Anda di halaman 1dari 41

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku panduan praktikum oseanografi ini dapat disusun dengan baik dan selesai pada tepat waktu. Sebagai media pembantu proses pemahaman kepada mahasiswa dalam pelaksanaan praktikum oseanografi ini, maka kami menyajikan suatu buku panduan pelaksanaan praktikum yang pada dasarnya merupakan hasil rangkuman dari berbagai referensi sebagai tuntunan praktikan dalam melaksanakan proses praktikum. Dilengkapi dengan instruksi-instruksi dan metode metode praktis untuk memudahkan dalam pengambilan data-data oseanografi di lapang. Buku panduan praktikum ini disusun terbatas pada pengukuran parameter-parameter utama yang penting, yang meliputi parameter oseanografi kimia dan oseanografi fisika sesuai dengan kondisi di lapang. Buku panduan praktikum oseanografi ini merupakan revisi dan

pembakuan dari penuntun-penuntun praktikum pengantar oseanografi terdahulu. Besar harapan bahwa buku penuntun praktis praktikum ini dapat bermanfaat bagi praktikan dan berbagai pihak yang membutuhkan. Dan juga, kami memberikan kesempatan bagi seluruh pihak untuk memberikan saran-saran, ataupun kritik yang membangun tentang kekurangan-kekurangan yang terdapat pada buku panduan praktikum oseanografi ini untuk dilakukan perbaikan di lain waktu. Kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihakpihak yang secara langsung telah membantu dalam menyelesaikan buku ini. Semoga Bermanfaat.

Malang, 20 April 2014

Tim Asisten Oseanografi

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

PENDAHULUAN

Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan, adalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai hidrosfer. Pada prakteknya cukup sulit untuk memilah-milah antara ilmu-ilmu oseanografi sendiri dengan cabang-cabang ilmu lain, contohnya oseanografi biologi dengan biologi laut, sehingga untuk tujuan praktek harus ditekankan pada oseanografi fisik dan oseanografi kimia. Oseanografi fisik tersebut meliputi sifat optis air, perilaku cahaya, suhu, arus, gelombang, pasang surut, pencampuran massa air dan angin. Sedangkan oseanografi kimia meliputi salinitas, zat-zat kimia yang terlarut dalam air laut dan perilaku zat-zat kimia tersebut dalam bentuk sedimen, distribusi, maupun bentuk persenyawaannya. Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sangatlah perlu mengetahui dan memahami secara langsung tentang ilmu oseanografi ini. Buku pedoman ini disusun sebagai penuntun praktikum oseanografi yang difokuskan pada oseanografi fisika dan oseanografi kimia. Buku penuntun praktikum ini memuat cara-cara untuk mengambil data oseanografi perairan, baik parameter kimia, dan parameter fisika yang meliputi: kecerahan, suhu air laut, gelombang, pasang surut, arus, salinitas, pH, dan oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO). Dan disamping itu buku penuntun ini juga memuat tentang cara pengambilan sampel air di berbagai kedalaman dan pengukuran parameter meteorologi terutama yang berkaitan dengan cahaya dan penggerak atau arus. laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

1. KECEPATAN ARUS

Arus adalah gerakan air yang menyebabkan perpindahan horizontal massa air dari suatu tempat (posisi) ke tempat yang lain. Arus laut permukaan pencerminan langsung daripada angin yang bertiup pada waktu itu. Jadi arus permukaan ini digerakkan oleh angin. Air lapisan bawahnya ikut terbawa, karena ada gaya coriolis, yakni gaya yang diakibatkan oleh perputaran bumi, maka arus lapisan permukaan air laut berbelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan Faktor-faktor yang mempengaruhi arus, gerakan air di permukaan laut terutama disebabkan oleh adanya angin yang bertiup di atasnya. Hubungan ini kenyataannya tidaklah demikian sederhana, alasannya adalah bahwa arus-arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor lain, selain dari angin. Akibatnya arus yang mengalir di permukaan lautan merupakan hasil kerja gabungan dari faktorfaktor yang mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut antara lain bentuk topografi dasar lautan dan pulau-pulau yang ada di sekitarnya, dan gaya coriolis dan arus Ekman. Alat (konvensional) : Tali raffia Botol bekas air mineral (600 ml) 2 buah Stopwatch Kompas

