penyerahan. Sebuah daerah diserahkan kepada Negara lain berdasarkan perjanjian. i. Inovasi Suatu Negara pecah, kemudian lenyap dan memunculkan Negara baru di atasnya. j. Separasi Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri dari Belanda.

Di samping itu untuk mempelajari asal mula terjadinya negara yang pertama dapat pula menggunakan pendekatan teoritis yaitu suatu pendekatan yang didasarkan kerangka pemikiran logis yang hipotesanya belum dibuktikan secara kenyataan. Atas dasar pendekatan tersebut, ada beberapa teori tentang asal mula terjadinya negara: 1. Teori Ketuhanan (Theokratis). Dasar pemikiran teori ini adalah suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu yang ada atau terjadi di alam semesta ini adalah semuanya kehendak Tuhan, demikian pula negara terjadi karena kehendak Tuhan. Sisasisa perlambang teori theokratis nampak dalam kalimat yang tercantum di berbagai Undang Undang Dasar negara, seperti : .. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa atau By the grace of God.

10

2.

Teori Kekuasaan. Menurut teori ini negara terbentuk karena adanya kekuasaan, sedangkan kekuasaan berasal dari mereka-mereka yang paling kuat dan berkuasa, sehingga dengan demikian negara terjadi karena adanya orang yang memiliki kekuatan/kekuasaan menaklukkan yang lemah.

3.

Teori Perjanjian Masyarakat Menurut teori ini, negara terbentuk karena sekelompok manusia yang semula masingmasing hidup sendirisendiri mengadakan perjanjian untuk membentuk organisasi yang dapat menyelenggarakan kepentingan bersama. Teori ini didasarkan pada suatu paham kehidupan manusia dipisahkan dalam dua jaman yaitu pra negara (jaman alamiah) dan negara. Teori ini dipelopori oleh Thomas Hobbes.

4.

Teori Hukum Alam. Menurut teori ini, terbentuknya negara dan hukum dengan memandang manusia sebelum ada masyarakat hidup sendirisendiri. Pemikiran pada masa plato dan Aristoteles

5.

Teori Perjanjian Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.

11

Sedangkan Tenggelamnya Negara dibagi menjadi 3 teori:

1. Teori organis: Negara diibaratkan suatu organism yang diliputi hukum perkembanganhidup. 2. Teori Anarkhis: Negara adalah suatu bentuk tata paksa yang hanya sesuai bagi masyarakat primitive. Pada saatnya Negara akan lenyap, masyarakat tanpa paksaan dan tanpa Negara. Cara melenyapkannya : a. Dengan kekerasan (revolusi) : Proudhon,Kropatkin,Bakunin. b. Dengan pendidikan & evolusi : Leo Tolstoy. 3. Teori Marxis: Negara pada saatnya akan lenyap dengan sendirinya, jika syaratsyarat bagi hidupnya tidak ada lagi. 4. Teori Lain Mengenai Lenyapnya Negara a. Karena factor alam: Negara yang tadinya sudah berdiri karena factor alam lalu lenyap/hilang. Contohnya: Gunung meletus. Pulau ditelan air laut.

b. Karena factor social: Negara sudah berdiri dan di akui Negara lain, tetapi karena factor social lalu lenyap. Karena penaklukan. Adanya revolusi. Adanya perjanjian. Adanya penggabungan.

12

G. Periode (Tahap) Perkembangan Negara Menurut W.W. Rostow Teori Rostow memandang pembangunan ekonomi sebagai proses perubahan yang bersifat garis lurus dan bertahap. Menurut Rostow, suatu perekonomian akan berkembang menjadi perekonomian maju dalam lima tahap. 1. Tahap Perekonomian Tradisional Pada tahap ini, kegiatan ekonomi masih berorientasi pada usaha untuk pemenuhan kebutuhan sendiri. Penerapan teknologi dan manajemen masih sangat rendah sehingga produktivitasnya juga masih rendah Adapun ciri-ciri tahap perekonomian tradisional sebagai berikut. a. Tingkat produksi dan produktivitas per pekerja masih sangat rendah, karena belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi modern. b. c. d. Mata pencaharian penduduk sebagian besar di sektor pertanian. Struktur sosial masih bersifat hierarkis. Hubungan keluarga masih sangat erat dan kekuasaan dipegang oleh mereka yang mempunyai tanah luas. e. Masyarakat pada masa ini cenderung statis, sehingga kemajuan yang dicapai sangat lambat.

2. Tahap pra-lepas landas Masyarakat tradisional meskipun sangat lambat namun terus bergerak, dan pada suatu titik mencapai prakondisi untuk lepas landas. Keadaan ini biasanya terjadi karena adanya campur tangan dari luar, yaitu dari masyarakat yang lebih maju. Tahap ini merupakan masa transisi di mana masyarakat mempersiapkan diri untuk mencapai tahap lepas landas. Prasyarat yang harus

13

dipenuhi untuk dapat lepas landas adalah adanya perubahan-perubahan yang cukup mendasar di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan sistem nilai. Pada masa transisi ini merupakan masa yang penting supaya berhasil pada tahap lepas landas.

