Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PANCASILA

1. Apakah yang dimaksud dengan ideologi ? Jawab : secara etimologis ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu eidos yang berarti gagasan dal logos yang berarti ilmu. Jadi secara etimologis ideologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang gagasan. Gagasan yang dimaksud adalah gagasan yang murni ada dan menjadi landasan atau pedoman dalam kehidupan masyarakat yang ada atau berdomisili dalam wilayah negara mereka berada. Selain itu terdapat pengertian ideologi dari beberapa sumber : 1. Ideologi menurut BP-7 pusat Ideologi adalah ajaran, doktrin, teori yang diyakini kebenarannya yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaan dalam menaggapi dan

menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2. Definisi ideologi yang dikemukakan Prof. Dr. Maswadi Rauf, ahli ilmu politik Universitas Indonesia Ideologi adalah rangkaian (kumpulan) nilai yang disepakati bersama untuk menjadi landasan atau pedoman dalam mencapai tujuan atau kesejahteraan bersama. 3. Ideologi menurut Karl Marx Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Pendapat ini mengandung esensi dari ideologi komunis, paham ini biasa disebut Marxisme. 4. Ideologi menurut Machiavelli Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Kedua pendapat ini saling mendukung dengan sistem yang dimiliki penguasa, yaitu institusi-institusi Negara dan insitusi lainnya, dengan tujuan melindungi kekuasaannya.

2. Apakah suatu bangsa harus memiliki ideologi ?

Jawab : Harus, yaitu bagi bangsa dan negara yang ingin berdiri kukuh dan mengetahui dengan jelas arah tujuan yang ingin dicapai. Ideologi berfungsi untuk memberikan pedoman dan arah bagi suatu bangsa dalam mengejar tujuannya. Ideologi atau pandangan hidup merasuki berbagai aspek kehidupan bangsa baik politik, ekonomi, budaya, pertahanan keamanan, maupun agama. Ideologi jika diibaratkan sebuah bangunan merupakan fondasi. Dengan fondasi yang kuat, rumah dapat bertahan dari terpaan angin. Demikian pula, ideologi yang kuat akan membuat suatu negara atau bangsa bertahan terhadap serangan baik dari dalam maupun dari luar. Tanpa ideologi, suatu bangsa tidak akan dapat berdiri kukuh dan mudah terombang-ambing oleh derasnya persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Bagaiman bentuk ideologi yang ideal pada bangsa yang plural ? Jawab : diperlukan sebuah pedoman dan penunjuk arah dalam hal ini ideologi yang disepakati bersama untuk memberikan arahan agar setiap konflik yang berdasarkan pluralitas dan heterogenitas dapat diminimalisir. karena ideologi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri lepas dari realitas hidup masyarakat. Ideologi merupakan manifestasi dari keinginan dan cita-cita luhur masyarakat. Artinya, perumusan ideologi seharusnya dimaknai dari adanya keinginan dan cita-cita untuk

memanifestasikan suatu struktur dan konstruksi masyarakat yang diidealisasikan, sesuai dengan kondisinya. Antara ideologi dan realitas kehidupan masyarakat terjadi hubungan dinamis, sehingga berlangsung hubungan timbal balik yang terwujud dalam interaksi, yang di satu pihak mendorong idelogi semakin realistis dan di sisi lain mendorong masyarakat semakin mendekati bentuk yang ideal. Selain itu ideologi tersebut haruslah memiliki nilai-nilai dan cita-cita yang digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri.

4. Dapatkah ideologi suatu bangsa menyerap gagasan dari luar ? Jawab : dapat, seperti ideologi pancasila karena pancasila dapt bersifat sebagai ideologi terbuka. Pancasila bersifat terbuka yang berarti memberikan kesempatan pada setiap generasi Indonesia untuk menginterpretasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila terhadap nilai-nilai kehidupan masa kini. Masyarakat yang terusmenerus berkembang dan situasi sosial, ekonomi, dan politik yang berubah membuat

tafsiran awal mengenai Pancasila tidak cocok lagi apabila diterapkan pada masa yang berlainan (masa kini). Pancasila memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas yang membuka dirinya untuk diinterpretasikan kembali sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Pancasila adalah ideologi yang fleksibel, ia terbuka dengan perubahan jaman dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan identitas/jati dirinya. Interpretasi dan ide baru dari generasi sekarang dan mendatang menjadi sesuatu yang penting dalam memperbaiki serta

menyempurnakan pemikiran tentang Pancasila yang sesuai dengan perkembangan bangsa Indonesia.

5. Kapan suatu ideologi mengalami stagnan ? Jawab : ideologi mengalami stagnan ketika ideologi tersebut tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman, sehingga ideologi tersebut tidak dapat digunakan lagi sebagai pedoman dan penunjuk arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Daftar Pustaka Mantri, M Y.,2012,http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/21/-makna-ideologi-dariberbagai-sudut-pandang-para-ahli-dan-aplikasinya-di-indonesia--510650.html,4 April 2013 jam 19:00 W.I.B. Rohma, M N.,http://cantikturkiye-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45551-PKnFilsafat Pancasila %282%29: Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara %283%29.html,3 April 2013 jam 10:15 W.I.B. Thohiron, D.,2011., http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2237220-

perlunya-ideologi-bagi-suatu-bangsa/, 4 April 2013 jam 19:15 W.I.B