Anda di halaman 1dari 4

Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang

tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. Destilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200 C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati 100 C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih. Sifat yang fundamental dari distilasi uap adalah dapat mendestilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya. Selain itu destilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat didestilasi dengan air. (Holland, C.D. 1997. Fundamentals of Multicomponent Distillation. New York: McGraw-Hill Primis Custom Publishing.) Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak ini disebut juga minyak menguap, minyak eteris, atau minyak esensial karena pada suhu biasa (suhu kamar) mudah menguap di udara terbuka. Istilah esensial dipakai karena minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya. Dalam keadaan segar dan murni tanpa pencemar, minyak atsiri umumnya tidak berwarna. Namun, pada penyimpanan lama minyak atsiri dapat teroksidasi dan membentuk resin serta warnanya berubah menjadi lebih tua (gelap). Secara kimia, minyak atsiri bukan senyawa tunggal, tetapi tersusun dari berbagai macam komponen yang secara garis besar terdiri dari kelompok terpenoid dan fenil propan. Pengelompokan tersebut juga didasarkan pada awal terjadinya minyak atsiri di dalam tanaman. (Agoes, G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung: Penerbit ITB ) Minyak cengkeh (di Indonesia) adalah produk alami yang tidak mahal dan dapat diperoleh dengan mudah di Asia Tenggara. Minyak cengkeh di Indonesia secara tradisional diproduksi melalui proses distilasibunga, tangkai bunga, dan daun-daun pohon cengkeh Euginia aromatica. Komponen minyak daun cengkeh dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah senyawa fenolat dengan eugenol sebagai komponen terbesar( 70-90%). Kelompok kedua adalah senyawa non fenolat yaitu -kariofeilen, -kubeben, kopaen, humulen, - kadien, dan kadina 1,3,5 trien dengan -kariofeilen sebagai komponen terbesar. gb struktur eugenol kariofilen

(Gunther Ernest. 1990. Minyak Atsiri. Jilid IV b. Ketaren (penerjemah). UI Press, Jakarta.). Kromatografi lapis tipis (KLT) dipergunakan untuk memisahkan ion-ion organik, kompleks senyawa organik dengan anorganik, dan senyawa organik alami dan sintetis. Fasa diam (adsorben) yang paling banyak digunakan pada KLT adalah silika dan alumina. Adsorben silika dan alumina dapat mengadsorpsi senyawa yang bersifat polar. Silika gel bersifat asam dan berfungsi untuk memisahkan senyawa yang bersifat asam. Sedangkan alumina bersifat basa dan berfungsi untuk memisahkan senyawa yang bersifat basa Bagaimana cepatnya senyawa-senyawa dibawa bergerak ke atas pada lempengan, tergantung pada:

Bagaimana kelarutan senyawa dalam pelarut. Hal ini bergantung pada bagaimana besar atraksi antara molekul-molekul senyawa dengan pelarut. Bagaimana senyawa melekat pada fase diam, misalnya jel silika. Hal ini tergantung pada bagaimana besar atraksi antara senyawa dengan jel silika.

Senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen akan melekat pada jel silika lebih kuat dibanding senyawa lainnya. Dapat dikatakan bahwa senyawa ini terjerap lebih kuat dari senyawa yang lainnya. Penjerapan merupakan pembentukan suatu ikatan dari satu substansi pada permukaan. . Fase diam pada sebuah lempengan lapis tipis seringkali memiliki substansi yang ditambahkan kedalamnya, supaya menghasilkan pendaran flour ketika diberikan sinar ultraviolet (UV). Pendaran ini ditutupi pada posisi dimana bercak pada kromatogram berada, meskipun bercak-bercak itu tidak tampak berwarna jika dilihat dengan mata. Data yang diperoleh dari analisis dengan KLT adalah nilai Rf, nilai Rf berguna untuk identifikasi suatu senyawa. Nilai Rf suatu senyawa dalam sampel dibandingkan dengan nilai Rf dari senyawa murni. Nilai Rf didefinisikan sebagi perbandingan jarak yang ditempuh oleh senyawa pada permukaan fase diam dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut sebagai fase gerak. (David W. Oxtoby, H. P. Gillis, Norman H. Nachtrieb. (2001). Prinsip-prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1., Erlangga, jakarta.)

DERET

Fasa gerak yang umum digunakan pada klt terdiri dari campuran berbagai pelarut organik. Polaritas pelarut dapat disusun menurut ukuran kekuatan teradopsinya pelarut tersebut pada adsorben (yang banyak digunakan alumina) dan susunan yang terbentuk dikenal sebagai deret eluotropik pelarut.

Suatu pelarut yang bersifat larutan relatif polar, dapat mengusir pelarut yang relatif tak polar dari ikatannya dengan alumina (jel silika). DAVID G. WATSON, , ANALISIS FARMASI, penerbit buku kedokteran IKAPI, Jakarta . , dapus Agoes, G., 2007, Teknologi Bahan Alam, Penerbit ITB, Bandung. Gunther. E.., 1990, Minyak Atsiri. Jilid IV, UI Press, Jakarta. Holland, C.D. 1997. Fundamentals of Multicomponent Distillation, McGraw-Hill Primis Custom Publishing, New York.

Oxtoby, D.W., H. P. Gillis, dan Norman H. Nachtrieb. (2001). Prinsip-prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1., Erlangga, jakarta. WATSON, D.G , 2007, ANALISIS FARMASI, penerbit buku kedokteran IKAPI, Jakarta .