Cara Pengukuran : Satu botol bekas air mineral diisi dengan air lokal dan dihubungkan dengan botol bekas air mineral yang kosong menggunakan tali raffia sepanjang 30 cm dan diikatkan lagi pada tali raffia sepanjang 1 - 2 meter Botol bekas air mineral berisi air lokal berfungsi sebagai pemberat sedangkan yang kosong sebagai pelampung. Selanjutnya botol dihanyutkan mengikuti arus Waktu yang diperlukan hingga tali meranggang dicatat (waktu tempuh diukur dengan stopwatch). Kecepatan arus dihitung dengan rumus: v=s:t dimana (v) sebagai kecapatan arus, (s) sebagai panjang tali yang terpakai, (t) waktu tempuh) dan dicatat dalam satuan meter perdetik (m/s)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pendahuluan 1. Jelaskan pengertian arus serta sebutkan macam-macam arus yang Anda ketahui! Jawab:

2. Jelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya arus! Jawab:

3.

Apa yang dimaksud dengan Up Welling, Down Welling, dan Gaya Coriolis serta jelaskan pengaruhnya terhadap arus? Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pengayaan

1. Bagaimana kondisi arah dan kecepatan arus pada saat praktikum lapang? Jawab:

2. Jelaskan mekanisme perhitungan dan terjadinya arus pada saat praktikum lapang! Jawab:

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

2. KECERAHAN

Kecerahan perairan merupakan ukuran penetrasi sinar matahari atau cahaya yang masuk ke dalam perairan dan mencapai daerah di bawah air, atau dengan kata lain sebagai ukuran sejauh mana kita dapat melihat ke dalam air. Sedangkan menurut Erik (2008), kecerahan adalah parameter fisika yang erat kaitannya dengan proses fotosintesis pada suatu ekosistem perairan dimana kecerahan yang tinggi menunjukkan daya tembus cahaya matahari yang jauh ke dalam perairan, begitu juga sebaliknya. Nilai kecerahan dinyatakan dengan satuan meter. Dengan mengetahui kecerahan suatu perairan, kita dapat mengetahui sampai dimana masih ada kemungkinan terjadi proses asimilasi dalam air, lapisan-lapisan manakah yang tidak keruh, yang agak keruh, dan paling keruh. Pengukuran kecerahan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah. Bila kecerahan (angka secchi disc) menunjukkan angka 1-2 m berarti kecerahan pada suatu perairan optimal. Bila kurang dari 1 m, phytoplankton terlalu pekat. Sedangkan apabila nilai kecerahan menunjukkan angka 100-200 m berarti kecerahan suatu perairan maksimal. Alat : Secchi disk Penggaris Karet gelang Tongkat skala

Cara Pengukuran : Secchi disk diturunkan pelan-pelan hingga batas pertama kali tidak tampak, ditandai tali secchi disk dengan karet gelang dan diukur panjang tali serta dicatat sebagai D1. Secchi disk diturunkan lebih dalam lagi hingga benar-benar tidak tampak. Kemudian ditarik pelan-pelan hingga pertama kali tampak, ditandai tali secchi disk dengan karet gelang dan diukur panjang tali serta dicatat sebagai D2. Rata-rata hasil pengukuran tersebut merupakan nilai kecerahan perairan, dihitung dengan rumus: D = D1 +D2 2

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pendahuluan 1. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan kecerahan? Jawab:

2. Jelaskan manfaat dari mempelajari kecerahan dibidang perikanan dan kelautan! Jawab:

3. Jelaskan hubungan kecerahan dengan proses fotosintesis yang terjadi dikolom perairan!

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pengayaan 1. Bagaimana mekanisme pengukuran kecerahan saat praktikum lapang? Jawab:

2. Berapakah kisaran kecerahan yang baik bagi suatu perairan? (Analisa dari hasil nilai pengukuran kecerahan). Jawab:

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

3. SUHU Suhu merupakan faktor fisika terpenting di seluruh perairan di dunia. Suhu di perairan Indonesia tidak banyak bervariasi dari bulan ke bulan. Kenaikan suhu tersebut berkisar antara 28 sampai 29,50C. Tinggi rendahnya suhu dilapisan permukaan laut berkaitan dengan interaksi antara udara dengan air laut. Suhu merupakan parameter yang sangat penting dalam lingkungan laut dan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan laut. Soesono (1974), mengatakan bahwa suhu adalah salah satu sifat fisika air laut yang dapat mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan organisme perairan, disamping itu suhu sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut dalam air. Kondisi oseanografi khususnya suhu dapat mengalami fluktuasi baik harian maupun musim, dan dapat ditemui adanya kondisi yang ekstrim. Sumberdaya ikan pelagis kecil bergantung pada kondisi lingkungan, sehingga ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan menyebabkan ikan akan merespon dengan menghindar dari lingkungan yang tidak sesuai.

Gambar Stratifikasi Suhu di Perairan Laut Alat : - Thermometer Hg atau oximeter Cara Pengukuran : - Thermometer Hg dicelupkan langsung ke dalam perairan, dibiarkan beberapa saat lalu diangkat dan secepatnya dibaca nilai suhu pada skala Thermometer Hg sebelum terpengaruh oleh suhu sekitar. Hal yang perlu

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

diperhatikan

dalam

pengukuran tidak

suhu

yaitu

membelakangi oleh tangan,

sinar waktu

matahari,badan cepat. Soal Pendahuluan

thermometer

tersentuh

perendaman dalam air selama 2 3 menit dan membaca skalanya dengan

1. Apa pengaruh suhu terhadap pertumbuhan organisme laut dan Berapakah kisaran suhu yang baik untuk pertumbuhannya? Jawab:

2. Jelaskan kaitan suhu dengan parameter oseanografi lainnya! (contoh: salinitas, DO, dll). Jawab:

3. Jelaskan tentang proses terjadinya El-Nino dan La-Nina dan Apa dampak yang ditimbulkannya? Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

10

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pengayaan 1. Bagaimana kondisi suhu perairan pada saat praktikum lapang dan jelaskan mekanisme pengukuran suhu permukaan laut yang benar! Jawab:

2. Jelaskan mengapa suhu dianggap faktor penting yang berpengaruh pada biota disuatu perairan? Jawab:

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

11

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

4. SALINITAS

Salinitas merupakan jumlah berat semua garam (dalam gram) yang terlarut dalam satu liter air, biasanya dinyatakan dengan satuan ppt. Di perairan pantai misalnya karena pengaruh aliran sungai, salinitas bisa turun rendah. Sebaliknya di perairan dengan pemanasan dan penguapan yang sangat kuat, salinitas bisa meningkat tinggi. Besar kecilnya sebaran salinitas disuatu perairan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah: 1. Pola sirkulasi air 2. Besar kecinya penguapan 3. Jumlah curah hujan 4. Aliran sungai Menurut Mc Connaughey dan Zottoli (2000), jumlah salinitas (ppt) dari berbagai tipe air antara lain adalah sebagai berikut: Salinitas (ppt) 0-0,5 0,5-3,0 3,0-10 10-17 17-30 30-34 34-38 >38 Tipe Air

Air Tawar Air Payau Oligihalin Air Payau Mesohalin Air Payau Polihalin Air Laut Oligohalin Air Laut Mesohalin Air Laut Polihalin Air Asin

Tabel dan Gambar Pembagian Kadar Garam atau Salinitas di Perairan Alat : - Refraktometer (Konvensional) - Salinometer (Modern)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

12

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Cara Pengukuran Salinitas : Alat Konvensional (Refraktometer) : Dikalibrasi kaca prisma refraktometer dengan aquades Dibersihkan dengan tisu pada bagian optiknya dengan searah. Diteteskan 3 tetes air sampel pada optik refraktometer Ditutup dengan cover kaca prisma dengan sudut 45o agar tidak terbentuk gelembung udara Diarahkan pada cahaya matahari Dibaca skala bagian kanan atas yang menunjukkan nilai salinitas Soal Pendahuluan 1. Jelaskan pengertian dari salinitas serta sebutkan faktor apa saja yang mempengaruhinya! Jawab: Dicatat hasil yang ditunjukkan oleh skala.