3. Tahap lepas landas Tahap lepas landas merupakan tahap di mana perekonomian mampu tumbuh dan berkembang dengan kekuatan mandiri. Pada tahap ini penerapan teknologi dan manajemen modern makin luas dan intensif. Selain itu, terjadi perubahan drastis di bidang sosial maupun politik, serta terciptanya kemajuan ekonomi yang pesat karena inovasi-inovasi dan terbukanya pasar-pasar baru. Semua itu dapat meningkatkan investasi yang selanjutnya mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional di atas tingkat pertambahan penduduk. Ciri-ciri negara yang sudah lepas landas adalah: 1. Meningkatkan jumlah investasi dari 5% menjadi 10% dari Produk Nasional Neto, 2. Laju pertumbuhan beberapa sektor industri yang tinggi, sehingga dapat memacu sektor-sektor lain, 3. Terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan lembagalembaga yang menyebabkan pertumbuhan dapat berlangsung terus didukung dengan penggunaan sumber modal dalam negeri, serta 4. Masa lepas landas biasanya berlangsung dalam kisaran waktu 20 tahun.

14

4. Tahap Kedewasaan Tahap ini merupakan suatu periode di mana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor produksi dan kekayaan alamnya. Pada masa ini sektor-sektor ekonomi berkembang pesat dan leading industri mengalami kemunduran tetapi digantikan oleh sektor lainnya. Walaupun pertumbuhan ekonomi tidak setinggi tahap lepas landas, namun diimbangi pertumbuhan hal-hal kualitatif sehingga perekonomian makin kuat dan mandiri. Setelah lepas landas, kemajuan akan terus bergerak walaupun kadang terjadi pasang surut. Industri berkembang dengan pesat dan mulai memproduksi barang-barang yang tadinya diimpor. Pada tahap ini terjadi tiga perubahan penting, yaitu: a. b. Tenaga kerja menjadi lebih terdidik, Watak pekerja berubah dari pekerja kasar menjadi manajer yang efisien dan berwatak halus serta sopan, serta c. Masyarakat mulai jenuh dengan kemajuan industri dan mulai menginginkan sesuatu yang baru.

5. Tahap

Konsumsi

Massa

Tingkat

Tinggi

(High

Mass

Consumption) Pada tahap ini, tingkat konsumsi masyarakat sudah sangat tinggi, terutama konsumsi energi. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat Eropa Barat, Amerika Utara, dan Jepang. Ciri-ciri tahap ini adalah:

15

a.

Angkatan kerja memiliki jaminan yang lebih baik,

b. Tersedianya konsumsi bagi rakyat yang semakin memadai, c. Negara mencari perluasan kekuatan di mata dunia.

Karena pendapatan masyarakat yang meningkat, konsumsi tidak lagi terbatas pada kebutuhan pokok, tetapi meningkat ke kebutuhan yang lebih tinggi. Pada tahap ini merupakan ciri-ciri dari sebuah massa yang ideal di mana masyarakat hidup nyaman, sehingga terdapat kecenderungan untuk menambah jumlah keluarga sehingga jumlah penduduk akan meningkat. Teori Rostow ini didasarkan pada dikotomi masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Pada tahap-tahap tersebut yang paling penting dalam gerak kemajuan dari tahap satu ke tahap yang lain adalah pada periode tahap lepas landas. Proses perubahan tahap yang satu ke tahap yang lain memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.

16

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Negara adalah sebuah organisasi atau badan tertinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur perihal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas serta memiliki kewajiban untuk mensejahterakan, melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Asal mula terjadinya negara dibagi menjadi 2 yaitu Secara Primer atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis dan Secara Sekunder atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta. Terjadinya negara secara primer adalah bertahap yaitu dimulai dari adanya masyarakat hukum yang paling sederhana, kemudian berevolusi ketingkat yang lebih maju dan tidak dihubungkan dengan negara yang telah ada sebelumnya. Terjadinya negara secara sekunder adalah membahas terjadinya negara baru yang dihubungkan dengan negara lain yang telah ada sebelumnya, berkaitan dengan hal tersebut maka pengakuan negara lain dalam teori sekunder merupakan unsur penting berdirinya suatu negara baru. Periode (Tahap) Perkembangan Negara Menurut W.W. Rostow 1. Tahap Perekonomian Tradisional 2. Tahap Pra-Lepas Landas 3. Tahap Lepas Landas (Take Off) 4. Tahap Kedewasaan (Maturity) 5. Tahap Konsumsi Massa Tingkat Tinggi (High Mass Consumption)

17

DAFTAR PUSTAKA

Ubaedillah A. dan Abdul Rozak.2008.Pendidikan Kewargaan. Jakarta: ICCE UIN Jakarta Kaelan dan Zubaidi.2007.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta: Paradigma http:// dhimastaufik.wordpress.com/.../asal-mula-terjadinya-negara www.slideshare.net/dhinamuthya/asal-mula-terjadinya-negara anisayunitasaritik93.blogspot.com/.../tahap-perkembangan-negara.html

18