Anda di halaman 1dari 3

ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L.

Klasifikasi Tanaman
Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub divisio : Angiospermae Class : Monocotyledoneae Ordo : Poales (Glumiflorae) Family : Poaceae (Graminae) Genus : Imperata Species : Imperata cylindrica L. 54

Nama
Daerah : Sumatera : naleueng lako, jih, rih, laturui, lalang, liah, oo, hilalang. Jawa : alang-alang, kambengan, kebut lalang. Kalimantan : halalang, tingen. Sulawesi : hre, padang, padanga, padingo, deya, reja. Nusatenggara : ambengan, re, atindolo, witu, kii, luo. Maluku : ri, weli, weri, wela hutu, palate, putune, ige, weljo, kuso, kusu. Irian : gombur, ruren, mesofou, ukua, mentahoi, matawe, urmamu, omasa. Asing : Inggris : cagon grass, satintail

Deskripsi Tanaman
Alang-alang merupakan herba menahun, tumbuh tegak, batang semu, berpelepah, tegak, tinggi mencapai 2 m. Berimpang, beruas-ruas, bermata tunas pada

setiap bukunya. Daun berbentuk pita, permukaannya berbulu pendek dan kasar, pinggir daun bergerigi tajam. Pelepah daun merapat satu sama lain seolah membentuk batang, berbulu. Pembungaan berbentuk malai, warna putih. Biji kecil, tersusun dalam malai. Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji dan rimpang (Djauhariya dan Hernani, 2004).

Syarat Tumbuh
Alang-alang sangat toleran terhadap faktor lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan, terbakar dan hara yang miskin, tetapi tidak toleran terhadap air tergenang dan suasana ternaung, tumbuh pada tanah-tanah yang terbuka atau sedikit ternaung. Daerah penyebarannya sangat luas yaitu meliputi 0-2700 m di atas permukaan laut, di daerah tropik dan subtropik. Sangat mudah berkembang biak dan tersebar melalui rimpang dan biji yang sangat ringan (Nasution, 1986). 55

Budidaya Tanaman
Alang-alang adalah tumbuhan pawang atau pionir, tumbuh pada tempattempat terbuka, di hutan sekunder, tanah terlantar, di ladang-ladang, di tepi perkampungan, di pinggir jalan, di pekarangan, dan di taman bunga. Berbiak dengan rimpang dan biji. Rimpang di dalam tanah terdapat terutama pada kedalaman 0-20 cm, sangat tangguh, toleran terhadap kekeringan dan panas sehingga tidak mati walaupun daun alang-alang di atas permukaan tanah terbakar. Biji ringan dan mempunyai papus sehingga mudah diterbangkan angin. Daun kering dan papus sering dipergunakan burung untuk membuat sarang sehingga dapat membantu penyebaran alang-alang. Di Indonesia, alang-alang pada umumnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu/gulma. Ada baiknya sambil melakukan pembasmiannya, akar-akar tinggalnya dikumpulkan sebagai sediaan obat.

Kandungan Kimia
Akar alang-alang mengandung terpenoid iso-arborinol, asam kersik, damar, dan senyawa kalium (Mursito, 2000).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian


Efek alang-alang menurunkan panas (antipiretik), peluruh kemih (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), menghilangkan haus (Wijayakusuma, 1994).

Khasiat dan Cara Pemakaian


1. Sakit kuning (hepatitis akut) dan pembersih darah Bahan : Akar alang-alang kering 60 g, air 3 gelas Pemakaian : Akar kering direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum 2 kali sehari masing-masing gelas. Lakukan selama 10 hari berturut-turut (Djauhariya dan Hernani, 2004). 2. Radang ginjal akut Bahan : Akar alang-alang segar 100 g, air 3 gelas Pemakaian : 56

Akar segar dicuci bersih, dipotong pendek, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Air rebusan diminum setelah dingin 2 kali sehari masing-masing gelas (Djauhariya dan Hernani, 2004). 3. Demam, batuk, darah tinggi, penambah nafsu makan, sesak nafas, muntah darah, pendarahan pada wanita dan pelembut muka Bahan : Akar alang-alang segar 60 g, air 3 gelas Pemakaian : Akar segar direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum 1 kali sehari masing-masing 1 gelas sebelum sarapan pagi (Djauhariya dan Hernani, 2004). 4. Kencing nanah Bahan : Akar alang-alang segar 300 g, air 3 liter Pemakaian : Akar segar dicuci bersih, dipotong pendek, lalu direbus dengan 3 liter air hingga menjadi 1-1,2 liter. Setelah dingin, air rebusan diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas (Djauhariya dan Hernani, 2004). 5. Mimisan Bahan : Akar alang-alang segar 30 g, air 400 cc Pemakaian : Akar alang-alang direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur dua kali sehari (Wijayakusuma, 1999).