Alat Modern (Salinometer) : Dikalibrasi sensor pada salinometer menggunakan aquades Ditekan tombol on/off pada salinometer Diteteskan 3 tetes sampel air laut di sensor salinometer Ditekan tombol start Ditekan tombol zero hingga muncul AAA Ditekan tombol start Dicatat angka yang muncul pada layar

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 13

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

2. Apa saja perbedaan antara salinometer dan refraktometer! Jawab:

3. Sebut dan jelaskan tipe perairan berdasarkan salinitasnya! Jawab:

Soal Pengayaan 1. Bagaimana mekanisme pengukuran salinitas pada saat praktikum lapang? Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 14

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

2. Mengapa air laut asin dan jelaskan sumber kandungan garam mineral di perairan laut! Jawab:

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 15

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

5. DERAJAT KEASAMAN (pH)

pH adalah suatu ekspresi dari konsentrasi ion hidrogen yang ada di dalam perairan. Besarnya dinyatakan dalam minus logaritma dari konsentrasi ion H. Besarnya pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis). Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang masam, nilai pH diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin). Sedangkan pH dengan jumlah 7 disebut sebagai netral (Geocities, 2009). Makin banyak ion OH- dalam cairan makin rendah ion H+ dan makin tinggi pH dan cairan demikian disebut alkalis. Sebaliknya makin banyak ion H+ makin rendah pH dan cairan tersebut bersifat masam.

Gambar Skala Range Nilai pH Beserta Sifatnya

Nilai pH yang ideal bagi kehidupan organisme air pada umumnya terdapat antara 7 8,5 (Barus, 2002) hal ini sama dengan penjelasan Effendi (2003) yang mengatakan bahwa sebagian besar biota aquatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH 7 8,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi akan berakhir jika pH rendah. Pengaruh nilai pH terhadap komunitas biologi perairan antara lain adalah: 1. Keanekaragaman plankton dan benthos sedikit menurun. 2. Kelimpahan total, biomas, dan produktivitas tidak mengalami perubahan.

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

16

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Alat : - pH Paper - pH Meter Cara pengukuran : Alat Konvensional (pH Paper) :

- pH paper disiapkan dan dimasukkan ke dalam sampel air - pH paper diangkat dan dikibas-kibaskan hingga setengah kering - Dicocokkan perubahan warnana pH paper dengan kotak standart pH Alat Modern (pH Meter) :

- Dikalibrasi/ distandarisasi pH meter dengan memasukkan elektroda Ph meter kedalam larutan buffer pH 7,00 sehingga pembacaan menunjukkan pH 7,00 - Dikeluarkan elektroda pH meter dari larutan buffer, kemudian - Dibersihkan dengan aquadest yang berada dalam washing bottle - Setelah bersih dimasukkan elektroda kedalam contoh air yang akan dianalisis - Pembacaan pada pH meter menyatakan pH. Soal Pendahuluan 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pH (derajat keasaman)? Jawab :

2. Sebut dan jelaskan pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan! Jawab :

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

17

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

3. Berapakah kisaran nilai pH yang ideal untuk kehidupan organisme perairan? Jawab :

Soal Pengayaan 1. Jelaskan mekanisme pengukuran pH (konvensional dan modern) pada saat praktikum lapang! Jawab:

2. Bagaimana kondisi pH perairan pada saat praktikum lapang? Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

18

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

19

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

6. GELOMBANG

Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunnya air laut dengan arah tegak lurus pemukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut timbul karena adanya gaya pembangkit yang bekerja pada laut. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang. (Kurniawan, 2012). Gelombang yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung kepada gaya pembangkitnya. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh: angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulanmatahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal (Dewaputu, 2010). Sifat-sifat gelombang setidaknya dipengaruhi oleh 3 bentuk angin, yaitu kecepatan angin, waktu dimana angin sedang bertiup, jarak tanpa rintangan dimana angin sedang bertiup atau dikenal sebagai fetch (Hutabarat, 1985).

Gambar Gelombang Pengertian tambahan : 1. Puncak gelombang / crest adalah bagian tertinggi dari gelombang yang berada pada permukaan air yang tenang 2. Lembah gelombang / though adalah bagian terendah dari gelombang yang berada pada permukaan air yang tenang 3. Panjang gelombang / wavelength adalah jarak antara dua puncak gelombang yang berurutan

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

20

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

4. Tinggi gelombang adalah jarak vertikal antara puncak gelombang dan lembah gelombang, hal inilah yang mempengaruhi besar kecilnya gelombang
5. Periode gelombang adalah waktu yaang diperlukan oleh puncak

gelombang melalui titik yang sama Alat : Tongkat berskala 2 m Stopwatch

Cara Pengukuran : A. Tinggi gelombang : Tongkat berskala ditegakkan dalam air sampai menyentuh dasar Tinggi gelombang diukur atau dilihat secara langsung atau visual Pengukuran diulang sebanyak 3 kali

B. Periode gelombang : Tongkat berskala ditegakkan dalam air sampai menyentuh dasar Diukur lamanya waktu yang diperlukan antara puncak gelombang I dengan puncak gelombang II untuk melewati tongkat skala tersebut dengan stopwatch Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Soal Pendahuluan 1. Jelaskan perbedaan antara gelombang dan arus! Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

21

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

2. Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi gelombang? Jawab:

3.

Sebut dan jelaskan macam-macam gelombang berdasarkan skalanya! Jawab :

Soal Pengayaan 1. Apa dampak positif dan negatif terjadinya gelombang pada suatu perairan? Bagaimana kondisi gelombang pada saat praktikum lapang? Jawab :

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 22

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

2. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan wavelength dan crest! Jawab:

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 23

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

7. PASANG SURUT

Pasang surut laut adalah gelombang yang dibangkitkan oleh adanya interaksi antara bumi, matahari dan bulan. Puncak gelombang disebut pasang tinggi dan lembah gelombang disebut pasang rendah. Perbedaan vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal range). Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Harga periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit. Terdapat tiga tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya, yaitu pasang surut harian (diurnal), tengah harian (semi diurnal) dan campuran (mixed tides). Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang surut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Terdapat 2 macam pasang surut yaitu pasang surut perbani dan pasang surut purnama. Pasang surut perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang surut perbani ini terjadi pada saat bulan 1/4 dan 3/4. Pasang surut purnama terjadi ketika bumi, bulan dan matahari dalam satu garis lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat rendah.

Alat : Tide staff

Cara Pengukuran : Tide staff dipasang pada tiang di daerah pasang surut yang masih terendam air pada saat surut terendah Tinggi permukaan air pada tide staff dicatat sebagai tinggi permukaan mula-mula t0 (cm) Setelah 1 2 jam, tinggi permukaan air dicatat sebagai tinggi permukaan air t1 (cm) Kecepatan pasang surut dihitung sebagai selisih dari kedua hasil pengukuran tersebut (cm/jam)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

24

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pendahuluan 1. Sebut dan jelaskan tipe pasang surut yang Anda ketahui! Jawab:

2. Sebut dan jelaskan faktor apa saja yang dapat membangkitkan pasang surut! Jawab:

3. Apakah yang dimaksud dengan apogee dan perigee serta jelaskan bagaimana pengaruhnya terhadap pasang surut! Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

25

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Soal Pengayaan 1. Hitunglah rentang pasang surut (tidal range) hasil pengamatan pasut kelompok Anda pada saat praktikum lapang! Jawab:

2. Apa manfaat mempelajari pasang surut bagi bidang perikanan dan kelautan? Jawab:

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

26

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

8. OKSIGEN TERLARUT (DO)

Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan. Konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah-ubah sesuai dengan keadaan atmosfir. Sumber utama oksigen terlarut dalam air adalah difusi dari udara dan hasil fotosintesis organisme yang mempunyai klorofil yang hidup di perairan (Muhajir, et al, 2004).

Gambar Kisaran Toleransi DO pada Ikan


Oksigen adalah gas tak berbau, tak berasa, dan hanya sedikit larut dalam air. Untuk mempertahankan hidupnya makhluk yang tinggal di dalam air, baik tumbuhan maupun hewan, bergantung kepada oksigen yang terlarut ini. Jadi, kadar oksigen yang terlarut dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kualitas air (Kristanto, 2002). Alat :

Water Sampler Botol DO Buret Corong

- Pipet Tetes - Pipet Volum - Statif

Bahan : - MnSO4 - NaOH + KI - H2SO4 - Na2S2O3 - Amilum

- Air Sampel - Kertas Label

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

27

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Pengukuran cara konvensional : Diukur dan dicatat volume botol DO yang akan digunakan Masukkan botol DO kedalam water sampler dan masukkan ke dalam perairan sesuai dengan kedalaman yang diinginkan untuk memperoleh air sample Tambahkan 2 ml MnSO4 dan 2 ml NaOH+KI Dibolak balik sampai larutan homogen kemudian diendapkan Baung air bening diatas endapan Tambahkan 2 ml H2SO4 kemudian kocok sampai endapan larut Tambahkan 4 tetes amylum kemudian titrasi dengan Na2S2O3 0,025N sampai terjadi perubahan tidak berwarna (bening) pertama kali Catat ml titran kemudian hitung dengan menggunakan rumus :

Oksigen Terlarut = Volume (titran) x N (titran) x 8 x 1000 Volume (sampel) - 4 Soal Pendahuluan 1. Jelaskan pengertian oksigen terlarut peranannya untuk organisme perairan! Jawab: (dissolve oxygen) beserta

2. Jelaskan hubungan antara fitoplankton dan ketersediaan oksigen terlarut di perairan laut! Jawab:

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 28

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

3. Diketahui DO (oksigen terlarut) suatu perairan 0.05 mg/lt. Berapakah volume titran (Na2S2O3) jika diketahui volume sampel 250ml? Jawab:

Soal Pengayaan 1. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan pada saat pengukuran DO beserta fungsinya! Jawab :

2. Bagaimana mekanisme perhitungan DO (oksigen terlarut) pada saat praktikum lapang? Jawab :

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

29

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Kesimpulan (Dengan Analisa Perbandingan Literatur)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

30

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

DATA LAPANG
1. KECEPATAN ARUS Data diambil pada jam:................................... Hasil Pengukuran Panjang tali yang dipakai (s) Lama waktu (t) Kecepatan Arus (v) 2. KECERAHAN a. Pengukuran 1 Data diambil pada jam : ........................... Hasil Pengukuran : Kedalaman secchi disk (mulai tidak tampak) : . cm Kedalaman secchi disk (mulai tampak) Nilai Kecerahan b. Pengukuran 2 Data diambil pada jam : ........................... Hasil Pengukuran : Kedalaman secchi disk (mulai tidak tampak) : .............cm Kedalaman secchi disk (mulai tampak) Nilai Kecerahan c. Pengukuran 3 Data diambil pada jam : ........................... Hasil Pengukuran : Kedalaman secchi disk (mulai tidak tampak) : ..cm Kedalaman secchi disk (mulai tampak) Nilai Kecerahan Rata-Rata Kecerahan : .................cm : .................cm : .................cm : ................cm : ................cm : .................cm : .................cm : .................meter : .................detik : .................m/detik

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

31

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

3. SUHU a. Pengukuran 1 Data diambil pada jam : ........................... Hasil Pengukuran Suhu air laut : : ..........0C

b. Pengukuran 2 Data diambil pada jam : ........................... Hasil Pengukuran Suhu air laut c. Pengukuran 3 Data diambil pada jam : ........................... Hasil Pengukuran Suhu air laut Rata-Rata Suhu 4. SALINITAS Hasil Pengukuran : Nilai Salinitas : .......... ppt : : ..........0C : ...........0C : : ..........0C

5. DERAJAT KEASAMAN (pH) Hasil Pengukuran : Nilai pH : ......

6. GELOMBANG Data diambil pada jam : ................. Hasil Pengukuran : Tinggi Gelombang Pengukuran kePuncak (cm) Lembah (cm) Selisih (cm) I II III Rata-rata

Tim Asisten Pratikum Oseanografi FPIK UB 2014

32

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Periode Gelombang

Pengukuran ke-

II

III

Rata-rata

Periode Gelombang (detik)

7. Pasang Surut Hasil Pengukuran : Skala awal pada tide staff Skala akhir pada tide staff Selang waktu pengukuran Kecepatan pasang surut : ...............cm : ...............cm : ...............jam : ...............cm/jam

Lebar pasang surut maksimal: ...............m Tipe pasang surut : ...............

(catatan : data dan tipe pasang surut juga dapat diperoleh melalui wawancara) 8. OKSIGEN TERLARUT (DO) Hasil Pengukuran : Volume (titran) N (titran) Volume Botol DO : ..... : ..... : .....

Oksigen Terlarut = Volume (titran) x N (titran) x 8 x 1000 Volume (sampel) 4 = ...............x....................x 8 x 10000 ...................... 4 = ................... Nilai kandungan oksigen di perairan : .......... mg/l

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

33

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

DATA HASIL PRAKTIKUM LAPANG OSEANOGRAFI


Tempat Pelaksanaan Praktikum : ......................................... Kecepatan Arus (m/s) Kecerahan (cm) Suhu (0C) Salinitas (ppt) pH Gelombang Pasang Surut (cm/jam) DO (mg/L)

Malang,.......................2014

(..........................................)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

34

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

KARTU KENDALI ASISTENSI PRAKTIKUM OSEANOGRAFI 2014 Identitas Mahasiswa/Praktikan Foto Nama NIM Program Studi (3x4) Kelompok Kelas M.K. Oseanografi : ........................................... : ........................................... : : ........................................... : ...........................................

No. 1

Asistensi I

Tanggal

Keterangan

TTDAsiste TTD

(...................... ) 2 II

(...................... ) 3 III

(...................... ) Malang,.................... 2014 Kordinator Asisten Praktikum Oseanografi

Yogha Rionaldy NIM. 115080401111024 Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014 35

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

FORMAT LAPORAN KETIK OSEANOGRAFI i. ii. LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR c. DO 3.2 Bahan dan Fungsi 3.2.1 Parameter Fisika a. Suhu b. Kecepatan Arus c. Kecerahan. d. Pasang Surut e. Gelombang 3.2.2 Parameter Kimia a. pH b. Salinitas c. DO 3.3 Skema Kerja 3.3.1 Parameter Fisika a. Suhu b. Kecepatan Arus c. Kecerahan. d. Pasang Surut e. Gelombang

iii. DAFTAR ISI iv. DAFTAR GAMBAR v. I. DAFTAR TABEL PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Waktu dan Tempat II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perairan Laut 2.2 Parameter Fisika 2.2.1 Suhu 2.2.2 Kecepatan Arus 2.2.3 Kecerahan 2.2.3.1 Sifat Optis Air 2.2.3.2 Kekeruhan 2.2.4 Pasang Surut 2.2.5 Gelombang 2.3 Parameter Kimia 2.3.1 pH 2.3.2 Salinitas 2.3.3 DO III. Metodologi 3.1 Alat dan Fungsi 3.1.1 Parameter Fisika a. Suhu b. Kecepatan Arus c. Kecerahan. d. Pasang Surut e. Gelombang 3.1.2 Parameter Kimia a. pH b. Salinitas

3.3.2 Parameter Kimia a. pH b. Salinitas c. DO IV. Hasil dan Pembahasan 4.1 Data Hasil Pengamatan 4.2 Analisa Prosedur 4.2.1 Parameter Fisika a. Suhu b. Kecepatan Arus c. Kecerahan d. Pasang Surut e. Gelombang -Tinggi gelombang -Periode gelombang

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

36

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

4.2.2 Parameter Kimia a. pH b. Salinitas c. DO 4.3 Analisa Hasil 4.3.1 Parameter Fisika a. Suhu b. Kecepatan Arus c. Kecerahan. d. Pasang Surut e. Gelombang

4.4 Manfaat di Bidang Perikanan 4.4.1 Parameter Fisika a. Suhu b. Kecepatan Arus c. Kecerahan. d. Pasang Surut e. Gelombang 4.4.2 Parameter Kimia a. pH b. Salinitas c. DO V. Penutup

4.3.2 Parameter Kimia a. pH b. Salinitas c. DO DAFTAR PUSTAKA

5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(Minimal referensi berasal dari: 4 Buku BAHASA INDONESIA, 3 BAHASA INGGRIS, 2 JURNAL, dan 3 ARTIKEL, dilarang dari Blog dan Wikipedia)

LAMPIRAN (Memuat peta lokasi praktikum, titik koordinat pengambilan data, alat-alat yang digunakan ketika praktikum, dokumentasi pengambilan data-data praktium tiap perlakuan, dll)

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

37

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

DAFTAR NAMA TIM ASISTEN OSEANOGRAFI 2014

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

NAMA Abdul Aziz Amin Adi Tiya Yanuar Aldhilla Yulistianti Andre Syafriotman Cynthia Asthari Kris H. Dinda Iqbal Tofani Dwias Wuri Miranti Galih Ardi Nugroho Intan Candra Dewi Mohammad Ramli Yogha Rionaldy (CO) Zaskia Iga Wildani Ahmad Rizal F. Arinto Bagus Saputra Bagus Adi Laksono Citra Nilam Cahya Deeda Amalia Hidayati Eko Bagus Gannisa Alfin C. Immaria Fransira Jaka Harry M. W. Jefri Anjaini Rainey Windayati Renardhi Abyan P. Reskyani Fajri Zulfa Rahmawati

NIM 115080100111051 115080601111041 115080201111003 115080601111026 115080601111039 115080401111019 115080601111045 115080501111004 115080601111053 115080113111011 115080401111024 115080401111001 125080401111043 125080100111040 125080601111037 125080201111010 125080501111039 125080401111048 125080600111090 125080501111044 125080600111012 125080500111003 125080601111025 125080600111103 125080600111037 125080101111025

NO. HP 085784972044 085790326877 085736077045 085714116699 085641571057 081945194105 087859512774 08175700332 085649803824 08978837750 085649989600 08993867797 081554466322 085645757699 089676375557 085785908224 087859203044 085733824916 085608036413 087817974975 085772414290 085731963923 085258762137 085288531083 085668700127 085645828755

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

38

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Contoh Format Cover Laporan Ketik Halaman Pertama LAPORAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Disusun oleh : Kelompok ....

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014

\\

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

39

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Contoh Format Cover Laporan Ketik Halaman Kedua LAPORAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Disusun oleh : Kelompok .... Nama Nama Nama Nama Nama Nama Nama NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

40

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI

Contoh Format Lembar Pengesahan Laporan Ketik

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktikum Oseanografi Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Praktikum Oseanografi dan Lulus Mata Kuliah Oseanografi

Malang,..................2014 Koordinator Asisten Asisten Pendamping

(..................................) NIM.

(..................................) NIM.

Mengetahui, Dosen Pengampu

(...................................................) NIP.

Tim Asisten Praktikum Oseanografi FPIK UB 2014

41